Konsepsi Religius Dalam Ilmu Pengetahuan Dan Kritisismenya Terhadap Filsafat Barat

Authors

  • Deny Susanto Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta. Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v1i1.8

Keywords:

Ilmu Pengetahuan, Filsafat,, Peradaban

Abstract

Ilmu yang berkembang di dunia Barat saat ini berdasarkan pada rasio dan pancaindra. Plato memberikan definisi ilmu sebagai keyakinan sejati yang bermanfaat bagi manusia. Peradaban Barat ia memberi sumbangan besar bagi teknologi. Barangkali karena alasan ini para filsuf tertarik mendefinisikan daripada membahas beragam jenis ilmu, maka, cara untuk membedakan ilmu akan sesuatu dan ilmu akan kebenaran, dan kemudian membagi-bagi apa yang ia sebut ilmu akan sesuatu menjadi dua bagian: (i) ilmu berdasarkan pemberian dan (ii) ilmu berdasarkan pengenalan..Ada sejumlah hal yang kita tahu "tangan pertama" dan yang sebatas kita dengan atau baca-dengan kata lain hal-hal yang digambarkan pada kita. Sebagian besar ilmu kita masuk dalam kotak pertama. Kita mengetahui bahwa dengan penelitian ini ilmu, tidak berdasarkan pengenalan langsung, melainkan juga melalui penggambaran yang kita jumpai di buku-buku dan laporan ilmiah.

References

Applebaum, W. (2003). Encyclopedia of the scientific revolution: from Copernicus to Newton. Routledge.

Bertrand, R. (2007). Sejarah Filsafat Barat: Kaitannya Dengan Kondisi Sosio-Politik Zaman Kuno Hingga Sekarang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bonhoeffer, D. (1995). A testament to freedom: The essential writings of Dietrich Bonhoeffer. Harper Collins.

Charles, D. (2009). The origin of species. University of California Press.

Comte, A. (1988). Introduction to positive philosophy. Hackett Publishing.

Cox, H. (2009). Thinking globally about Christianity. In The Oxford Handbook of Global Religions.

Cox, H. (2013). The secular city. Princeton University Press.

Feuerbach, L. (2004). The essence of Christianity. Barnes & Noble Publishing.

Freud, S. (2012). The future of an illusion. Broadview Press.

Gettier, E. L. (2012). 6. IS JUSTIFIED TRUE BELIEF KNOWLEDGE? (S. Davis (ed.); pp. 135–137). De Gruyter. https://doi.org/doi:10.1515/9783110843828.135

Gutas, D. (2014). Avicenna and the Aristotelian Tradition: Introduction to Reading Avicenna’s Philosophical Works. Including an Inventory of Avicenna’s Authentic Works. Brill.

Holub, R. C. (2018). Nietzsche in the Nineteenth Century. University of Pennsylvania Press.

Kuhn, T. S., & Hacking, I. (2012). The Structure of Scientific Revolutions: 50th Anniversary Edition. University of Chicago Press. https://books.google.co.id/books?id=3eP5Y_O OuzwC

Lagerlund, H. (2010). Encyclopedia of medieval philosophy: Philosophy between 500 and 1500 (Vol. 1). Springer Science & Business Media.

Magnis-Suseno, F. (1999). Pemikiran Karl Marx: dari sosialisme utopis ke perselisihan revisionisme. Gramedia Pustaka Utama.

Perrin, R. G. (1988). Jonathan H. Turner." Herbert Spencer: A Renewed Appreciation"(Book Review). Sociology of Religion, 49(3), 309.

Perry, M. (2015). Western Civilization, A Brief History, Volume II (Issue v. 2). Cengage Learning. https://books.google.co.id/books?id=P6OaBAA AQBAJ

Russell, B. (2001). The problems of philosophy. OUP Oxford.

Tolchah, M. (2008). GAGASAN ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN: PENDEKATAN AL-FARUQI DAN AL-ATTAS. SOLUSI Media Komunikasi Intelektual Dan Keagamaan, 2(1).

Toynbee, A., & Prihantoro, A. (2004). Sejarah umat manusia: uraian analitis, kronologis, naratif dan komparatif. Pustaka Pelajar.

Umam, K. (n.d.). Menyoal Netralitas Sains? Retrieved July 5, 2021, from www.khairul-multiply.com

Downloads

Published

2022-09-14

How to Cite

Susanto, D. (2022). Konsepsi Religius Dalam Ilmu Pengetahuan Dan Kritisismenya Terhadap Filsafat Barat. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 14–21. https://doi.org/10.71456/ecu.v1i1.8