JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan https://yptb.org/index.php/jik <div style="text-align: justify;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder; text-align: start;">JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan</span><span style="text-align: start;"> [e-ISSN : <strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2963-069X" target="_blank" rel="noopener">2963-069X</a></strong>] adalah media publikasi artikel penelitian yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan Ruang lingkup artikel yang diterbitkan di jurnal kesehatan meliputi: keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, administrasi kesehatan, administrasi rumah sakit dan kesehatan umum lainnya. Jurnal kesehatan </span><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder; text-align: start;">terbit dua kali</span><span style="text-align: start;"> dalam satu tahun yaitu pada bulan Juli dan Januari. <strong>Terakreditasi SINTA 4 SK. terlampir [<a href="https://drive.google.com/file/d/1rdCegbYkqB7lf-rhqLbrWdQzT42-sPeB/view" target="_blank" rel="noopener">Klik Di Sini</a>].</strong></span></div> <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <div align="left"> <div align="justify"><hr /></div> <div align="left"> <table style="width: 100%; background-color: #e2f1f0; height: 225px;"> <tbody> <tr> <td style="width: 20%;"> Nama Jurnal</td> <td style="width: 80%;">: Jurnal Ilmu Kesehatan</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Inisial</td> <td style="width: 80%;">: JIKES</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Frekuensi</td> <td style="width: 40%;">: 2 Terbitan per tahun (<span style="text-align: start;">Juli dan Januari</span>)</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Prefix DOI</td> <td style="width: 80%;">: <a href="https://doi.org/10.71456/jik">https://doi.org/10.71456/jik</a></td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Online ISSN </td> <td style="width: 80%;">: <span style="text-align: start;"><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2963-069X" target="_blank" rel="noopener">2963-069X</a></span></td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> OAI Jurnal</td> <td style="width: 80%;">: <a href="https://yptb.org/index.php/jik/oai" target="_blank" rel="noopener">https://yptb.org/index.php/jik/oai</a></td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Editor-in-chief</td> <td style="width: 80%;">: Sri Purwanti, S.S.IT., M.Kes </td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Publisher</td> <td style="width: 80%;">: Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Indeksasi</td> <td style="width: 80%;">: <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;user=kXmod2MAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> | <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;order=relevance&amp;and_facet_source_title=jour.1489550" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a> | <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/39863" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>| <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/journal/issue?issueId=393977&amp;journalId=133101" target="_blank" rel="noopener">Copernicus</a> | <a href="https://search.crossref.org/search/works?q=2963-069X&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossreff</a> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/17580" target="_blank" rel="noopener">Sinta 4 </a></td> </tr> </tbody> </table> <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <div align="left"> <div align="justify"><strong>Form Pendaftaran Reviewer Jurnal:</strong> Formulir ini digunakan bagi yang ingin mendaftarkan diri menjadi seorang <strong>REVIEWER </strong>pada Jurnal ini. Silakan <strong><a href="https://forms.gle/wjM16aCcfUTQqUys7" target="_blank" rel="noopener">KLIK LINK INI</a> </strong><strong>untuk mengisi Formulir</strong></div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian en-US JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan 2963-069X Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi dengan Pola Konsumsi pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2357 <p>Kekurangan Energi Kronik ibu hamil termasuk permasalahan gizi yang bisa menambah risiko komplikasi kehamilan serta berdampak untuk kesehatan ibu ataupun janin. Pengetahuan gizi berperan penting dalam membentuk pola konsumsi ibu hamil dalam upaya pemenuhan kebutuhan zat gizi sepanjang kehamilan. Tujuan penelitian ini dalam rangka menganalisis hubungan tingkat pengetahuan gizi dengan pola konsumsi pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik di Puskesmas Kelayan Timur Kota Banjarmasin. Desain analitik observasional yang memanfaatkan pendekatan <em>cross-sectional</em> digunakan untuk penelitian ini. Sampel sejumlah 27 ibu hamil Kekurangan Energi Kronik dari teknik<em> purposive sampling</em>. Pengukuran tingkat pengetahuan gizi memakai kuesioner, sementara pola konsumsi diukur dengan memanfaatkan <em>Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire</em>. Data dianalisis dengan cara univariat dan bivariat memakai <em>Fisher's Exact Test</em>. Penelitian didapatkan hasil yaitu kebanyakan responden mempunyai tingkat pengetahuan gizi kategori cukup (51,8%) dan pola konsumsi kategori baik (70,4%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan dari tingkat pengetahuan gizi dengan pola konsumsi ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (p=0,013). Kesimpulan yang didapatkan yaitu tingkat pengetahuan gizi berhubungan dengan pola konsumsi pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan edukasi gizi dan pendampingan selama kehamilan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan Kekurangan Energi Kronik.</p> Tomy Viprianto Lydia Fanny Hendrayati Copyright (c) 2026 Tomy Viprianto, Lydia Fanny, & Hendrayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-25 2026-07-25 5 1 1 10 10.71456/jik.v5i1.2357 Hubungan Aktivitas Fisik dan Indeks Massa Tubuh dengan Massa Otot pada Lansia Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Pamotan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2402 <p>Latar belakang: Prevalensi diabetes melitus tipe 2 pada lansia di Indonesia meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia, mempercepat risiko sarcopenia melalui resistensi insulin dan inflamasi kronis. Aktivitas fisik dan indeks massa tubuh berperan penting dalam mempertahankan massa otot. Tujuan: Menganalisis hubungan aktivitas fisik dan indeks massa tubuh dengan massa otot pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pamotan. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan <em>cross-sectional</em> melibatkan 100 lansia usia 60-70 tahun yang dipilih <em>purposive sampling</em> dari populasi 134 lansia terdaftar. Instrumen mencakup kuesioner IPAQ-SF, antropometri untuk IMT, dan BIA Omron HBF-375. Analisis data menggunakan uji Chi-Square/Fisher's Exact Test (p&lt;0,05). Hasil: Sebanyak 92% responden memiliki aktivitas fisik sedang dan 90% IMT normal. Terdapat hubungan signifikan aktivitas fisik dengan massa otot (p=0,001; OR=0,096) dan IMT dengan massa otot (p=0,000; OR=14,33). Kesimpulan: Aktivitas fisik sedang dan IMT normal bersifat protektif terhadap penurunan massa otot. Intervensi latihan terstruktur dan skrining gizi di puskesmas direkomendasikan untuk pencegahan sarcopenia</p> Nabila Rachma Alif Adlan Zulizar Afiana Rohmani Copyright (c) 2026 Nabila Rachma, Alif Adlan Zulizar, ⁠ & Afiana Rohmani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-31 2026-07-31 5 1 11 23 10.71456/jik.v5i1.2402 Uji Organoleptik dan Mutu Kimia Cookies Tepung Talas Beneng (Xanthosoma Undipes k. Koch) dengan Variasi Kacang Kedelai (Glycine Max) sebagai Makanan Selingan Anak Autis https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2411 <p>Peningkatan prevalensi <em>Autism Spectrum Disorder</em> (ASD) mendorong perlunya pengembangan pangan fungsional berbasis bahan lokal yang bergizi dan bebas gluten. Penelitian ini bertujuan menganalisis mutu organoleptik, proksimat, serta kandungan magnesium dan zink pada cookies tepung talas beneng (<em>Xanthosoma undipes K. Koch</em>) dengan variasi kacang kedelai (<em>Glycine max</em>) sebagai makanan selingan anak ASD. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen laboratorium dan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dengan dua kali pengulangan. Populasi penelitian adalah mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Medan dengan sampel sebanyak 50 panelis agak terlatih yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi formulir uji organoleptik skala hedonik dan analisis laboratorium proksimat serta mutu kimia. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan <em>Duncan Multiple Range Test</em> (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada formulasi tepung talas beneng 60 gram dan kacang kedelai 40 gram dengan tingkat kesukaan tertinggi pada parameter warna, tekstur, rasa, dan aroma. Hasil analisis proksimat menunjukkan kandungan protein 9,24%, lemak 35,73%, energi 559,91 kkal, magnesium 144,64 mg, dan zink 9,22 mg per 100 gram. Kesimpulan penelitian ini adalah cookies tepung talas beneng dan kacang kedelai berpotensi menjadi makanan selingan fungsional bergizi tinggi bagi anak ASD.</p> Jesika Yohana Nababan Oslida Martony Copyright (c) 2026 Jesika Yohana Nababan, & Oslida Martony https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-31 2026-07-31 5 1 24 42 10.71456/jik.v5i1.2411 Efektivitas Edukasi Melalui Video Animasi Tentang Kesehatan Reproduksi terhadap Perilaku Pencegahan Pernikahan Dini di SMP Negeri 1 Limboto https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2412 <p>Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan dan sosial yang berdampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, serta kualitas hidup remaja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pernikahan dini adalah melalui edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi melalui video animasi tentang kesehatan reproduksi terhadap perilaku pencegahan pernikahan dini pada siswa SMP Negeri 1 Limboto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>one group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian berjumlah 362 siswa kelas VII dan VIII, dengan sampel sebanyak 190 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan niat pencegahan pernikahan dini. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 75,8% menjadi 93,7%, sikap positif dari 91,6% menjadi 100%, dan niat positif dari 90,0% menjadi 100% setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 pada seluruh variabel. Disimpulkan bahwa edukasi melalui video animasi efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan niat remaja dalam pencegahan pernikahan dini. Media video animasi dapat digunakan sebagai alternatif strategi promosi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.</p> <p>&nbsp;</p> Siti Rahmawati Husain Irwan Tri Septian Maksum Copyright (c) 2026 Siti Rahmawati Husain, Irwan, & Tri Septian Maksum https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-04 2026-08-04 5 1 43 56 10.71456/jik.v5i1.2412 Pengaruh Edukasi Kesehatan tentang Deteksi Dini Pre-Eklampsia terhadap Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah Hipertensi di UPTD Puskesmas Bandung Baru https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2441 <p>Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian ibu maupun janin. Kurangnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pencegahan hipertensi dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya selama kehamilan. Edukasi kesehatan mengenai deteksi dini pre-eklampsia dengan media kalender meja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang deteksi dini pre-eklampsia menggunakan media kalender meja terhadap sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi di UPTD Puskesmas Bandung Baru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan mixed methods, menggabungkan desain pra-eksperimen <em>one group pretest-posttest</em> dan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 55 ibu hamil trimester I, II, dan III yang dipilih menggunakan teknik<em> purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan media kalender meja. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan sikap ibu hamil setelah diberikan edukasi kesehatan, dari sikap positif sebanyak 17 responden (30,9%) pada <em>pre-test</em> menjadi 30 responden (54,5%) pada <em>post-test</em>. Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (&lt;0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh terhadap sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi. Simpulan: Edukasi kesehatan tentang deteksi dini pre-eklampsia berpengaruh terhadap peningkatan sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi di UPTD Puskesmas Bandung Baru.</p> Nila Qurniasih Evi Rahayu Amara Sinta Copyright (c) 2026 Nila Qurniasih, Evi Rahayu, & Amara Sinta https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-11 2026-08-11 5 1 57 68 10.71456/jik.v5i1.2441 Hubungan Kelelahan Neuromuskular Otot Plantar Fleksor dengan Gangguan Keseimbangan Dinamis Berdasarkan Tingkat Aktifitas Fisik pada Pekerja Pramusaji yang Mengalami Prolonged Standing https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2449 <p>Pekerjaan pramusaji menuntut posisi berdiri dalam waktu lama yang memicu kelelahan pada saraf otot tungkai bawah bagian belakang yang krusial untuk menjaga kestabilan tubuh. Studi ini ditujukan untuk mengidentifikasi kaitan antara kelelahan saraf otot tungkai bawah dengan gangguan keseimbangan bergerak, serta mengamati peran rutinitas aktivitas fisik harian pada pekerja pramusaji. Pendekatan analitik observasional dengan rancangan potong lintang diterapkan pada penelitian ini, yang melibatkan tujuh puluh pekerja pramusaji terpilih melalui teknik pengambilan sampel menyeluruh. Data diperoleh dari pengukuran kelelahan saraf otot secara langsung, uji capaian keseimbangan bergerak, dan pengisian kuesioner kebiasaan gerak fisik. Analisis data membuktikan bahwa kelelahan saraf otot tungkai bawah memiliki hubungan yang sangat kuat dan bermakna dengan gangguan keseimbangan bergerak, di mana semua pekerja berstatus kelelahan tinggi pasti mengalami masalah keseimbangan. Ditemukan pula hubungan berbanding terbalik yang nyata antara kebiasaan gerak fisik dengan gangguan keseimbangan, yang mengindikasikan bahwa gaya hidup aktif menurunkan risiko tersebut. Secara statistik, tingkat aktivitas fisik tidak berfungsi sebagai variabel pengubah murni, melainkan sebagai faktor pelindung mandiri yang secara mutlak menekan risiko gangguan keseimbangan akibat kelelahan. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa kelelahan saraf otot secara langsung menyebabkan hilangnya keseimbangan pada pekerja pramusaji yang berdiri lama, dan tingginya rutinitas aktivitas fisik harian terbukti efektif mencegah serta menekan dampak buruk dari kondisi tersebut.</p> Muhammad Akbar Ramadhan Nadya Resiana Novianty Ananda Risqi Deena Hanifah Azzahra Copyright (c) 2026 Muhammad Akbar Ramadhan, Nadya Resiana Novianty, Ananda Risqi Deena, & Hanifah Azzahra https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-11 2026-08-11 5 1 69 79 10.71456/jik.v5i1.2449 Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Obat dan Ketersediaan Obat pada Pasien Rawat Jalan dengan Penyakit Degeneratif https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2456 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit dapat dinilai antara lain melalui waktu tunggu </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">pelayanan obat dan ketersediaan obat bagi pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">waktu tunggu pelayanan obat dan ketersediaan obat dengan kepuasan pasien penyakit degeneratif </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(hipertensi dan diabetes melitus) di poli penyakit dalam Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">menggunakan metode observasional kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> pada 74 responden yang </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">bahwa 87,83% responden memperoleh waktu tunggu pelayanan obat yang memenuhi standar dan </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">95,95% memperoleh obat yang tersedia sesuai resep. Tingkat kepuasan pasien yang disampaikan menjadi 39,2% </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">sangat puas, 36,5% puas, dan 24,3% tidak puas. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">yang signifikan antara waktu tunggu pelayanan obat dengan kepuasan pasien (p-value = 0,004), </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">sedangkan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(p-value = 0,130). Dapat disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayanan obat berhubungan dengan </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">kepuasan pasien rawat jalan, sedangkan ketersediaan obat tidak berhubungan secara signifikan dengan </span></span></span></span><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">kepuasan pasien.</span></span></span></span></p> Lina Komalasari Nirmala Manik Masita Sari Dewi Kusno Haryanto Copyright (c) 2026 Lina Komalasari, Nirmala Manik, Masita Sari Dewi, & Kusno Haryanto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-13 2026-08-13 5 1 80 87 10.71456/jik.v5i1.2456 Aktivitas Antioksidan Metode DPPH dan ABTS pada Ekstrak Etanol 96% Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2459 <p>Kulit pisang raja (<em>Musa x paradisiaca</em> L.) merupakan limbah pertanian yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik ekstrak etanol 96% kulit pisang raja serta aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH dan ABTS, dan membandingkan nilai IC50 yang diperoleh dari kedua metode. Simplisia diperoleh melalui liofilisasi, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak memiliki rendemen 14,67%, berbentuk kental, berwarna hijau kecoklatan, berbau khas, dan mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin, sedangkan steroid tidak terdeteksi. Parameter mutu ekstrak memenuhi persyaratan kadar sari larut etanol (60%) dan kadar abu (1,5%), namun susut pengeringan (48%) tidak memenuhi persyaratan. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan nilai Rf ekstrak yang mendekati standar kuersetin. Nilai IC50 metode DPPH sebesar 58,522±0,016 ppm dan metode ABTS sebesar 59,300±0,169 ppm, keduanya termasuk kategori antioksidan kuat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode (p=0,109). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit pisang raja memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan hasil pengukuran yang sebanding antara metode DPPH dan ABTS.</p> Dea Natalia Errol Rakhmad Noordam Salma Hilmy Rusydi Hashim Ignasius Agyo Palmado Copyright (c) 2026 Dea Natalia, Errol Rakhmad Noordam, Salma Hilmy Rusydi Hashim, & Ignasius Agyo Palmado https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-16 2026-08-16 5 1 88 96 10.71456/jik.v5i1.2459 Case Report pada Primi Tua Sekunder Trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2469 <p>Primi tua sekunder dengan jarak kehamilan ≥10 tahun merupakan kehamilan risiko tinggi karena penurunan elastisitas organ reproduksi yang menyerupai kehamilan pertama kembali. Kondisi ini dapat diperberat oleh Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LiLA) ≤23,5 cm. Di Jawa Timur, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 19,6%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu hamil primi tua sekunder trimester II dengan KEK di PMB Sayang Ibu, Klampis, Bangkalan, Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode <em>single case report</em> pada Ny. S G2P1A0 usia kehamilan 23–24 minggu dengan LiLA 22 cm dan jarak kehamilan 11 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan SOAP melalui tiga kali kunjungan pada Juni 2026. Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis KEK dan kehamilan risiko tinggi (skor KSPR 6). Intervensi meliputi pemberian PMT lokal, edukasi gizi tinggi energi dan protein, aktivitas fisik ringan, konsumsi tablet Fe dan kalsium, serta ANC teratur. Pada kunjungan kedua ibu mengalami batuk akibat paparan asap rokok yang ditatalaksana melalui edukasi etika batuk, modifikasi penyajian PMT, dan anjuran lingkungan bebas asap rokok. Evaluasi kunjungan ketiga menunjukkan batuk berkurang, berat badan meningkat dari 41 kg menjadi 43 kg, IMT meningkat menjadi 19,8 kg/m², TFU sesuai usia kehamilan, tekanan darah 106/78 mmHg, kadar Hb 11,4 g/dL, serta albumin dan reduksi urin negatif. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dan kolaboratif melalui PMT lokal serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) efektif memperbaiki status gizi ibu, mengatasi keluhan penyerta, dan mencegah komplikasi pada kehamilan primi tua sekunder.</p> Alya Wida Sabrina Deasy Irawati Rodiyatun Siti Anisak Copyright (c) 2026 Alya Wida Sabrina, Deasy Irawati, Rodiyatun & Siti Anisak https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-16 2026-08-16 5 1 97 110 10.71456/jik.v5i1.2469 Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2470 <p>Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada balita dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sumber air bersih, jamban keluarga, dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em> pada populasi 4.630 balita, diperoleh 299 responden melalui teknik <em>cluster sampling</em> menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dan data dianalisis menggunakan uji ChiSquare dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 45,5% balita mengalami diare, serta terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air bersih (p = 0,004; OR = 0,456) dan pengelolaan sampah (p = 0,043; OR = 0,623) dengan kejadian diare, sedangkan jamban keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,151; OR = 0,708). Kesimpulan penelitian ini adalah sumber air bersih dan pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis, sedangkan jamban keluarga tidak berhubungan.</p> <p><strong> </strong></p> Radha Agri Br Ginting Nadya Ulfa Tanjung Wahyudi Yulia Khairina Ashar Muhammad Zali Copyright (c) 2026 Radha Agri Br Ginting, Nadya Ulfa Tanjung, Wahyudi, Yulia Khairina Ashar, & Muhammad Zali https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-16 2026-08-16 5 1 111 116 10.71456/jik.v5i1.2470 Asuhan Kebidanan pada Multigravida Trimester II dengan Kehamilan Risiko Tinggi dan Risiko Preeklampsia https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2473 <p>Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang berpotensi meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Faktor predisposisi seperti riwayat abortus, obesitas pra-kehamilan (IMT ≥30 kg/m²), serta status nulipara diketahui meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan yang komprehensif melalui deteksi dini, pemantauan berkala, edukasi kesehatan, dan kolaborasi antarprofesi untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu multigravida trimester II dengan kehamilan risiko tinggi dan risiko preeklampsia. Penelitian menggunakan metode <em>single case report</em> pada seorang ibu multigravida trimester II dengan obesitas pra-kehamilan (IMT &gt;30 kg/m²) dan riwayat dua kali abortus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan SOAP melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pengkajian menunjukkan ibu berusia 29 tahun dengan tekanan darah normal, kadar hemoglobin 13,4 g/dL, tanpa edema, serta kenaikan berat badan dari 79,95 kg menjadi 81,65 kg selama masa pemantauan. Bidan berkolaborasi dengan ahli gizi dalam penyusunan rencana pemenuhan nutrisi, kemudian memberikan edukasi mengenai kehamilan risiko tinggi, pencegahan preeklampsia, pola makan gizi seimbang berdasarkan konsep Isi Piringku, pembatasan konsumsi garam dan lemak, aktivitas fisik, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal secara rutin, serta perencanaan persalinan di rumah sakit bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Evaluasi menunjukkan kondisi ibu dan janin tetap stabil, disertai peningkatan pemahaman, perubahan pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik yang lebih teratur, serta komitmen ibu untuk menjalani ANC secara rutin. Meskipun kenaikan berat badan masih melebihi target yang direkomendasikan pada kehamilan dengan obesitas, tidak ditemukan tanda klinis yang mengarah pada preeklampsia sehingga pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan.</p> Eka Rossi Prameswari Sri Wayanti Deasy Irawati Suryaningsih Copyright (c) 2026 Eka Rossi Prameswari, Sri Wayanti, Deasy Irawati, & Suryaningsih https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-16 2026-08-16 5 1 117 127 10.71456/jik.v5i1.2473 Case Report pada Primigravida Trimester III dengan KEK di PMB “M” Jaddih https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2474 <p>Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan masalah gizi pada ibu hamil yang masih menjadi perhatian di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi KEK pada ibu hamil mencapai 16,9%. Di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 prevalensinya sebesar 9,2%, sedangkan di Kabupaten Bangkalan sebesar 3,25%. KEK meningkatkan risiko anemia, persalinan prematur, perdarahan, bayi berat lahir rendah (BBLR), gangguan pertumbuhan janin, hingga mortalitas perinatal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan pada primigravida trimester III dengan KEK di PMB "M" Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Penelitian menggunakan desain <em>case report</em> dengan subjek tunggal seorang primigravida trimester III yang mengalami KEK. Asuhan diberikan secara komprehensif menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan dokumentasi selama tiga kali kunjungan rumah. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang menggunakan media Isi Piringku, pemberian PMT lokal, anjuran konsumsi tablet Fe, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta latihan <em>knee chest</em>. Hasil menunjukkan berat badan ibu meningkat dari 48,50 kg menjadi 49,25 kg dan kadar hemoglobin meningkat dari 10,1 g/dL menjadi 12,6 g/dL sehingga anemia ringan berhasil diatasi. Namun, status KEK masih menetap dengan LiLA 21 cm dan posisi janin berubah dari presentasi bokong menjadi letak oblik yang masih merupakan presentasi abnormal. Asuhan kebidanan memberikan dampak positif terhadap perbaikan status kesehatan ibu, namun pemantauan antenatal dan intervensi lanjutan tetap diperlukan untuk menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan janin.</p> Risma Ayu Wulandari Anis Nur Laili Sri Wayanti Siti Anisak Copyright (c) 2026 Risma Ayu Wulandari, Anis Nur Laili, Sri Wayanti, & Siti Anisak https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-16 2026-08-16 5 1 128 137 10.71456/jik.v5i1.2474 Penerapan Art Therapy pada Pasien Halusinasi Pendengaran dan Penglihatan di Rumah Sakit Jiwa https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2475 <p>Halusinasi, terutama halusinasi pendengaran yang memiliki prevalensi 70–80% pada pasien dengan gangguan psikotik, merupakan gejala yang sering ditemukan pada pasien skizoafektif dan dapat mengganggu fungsi sosial, perilaku, serta kualitas hidup. Manajemen halusinasi merupakan intervensi keperawatan penting untuk membantu pasien mengontrol gejala yang dialami. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan <em>art therapy</em> sebagai intervensi keperawatan pendukung dalam membantu pasien mengontrol halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan laporan kasus pada seorang pasien perempuan usia 26 tahun dengan diagnosis skizoafektif tipe manik yang dirawat di rumah sakit jiwa selama delapan hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan status mental, dan telaah rekam medis. Intervensi yang diberikan meliputi teknik menghardik, kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta <em>art therapy</em> berupa menggambar dan mewarnai. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengenali dan mengontrol halusinasi secara mandiri, berkurangnya perilaku berbicara dan tertawa sendiri, serta peningkatan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari. Kombinasi intervensi generalis dan <em>art therapy</em> membantu meningkatkan orientasi realitas, regulasi emosi, dan kemampuan koping. Penerapan manajemen halusinasi berpengaruh dalam membantu pasien mengontrol halusinasi dan mendukung proses pemulihan. Perawat jiwa disarankan mengintegrasikan <em>art therapy</em> sebagai intervensi pendukung dalam manajemen halusinasi.</p> Dewi Purwati Aat Sriati Indra Maulana Yofi Purnamagiri Copyright (c) 2026 Dewi Purwati, Aat Sriati, Indra Maulana, & Yofi Purnamagiri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-19 2026-08-19 5 1 138 150 10.71456/jik.v5i1.2475 Analisis Risiko Infeksi Luka Operasi pada Pasien Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit X di Kabupaten Garut https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2476 <p><em>Surgical Site Infection</em> (SSI) merupakan salah satu bentuk <em>Healthcare-Associated Infections</em> yang sering terjadi pascaoperasi obstetri dan ginekologi. Penilaian luka pasca operasi di rumah sakit X Kabupaten Garut selama ini berbasis observasi visual sehingga berpotensi menimbulkan variasi interpretasi antar perawat dan menghambat deteksi dini SSI. Tujuan: Menganalisis risiko SSI pada pasien obstetri dan ginekologi menggunakan instrumen ASEPSIS. Metode: Studi deskriptif kasus seri dengan pendekatan asuhan keperawatan pada sembilan pasien (tujuh post sectio caesarea, satu post histerektomi totalis, satu post salpingektomi) di rumah sakit X Kabupaten Garut, 10-16 Desember 2025. Penilaian risiko SSI menggunakan instrumen ASEPSIS dilaksanakan langsung saat berdinas di ruangan, menyesuaikan kondisi dan waktu perawatan luka masing-masing pasien tanpa penetapan kriteria <em>postoperative day</em> (POD) tertentu. Data diperoleh melalui pemeriksaan fisik, telaah rekam medis, dan wawancara. Hasil: Seluruh pasien berada dalam kategori penyembuhan memuaskan (skor ASEPSIS 0-2). Eritema ringan menjadi parameter dominan. Skor tertinggi diperoleh pasien post histerektomi totalis (skor 2, POD 11). Tidak ditemukan eksudat purulen, separasi jaringan dalam, maupun kebutuhan tindakan tambahan akibat komplikasi infeksi. Kesimpulan: Protokol pencegahan SSI yang konsisten berkontribusi terhadap penyembuhan luka optimal. Studi ini juga memberikan gambaran awal sebagai dasar implementasi instrumen ASEPSIS ke dalam SOP pengkajian luka secara formal di rumah sakit.</p> Najwa Aufa Musyaffa Mira Trisyani Khoeryaman Restuning Widiasih Copyright (c) 2026 Najwa Aufa Musyaffa, Mira Trisyani Khoeryaman, & Restuning Widiasih https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-19 2026-08-19 5 1 151 160 10.71456/jik.v5i1.2476 Penerapan Terapi Butterfly Hug terhadap Kecemasan pada Penderita Drug Abuse di Puskesmas Tanjung Harapan Tahun 2026 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2496 <p>Latar Belakang: Penyalahgunaan narkoba (<em>drug abuse</em>) dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, salah satunya kecemasan yang ditandai dengan perasaan khawatir berlebihan, gelisah, sulit tidur, dan gangguan konsentrasi. Berdasarkan pra survei di Puskesmas Tanjung Harapan, sebagian pasien <em>drug abuse</em> mengalami kecemasan, sementara intervensi yang diberikan masih terbatas pada terapi farmakologis dan konseling. Tujuan: Tujuan karya ilmiah ini adalah menerapkan terapi <em>Butterfly Hug</em> untuk menurunkan tingkat kecemasan pada penderita <em>drug abuse</em> di Puskesmas Tanjung Harapan Tahun 2026. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien <em>drug abuse</em> yang mengalami ansietas. Intervensi dilakukan selama 3 hari meliputi pengkajian ansietas, komunikasi terapeutik, edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta penerapan terapi <em>Butterfly Hug</em> sebagai teknik relaksasi nonfarmakologis untuk membantu pasien mengontrol kecemasan secara mandiri. Hasil: Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas pada kedua pasien. Setelah intervensi, pasien tampak lebih tenang, tidak gelisah, mampu mengungkapkan perasaan, serta dapat melakukan teknik <em>Butterfly Hug</em> secara mandiri. Masalah ansietas pada kedua pasien dinyatakan teratasi sepenuhnya. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terapi <em>Butterfly Hug</em> efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan pada penderita <em>drug abuse</em>. Disarankan pasien menerapkan teknik ini secara mandiri dan perawat mengoptimalkan penggunaannya dalam praktik keperawatan jiwa.</p> Zida Sufi Azizah Ardinata Winda Afikirtiani Copyright (c) 2026 Zida Sufi Azizah, Ardinata, & Winda Afikirtiani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-19 2026-08-19 5 1 161 173 10.71456/jik.v5i1.2496 Evaluasi Kualitatif dan Kuantitatif Penggunaan Antibiotik terhadap Outcome Klinis Pasien Infeksi Saluran Kemih di RS X https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2497 <p>Infeksi saluran kemih merupakan salah satu infeksi bakteri yang memerlukan terapi antibiotik sehingga evaluasi penggunaan antibiotik penting dilakukan untuk memastikan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif menggunakan metode <em>Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose</em> (ATC/DDD), serta menganalisis hubungannya dengan <em>outcome</em> klinis pada pasien anak dengan infeksi saluran kemih di RS X tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap 115 rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,0% penggunaan antibiotik termasuk kategori rasional berdasarkan metode <em>Gyssens</em>, sedangkan <em>cefixime</em> memiliki nilai Total DDD tertinggi dan bersama ceftriaxone termasuk dalam segmen DU90%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas penggunaan antibiotik (p=0,018) dan kuantitas penggunaan antibiotik (p=0,004) dengan <em>outcome</em> klinis. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik yang rasional berhubungan dengan keberhasilan terapi pada pasien anak dengan infeksi saluran kemih.</p> Salma Nabila Nuzul Gyanata Adiwisastra Nirmala Manik Marselina Copyright (c) 2026 Salma Nabila, Nuzul Gyanata Adiwisastra, Nirmala Manik, & Marselina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-19 2026-08-19 5 1 174 182 10.71456/jik.v5i1.2497 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Hari Rawat Inap Pasien BPJS Kesehatan dDi RSUD Dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2502 <p>Lama hari rawat inap merupakan indikator krusial mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit dalam sistem pembiayaan INA-CBGs pada era JKN. RSUD dr. Doris Sylvanus sebagai pusat rujukan di Kalimantan Tengah menghadapi beban pelayanan tinggi dengan <em>Average Length of Stay </em>mencapai 8,83 hari pada tahun 2024 dan 8,57 hari pada tahun 2025. Analisis faktor yang memengaruhi durasi perawatan penting untuk optimalisasi alur pasien dan stabilitas finansial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor (usia, jenis kelamin, kelas perawatan, jumlah diagnosis, dan tingkat keparahan/<em>severity level</em>) yang berhubungan dengan lama hari rawat inap pasien BPJS Kesehatan di RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi adalah 1.461 data klaim pasien rawat inap BPJS Kesehatan periode Desember 2025. Sampel sebanyak 314 kasus diperoleh melalui teknik <em>purposive sampling</em> menggunakan rumus <em>Slovin</em>. Data sekunder bersumber dari aplikasi <em>Self-Service Business Intelligence</em> (SSBI) BPJS Kesehatan dan dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em> (p = 0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,772) dan kelas rawat (p = 0,330) dengan lama hari rawat inap. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p = 0,011), jumlah diagnosis (p = 0,011), dan tingkat keparahan (p &lt; 0,001) dengan lama hari rawat inap. Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin, jumlah diagnosis, dan <em>severity level</em> dengan lama rawat inap, sedangkan usia dan kelas perawatan tidak berhubungan. Rumah sakit disarankan mengoptimalkan rencana pemulangan pasien dengan diagnosis multipel dan tingkat keparahan tinggi demi meningkatkan efisiensi tempat tidur</p> Eva Prilelli Baringbing Dita Wasthu Prasida Masrika Aida Copyright (c) 2026 Eva Prilelli Baringbing, Dita Wasthu Prasida, & Masrika Aida https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-19 2026-08-19 5 1 183 196 10.71456/jik.v5i1.2502 Analisis Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian dengan Tingkat Kepuasan pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2515 <p>Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien hipertensi yang membutuhkan terapi berkelanjutan, dan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien menjadi salah satu faktor penentu utamanya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Meskipun standar pelayanan kefarmasian telah diatur melalui regulasi pemerintah, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan informasi obat hingga waktu tunggu pelayanan, sehingga evaluasi terhadap hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien hipertensi menjadi penting, khususnya di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan kefarmasian, tingkat kepuasan pasien hipertensi, serta hubungan keduanya berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, guna menjawab apakah kualitas pelayanan kefarmasian berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien hipertensi di puskesmas tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif <em>cross-sectional</em> dengan teknik <em>accidental sampling</em> terhadap 254 responden yang memenuhi kriteria inklusi; data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Fisher's Exact Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian dan tingkat kepuasan pasien hipertensi secara umum berada pada kategori baik dan puas. Uji bivariat mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pelayanan kefarmasian secara keseluruhan dengan kepuasan pasien hipertensi (p=0,004), serta pada seluruh dimensi SERVQUAL yaitu <em>tangibles, reliability, responsiveness, assurance,</em> dan <em>empathy </em>(masing-masing p=0,000), yang memperkuat pemahaman bahwa kelima dimensi tersebut secara konsisten berkontribusi terhadap kepuasan pasien hipertensi pada layanan kefarmasian di puskesmas. Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan kefarmasian perlu dilakukan secara berkelanjutan pada seluruh dimensi tersebut, dan penelitian selanjutnya disarankan menjangkau fasilitas kesehatan yang lebih beragam serta mempertimbangkan faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan pasien.</p> Gilang Aditia Perdiansyah Kusno Haryanto Nuzul Gyanata Adiwisastra Sri Rachmi Firdausi Copyright (c) 2026 Gilang Aditia Perdiansyah, Kusno Haryanto, Nuzul Gyanata Adiwisastra, & Sri Rachmi Firdausi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-20 2026-08-20 5 1 197 204 10.71456/jik.v5i1.2515 Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 96% Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) terhadap Gambaran Histopatologi Paru Mencit Putih (Mus musculus) yang Dipaparkan Asap Rokok https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2520 <p>Paparan asap rokok memicu produksi radikal bebas berlebih yang menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan jaringan paru. Kulit pisang raja (<em>Musa × paradisiaca L.</em>), yang selama ini banyak terbuang sebagai limbah, diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 96% kulit pisang raja terhadap gambaran histopatologi paru mencit putih (<em>Mus musculus</em>) yang dipapar asap rokok pada tiga variasi dosis, serta menentukan dosis dengan efek protektif paling optimal. Penelitian eksperimental in vivo ini menggunakan enam kelompok mencit jantan (normal, kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok dosis ekstrak 42, 63, dan 84 mg/kg bb) yang dipapar asap rokok selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi standarisasi dan skrining fitokimia ekstrak, kadar hemoglobin, serta skor histopatologi paru (hemoragi, infiltrasi sel radang, dan penebalan septa alveoli). Hasil menunjukkan ekstrak memenuhi sebagian besar syarat standarisasi mutu dan positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Kelompok kontrol negatif menunjukkan skor kerusakan tertinggi (2,3), sedangkan ketiga kelompok dosis ekstrak menunjukkan pola dose-response yang konsisten, dengan skor terendah pada dosis 84 mg/kg bb (1,0), diikuti 63 mg/kg bb (1,4) dan 42 mg/kg bb (1,7). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit pisang raja berpengaruh terhadap perbaikan gambaran histopatologi paru mencit yang dipapar asap rokok, dengan dosis 84 mg/kg bb sebagai dosis paling optimal.</p> Galih Muhamad Faqih Errol Rakhmad Noordam La Ode Muhammad Anwar Iin Hardiyati Copyright (c) 2026 Galih Muhamad Faqih, Errol Rakhmad Noordam, La Ode Muhammad Anwar, & Iin Hardiyati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-20 2026-08-20 5 1 205 215 10.71456/jik.v5i1.2520 Pengembangan Sediaan Aromaterapi Roll-on Kombinasi Minyak Atsiri Jahe dan Cendana https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2523 <p>Dispepsia yang disertai gejala mual merupakan gangguan pencernaan dengan jumlah kasus yang terus meningkat, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis berbahan alami untuk membantu meredakannya. Minyak atsiri jahe (<em>Zingiber officinale</em>) memiliki aktivitas antiemetik, sedangkan minyak atsiri cendana (<em>Santalum album L.</em>) berpotensi memberikan efek relaksasi dan antidepresan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut ke dalam sediaan aromaterapi roll-on serta mengevaluasi karakteristik fisik dan tingkat kesukaan sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilaksanakan pada tiga formula dengan total konsentrasi minyak atsiri 30%, yaitu Formula I (20%:10%), Formula II (15%:15%), dan Formula III (10%:20%) minyak jahe : minyak cendana. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, bobot jenis, volume terpindahkan, iritasi, dan hedonik terhadap 30 responden, dengan data dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 24. Hasil menunjukkan seluruh formula homogen, berwarna kuning pucat, memiliki pH 5, daya sebar 5,433-5,500 cm, bobot jenis 0,925-0,935 g/mL, dan volume terpindahkan 9,730-9,750 mL yang memenuhi persyaratan serta tidak menimbulkan iritasi, namun nilai viskositas 1,231-1,950 cps belum memenuhi persyaratan 2,3-6,0 cps. Uji hedonik menunjukkan variasi konsentrasi memengaruhi tingkat kesukaan pada parameter tekstur (p=0,015) dan bau (p=0,029), dengan Formula III memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Kombinasi minyak atsiri jahe dan cendana dapat diformulasikan menjadi sediaan aromaterapi<em> roll-on</em> dengan karakteristik fisik yang cukup baik, dan Formula III berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan aromaterapi untuk membantu meredakan mual.</p> Resti Hanifah Salma Hilmy Rusydi Hashim Nurvidian Khasanah Errol Rakhmad Noordam Copyright (c) 2026 Resti Hanifah, Salma Hilmy Rusydi Hashim, Nurvidian Khasanah, & Errol Rakhmad Noordam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-21 2026-08-21 5 1 216 224 10.71456/jik.v5i1.2523 Pengaruh Media Video Animasi Tentang Jajanan Sehat terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Siswa/i SD Sabila Amanda https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2540 <p>Makanan jajanan merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan anak usia sekolah dasar, namun seringkali tidak terjamin kebersihan dan nilai gizinya sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti keracunan makanan dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media video animasi tentang jajanan sehat terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa/i SD Sabila Amanda Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> (<em>one group pretest-posttest</em>), yang dilaksanakan di SD Sabila Amanda Kota Medan pada bulan April 2026. Sampel penelitian berjumlah 96 siswa/i kelas IV dan V yang diambil menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan (12 soal), serta kuesioner sikap dan perilaku dengan skor maksimal 40, yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media video animasi. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi tidak normal, sehingga analisis data menggunakan uji statistik non parametrik yaitu uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,26 menjadi 11,53, sikap dari 25,68 menjadi 36,91, dan perilaku dari 26,24 menjadi 37,73, dengan nilai p &lt; 0,001 pada ketiga variabel, yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta mendorong perubahan perilaku siswa/i SD Sabila Amanda ke arah pemilihan jajanan yang lebih sehat dan aman. Disarankan agar pihak sekolah menjadikan media video animasi sebagai salah satu media pembelajaran, serta orang tua berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing anak dalam memilih jajanan yang sehat.</p> Fauziah Handoko Zuhrina Aidha Nursapia Haraharap Romiza Arika Wahyudi Copyright (c) 2026 Fauziah Handoko, Zuhrina Aidha, Nursapia Haraharap, Romiza Arika, & Wahyudi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-21 2026-08-21 5 1 225 233 10.71456/jik.v5i1.2540 Hubungan Perilaku dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bengkel Las di Kota Tebing Tinggi dalam Perspektif Ibnu Katsir https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2541 <p>Kecelakaan kerja merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pekerja bengkel las dan dapat dipengaruhi oleh perilaku kerja yang tidak aman (<em>unsafe action</em>). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 46 pekerja bengkel las. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku tidak aman sebanyak 24 orang (52,2%) dan pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 28 orang (60,9%). Jenis kecelakaan yang paling banyak dialami adalah terbentur, tergores, terpotong, dan tertusuk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kota Tebing Tinggi (p-value &lt; 0,001; PR = 5,500), yang menunjukkan bahwa pekerja dengan perilaku tidak aman memiliki risiko/prevalensi mengalami kecelakaan kerja 5,5 kali lebih besar. Dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan diri merupakan bagian dari upaya menghindari perbuatan yang dapat membahayakan diri, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir. Disarankan kepada pemilik bengkel untuk meningkatkan penerapan SOP dan mewajibkan penggunaan APD secara lengkap, serta kepada pekerja agar lebih mematuhi prosedur keselamatan kerja guna mengurangi risiko kecelakaan kerja.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Ananda Dwi Shafira Salianto Irwansyah Tri Niswati Utami Syafran Arrazy Copyright (c) 2026 Ananda Dwi Shafira, Salianto, Irwansyah, Tri Niswati Utami, & Syafran Arrazy https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-22 2026-08-22 5 1 234 243 10.71456/jik.v5i1.2541 Pengaruh Pendidikan Teman Sebaya terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2542 <p>Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas generasi muda, namun pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan teman sebaya (<em>peer education</em>), yang dianggap lebih efektif karena menggunakan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain preexperimental melalui pendekatan <em>one group pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Populasi penelitian berjumlah 599 siswa, dengan sampel sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em>. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p&lt;0,05). yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 69 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 1 responden mengalami penurunan, dan 16 responden tidak mengalami perubahan Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan dapat digunakan sebagai strategi edukasi yang efektif di lingkungan sekolah.</p> Lydia Paramitha Zuhrina Aidha Rahmat Hidayat Eliska Salianto Copyright (c) 2026 Lydia Paramitha, Zuhrina Aidha, Rahmat Hidayat, Eliska, & Salianto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-22 2026-08-22 5 1 244 251 10.71456/jik.v5i1.2542 Kondisi Kesehatan Lingkungan Pasar Tradisional Benowo Kecamatan Pakal Tahun 2026 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2465 <p>Pasar tradisional merupakan salah satu fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sehingga memerlukan kondisi kesehatan lingkungan yang memadai. Apabila aspek sanitasi pasar tidak dikelola sesuai ketentuan, maka risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, leptospirosis, hingga keracunan pangan dapat meningkat. Berdasarkan hasil survei awal di Pasar Tradisional Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, masih ditemukan berbagai permasalahan, antara lain sistem drainase yang belum memadai, pengelolaan sampah yang belum optimal, kondisi toilet yang kurang layak dan menimbulkan bau, belum tersedianya fasilitas cuci tangan, serta tidak adanya Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi kesehatan lingkungan Pasar Tradisional Benowo berdasarkan indikator Pasar Sehat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dengan memanfaatkan lembar checklist Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). Variabel yang dinilai meliputi kondisi bangunan pasar, fasilitas sanitasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keamanan pasar, serta sarana penunjang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan metode skoring, kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori Memenuhi Syarat (MS) dan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian pada aspek bangunan pasar memperoleh persentase 52%, sanitasi pasar 58%, PHBS 70%, keamanan pasar 0%, dan sarana penunjang 0%. Secara keseluruhan diperoleh skor sebesar 3.198 dari skor maksimum 6.300 atau sebesar 51%. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi kesehatan lingkungan Pasar Tradisional Benowo dikategorikan sebagai Tidak Sehat. Oleh karena itu, pengelola pasar disarankan meningkatkan pemenuhan persyaratan kesehatan lingkungan melalui penyediaan fasilitas cuci tangan, perbaikan sistem pengelolaan sampah, penyediaan APAR, Pos Pelayanan Kesehatan dan P3K, serta melaksanakan pemeliharaan dan pengawasan sanitasi secara berkala guna mewujudkan pasar yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyaraka.</p> Fauzi Adinugroho Hadi Suryono Putri Arida Rusmiati Ernita Sari Copyright (c) 2026 Fauzi Adinugroho, Hadi Suryono, Putri Arida, Rusmiati, & Ernita Sari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-25 2026-08-25 5 1 252 264 10.71456/jik.v5i1.2465 Eksplorasi Epidemiologi Aritmia menggunakan Tele Elektrokardiografi di Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2525 <p>Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang dapat bersifat ringan hingga mengancam nyawa, serta berkontribusi signifikan terhadap <em>morbiditas</em> dan <em>mortalitas kardiovaskular</em>. Prevalensi aritmia, khususnya <em>fibrilasi atrium</em>, terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi dan tingginya faktor risiko. Selain itu, keterbatasan data epidemiologi aritmia di Provinsi Gorontalo serta akses terhadap pelayanan jantung spesialistik menjadikan pemanfaatan <em>tele-elektrokardiografi</em> (tele-EKG) sebagai alternatif untuk mendukung deteksi dini dan pemetaan kasus aritmia di layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran <em>epidemiologi aritmia</em> berdasarkan hasil pemeriksaan tele-EKG di wilayah kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em> yang dilaksanakan di Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango pada Mei sampai Juni 2023. Sampel penelitian sebanyak 426 responden dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis periode Mei–Juni 2023. Analisis data pada penelitian ini memakai perangkat lunak Statistical <em>Package for the Social Sciences</em> (SPSS). Dari 426 orang yang menjalani tele-EKG, responden perempuan mendominasi (55,6%), dengan kelompok usia 55–64 tahun sebagai porsi terbesar (44,0%). Fibrilasi atrium jadi temuan aritmia paling sering muncul (13,8%), disusul blok atrioventrikular derajat I (5,9%) dan <em>right bundle branch block</em> (4,5%). Prevalensi aritmia di wilayah kerja Puskesmas Kabila tergolong cukup signifikan, terutama pada kelompok usia lanjut dengan faktor risiko kardiovaskular. Pemanfaatan tele-EKG terbukti efektif sebagai alat skrining untuk mendeteksi berbagai jenis aritmia serta mendukung peningkatan akses layanan kardiovaskular di fasilitas kesehatan primer, terutama pada wilayah dengan keterbatasan akses terhadap dokter spesialis, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit kardiovaskular.</p> Amel Cahya Apriliya Ibrahim Muchtar Nora Ismail Siregar Romdon Purwanto Sri Manovita Pateda Abdi Dzul Ikram Hasanuddin Copyright (c) 2026 Amel Cahya Apriliya Ibrahim, Muchtar Nora Ismail Siregar, Romdon Purwanto, Sri Manovita Pateda, & Abdi Dzul Ikram Hasanuddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-25 2026-08-25 5 1 265 275 10.71456/jik.v5i1.2525 Gambaran Pemeriksaan Screening Hepatitis B dan Hepatitis C pada Ibu Hamil dengan Metode Imunokromatografi di Puskesmas Sidoarjo https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2552 <p>Hepatitis B dan Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang dapat ditularkan dari ibu kepada bayi, terutama selama proses kehamilan dan persalinan. Pemeriksaan skrining pada ibu hamil penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penularan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran hasil pemeriksaan skrining Hepatitis B dan Hepatitis C pada ibu hamil menggunakan metode imunokromatografi di Puskesmas Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian terdiri atas 30 ibu hamil trimester I, II, dan III yang menjalani pemeriksaan <em>antenatal care</em> (ANC) di Puskesmas Sidoarjo. Pemeriksaan dilakukan menggunakan rapid test HBsAg dan Anti-HCV dengan metode imunokromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memperoleh hasil nonreaktif pada pemeriksaan Hepatitis B menggunakan rapid test HbsAg sebanyak 30 orang (100%) dan pemeriksaan Hepatitis C menggunakan rapid test Anti-HCV sebanyak 30 orang (100%). penelitian ini menunujukkan tidak ditemukan infeksi Hepatitis pada ibu hamil di Puskesmas Sidoarjo. Diharapkan peneliti lanjutan menggunakan metode pemeriksaan yang lebih akurat dan sensitif, seperti ELISA atau PCR.</p> Melly Nury Sabriyani Evy Diah Woelansari Suhariyadi Wisnu Istanto Copyright (c) 2026 Melly Nury Sabriyani, Evy Diah Woelansari, Suhariyadi, & Wisnu Istanto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-25 2026-08-25 5 1 285 293 10.71456/jik.v5i1.2552 Evaluasi Sifat Fisik Granul dan Profil Disolusi Tablet Hisap Ekstrak Etanol 96% Kulit Pisang Raja (Musa x paradisiaca L.) https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2457 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan tablet hisap ekstrak kulit pisang raja (<em>Musa x paradisiaca L.</em>) dengan variasi konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30% menggunakan metode granulasi basah, serta mengevaluasi sifat fisik granul dan profil disolusinya. Evaluasi granul meliputi uji laju alir, sudut diam, kadar air, dan kompresibilitas. Uji disolusi dilakukan pada menit ke-5, 10, 15, 20, 30, 45, dan 60, kemudian data dianalisis menggunakan model kinetika orde nol, orde satu, dan Higuchi untuk menentukan pola pelepasan zat aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu granul, dengan laju alir Formula I, II, dan III berturut-turut 11,25; 10,29; dan 10,79 g/detik; sudut diam 29,25°; 28,37°; dan 29,25°; kadar air 2,94%; 4,76%; dan 4,72%; serta kompresibilitas 19,70%; 16,92%; dan 11,11%. Hasil uji disolusi menunjukkan nilai %disolusi yang rendah pada seluruh formula (Formula I 0,656%, Formula II 0,608%, Formula III 0,625%) sehingga belum memenuhi syarat 70% dalam 30 menit, diduga akibat keterbatasan alat uji disolusi. Analisis kinetika menunjukkan Formula I dan III mengikuti model orde nol (R² 0,949 dan 0,804), sedangkan Formula II mengikuti model Higuchi (R² 0,959). Dapat disimpulkan bahwa proses granulasi basah menghasilkan granul dengan sifat fisik yang baik pada seluruh formula, namun profil disolusi tablet hisap masih memerlukan optimasi lebih lanjut.</p> Della Threa Pratiwi Errol Rakhmad Noordam Iin Hardiyati Nurvidian Khasanah Copyright (c) 2026 Della Threa Pratiwi, Errol Rakhmad Noordam, Iin Hardiyati, & Nurvidian Khasanah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-26 2026-08-26 5 1 294 300 10.71456/jik.v5i1.2457 Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Malaria pada Penduduk Indonesia Analisis Survei Kesehatan Indonesia 2023 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2559 <p>Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan distribusi kasus yang bervariasi antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian malaria pada penduduk Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif analitik berbasis data sekunder. Sampel penelitian berjumlah 711.287 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian malaria sebesar 0,9%. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000; OR=1,299), jenis kelamin (p=0,000; OR=1,117), pendidikan (p=0,022; OR=1,061), pekerjaan (p=0,000; OR=1,230), wilayah tempat tinggal (p=0,000; OR=1,977), dan penggunaan kelambu (p=0,000; OR=0,827) dengan kejadian malaria. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian malaria adalah wilayah tempat tinggal, di mana penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan memiliki risiko 1,968 kali lebih besar mengalami malaria dibandingkan penduduk di wilayah perkotaan setelah dikontrol oleh variabel lain. Disimpulkan bahwa usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, wilayah tempat tinggal, dan penggunaan kelambu merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria, dengan wilayah tempat tinggal sebagai faktor yang paling dominan.</p> Vina Noura Wahyudi Wahyudi Abdul Karim Batu Bara Yulia Khairina Ashar Syafran Arrazy Copyright (c) 2026 Vina Noura, Wahyudi Wahyudi, Abdul Karim Batu Bara, Yulia Khairina Ashar, & Syafran Arrazy https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-27 2026-08-27 5 1 301 312 10.71456/jik.v5i1.2559 Pengaruh Kerasionalan Terapi Antihipertensi dan Kepatuhan dengan Risiko Kardiovaskular Pasien Hipertensi Rumah Sakit Tipe B https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2563 <p>Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pengendaliannya dipengaruhi oleh kerasionalan terapi dan kepatuhan pasien dalam penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kerasionalan dan kepatuhan terapi antihipertensi terhadap risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan menggunakan desain analitik <em>observasional</em> dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel terdiri atas 46 pasien hipertensi peserta BPJS dan dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Kerasionalan terapi dinilai dari rekam medis berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi, dan tepat dosis. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner <em>Morisky Medication Adherence Scale-8</em>, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan kalkulator risiko <em>Atherosclerotic Cardiovascular Disease</em>. Analisis bivariat menggunakan uji <em>Fisher</em><em> Exact Test</em>. Hasil menunjukkan 30 responden (65,2%) memperoleh terapi rasional, 22 responden (47,8%) memiliki kepatuhan sedang, dan 15 responden (32,6%) berada pada risiko kardiovaskular rendah. Terdapat pengaruh signifikan antara kerasionalan terapi antihipertensi terhadap risiko kardiovaskular (p=0,036), sedangkan kepatuhan terapi tidak terdapat pengaruh signifikan antara kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular (p=0,796). Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi memerlukan penggunaan obat yang rasional dan kepatuhan pasien.</p> Rini Afifah Puspitawati Marselina Masita Sari Dewi Abdul Rozak Copyright (c) 2026 Rini Afifah Puspitawati, Marselina, Masita Sari Dewi, & Abdul Rozak https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-27 2026-08-27 5 1 313 320 10.71456/jik.v5i1.2563 Pengaruh Media Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Gerd dan Sikap Kebiasaan Makan di Perumahan X Kecamatan Cikarang Barat https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2460 <p>GERD yaitu kondisi dimana cairan dari isi lambung keluar ke kerongkongan akibat dari LES yang tidak dapat menahan cairan isi lambung yang diakibatkan dari kebiasaan makan yang buruk. Dari hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa prevalensi dari GERD diperkirakan sebesar 20-40%. Pada tahun 2016 dinyatakan bahwa prevalensi GERD di Indonesia sudah mencapai 27,4%. Prevalensi GERD tertinggi terjadi pada wanita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek media visual (mindmapping) dan audiovisual (tiktok) serta media inovatif (teka-teki silang terhadap pengetahuan GERD dan sikap kebiasaan makan pada wanita usia 21-24 tahun. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan rancangan pretest – postest design. Jumlah sampel penelitian sebesar 30 berkisar antara usia 21-24 tahun dengan 3 kelompok mendapatkan intervensi dan edukasi dari <em>mind mapping</em>, tiktok dan teka-teki silang dari hasil uji paired sample T-Test dari ketiga media tersebut tidak memiliki hubungan yang signifikan (p&gt;0,05) namun terdapat peningkatan dari perlakukan sebelum intervensi dan sesudah intervensi. Kesimpulan pada penelitian diketahui bahwa media <em>mind mapping</em>, tiktok dan teka-teki silang tidak berpengaruh secara signifikan baik dalam pengetahuan GERD maupun sikap kebiasaan makan.</p> Rachel Ratih Kurniasari Rini Harianti Copyright (c) 2026 Rachel, Ratih Kurniasari, & Rini Harianti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-27 2026-08-27 5 1 321 328 10.71456/jik.v5i1.2460 Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Penyakit Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Kaliwungu https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2486 <p>Hipertensi merupakan masalah kesehatan pada lansia yang berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pola makan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kaliwungu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode <em>cross sectional</em>. Populasi berjumlah 240 lansia dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian terdiri atas <em>Food Frequency Questionnaire</em> (FFQ), <em>International Physical Activity Questionnaire</em> (IPAQ), dan pengukuran tekanan darah menggunakan <em>sphygmomanometer</em> serta stetoskop. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan α = 0,05 menggunakan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan 86,5% responden memiliki pola makan tidak baik, 66,2% memiliki aktivitas fisik sedang, dan 40,5% berada pada kategori prahipertensi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan penyakit hipertensi (p = 0,776) maupun aktivitas fisik dengan penyakit hipertensi (p = 0,518). Kesimpulannya, pola makan dan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan penyakit hipertensi pada lansia dalam penelitian ini.</p> <p>&nbsp;</p> Novarisca Aurelyya Amanda Edy Soesanto Noor Hidayah Copyright (c) 2026 Novarisca Aurelyya Amanda, Edy Soesanto, & Noor Hidayah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-28 2026-08-28 5 1 329 343 10.71456/jik.v5i1.2486 Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga dan Dukungan Teman Sebaya dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi SMPN 2 Berastagi https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2571 <p>Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pencegahan anemia. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih tergolong rendah sehingga dapat mengurangi efektivitas program suplementasi zat besi yang telah dilaksanakan termasuk di SMPN 2 Berastagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMP Negeri 2 Berastagi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 167 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (58,7%), sikap kurang (56,9%), dukungan keluarga kurang (61,7%), dukungan teman sebaya kurang (68,3%), dan tidak patuh mengonsumsi TTD (64,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001; PR=1,446), sikap (p=0,004; PR=2,165), dan dukungan keluarga (p=0,000; PR=1,864) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,255; PR=1,155). Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga merupakan faktor yang perlu menjadi sasaran utama intervensi untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD, sedangkan dukungan teman sebaya pada penelitian ini belum terbukti berhubungan secara signifikan. Edukasi mengenai anemia dan manfaat TTD perlu diperkuat melalui keterlibatan keluarga serta sekolah sebagai pengingat konsumsi TTD pada siswi.</p> Ade Risma Wasiyem Delfriana Ayu Astuty Yulia Khairina Ashar Aprilinda M Harahap Copyright (c) 2026 Ade Risma, Wasiyem, Delfriana Ayu Astuty, Yulia Khairina Ashar, & Aprilinda M Harahap https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-29 2026-08-29 5 1 344 358 10.71456/jik.v5i1.2571 Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Masyarakat Indonesia Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2574 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian diabetes melitus pada masyarakat Indonesia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan pendekatan kuantitatif analisis melalui data sekunder SKI 2023. Sampel penelitian berjumlah 624.457 responden yang dipilih menggunakan teknik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">total sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sesuai kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Chi-Square</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> =0,000; PR = 9,603; 95% CI: 9,133–10,096), jenis kelamin ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> =0,000; PR = 1,365; 95% CI: 1,319–1,412), pendidikan ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> =0,012; PR = 1,044; 95% CI: 1,010–1,080), konsumsi makanan manis ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> =0,000; PR = 0,489; 95% CI: 0,469–0,511), status gizi ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> =0,000; PR = 1,474; 95% CI: 1,421–1,529), dan hipertensi ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> =0,000; PR = 7,082; 95% CI: 6,835–7,338) dengan kejadian diabetes melitus. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diabetes melitus adalah usia ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> =0,000; OR = 7,712; 95% CI: 7,322–8,123). Masyarakat diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini diabetes melitus, terutama pada kelompok usia ≥45 tahun.</span></span></p> Dyva Patricia Siahaan Delfriana Ayu Astuty Sahrul Wahyudi Wahyudi Nadya Ulfa Tanjung Copyright (c) 2026 Dyva Patricia Siahaan, Delfriana Ayu Astuty, Sahrul, Wahyudi Wahyudi, & Nadya Ulfa Tanjung https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-30 2026-08-30 5 1 359 371 10.71456/jik.v5i1.2574 Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Provinsi Sumatera Utara Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2575 <p>Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya terus meningkat dan berkontribusi terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian hipertensi di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan pendekatan kuantitatif analitik menggunakan data sekunder SKI 2023. Sampel penelitian berjumlah 35.067 responden usia ≥18 tahun yang diperoleh melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> dengan <em>prevalence ratio</em>, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan proporsi hipertensi sebesar 28,7%. Terdapat hubungan antara usia (p&lt;0,001; PR=2,232; 95% CI=2,155–2,311), pendidikan (p&lt;0,001; PR=1,326; 95% CI=1,282–1,371), konsumsi natrium (p=0,001; PR=0,912; 95% CI=0,882–0,943), aktivitas fisik (p&lt;0,001; PR=1,147; 95% CI=1,109–1,187), dan obesitas sentral (p&lt;0,001; PR=1,397; 95% CI=1,351–1,445) dengan kejadian hipertensi. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,320; PR = 1,017; 95% CI: 0,984–1,051), dan merokok (p=0,539; PR=1,012; 95% CI=0,975–1,050) dengan kejadian hipertensi. Faktor paling dominan terhadap kejadian hipertensi adalah usia (OR=2,880; 95% CI=2,740–3,028). Penelitian ini menunjukkan bahwa usia, pendidikan, konsumsi natrium, aktivitas fisik, dan obesitas sentral berhubungan dengan kejadian hipertensi di Provinsi Sumatera Utara tahun 2023, dengan usia sebagai faktor paling dominan.</p> Fifia El Zuhra Delfriana Ayu Astuty Putra Apriadi Siregar Nadya Ulfa Tanjung Sahrul Copyright (c) 2026 Fifia El Zuhra, Delfriana Ayu Astuty, Putra Apriadi Siregar, Nadya Ulfa Tanjung, & Sahrul https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-30 2026-08-30 5 1 372 393 10.71456/jik.v5i1.2575 Hubungan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja di Pabrik Opak Sun Jaya Mandiri https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2576 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Beban kerja yang tinggi, baik secara fisik maupun mental, dapat mempengaruhi tingkat kelelahan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja di Pabrik Opak Sun Jaya Mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden dengan teknik total </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner beban kerja untuk menilai tingkat beban kerja dan kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2) untuk mengukur tingkat kelelahan kerja responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Spearman Rank</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi sebanyak 24 responden (75,0%) dan sebagian besar mengalami kelelahan kerja kategori sangat lelah sebanyak 16 responden (50,0%). Hasil uji statistik diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,877 dengan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">p-value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebesar 0,000 (p &lt; 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja di Pabrik Opak Sun Jaya Mandiri.</span></span></p> Diani Sari Panggabean Salianto Aprilinda M. Harahap Eliska Syafran Arrazy Copyright (c) 2026 Diani Sari Panggabean, Salianto, Aprilinda M. Harahap, Eliska, & Syafran Arrazy https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-30 2026-08-30 5 1 394 400 10.71456/jik.v5i1.2576 Karakterisasi dan Profil Pelepasan Ampisilin-Sulbaktam dari Scaffold Hidroksiapatit Tulang Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2583 <p>Osteomielitis merupakan peradangan tulang dan sumsum tulang akibat infeksi bakteri yang membutuhkan sistem penghantaran obat lokal secara terkontrol untuk mencapai konsentrasi terapi optimal pada lokasi target. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan <em>scaffold</em> hidroksiapatit tulang ikan kakap putih bermuatan ampisilin-sulbaktam serta mengetahui karakteristik morfologi, gugus fungsi, dan profil pelepasan obat pada berbagai konsentrasi. Metode pembuatan <em>scaffold</em> dilakukan melalui sintesis hidroksiapatit dari tulang ikan kakap putih dengan teknik replikasi spons poliretan, dilanjutkan pemuatan ampisilin-sulbaktam dalam tiga variasi bobot yaitu 1,5 g, 2 g, dan 2,5 g. Sediaan dikarakterisasi secara makroskopis, mikroskopis, dan <em>Fourier Transform Infrared</em> (FTIR), serta diuji pelepasannya dalam larutan <em>Phosphate Buffer Saline</em> (PBS) selama 24 jam menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan sediaan padat berpori berwarna kuning, sedangkan evaluasi mikroskopis memperlihatkan struktur pori tidak beraturan di antara himpunan material hidroksiapatit. Karakterisasi spektroskopi mengonfirmasi keberhasilan pemuatan obat melalui munculnya serapan khas gugus amina, karbonil, dan amida tanpa mengubah struktur dasar hidroksiapatit. Persentase kumulatif pelepasan obat selama 24 jam mencapai rentang 57,81% hingga 74,20% yang mengikuti model kinetika Higuchi dengan mekanisme difusi. Uji <em>one way</em> ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada profil pelepasan obat antavariasi konsentrasi (p = 0,497). Dapat disimpulkan bahwa limbah tulang ikan kakap putih berpotensi diformulasikan sebagai sediaan <em>scaffold</em> hidroksiapatit pembawa ampisilin-sulbaktam yang mampu melepaskan obat secara bertahap untuk mendukung terapi lokal infeksi tulang.</p> Retno Tri Anjani Nurvidian Khasanah Salma Hilmy Rusydi Hashim Iin Hardiyati Copyright (c) 2026 Retno Tri Anjani, Nurvidian Khasanah, Salma Hilmy Rusydi Hashim, & Iin Hardiyati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-30 2026-08-30 5 1 401 413 10.71456/jik.v5i1.2583 Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Gyssens dan ATC/DDD terhadap Outcome Klinis Pasien Rawat Inap Diare Anak di Salah Satu RS Kota Bekasi https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2606 <p>Penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien anak dengan diare perlu diperhatikan untuk memastikan terapi sesuai indikasi dan mencegah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif menggunakan metode <em>Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose</em> (ATC/DDD), serta menganalisis hubungannya dengan lama rawat inap dan outcome klinis pasien anak dengan diare di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bekasi periode tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain retrospektif dan pendekatan <em>cross-sectional</em> menggunakan data rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 115 pasien yang dipilih melalui teknik total <em>sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik paling banyak termasuk kategori 0 sebanyak 65 pasien (56,5%), kategori I sebanyak 37 pasien (32,2%), kategori IIA sebanyak 3 pasien (2,6%), dan kategori IVA sebanyak 10 pasien (8,7%). Ceftriaxone merupakan antibiotik dengan konsumsi tertinggi sebesar 34,88 DDD/100 <em>patient-days</em>. Sebanyak 82 pasien (71,3%) sembuh dan 33 pasien (28,7%) membutuhkan perawatan lebih lama. Hasil uji <em>Chi-Square</em> dan <em>Fisher's Exact</em> tidak menemukan hubungan bermakna antara kategori Gyssens, jumlah antibiotik, maupun nilai ATC/DDD dengan lama rawat inap ataupun <em>outcome </em>klinis (p&gt;0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah rasional, dengan ceftriaxone sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan, namun belum ditemukan hubungan statistik antara penggunaan antibiotik dengan luaran klinis pasien.</p> Alifa Lammima Adinda Riyadi Nuzul Gyanata Adiwisastra Masita Sari Dewi Ulyati Ulfah Copyright (c) 2026 Alifa Lammima Adinda Riyadi, Nuzul Gyanata Adiwisastra, Masita Sari Dewi, & Ulyati Ulfah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-30 2026-08-30 5 1 414 422 10.71456/jik.v5i1.2606 Determinan Sosial dengan Dropout Imunisasi DPT pada Anak https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2591 <p>Imunisasi DPT merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus pada anak. Namun, dropout imunisasi masih menjadi masalah di berbagai negara, dengan sekitar 6,2 juta anak telah menerima dosis pertama (DPT1) tapi tidak melanjutkan hingga dosis ketiga (DPT3). Hasil penelitian mengenai determinan sosial dropout imunisasi DPT masih beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan determinan sosial dengan <em>dropout</em> imunisasi DPT pada anak melalui <em>systematic review</em> dan meta-analisis. Penelitian ini merupakan kuantitatif observasional dengan desain <em>systematic review</em> dan meta-analisis. Literatur ditelusuri melalui <em>database</em> PubMed, EBSCO, dan ScienceDirect pada periode 2021-2026. Analisis dilakukan menggunakan RStudio dengan <em>random-effects model</em>. Sebanyak 27 studi masuk dalam <em>systematic review</em> dan 14 studi dianalisis secara kuantitatif. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa pendidikan ibu rendah (OR = 1,84; 95% CI: 1,52–2,22), status ekonomi keluarga rendah (OR = 1,69; 95% CI: 1,48–1,92), dan tempat tinggal di perdesaan (OR = 1,78; 95% CI: 1,22–2,60) berhubungan dengan dropout imunisasi DPT. Pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, dan tempat tinggal berhubungan dengan dropout imunisasi DPT pada anak. Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap faktor sosial dalam penguatan pelayanan imunisasi, terutama pada kelompok yang menghadapi hambatan akses.</p> Afifah Hanum Harahap Yessy Markolinda Ratno Widoyo Copyright (c) 2026 Afifah Hanum Harahap, Yessy Markolinda, & Ratno Widoyo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-31 2026-08-31 5 1 423 434 10.71456/jik.v5i1.2591 Teletherapy dalam Pelayanan Kesehatan Mental https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2590 <p>Gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan terus meningkat secara global, sementara akses terhadap layanan kesehatan mental masih terbatas akibat hambatan geografis, biaya, dan keterbatasan tenaga profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas <em>teletherapy</em>, membandingkannya dengan terapi tatap muka, serta menganalisis implikasi klinisnya dalam pelayanan kesehatan mental. Penelitian menggunakan metode <em>literature review</em> dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan strategi pencarian berbasis PICO terhadap artikel tahun 2016–2026. Sebanyak 70 artikel teridentifikasi, kemudian diseleksi berdasarkan pedoman PRISMA 2020 hingga diperoleh 4 studi utama yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa lembar ekstraksi data literatur, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teletherapy efektif menurunkan gejala depresi dan kecemasan dengan efektivitas yang setara dengan terapi tatap muka. <em>Teletherapy</em> juga meningkatkan akses layanan, fleksibilitas terapi, efisiensi biaya, serta keterlibatan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah <em>teletherapy</em> dapat menjadi alternatif maupun pelengkap layanan kesehatan mental konvensional, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan terkait teknologi, privasi data, dan kesenjangan akses digital.</p> Rifqi Nurfadillah Ni Kadek Andining Vidya I Made Yahudi Adelia Kartika Mutiarasari Azizatul Adni Copyright (c) 2026 Rifqi Nurfadillah, Ni Kadek Andining Vidya, I Made Yahudi, Adelia Kartika Mutiarasari, & Azizatul Adni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-31 2026-08-31 5 1 435 445 10.71456/jik.v5i1.2590 Pengaruh Mobilisasi Dini terhadap Skala Nyeri pada Pasien Pasca General Anestesi di Rst Wijayakusuma Purwokerto https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2436 <p>Nyeri pasca operasi pada pasien dengan general anestesi dapat menghambat proses pemulihan sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti mobilisasi dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap skala nyeri pasien pasca general anestesi di RST Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental one-group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian sebanyak 109 pasien, dengan sampel 35 responden yang dipilih melalui <em>incidental sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan analisis univariat dan <em>Wilcoxon Signed Rank Test.</em> Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skala nyeri sebelum intervensi sebesar 5,02 dan setelah mobilisasi dini menurun menjadi 3,91. Uji Wilcoxon memperoleh nilai Z sebesar -5,007 dengan <em>p-value</em> 0,000, menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, mobilisasi dini berpengaruh signifikan terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca general anestesi dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis</p> Virzinia Syahirah Rully Annisa Copyright (c) 2026 Virzinia Syahirah, & Rully Annisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-31 2026-08-31 5 1 446 459 10.71456/jik.v5i1.2436 Hubungan Pemberian Informasi Obat dengan Pemahaman dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2508 <p>Diabetes Melitus Tipe 2 memerlukan terapi jangka panjang sehingga kepatuhan penggunaan obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemberian informasi obat dengan tingkat pemahaman dan kepatuhan penggunaan obat pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukatani. Penelitian kuantitatif observasional dengan desain<em> cross-sectional</em> melibatkan 52 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala <em>Guttman dan Morisky Medication Adherence Scale-8</em> (MMAS-8), kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Fisher's Exact Test</em> (α = 0,05). Hasil menunjukkan 71,2% responden memperoleh pemberian informasi obat kategori baik, 84,6% memiliki tingkat pemahaman baik, dan 55,8% memiliki kepatuhan rendah. Terdapat hubungan bermakna dengan tingkat pemahaman (p = 0,011), tetapi tidak dengan kepatuhan penggunaan obat (p = 0,682).</p> Sinta Bella Abdul Rozak Ulyati Ulfah Masita Sari Dewi Copyright (c) 2026 Sinta Bella, Abdul Rozak, Ulyati Ulfah, & Masita Sari Dewi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-03 2026-09-03 5 1 460 467 10.71456/jik.v5i1.2508 Hubungan Rasionalitas dan Lama Rawat Inap Pada Pasien Gastroenteritis Akut di Rumah Sakit Kabupaten Bekasi https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2514 <p>Rasionalitas terapi berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan gastroenteritis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pengobatan dengan lama rawat inap pasien <em>gastroenteritis</em> akut di Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif terhadap 65 rekam medis pasien rawat inap periode Januari–Juni 2026 dengan teknik total sampling. Rasionalitas dinilai berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian, dan tepat lama pemberian. Data yang didapat kemudian dievaluasi kerasionalannya. Hubungan antara kerasionalan terapi dengan lama rawat inap diuji menggunakan uji <em>Fisher’s Exact</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 pasien (69,2%) menerima terapi rasional dan 20 pasien (30,8%) menerima terapi tidak rasional. Ketidakrasionalan ditemukan pada aspek ketepatan indikasi, ketepatan dosis, dan ketepatan lama pemberian. Uji <em>Fisher’s Exact</em> menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dan lama rawat inap (p=0,741). Kesimpulannya, sebagian besar pasien memperoleh terapi yang rasional (69,2%), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dengan lama rawat inap pada pasien <em>gastroenteritis</em> akut.</p> Elda Novriyanti Nirmala Manik Nuzul Gyanata Adiwisastra Abdul Rozak Copyright (c) 2026 Elda Novriyanti, Nirmala Manik, Abdul Rozak, & Nuzul Gyanata Adiwisastra https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-03 2026-09-03 5 1 468 474 10.71456/jik.v5i1.2514 Hubungan Frekuensi Kunjungan Posyandu dan Riwayat Imunisasi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Cibingbin https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2535 <p>Status gizi balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh, serta kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan pelayanan kesehatan melalui Posyandu dan kelengkapan imunisasi merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan balita serta mencegah gangguan gizi. Menganalisis hubungan frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi dengan status gizi anak usia 2–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Cibingbin. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 207 anak yang dipilih melalui <em>consecutive sampling</em>. Data diperoleh dari register Posyandu, Buku KIA, KMS, serta pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan. Status gizi dinilai berdasarkan indikator BB/TB. Analisis bivariat menggunakan korelasi <em>Spearman</em>, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar anak rutin mengunjungi Posyandu (84,1%), memiliki imunisasi lengkap (75,8%), dan berstatus gizi normal (76,8%). Frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi masing-masing berhubungan dengan status gizi (keduanya p&lt;0,001). Model regresi logistik biner signifikan (χ²=41,955; p&lt;0,001) dengan Nagelkerke R²=0,277. Setelah dikontrol oleh riwayat imunisasi, kunjungan Posyandu rutin berhubungan dengan peluang 9,608 kali untuk memiliki status gizi normal (AOR=9,608; IK95%: 3,521–26,220; p&lt;0,001). Riwayat imunisasi tidak berhubungan secara independen setelah dikontrol oleh frekuensi kunjungan Posyandu (AOR=1,797; IK95%: 0,717–4,502; p=0,211). Frekuensi kunjungan Posyandu merupakan variabel yang berhubungan paling dominan dengan status gizi normal anak usia 2–5 tahun.</p> Aliya Rohmah Aliyati Defa Rahmatun Nisa'a Thysa Tysmelia Affandi Copyright (c) 2026 Aliya Rohmah Aliyati, Defa Rahmatun Nisa'a, & Thysa Tysmelia Affandi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-03 2026-09-03 5 1 475 484 10.71456/jik.v5i1.2535 Perbandingan Tren Penjualan dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Preferensi Antihistamin Generasi Pertama dan Generasi Kedua pada Konsumen Apotek Komunitas https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2577 <p>Penyakit alergi merupakan masalah kesehatan yang umum dijumpai di masyarakat sehingga penggunaan antihistamin terus meningkat. Penelitian ini bertujuan membandingkan tren penjualan antihistamin generasi pertama dan generasi kedua serta menganalisis hubungan faktor harga, efektivitas, efek samping, rekomendasi tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat dengan preferensi konsumen dalam memilih antihistamin di sebuah apotek komunitas di Kabupaten Bekasi. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan 64 konsumen pembeli antihistamin selama periode 18 Juni-7 Juli 2026 sebagai sampel, yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha 0,703), sedangkan data sekunder berupa catatan penjualan obat. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta <em>Fisher's Exact Test</em> pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan penjualan antihistamin generasi kedua lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, yaitu 59 strip (71,1%) berbanding 24 strip (28,9%), dengan cetirizine sebagai produk terlaris (32 strip). Sebanyak 76,6% konsumen memilih antihistamin generasi kedua. Analisis bivariat menunjukkan hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin (p=0,001), sedangkan harga, efektivitas, rekomendasi tenaga kesehatan, dan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan signifikan (p&gt;0,05). Antihistamin generasi kedua lebih banyak terjual dan dipilih konsumen, dengan efek samping sebagai satu-satunya faktor yang berhubungan bermakna terhadap pemilihan tersebut. Temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan bagi apotek dalam perencanaan pengadaan dan pengelolaan persediaan antihistamin.</p> Friska Amalia Sri Rachmi Firdausi Ulyati Ulfah Abdul Rozak Copyright (c) 2026 Friska Amalia, Sri Rachmi Firdausi, Ulyati Ulfah, & Abdul Rozak https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-03 2026-09-03 5 1 485 491 10.71456/jik.v5i1.2577 Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Asupan Makan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas X https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2608 <p>Tuberkulosis paru merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi fisik rumah dan asupan makan merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi fisik rumah dan asupan makan dengan kejadian tb paru di wilayah kerja Puskesmas X. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel berjumlah 55 responden dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi pengukuran kondisi fisik rumah, dan kuesioner <em>food recall</em> 24 jam. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat kemaknaan p≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepadatan hunian (p=0,020), luas ventilasi (p=0,018), kelembapan (p=0,026), dan pencahayaan (p=0,026) dengan kejadian tuberkulosis paru. Sementara itu, asupan makan tidak berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru (p=0,739). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian tb paru, sedangkan tidak terdapat hubungan antara asupan makan kejadian tb paru di wilayah kerja Puskesmas X.</p> Kemala Sari Damanik Rani Suraya Delfriana Ayu Astuty Susilawati Zulkarnaen Copyright (c) 2026 Kemala Sari Damanik, Rani Suraya, Delfriana Ayu Astuty, Susilawati, & Zulkarnaen https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-04 2026-09-04 5 1 492 503 10.71456/jik.v5i1.2608 Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Pengendalian Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Sukaraya https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2616 <p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, sedangkan kepatuhan penggunaan obat menjadi salah satu komponen penting dalam pengelolaan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat, gambaran pengendalian tekanan darah, dan hubungan keduanya pada pasien hipertensi lanjut usia di Puskesmas Sukaraya Cikarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sebanyak 104 responden dipilih dari populasi 140 pasien menggunakan <em>purposive sampling</em>. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8, sedangkan pengendalian tekanan darah dinilai melalui pengukuran tekanan darah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil menunjukkan 90 responden (86,5%) memiliki kepatuhan rendah, 11 responden (10,6%) kepatuhan sedang, dan 3 responden (2,9%) kepatuhan tinggi. Tekanan darah tidak terkontrol ditemukan pada 59 responden (56,7%), sedangkan 45 responden (43,3%) terkontrol. Uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat dan pengendalian tekanan darah (p=0,694). Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan obat saja belum cukup menjelaskan pengendalian tekanan darah pada lansia, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi, pemantauan tekanan darah, modifikasi gaya hidup, dan dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan.</p> Mukhlish Luthfi Khoiruddin Copyright (c) 2026 Mukhlish Luthfi Khoiruddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-04 2026-09-04 5 1 504 509 10.71456/jik.v5i1.2616 Analisis Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kepuasan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2624 <p>Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan primer di Puskesmas yang berperan penting dalam menjamin mutu dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien rawat jalan (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan) dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang periode Juni–Juli 2026. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain <em>cross-sectional</em> ini melibatkan 94 responden rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em> berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan instrumen terstruktur yang telah teruji validitas (r hitung &gt; 0,203) dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha &gt; 0,70) mencakup lima dimensi SERVQUAL (<em>Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy</em>). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 30–39 tahun (24,5%), berjenis kelamin perempuan (82,98%), berpendidikan SD dan SMA (masing-masing 41,49%), bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (70,2%), menggunakan layanan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) (65,96%), serta memiliki frekuensi kunjungan 1 kali (66%). Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan bahwa variabel usia memiliki hubungan yang signifikan secara bermakna dengan tingkat kepuasan pasien (<em>p-value</em> = 0,033. Sedangkan, jenis kelamin (p = 0,848), tingkat pendidikan (p = 0,219), pekerjaan (p = 0,924), jenis layanan (p = 0,543), dan frekuensi kunjungan (p = 0,762) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien berdasarkan usia dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien.</p> Rosiana Putri Nirmala Manik Sri Rachmi Firdausi Kusno Haryanto Copyright (c) 2026 Rosiana Putri, Nirmala Manik, Sri Rachmi Firdausi, & Kusno Haryanto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-04 2026-09-04 5 1 510 522 10.71456/jik.v5i1.2624 Analisis Potensi Bahaya pada Pekerja Bangunan di PT X https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2640 <p>Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan angka kecelakaan kerja yang tinggi di Indonesia. Berdasarkan data PT X, terdapat 10 kasus kecelakaan kerja pada pekerja bangunan yang terdokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya, tingkat risiko, perilaku pekerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta upaya pengendalian risiko pada pekerja bangunan di PT X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, dan upaya pengendalian dilakukan menggunakan metode <em>Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control</em> (HIRARC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53 potensi bahaya yang terdiri atas 6 jenis bahaya kerja. Penilaian risiko menunjukkan terdapat 18 risiko kategori rendah (<em>low</em>), 28 risiko kategori sedang (<em>moderate</em>), dan 7 risiko kategori tinggi (<em>high</em>). Selain itu, penggunaan APD oleh pekerja masih belum optimal karena faktor ketidaknyamanan dan kurangnya pengawasan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai potensi bahaya dan risiko kerja pada setiap tahapan pekerjaan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pengendalian melalui rekayasa teknik, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.</p> Dewi Sri Wahyuni Tri Niswati Utami Copyright (c) 2026 Dewi Sri Wahyuni, & Tri Niswati Utami https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-04 2026-09-04 5 1 523 540 10.71456/jik.v5i1.2640 Analisis Sistem Pelayanan Administrasi dalam Penerimaan Pasien BPJS di Ruang IGD RSUD X Kota Medan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2643 <p>Pelayanan administrasi penerimaan pasien BPJS di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berperan dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan karena memastikan proses administrasi berlangsung cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan melibatkan enam informan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pelayanan telah didukung oleh Rencana Usulan Kegiatan (RUK), tetapi pengembangan kompetensi petugas belum terlaksana melalui pelatihan yang terjadwal dan terdokumentasi. Pengorganisasian telah dilakukan melalui pembagian tugas dan sistem shift sehingga pelayanan dapat berlangsung selama 24 jam, namun penempatan petugas belum seluruhnya sesuai dengan latar belakang pendidikan administrasi kesehatan. Pelaksanaan pelayanan telah mengikuti alur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta didukung Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit dan <em>Mobile Service Electronic</em> (MSE), tetapi media informasi visual bagi pasien dan keluarga masih terbatas. Pengawasan dilakukan melalui briefing dan evaluasi, tetapi belum didukung instrumen evaluasi tertulis yang terstandar dan dokumentasi yang sistematis. Secara keseluruhan, sistem pelayanan administrasi telah berjalan melalui penerapan fungsi manajemen, namun belum optimal. Peningkatan kompetensi petugas, penyediaan media informasi, serta penguatan dokumentasi pengawasan diperlukan untuk mendukung mutu pelayanan administrasi pasien BPJS di IGD.</p> Putri Adinda Ramadhani Hutagalung Dewi Agustina Abdul Karim Batubara Copyright (c) 2026 Putri Adinda Ramadhani Hutagalung, Dewi Agustina, & Abdul Karim Batubara https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-05 2026-09-05 5 1 541 547 10.71456/jik.v5i1.2643 Pengaruh Pemberian Jus Buah Bit terhadap Kadar Hemoglobin pada Penderita Anemia Remaja Putri Kelas IX di SMPN 2 Jasinga, Bogor https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2646 <p>Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan serta menstruasi. Buah bit merupakan salah satu bahan pangan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin karena mengandung zat besi, asam folat, vitamin B, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah bit terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri penderita anemia kelas IX di SMPN 2 Jasinga, Bogor. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan dua kelompok sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang terdiri atas 18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin dan lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas, uji berpasangan, dan uji beda dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin kelompok intervensi meningkat dari 9,06 g/dL sebelum pemberian jus buah bit menjadi 13,92 g/dL setelah pemberian jus buah bit. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan kadar hemoglobin yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi. Dengan demikian, pemberian jus buah bit berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri penderita anemia dan dapat menjadi salah satu alternatif nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia di lingkungan sekolah.</p> Sri Mulyani Frida Kasumawati Rifa Hanifah Susi Dewiasih Kusumawati Copyright (c) 2026 Sri Mulyani, Frida Kasumawati, Rifa Hanifah, & Susi Dewiasih Kusumawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-05 2026-09-05 5 1 548 560 10.71456/jik.v5i1.2646 Gambaran Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus pada Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kramatmulya Kuningan Jawa Barat https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2499 <p>Mengetahui gambaran kepatuhan pasien diabetes melitus pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun 2025 berdasarkan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan mengikuti kegiatan PROLANIS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan jumlah sampel sebanyak 39 peserta PROLANIS yang memenuhi kriteria penelitian. Data diperoleh dari rekam medis dan data kehadiran kegiatan PROLANIS, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Seluruh responden merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 (100%). Mayoritas responden berusia 45–59 tahun sebanyak 28 responden (71,8%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 27 responden (69,2%), memiliki riwayat diabetes melitus dalam keluarga sebanyak 29 responden (74,4%), dan memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas sebanyak 21 responden (53,8%). Seluruh responden memiliki status sosial ekonomi rendah (100%), sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar sebanyak 20 responden (51,3%), serta tidak bekerja sebanyak 27 responden (69,2%). Berdasarkan kepatuhan mengikuti kegiatan PROLANIS, sebanyak 36 responden (92,3%) termasuk kategori patuh, sedangkan 3 responden (7,7%) termasuk kategori tidak patuh. Sebagian besar pasien diabetes melitus peserta PROLANIS di Puskesmas Kramatmulya memiliki tingkat kepatuhan yang baik dalam mengikuti kegiatan PROLANIS. Tingginya kepatuhan peserta diharapkan dapat mendukung keberhasilan pengelolaan diabetes melitus, meningkatkan kualitas hidup pasien, serta membantu mencegah terjadinya komplikasi melalui pemantauan kesehatan dan edukasi yang berkesinambungan.</p> Sheila Pamelia Nanang Ruhyana Menik Herdwiyanti Copyright (c) 2026 Sheila Pamelia, Nanang Ruhyana, & Menik Herdwiyanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-06 2026-09-06 5 1 561 574 10.71456/jik.v5i1.2499 Gambaran Klinikopatologi pada Kasus Non-Small Cell Lung Cancer Berdasarkan Status Metastasis di RSUD Waled Tahun 2021-2025 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2500 <p><em>Non-Small Cell Lung Cancer</em> (NSCLC) merupakan jenis kanker paru yang mencakup sekitar 85% dari seluruh kanker paru dan menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Sebagian besar pasien terdiagnosis setelah mengalami metastasis, yaitu penyebaran sel kanker dari tumor primer ke organ lain melalui pembuluh darah atau limfatik. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran klinikopatologi pasien NSCLC berdasarkan status metastasis di RSUD Waled periode 2021–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien NSCLC di RSUD Waled periode Januari 2021–Desember 2025 sebanyak 99 pasien. Pengambilan sampel menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 91 pasien sebagai sampel. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Kelompok usia terbanyak adalah 50–59 tahun (39,6%), dengan jenis kelamin laki-laki (53,8%). Gejala klinis yang paling banyak ditemukan adalah batuk kronik (52,7%), sedangkan tipe histopatologi terbanyak adalah adenokarsinoma (63,7%). Berdasarkan status metastasis, pasien metastasis lebih banyak dibandingkan non-metastasis, yaitu 64,8% dan 35,2%. Lokasi metastasis tersering adalah tulang (35,6%), sedangkan gambaran radiologi rontgen toraks terbanyak berupa massa paru (57,1%). Disimpulkan bahwa pasien NSCLC di RSUD Waled periode 2021–2025 didominasi kelompok usia 50–59 tahun, laki-laki, tipe histopatologi adenokarsinoma, serta mayoritas mengalami metastasis dengan tulang sebagai lokasi metastasis terbanyak dan massa paru sebagai gambaran radiologi toraks yang paling sering ditemukan.</p> Kayla Ashila Kurniawan Lestari Putri Moch Yusuf Handoyo Copyright (c) 2026 Kayla Ashila Kurniawan, Lestari Putri, & Moch Yusuf Handoyo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-06 2026-09-06 5 1 575 585 10.71456/jik.v5i1.2500 Karakteristik dan Prevalensi Ambliopia pada Anak Miopia Gravior di RSUD Waled Tahun 2024–2025 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2536 <p>Ambliopia merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan pada anak yang dapat dicegah. Salah satu faktor risikonya adalah kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, terutama <em>miopia gravior</em>. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan prevalensi ambliopia pada anak dengan <em>miopia gravior </em> di RSUD Waled tahun 2024–2025. Penelitian menggunakan desain <em>cross-sectional </em> dengan pendekatan deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis pasien di Poli Mata RSUD Waled. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Selama periode penelitian terdapat 1.318 kasus kelainan refraksi, dengan 69 kasus <em>miopia gravior</em>. Sebanyak 14 pasien memenuhi kriteria penelitian, terdiri atas 10 pasien dengan ambliopia dan 4 pasien tanpa ambliopia. Proporsi ambliopia pada anak dengan <em>miopia gravior </em> terhadap seluruh kasus kelainan refraksi sebesar 0,76%, sedangkan prevalensi ambliopia pada anak dengan <em>miopia gravior </em> yang memenuhi kriteria penelitian sebesar 71,4%. Pasien didominasi usia 13–17 tahun (57,1%), perempuan (71,4%), ambliopia bilateral (92,9%), dan anisometropia (78,6%). Disimpulkan bahwa prevalensi ambliopia pada anak dengan <em>miopia gravior </em> yang memenuhi kriteria penelitian cukup tinggi, dengan karakteristik dominan remaja usia 13–17 tahun, perempuan, ambliopia bilateral, dan anisometropia. Temuan ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan koreksi refraksi yang adekuat untuk mencegah ambliopia.</p> Ahmad Zaka Royani Binto Akturusiano Widi Astuti Copyright (c) 2026 Ahmad Zaka Royani, Binto Akturusiano, & Widi Astuti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-06 2026-09-06 5 1 586 598 10.71456/jik.v5i1.2536 Gambaran Karakteristik Radiologi Derajat Osteoporosis Berdasarkan Singh Index pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2537 <p><em>Osteoporosis</em> masih menjadi permasalahan penyakit degeneratif yang terjadi pada lansia, hal ini sejalan dengan meningkatnya usia harapan hidup maka penyakit degeneratif dan metabolik juga dapat meningkat. <em>Osteoporosis</em> terjadi karena penurunan massa tulang dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulang yang mengakibatkan kerapatan dan kekuatan tulang serta peningkatan resiko patah tulang. Keadaan <em>osteoporosis</em> mempengaruhi lebih dari sepertiga pasien dengan diabetes melitus(DM), hal ini disebabkan karena keadaan hiperglikemia mempunyai efek buruk terhadap fungsi <em>osteoblast</em> dan pembentukan tulang. Untuk mengetahui gambaran karakterisitik radiologi derajat <em>osteoporosis</em> berdasarkan <em>Singh index</em> pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif retrospektif menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling sebanyak 34 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat. Hasil yang didapatkan frekuensi pada responden diabetes melitus tipe 2 dengan karakteristik terbanyak pada usia &gt; 66 tahun sebanyak 14 (41,2%), jenis kelamin perempuan sebanyak 26 (76,5%), derajat osteoporosis <em>Singh index</em> 5 sebanyak 15 (44,1%). Derajat osteoporosis pada pasien DM Tipe 2 yang diukur menggunakan <em>Singh index</em> lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut dan perempuan.</p> Bezridzal Adam Irene Max Emman Sedayu Copyright (c) 2026 Bezridzal Adam, Irene Max Emman, & Sedayu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-06 2026-09-06 5 1 599 607 10.71456/jik.v5i1.2537 Evaluasi Efektivitas Biaya Terapi Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Bekasi https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2581 <p>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan beban biaya pengobatan yang terus meningkat sehingga diperlukan analisis efektivitas biaya untuk menentukan terapi antidiabetik oral (ADO) yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya terapi ADO pada pasien DM tipe 2 rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi periode Januari–Mei 2026. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan deskriptif non-eksperimental menggunakan desain retrospektif. Sampel diambil secara<em> purposive sampling</em> sebanyak 77 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis farmakoekonomi dilakukan menggunakan metode <em>Cost Effectiveness Analysis</em> (CEA) melalui perhitungan <em>Average Cost-Effectiveness Ratio</em> (ACER) dan <em>Incremental Cost-Effectiveness Ratio</em> (ICER), serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan efektivitas klinis dan biaya antar kelompok terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia &lt;60 tahun (69%), berjenis kelamin perempuan (66%), dengan komorbid hipertensi (56%) dan rata-rata lama rawat inap 4,27±2,85 hari. Sulfonilurea merupakan golongan ADO yang paling banyak digunakan (49,4%), diikuti Biguanida (41,6%) dan Acarbose (9,1%). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas klinis (p=0,313) maupun biaya medis langsung (p=0,144) antara kelompok Biguanida dan Sulfonilurea. Namun, berdasarkan analisis ACER dan ICER, Biguanida memiliki nilai ACER terendah sebesar Rp2.952,28/mg/dL dan berada pada posisi dominan (Kuadran II), sehingga menjadi terapi yang paling <em>cost-effective</em>.</p> Nasyah Suhartini Ulyati Ulfah Kusno Haryanto Sri Rachmi Firdausi Copyright (c) 2026 Nasyah Suhartini, Ulyati Ulfah, Kusno Harhanto, & Sri Rachmi Firdausi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-08 2026-09-08 5 1 608 614 10.71456/jik.v5i1.2581 Uji Penerimaan Makaroni Schotel Berbahan Dasar Ikan Lele (Clarias sp.) dan Labu Kuning sebagai Makanan Alternatif Pencegahan Stunting https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2651 <p>Stunting berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan kondisi pemberian makan pada masa awal kehidupan. Pengembangan pangan berbasis bahan lokal dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas pilihan makanan yang menyediakan energi, protein, serta zat gizi mikro. Penelitian ini bertujuan mengembangkan makaroni schotel berbahan dasar ikan lele (<em>Clarias</em> sp.) dengan penambahan labu kuning dan membandingkan estimasi kandungan gizi serta penerimaan sensoris dua formulasi. Penelitian menggunakan dua formulasi, yaitu Formula A tanpa labu kuning dan Formula B dengan penambahan 50 g labu kuning. Estimasi energi, protein, lemak, karbohidrat, zat besi, dan vitamin A dihitung menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Uji penerimaan dilakukan oleh 25 panelis semi-terlatih yang menilai kedua formulasi pada sesi yang sama menggunakan skala hedonik empat poin untuk warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Perbedaan skor berpasangan dianalisis dengan Wilcoxon Signed-Rank Test pada α=0,05. Formula B menunjukkan estimasi kandungan gizi yang lebih tinggi daripada Formula A, dengan perbedaan paling besar pada vitamin A. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna pada warna (p=0,027), aroma (p=0,044), rasa (p=0,018), tekstur (p=0,002), dan penerimaan keseluruhan (p=0,039). Hasil ini menunjukkan bahwa Formula B berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal bergizi. Namun, penelitian ini tidak mengukur status gizi, pertumbuhan, asupan jangka panjang, atau kejadian stunting sehingga belum dapat membuktikan efektivitas produk dalam mencegah stunting.</p> Debora Semly Theresia Dewi Kartini Nursalim Copyright (c) 2026 Debora Semly, Theresia Dewi Kartini, & Nursalim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-08 2026-09-08 5 1 615 623 10.71456/jik.v5i1.2651 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Status Karies pada Lansia di RSPAL Dr Ramelan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2440 <p>Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada lansia di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Menggunakan desain analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi adalah pasien lansia berusia 60 tahun ke atas yang berobat di Poliklinik Gigi RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dan formulir pemeriksaan indeks <em>Decayed, Missing, Filled Teeth</em> (DMFT). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan uji <em>Pearson Product Moment</em> dengan bantuan SPSS versi 27 pada tingkat signifikansi 5%. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (37%), sedangkan status karies didominasi kategori sangat tinggi (97%). Hasil uji <em>Pearson Product Moment</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada lansia (p = 0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut berhubungan secara signifikan dengan status karies pada lansia. Peningkatan pengetahuan melalui program edukasi diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan karies dan peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada lansia.</p> Yuni Madhona Sari Bambang Hadi Sugito Silvia Prasetyowati Agus Marjianto Copyright (c) 2026 Yuni Madhona Sari, Bambang Hadi Sugito, Silvia Prasetyowati, & Agus Marjianto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-08 2026-09-08 5 1 624 638 10.71456/jik.v5i1.2440 Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kasus Gangraena Pulpa pada Pasien Lansia di Departemen Gigi dan Mulut RSPAL Dr. Ramelan Surabaya https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2442 <p><em>Gangraena</em> pulpa pada pasien lansia merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang terjadi akibat karies gigi yang tidak dirawat serta kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk mencegah terjadinya <em>gangraena</em> pulpa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kasus <em>gangraena</em> pulpa pada pasien lansia di Departemen Gigi dan Mulut RSPAL dr. Ramelan Surabaya Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em> dengan jumlah sampel 30 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta lembar pemeriksaan intraoral untuk mengetahui kasus <em>gangraena</em> pulpa. Data dianalisis menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup dan kasus <em>gangraena</em> pulpa kategori pulpitis irreversibel. Hasil uji statistik menunjukkan nilai <em>p-value</em> &lt; 0,00 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kasus <em>gangraena</em> pulpa pada pasien lansia di Departemen Gigi dan Mulut RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Pengetahuan yang baik dapat membantu menurunkan risiko terjadinya <em>gangraena</em> pulpa pada pasien lansia. Lansia dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung memiliki risiko <em>gangraena</em> pulpa lebih rendah dibandingkan lansia dengan pengetahuan rendah.</p> Sri Yuana Sari Isnanto Dwi Septiarini Imam Sarwo Edi Copyright (c) 2026 Sri Yuana Sari, Isnanto, Dwi Septiarini, & Imam Sarwo Edi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-08 2026-09-08 5 1 639 651 10.71456/jik.v5i1.2442 Hubungan Risiko Kardiovaskular dengan Kerasionalan dan Kepatuhan Terapi pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2626 <p>Hipertensi memerlukan terapi jangka panjang sehingga kerasionalan penggunaan obat dan kepatuhan terapi perlu diperhatikan untuk menekan risiko kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kerasionalan dan kepatuhan terapi antihipertensi dengan distribusi risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X. Penelitian observasional analitik retrospektif menggunakan data sekunder 40 rekam medis pasien rawat jalan Jaminan Kesehatan Nasional berusia 40–74 tahun periode Januari–Juni 2026 yang dipilih secara purposif. Kerasionalan dinilai melalui tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis menggunakan pedoman <em>Eighth Joint National Committee</em> dan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Hipertensi Dewasa 2026 sebagai acuan utama, dengan Formularium Nasional dan informasi resmi BPOM sebagai pendukung. Kepatuhan dihitung menggunakan <em>Medication Possession Ratio</em>, sedangkan risiko kardiovaskular 10 tahun dihitung menggunakan kalkulator <em>Atherosclerotic Cardiovascular Disease</em>. Sebanyak (65,0%) pasien menerima terapi rasional, (92,5%) Pasien tergolong patuh, dan kategori risiko kardiovaskular terbanyak adalah sedang (45,0%). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan distribusi risiko yang bermakna antara kelompok terapi rasional dan tidak rasional (p=0,004&lt;0,05), tetapi tidak antara kelompok patuh dan tidak patuh (p=0,996&gt;0,05). Kerasionalan terapi berhubungan dengan distribusi risiko kardiovaskular, sedangkan kepatuhan berdasarkan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan bermakna pada sampel ini.</p> Muhammad Farhan Satya Baskoro Marselina Nuzul Gyanata Adiwisastra Ulyati Ulfah Copyright (c) 2026 Muhammad Farhan Satya Baskoro, Marselina, Nuzul Gyanata Adiwisastra, & Ulyati Ulfah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-09 2026-09-09 5 1 652 659 10.71456/jik.v5i1.2626 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Meningatnya Demam Tifoid pada Anak di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2025 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2630 <p>Demam tifoid merupakan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak-anak dengan kasus meningkat di RS Bakti Timah Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak usia 5-14 tahun. Survei analitik <em>cross-sectional</em> kuantitatif dilakukan pada 52 anak di ruang al-Insan dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpul melalui kuesioner terstruktur yang menilai umur, pengetahuan orang tua, dan personal <em>hygiene</em>, dianalisis menggunakan uji Chi-square (p&lt;0,05) dengan <em>Prevalence Odds Ratio</em> (POR). Hasil menunjukkan 61,5% kasus tifoid, terutama pada usia 5-10 tahun (74,3%), pengetahuan orang tua kurang (100%), dan hygiene buruk (78,6%). Hubungan signifikan ditemukan antara umur (p=0,008, POR=0,189), pengetahuan (p=0,000, POR=11,000), dan hygiene (p=0,007, POR=5,133) dengan kejadian tifoid. Disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua dan praktik hygiene yang buruk meningkatkan risiko demam tifoid secara substansial, sehingga diperlukan intervensi edukasi kesehatan terarah.</p> Sinta Hendra Kusumajaya Copyright (c) 2026 Sinta, & Hendra Kusumajaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-10 2026-09-10 5 1 660 669 10.71456/jik.v5i1.2630 Hubungan Lemon Score dengan Keberhasilan Intubasi pada Pasien Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2661 <p>Manajemen jalan napas merupakan aspek krusial dalam praktik anestesi, terutama pada tindakan intubasi endotrakeal saat general anesthesia. Kegagalan intubasi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti hipoksia, aspirasi, hingga henti jantung. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi yang akurat untuk mengidentifikasi kemungkinan kesulitan intubasi sebelum tindakan dilakukan. Salah satu metode yang digunakan adalah <em>Lemon Score</em>, yang terdiri dari lima komponen penilaian yaitu Look, Evaluate (3-3-2), Mallampati, Obstruction, dan Neck mobility. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan prediksi <em>Lemon Score</em> dengan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>consecutive</em> sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi <em>Lemon Score</em> dan penilaian keberhasilan intubasi berdasarkan waktu tindakan dan jumlah percobaan intubasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki prediksi intubasi mudah berdasarkan <em>Lemon Score</em>, dan mayoritas tindakan intubasi berhasil dalam satu kali percobaan dengan durasi kurang dari 60 detik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi. <em>Lemon Score</em> dapat digunakan sebagai alat prediksi yang efektif dalam menilai kemungkinan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi. Penggunaan <em>Lemon Score</em> dalam penilaian pra-anestesi diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien serta meminimalkan risiko komplikasi selama tindakan anestesi.</p> Redondo Satriana Yusuf Muh. Nur Syamsu Copyright (c) 2026 Redondo Satriana Yusuf, & Muh. Nur Syamsu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-11 2026-09-11 5 1 670 676 10.71456/jik.v5i1.2661 Perlindungan Hukum dan Tanggung Jawab Dokter dalam Kasus Malapraktik https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2662 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlindungan hukum bagi dokter serta bentuk tanggung jawab hukum yang timbul dalam kasus dugaan malapraktik medis di Indonesia. Malapraktik merupakan persoalan hukum yang kompleks karena berkaitan dengan risiko medis, hak pasien, dan profesionalisme tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (<em>literature review</em>) dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2014 hingga 2025 dan relevan dengan tema perlindungan hukum dan tanggung jawab dokter. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanggung jawab hukum dokter dalam kasus malapraktik dapat berbentuk tanggung jawab perdata, pidana, maupun administratif, tergantung pada unsur kesalahan dan dampak yang ditimbulkan terhadap pasien. Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan memberikan perlindungan hukum bagi dokter selama tindakan medis yang dilakukan sesuai standar profesi, standar pelayanan, dan prosedur operasional. Namun demikian, sejumlah kendala masih ditemukan, antara lain kesulitan pembuktian unsur kelalaian, belum optimalnya lembaga penyelesaian sengketa medik, rendahnya literasi hukum kesehatan di kalangan pasien, serta ketidakseimbangan posisi antara dokter dan pasien dalam proses hukum. Studi ini merekomendasikan penguatan regulasi turunan, optimalisasi lembaga mediasi sengketa medik, serta peningkatan literasi hukum kesehatan guna mewujudkan keseimbangan antara perlindungan pasien dan kepastian hukum bagi dokter.</p> Reni Agustina Harahap Ahmad Fitra Naufal Hilwa Azkiya Hasibuan Najwa Safira Hasibuan Mardiah Sitorus Dwi Ajeng Ramadhani Copyright (c) 2026 Reni Agustina Harahap, Ahmad Fitra Naufal, Hilwa Azkiya Hasibuan, Najwa Safira Hasibuan, Mardiah Sitorus, & Dwi Ajeng Ramadhani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-12 2026-09-12 5 1 677 683 10.71456/jik.v5i1.2662 Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian PONV pada Pasien Spinal Anestesi di RSUD RH Satibi Kabupaten Bogor https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2664 <p><em>Post Operative Nausea and Vomiting</em> (PONV) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah tindakan pembedahan dengan anestesi spinal. Kejadian PONV dapat meningkatkan ketidaknyamanan pasien, memperpanjang masa perawatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kejadian PONV adalah lama puasa preoperatif. Mengetahui hubungan lama puasa dengan kejadian PONV pada pasien dengan spinal anestesi di RSUD RH Satibi Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em> sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden menjalani puasa lebih dari 8 jam dan sebagian mengalami kejadian PONV dalam 15 menit pertama pasca operasi. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian PONV (p &lt; 0,05). Pasien dengan durasi puasa lebih dari 8 jam memiliki risiko lebih tinggi mengalami PONV dibandingkan dengan pasien yang menjalani puasa sesuai rekomendasi. Penelitian ini terdapat hubungan antara lama puasa preoperatif dengan kejadian PONV pada pasien spinal anestesi. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan manajemen puasa preoperatif sesuai SOP untuk meminimalkan risiko PONV dan meningkatkan kualitas pelayanan <em>perioperative</em>.</p> Muhamad Umar Vidya Urbaningrum Copyright (c) 2026 Muhamad Umar, & Vidya Urbaningrum https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-14 2026-09-14 5 1 684 689 10.71456/jik.v5i1.2664 Hubungan Antara Job Demands dengan Work Engagement pada Karyawan Bagian Produksi di PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Kota Bitung https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2524 <p>Tuntutan pekerjaan pada karyawan bagian produksi dapat melibatkan beban fisik dan psikologis, sementara <em>work engagement</em> diperlukan untuk menjaga keterlibatan karyawan dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>job demands</em> dengan <em>work engagement</em> pada karyawan bagian produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Kota Bitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 140 karyawan dan sampel sebanyak 100 karyawan yang ditentukan berdasarkan Tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, dengan instrumen <em>work engagement</em> berdasarkan dimensi <em>vigor, dedication,</em> dan <em>absorption</em>, serta <em>job demands</em> berdasarkan <em>work overload, emotional load,</em> dan <em>cognitive load</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji deskriptif, normalitas, linearitas, dan korelasi <em>Pearson Product Moment</em> dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar -0,087 dengan signifikansi 0,391, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara <em>job demands</em> dan <em>work engagement</em>. Kesimpulannya, <em>job demands</em> bukan merupakan faktor yang secara signifikan berkaitan dengan <em>work engagement</em> pada responden penelitian.</p> Amalia Nahwar Dolongseda Mozes M. Wullur Rinna Y. Kasenda Copyright (c) 2026 Amalia Nahwar Dolongseda, Mozes M. Wullur, & Rinna Y. Kasenda https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-14 2026-09-14 5 1 690 701 10.71456/jik.v5i1.2524 Evaluasi Pola Peresepan dan Karakteristik Penggunaan Antibiotik Oral pada Pasien ISPA di Salah Satu Klinik Kota Bogor https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2677 <p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Penggunaan antibiotik pada kasus ISPA perlu diperhatikan karena pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antimikroba. Pemantauan pola peresepan antibiotik diperlukan untuk memberikan gambaran penggunaan antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan antibiotik oral pada penyakit ISPA di salah satu klinik Kota Bogor periode Mei–Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh resep pasien dengan diagnosis ISPA yang masuk di klinik selama periode Mei–Agustus 2023. Sampel penelitian berjumlah 100 resep yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan karakteristik pasien dan penggunaan antibiotik oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan antibiotik oral lebih banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55 pasien (55%), sedangkan berdasarkan kelompok usia paling banyak adalah anak-anak sebanyak 39 pasien (39%). Antibiotik dengan zat aktif yang paling banyak diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 50 resep (50%). Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin sebanyak 55 resep (55%), sedangkan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah sirup sebanyak 50 resep (50%). Penelitian ini menunjukkan bahwa cefadroxil dan golongan sefalosporin merupakan antibiotik oral yang paling banyak diresepkan pada pasien ISPA di klinik yang diteliti.</p> Masita Sari Dewi Nirmala Manik Copyright (c) 2026 Masita Sari Dewi, & Nirmala Manik https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-17 2026-09-17 5 1 702 712 10.71456/jik.v5i1.2677 Analisis Respon Mahasiswa terhadap Desiminasi Informasi Penyakit Menular Melalui Media Digitalisasi Humas RS https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2723 <p>Penyakit menular masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penyampaian informasi secara cepat, mudah dipahami. Perkembangan media digital memberikan peluang bagi humas rumah sakit untuk memperluas jangkauan komunikasi kesehatan, tetapi keberhasilan diseminasi tidak hanya ditentukan oleh keterpaparan informasi, melainkan juga oleh respons penerima pesan. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons mahasiswa terhadap diseminasi informasi penyakit menular melalui media digital humas rumah sakit, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Program Studi Administrasi Rumah Sakit tahun akademik 2025/2026 sebanyak 45 orang dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel dan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara strategi diseminasi informasi digital dengan respons mahasiswa pada tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diseminasi informasi digital humas rumah sakit berada pada kategori baik sebesar 60%, sedangkan 33,3% berada pada kategori kurang baik. Respons mahasiswa pada aspek kognitif, afektif, dan konatif masing-masing berada pada kategori baik sebesar 82,2%, 77,8%, dan 73,4%. Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara strategi diseminasi informasi digital dengan respons mahasiswa, dengan koefisien korelasi 0,380 dan nilai p sebesar 0,010. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik strategi diseminasi informasi digital yang dilakukan humas rumah sakit, semakin baik pula respons mahasiswa terhadap informasi penyakit menular. Optimalisasi kualitas, relevansi, dan penyajian konten digital diperlukan agar komunikasi kesehatan tidak berhenti pada penerimaan informasi, tetapi turut mendukung sikap dan kecenderungan perilaku pencegahan penyakit menular.</p> Muhammad Fikri Rayendra Azura Arisa Copyright (c) 2026 Muhammad Fikri Rayendra, & Azura Arisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-17 2026-09-17 5 1 713 722 10.71456/jik.v5i1.2723 Sobat Tensi (Whatsapp Blast Reminder Minum Obat Anti Hipertensi) untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi di Puskesmas Sapeken Kabupaten Sumenep https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2680 <p>Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kepatuhan minum obat antihipertensi sebelum dan sesudah penerapan inovasi Sobat Tensi (<em>WhatsApp Blast Reminder</em>) di wilayah kerja Puskesmas Sapeken, Kabupaten Sumenep. Penelitian menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D) untuk mengembangkan media edukasi kesehatan berupa pengingat minum obat melalui WhatsApp. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Sapeken sebanyak 80 orang, dengan sampel 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner <em>Morisky Medication Adherence Scale</em> (MMAS). Data dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, yaitu 54 orang (80,6%). Setelah diberikan inovasi Sobat Tensi, sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi, yaitu 36 orang (53,7%). Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,01 (p &lt; 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan kepatuhan minum obat sebelum dan sesudah pemberian inovasi Sobat Tensi. Inovasi WhatsApp Blast Reminder berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sapeken. Inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan antihipertensi.</p> Lina Herawati M. Suhron M. Hasinuddin Eny Susanti Copyright (c) 2026 Lina Herawati, M. Suhron, M. Hasinuddi, & Eny Susanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-17 2026-09-17 5 1 723 735 10.71456/jik.v5i1.2680 Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2689 <p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan penting pada balita karena tingginya kerentanan kelompok pada usia ini terhadap infeksi dan risiko berkembang menjadi kondisi yang lebih berat seperti pneumonia. Balita memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Kondisi lingkungan fisik rumah dan pengetahuan ibu menjadi faktor yang dapat berperan dalam kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lingkungan fisik rumah dan pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Sebanyak 88 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pengukuran lingkungan fisik rumah yang mencakup ventilasi, suhu, kelembapan, pencahayaan, serta kepadatan hunian kamar. Analisis dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan derajat kemaknaan (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan ventilasi (P <em>value</em>=0,014), suhu ruangan (P <em>value</em>=0,001), kelembapan (P <em>value</em>=0,010), kepadatan hunian kamar (P value=0,017), dan pengetahuan ibu (P <em>value</em>=0,000) dengan kejadian ISPA pada balita. Sebaliknya, pencahayaan ruangan tidak menunjukkan hubungan dengan kejadian ISPA (P <em>value</em>=0,065). Penelitian menyimpulkan bahwa ventilasi, suhu, kelembapan, kepadatan hunian kamar, dan pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, sedangkan pencahayaan ruangan tidak berhubungan. Puskesmas diharapkan memperkuat edukasi mengenai rumah sehat dan pencegahan ISPA untuk mengurangi risiko komplikasi pada balita.</p> Wahyu Annisyah Yulia Khairina Ashar Salianto Dewi Agustina Muhammad Ridwan Copyright (c) 2026 Wahyu Annisyah, Yulia Khairina Ashar, Salianto, Dewi Agustina, & Muhammad Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-17 2026-09-17 5 1 736 748 10.71456/jik.v5i1.2689 Hubungan antara Kecemasan Berdasarkan GAD-7 dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Berdasarkan GERD-Q di UPT Puskesmas Pesisir Kota Cirebon https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2654 <p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Gastroesophageal Reflux Disease</em> (GERD) merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang sering dijumpai dan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Faktor psikologis, khususnya kecemasan, diduga berperan dalam timbulnya maupun memperberat gejala GERD melalui interaksi antara sistem saraf pusat dan saluran cerna. Hubungan antara tingkat kecemasan dan kejadian GERD pada pelayanan kesehatan primer masih memerlukan penelitian lebih lanjut. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan antara kecemasan berdasarkan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dengan kejadian <em>Gastroesophageal Reflux Disease</em> (GERD) berdasarkan <em>Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire</em> (GERD-Q) di UPT Puskesmas Pesisir Kota Cirebon. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em>. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner GAD-7, sedangkan kejadian GERD dinilai menggunakan kuesioner GERD-Q. dilakukan Analisis univariat dan Analisis bivariat. <strong>Hasil:</strong> Didapatkan total 110 responden sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan minimal sebanyak 64 responden (58,2%), dan sebanyak 18 responden (16,4%) mengalami kemungkinan GERD. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan kejadian GERD (p&lt;0,001) dengan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,467 yang menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan sedang. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan berdasarkan GAD-7 dengan kejadian GERD berdasarkan GERD-Q di UPT Puskesmas Pesisir Kota Cirebon.</p> Divani Setia Rahmawati Menik Herdwiyanti Witri Pratiwi Copyright (c) 2026 Divani Setia Rahmawati, Menik Herdwiyanti, & Witri Pratiwi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-19 2026-09-19 5 1 749 759 10.71456/jik.v5i1.2654 Karakteristik dan Hasil Rontgen Thoraks Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Waled Tahun 2023-2024 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2655 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kelainan struktural atau penurunan fungsi ginjal yang berlangsung minimal selama 3 bulan, dapat disertai atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (eGFR &lt;60mL/ menit /1,73m<sup>2</sup>). Etiologi yang paling umum pada pasien dewasa dengan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah diabetes melitus dan hipertensi. Hemodialisis adalah tindakan pengobatan yang paling sering dilakukan pada pasien penyakit ginjal kronik. Hemodialisis dapat menimbulkan komplikasi yang meliputi disfungsi sistem kardiovaskular dan non kardiovaskular, atau sistem pernapasan. <strong>Tujuan: </strong>mengetahui karakteristik dan hasil rontgen thoraks pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis tahun 2023-2024. <strong>Metode: </strong>penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>total</em> <em>sampling</em>. Sampel diambil dari rekam medis sebanyak 109 orang. Analisis univariat dilakukan untuk melihat frekuensi distribusi karakteristik dan gambaran rontgen thoraks, kemudian data tersebut dipaparkan dalam bentuk narasi atau tabel. <strong>Hasil: </strong>berdasarkan uji univariat didapatkan kejadian penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis pada kategori usia (56-65 tahun) lansia akhir (36,7%) dengan jenis kelamin perempuan (66,1%), diabetes melitus (12,8%), hipertensi (67,0%). dengan hasil rontgen thoraks kardiomegali (72,5%), efusi pleura (22,0%), edema pulmonal (39,4%), infiltrat tuberkulosis (2,8%), infiltrat pneumonia (15,6%). <strong>Kesimpulan:</strong> pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis ditemukan usia (56-65 tahun) lansia akhir, jenis kelamin perempuan, penyakit komorbid diabetes melitus, penyakit hipertensi. Hasil rontgen thoraks didapatkan kardiomegali, efusi pleura, edema pulmonal, infiltrat tuberkulosis, infiltrat pneumonia.</p> Awliya Hani Sedayu Irene Max Emman Copyright (c) 2026 Awliya Hani, Sedayu, & Irene Max Emman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-19 2026-09-19 5 1 760 772 10.71456/jik.v5i1.2655 Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional dan Akses Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2690 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pengaruhnya terhadap akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. JKN merupakan program strategis pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 dalam rangka mewujudkan <em>Universal Health Coverage</em> (UHC). Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (<em>literature review</em>) dengan menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020 hingga 2026 dan relevan dengan tema kebijakan JKN serta akses pelayanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan JKN telah berkontribusi signifikan terhadap perluasan cakupan kepesertaan, peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan, serta penurunan beban finansial masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Namun demikian, sejumlah kendala kebijakan masih ditemukan, antara lain lemahnya harmonisasi regulasi antara pusat dan daerah, ketimpangan distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan, rendahnya kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran, serta keterbatasan akses masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Studi ini merekomendasikan penguatan regulasi turunan di tingkat daerah, perluasan skema pembiayaan berbasis kinerja, serta optimalisasi teknologi digital guna mendukung pemerataan akses layanan kesehatan yang berkeadilan dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.</p> Dewi Agustina Dwi Ajeng Ramadhani Najwa Shafira Hasibuan Copyright (c) 2026 Dewi Agustina, Dwi Ajeng Ramadhani, & Najwa Shafira Hasibuan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-20 2026-09-20 5 1 773 777 10.71456/jik.v5i1.2690 Determinan Pemanfaatan Fitur Antrean Online Mobile JKN pada Pasien Puskesmas Mekarmukti https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2701 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Pemanfaatan fitur antrean online </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mobile</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> JKN di Puskesmas Mekarmukti masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kemudahan penggunaan, pengetahuan pengguna, dan dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan fitur antrean online </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mobile</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> JKN. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross-sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> terhadap 64 responden yang dipilih menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Accidental Sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Chi-Square</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan fitur antrean online sebagian besar berada pada kategori rendah (53,1%). Terdapat hubungan antara kemudahan penggunaan dengan pemanfaatan (p- </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> = 0,006; OR = 12,083; CI 95% = 1,44–101,23) dan dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan (p- </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> = 0,024; OR = 4,024; CI 95% = 1,14–14,18). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pengguna dengan pemanfaatan (p- </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">value</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> = 0,511; OR = 0,713; CI 95% = 0,26–1,95). Disimpulkan bahwa kemudahan penggunaan dan dukungan petugas kesehatan berhubungan dengan pemanfaatan fitur antrean online </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mobile</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> JKN, sedangkan pengetahuan pengguna tidak berhubungan.</span></span></p> Indah Azahra Fauliza Anom Dwi Prakoso Ichsan Trisutrisno Emmelia Kristina Hutagaol Copyright (c) 2026 Indah Azahra Fauliza, Anom Dwi Prakoso, Ichsan Trisutrisno, & Emmelia Kristina Hutagaol https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-02-20 2026-02-20 5 1 778 785 10.71456/jik.v5i1.2701 Analisis Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2025 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2603 <p>Pengelolaan logistik obat merupakan bagian penting dalam menjamin ketersediaan obat untuk mendukung pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan obat pada tahap seleksi, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2025 serta menilai kesesuaiannya dengan standar Kemenkes RI dan JICA. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Populasi dan sampel berupa data pengelolaan obat tahun 2025 yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa dokumen pengelolaan obat, laptop dengan Microsoft Excel, dan kalkulator. Analisis dilakukan dengan menghitung setiap indikator dan membandingkannya dengan standar Kemenkes RI dan JICA. Pengelolaan obat pada tahap seleksi belum memenuhi standar pada kesesuaian Fornas 82% masih adanya obat yang tidak termasuk dalam Fornas karena untuk kebutuhan pelayanan. Namun pada ketepatan perencanaan 157% karena perencanaan untuk kebutuhan 18 bulan. Tahap pengadaan memenuhi standar pada ketersediaan obat 94% namun pengadaan obat generik 83% belum memenuhi standar karena masih terdapat penyediaan obat non-generik sesuai kebutuhan pelayanan. Tahap penyimpanan memenuhi standar karena obat kedaluwarsa 0%, sedangkan tahap distribusi belum memenuhi standar karena ketepatan distribusi sebesar 94,1% dan tingkat ketersediaan obat sebesar 99,4% karena hasil tersebut belum mencakup penyediaan mandiri oleh puskesmas.</p> Dwi Febri Yanti Vivin Marwiyati Rohmana Rahmat Hidayat Copyright (c) 2026 Dwi Febri Yanti, Vivin Marwiyati Rohmana, & Rahmat Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-22 2026-09-22 5 1 795 812 10.71456/jik.v5i1.2603 Analisis Perbandingan Keterampilan Kepemimpinan Diri antara Mahasiswa Berorganisasi dan Tidak Berorganisasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2702 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Dokter merupakan profesi yang diharapkan memiliki kompetensi akademis, klinis, serta soft skill yang prima untuk melayani masyarakat. Salah satunya yaitu keterampilan kepemimpinan diri. Pengembangan keterampilan kepemimpinan diri pada mahasiswa dapat dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler serta melalui kegiatan ekstrakurikuler, termasuk organisasi. Organisasi memberikan kesempatan mengasah keterampilan kepemimpinan diri dan berkorelasi positif dengan pencapaian akademik. Namun, minat mahasiswa FK UMSU untuk berorganisasi semakin menurun. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui perbedaan keterampilan kepemimpinan diri antara mahasiswa berorganisasi dan tidak berorganisasi di FK UMSU. <strong>Metode:</strong> Deskriptif analitik dengan desain <em>cross- sectional</em>. Metode pengambilan sampel menggunakan <em>simple random sampling</em>. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan skor rerata lebih tinggi keterampilan kepemimpinan diri mahasiswa berorganisasi yaitu 114,33, sedangkan mahasiswa tidak berorganisasi dengan rerata 102,31. Pada aspek strategi pola berpikir konstruktif, mahasiswa berorganisasi dengan rerata tertinggi, yaitu 39,54, dibandingkan mahasiswa tidak berorganisasi yang dengan rerata 34,81. Aspek strategi yang berfokus pada perilaku dengan rerata 58,31 pada mahasiswa berorganisasi dan 52,64 pada mahasiswa tidak berorganisasi. Aspek strategi reward alami, mahasiswa berorganisasi mendapat rerata 16,47, sedangkan mahasiswa tidak berorganisasi dengan rerata 14,86. Rerata hasil studi mahasiswa berorganisasi adalah 3,26, lebih tinggi dibandingkan mahasiswa tidak berorganisasi dengan rerata 2,95. Penelitian ini menggunakan uji T independen didapatkan nilai p adalah 0,001 (p&lt;0,005) artinya terdapat perbedaan signifikan keterampilan kepemimpinan diri antara mahasiswa yang berorganisasi dan tidak berorganisasi. <strong>Kesimpulan:</strong> Rerata dari keterampilan kepemimpinan diri, seluruh aspek keterampilan kepemimpinan diri, dan hasil studi lebih baik pada mahasiswa berorganisasi. Secara statistik terdapat perbedaan signifikan keterampilan kepemimpinan diri pada mahasiswa yang berorganisasi dan tidak berorganiasi pada mahasiswa FK UMSU.</p> Adinda Dwi Putri Desi Isnayanti Copyright (c) 2026 Adinda Dwi Putri, & Desi Isnayanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-20 2026-09-20 5 1 786 794 10.71456/jik.v5i1.2702 Analisis Asuhan Keperawatan pada Lansia Hipertensi dengan Masalah Nyeri Akut Menggunakan Terapi Head Massage di Puskesmas Bandar Agung Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2026 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2695 <p>Hipertensi pada lansia sering disertai nyeri kepala atau tengkuk yang dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas, dan kualitas tidur. Terapi nonfarmakologis diperlukan sebagai intervensi pendukung untuk membantu mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada lansia hipertensi dengan masalah nyeri akut melalui penerapan terapi <em>head massage</em> di Puskesmas Bandar Agung Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian adalah lansia dengan hipertensi yang mengalami nyeri akut, dengan sampel satu pasien lansia hipertensi. Instrumen penelitian meliputi lembar pengkajian keperawatan, <em>Numeric Rating Scale</em>, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah <em>head massage</em> selama tiga hari dengan durasi 10 hingga 15 menit setiap sesi, intensitas nyeri menurun dari skala 6 menjadi 4 pada hari pertama, kemudian menjadi 3 pada hari kedua dan 2 pada hari ketiga. Tekanan darah juga menurun dari 160/100 mmHg menjadi 140/88 mmHg, disertai peningkatan durasi tidur dari 3 hingga 4 jam menjadi 6 hingga 7 jam per malam. Kesimpulannya, terapi head massage dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan komplementer untuk membantu menurunkan nyeri pada lansia dengan hipertensi.</p> Surti Sutrisari Sabrina Nainggolan Nuriza Agustina Ita Purnamasari Copyright (c) 2026 Surti, Sutrisari Sabrina Nainggolan, Nuriza Agustina, & Ita Purnamasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-22 2026-09-22 5 1 813 826 10.71456/jik.v5i1.2695 Evaluasi Mutu Fisik dan Konsentrasi Optimal Salep Ekstrak Daun Pulai (Alstonia Scholaris L.) terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Sayat pada Mencit Putih (Mus Musculus) https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2697 <p>Penyembuhan luka merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan regenerasi jaringan untuk menggantikan jaringan yang rusak. Luka sayat butuh penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terus dikembangkan, salah satunya daun pulai (<em>Alstonia scholaris L</em>.) yang mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berperan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi mutu fisik dan efektivitas salep ekstrak daun pulai terhadap kesembuhan luka sayat pada mencit putih (<em>Mus musculus</em>). Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui tahapan ekstraksi, formulasi, pengujian mutu fisik serta efektivitas terhadap luka sayat. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dan diformulasikan menjadi salep dengan variasi konsentrasi F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (10%), serta F0 (kontrol negatif) dan povidon iodin 10% (kontrol positif). Uji mutu fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Uji efektivitas dilakukan selama 14 hari dengan parameter panjang luka dan persentase penyembuhan luka. Data dianalisis uji normalitas, homogenitas, <em>Kruskal-Wallis</em> dan Pairwise Comparisons. Hasil menunjukkan seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik. Hasil persentase kesembuhan luka secara berturut-turut adalah F0 66% ± 5,862, F1 76% ± 2,927, F2 83% ± 1,911, F3 96% ± 6,670 dan kontrol positif 98% ± 6,554. Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan efektivitas penyembuhan luka, F3 (10%) menunjukkan hasil tertinggi dan mendekati kontrol positif. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p&lt;0,05). Penelitian ini menunjukkan ekstrak daun pulai dengan konsentrasi 10% menjadi konsentrasi optimal sediaan salep yang efektif untuk penyembuhan luka sayat.</p> Meilia Risqi Ani Rohimah Riana Putri Rahmawati Istianatus Sunnah Copyright (c) 2026 Meilia Risqi 'Ani Rohimah, Riana Putri Rahmawati, & Istianatus Sunnah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-23 2026-09-23 5 1 827 843 10.71456/jik.v5i1.2697 Hubungan Kepemimpinan, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Mekarmukti Tahun 2026 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2739 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kinerja pegawai merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang efektif dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">cross-sectional</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Populasi penelitian berjumlah 65 pegawai, dengan 63 pegawai sebagai sampel setelah kepala Puskesmas dan kepala subbagian tata usaha dikeluarkan dari responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan korelasi </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Spearman Rank</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja pegawai (p=0,034; r=0,267) dengan kekuatan hubungan rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja pegawai (p&lt;0,001; r=0,508) dengan kekuatan hubungan sedang. Motivasi kerja juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai (p&lt;0,001; r=0,500) dengan kekuatan hubungan sedang. Disiplin kerja memiliki koefisien korelasi paling kuat dibandingkan variabel lainnya. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan, disiplin kerja, dan motivasi kerja berhubungan secara positif dan signifikan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Mekarmukti.</span></span></p> Shella Oktavitania Afif Wahyudi Hidayat Lyliana Endang Setianingsih Emmelia Kristina Hutagaol Copyright (c) 2026 Shella Oktavitania, Afif Wahyudi Hidayat, Lyliana Endang Setianingsih, & Emmelia Kristina Hutagaol https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-23 2026-09-23 5 1 844 851 10.71456/jik.v5i1.2739 Dampak Penggunaan Air Sungai tanpa Filter terhadap Penyakit Otomikosis https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2752 <p>Otomikosis merupakan infeksi jamur pada liang telinga yang banyak dijumpai di wilayah beriklim tropis dengan kelembapan tinggi, dan paparan air yang tertahan di telinga selama ini dikenal sebagai salah satu faktor predisposisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan pola perilaku pasien otomikosis yang menggunakan air sungai tanpa filter dalam kehidupan sehari-hari, serta memahami pandangan klinis dokter mengenai kaitan antara paparan tersebut dengan kejadian otomikosis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 25 pasien otomikosis (P01–P25) di Rumah Sakit TK II Kartika Husada Pontianak, satu dokter spesialis THT-KL, dan satu dokter umum sebagai informan kunci. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan menggunakan air sungai tanpa pengolahan atau hanya diendapkan sederhana, mandi setiap hari, dan sering mengalami air masuk ke telinga, yang disertai kebiasaan membersihkan telinga menggunakan <em>cotton bud</em>. Sebagian informan pernah mengalami kekambuhan keluhan. Persepsi informan mengenai penyebab keluhan bervariasi, sebagian menduga air sungai berperan, sebagian melihatnya sebagai kombinasi paparan air dan kebiasaan membersihkan telinga. Dokter menekankan bahwa paparan air sungai relevan secara klinis terutama melalui peningkatan kelembapan liang telinga, namun tidak dapat disebut sebagai penyebab tunggal tanpa bukti mikrobiologis yang lebih kuat, karena otomikosis bersifat multifaktorial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan air sungai tanpa filter berperan sebagai faktor paparan lingkungan yang berinteraksi dengan perilaku higiene telinga dan keterbatasan akses air bersih, sehingga edukasi menjaga telinga tetap kering dan menghindari manipulasi liang telinga menjadi strategi pencegahan yang realistis bagi masyarakat pengguna air sungai.</p> Nur Cahaya Kualuh Moch. Salim Copyright (c) 2026 Nur Cahaya Kualuh, & Moch. Salim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-23 2026-09-23 5 1 852 859 10.71456/jik.v5i1.2752 Persepsi dan Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan Gemini AI untuk Skrining Kesehatan Mental https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2756 <p>Masalah kesehatan mental pada mahasiswa merupakan salah satu perhatian penting dalam kesehatan masyarakat, sementara keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental dapat menghambat identifikasi dini terhadap masalah psikologis. Kecerdasan buatan generatif (<em>Artificial Intelligence</em>/AI), termasuk AI percakapan, telah berkembang sebagai salah satu alat yang berpotensi digunakan untuk skrining awal kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman mahasiswa optometri dalam menggunakan Gemini AI sebagai alat skrining awal kesehatan mental dalam konteks kesehatan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan 55 mahasiswa optometri dari sebuah institusi pendidikan tinggi. Data dikumpulkan melalui pengalaman dan tanggapan peserta setelah menggunakan Gemini AI untuk skrining kesehatan mental dan dianalisis secara tematik. Lima tema utama berhasil diidentifikasi, yaitu persepsi terhadap kebermanfaatan, asesmen yang rinci dan personal, kemudahan penggunaan dan aksesibilitas, kebutuhan peningkatan fitur skrining dan desain antar muka, serta pengakuan bahwa AI berperan sebagai pelengkap dan bukan pengganti layanan kesehatan mental profesional. Peserta memandang Gemini AI bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran terhadap kondisi psikologis, memfasilitasi refleksi diri, serta memberikan umpan balik hasil skrining yang mudah diakses dan dipahami. Namun, peserta juga menekankan perlunya pertanyaan skrining yang lebih komprehensif, peningkatan fitur antarmuka, serta konsultasi dengan tenaga profesional untuk penilaian lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa Gemini AI memiliki potensi sebagai alat pendukung skrining awal kesehatan mental yang mudah diakses oleh mahasiswa. Meskipun demikian, penerapannya perlu disertai dengan instrumen skrining yang tervalidasi, perlindungan privasi, alur rujukan yang tepat, serta pengawasan oleh tenaga profesional.</p> Febri Maryani Kustia Anggereni Copyright (c) 2026 Febri Maryani, & Kustia Anggereni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 860 869 10.71456/jik.v5i1.2756 Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis dalam Perspektif Al-Qur’an https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2761 <p>Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kualitas kehidupan manusia yang tidak hanya berkaitan dengan terbebasnya individu dari gangguan psikologis, tetapi juga mencakup kemampuan menjalani kehidupan secara bermakna, mengelola emosi, membangun hubungan positif, serta mengembangkan potensi diri. Dalam perspektif Islam, kesehatan mental memiliki dimensi yang lebih luas karena manusia dipahami sebagai makhluk jasmani, psikologis, sosial, dan spiritual. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis berdasarkan perspektif Al-Qur’an serta menjelaskan relevansinya dengan kajian psikologi Islam. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an serta literatur psikologi, psikologi Islam, kesehatan mental, dan kesejahteraan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan landasan konseptual mengenai kesehatan mental melalui konsep ketenangan jiwa, pengelolaan emosi, optimisme, kesabaran, tawakal, syukur, hubungan sosial, dan orientasi kehidupan yang bermakna. Kesejahteraan psikologis dalam perspektif Al-Qur’an tidak semata-mata ditentukan oleh kesenangan material, tetapi berkaitan dengan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan. Dengan demikian, perspektif Al-Qur’an dapat memberikan kontribusi penting bagi pengembangan psikologi Islam dan pendekatan kesehatan mental yang integratif.</p> Ngalimun Khaerudin Copyright (c) 2026 Ngalimun, & Khaerudin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 870 883 10.71456/jik.v5i1.2761 Konformitas Teman Sebaya sebagai Prediktor Kesejahteraan Psikologis Santriwati MTs Darul Ulum https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2511 <p>Kehidupan berasrama di pesantren menempatkan santriwati pada lingkungan sosial yang intens, sehingga interaksi dan penyesuaian terhadap teman sebaya dapat berkaitan dengan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran konformitas teman sebaya sebagai prediktor kesejahteraan psikologis serta tingkat kedua variabel pada santriwati MTs Darul Ulum. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 244 santriwati, dengan 121 santriwati sebagai sampel yang dipilih melalui <em>cluster random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan skala konformitas teman sebaya dan skala kesejahteraan psikologis dengan model Likert. Analisis dilakukan menggunakan SPSS 27 melalui uji reliabilitas, normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan konformitas teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis (p = 0,001), dengan kontribusi sebesar 9,2%. Kesimpulannya, konformitas teman sebaya merupakan prediktor signifikan, tetapi kontribusinya relatif rendah</p> Syarifah Dinda Tri Nuraida Nur Kur'ani Kania Khairunnisa Copyright (c) 2026 Syarifah Dinda Tri Nuraida, Nur Kur'ani, Kania Khairunnisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 884 900 10.71456/jik.v5i1.2511 Hubungan Kecukupan Asupan Zat Besi, Lemak dan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Remaja https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2709 <p>Menstruasi merupakan fenomena alami yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan dapat dipengaruhi oleh faktor gizi serta psikologis. Kecukupan zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin, lemak dalam produksi hormon estrogen, sedangkan stres dapat mengganggu fungsi hipotalamus–hipofisis–ovarium yang mengatur siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecukupan asupan zat besi, lemak, dan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross sectional</em> dengan pendekatan observasional analitik. Sampel terdiri dari 49 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang berusia 18–25 tahun Angkatan 2024 yang dipilih menggunakan <em>simple random sampling</em>. Data asupan zat besi dan lemak diperoleh melalui SQ-FFQ, sedangkan tingkat stres diukur menggunakan <em>Perceived Stress Scale</em> (PSS-10). Analisis dilakukan menggunakan uji <em>Rank Spearman</em> dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kecukupan asupan zat besi dengan siklus menstruasi (p=0,031) dan tingkat stres dengan siklus menstruasi (p=0,042), sedangkan asupan lemak tidak berhubungan signifikan (p=0,050). Analisis multivariat menunjukkan pengaruh simultan zat besi dan stres terhadap keteraturan siklus menstruasi (p=0,013). Disimpulkan bahwa kecukupan zat besi dan tingkat stres berhubungan dengan siklus menstruasi, sedangkan asupan lemak tidak menunjukkan hubungan signifikan.</p> Tizza Noviana Risky Ika Riani Lourensya Berta Joharlina Copyright (c) 2026 Tizza Noviana, Risky Ika Riani, ⁠ & Lourensya Berta Joharlina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 901 908 10.71456/jik.v5i1.2709 Stres Kerja Berkorelasi dengan Kelelahan Kerja pada Karyawan PT PLN (Persero) UPP Sumbagut 3 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2751 <p>Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kemampuan, keselamatan, dan kualitas kerja karyawan, terutama pada sektor ketenagalistrikan yang memiliki risiko kerja tinggi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kelelahan kerja adalah stres kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat stres kerja, tingkat kelelahan kerja, serta korelasi keduanya pada karyawan PT PLN (Persero) UPP Sumbagut 3. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan desain <em>cross-sectional </em>dengan melibatkan 56 karyawan yang diambil secara total sampling. Stres kerja diukur menggunakan <em>Job Stress Scale </em>(JSS), sedangkan kelelahan kerja diukur menggunakan kuesioner <em>Industrial Fatigue Research Committee </em>(IFRC). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kelelahan kerja dalam kategori ringan, yaitu 44,6%, dan stres kerja dalam kategori sedang, yaitu 55,4%. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara stres kerja dengan kelelahan kerja (r = 0,531; p &lt; 0,001), dengan tingkat hubungan sedang. Stres kerja memberikan kontribusi sebesar 28,2% terhadap kelelahan kerja, sedangkan 71,8% dipengaruhi faktor lain, seperti beban fisik, usia, kualitas tidur, dan lingkungan kerja. Peneliti menyarankan pengelolaan stres dan pencegahan kelelahan kerja untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat.</p> Winda Irma Asti Nasution Rapotan Hasibuan Zuhrina Aidha Rani Suraya Copyright (c) 2026 Winda Irma Asti Nasution, Rapotan Hasibuan, Zuhrina Aidha, & Rani Suraya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 909 918 10.71456/jik.v5i1.2751 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN oleh Pasien Rawat Jalan Peserta JKN di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2771 <p>Aplikasi <em>Mobile</em> JKN merupakan salah satu bentuk digitalisasi pelayanan kesehatan yang dapat mempermudah peserta JKN dalam mengakses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan aplikasi <em>Mobile</em> JKN oleh pasien rawat jalan peserta JKN di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Variabel independen meliputi ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi, sedangkan variabel dependen adalah pemanfaatan aplikasi <em>Mobile</em> JKN. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 responden (63,9%) memanfaatkan aplikasi <em>Mobile</em> JKN dan 35 responden (36,1%) tidak memanfaatkan. Terdapat hubungan yang signifikan antara ekspektasi kinerja (p &lt; 0,001), ekspektasi usaha (p &lt; 0,001), pengaruh sosial (p = 0,007), dan kondisi yang memfasilitasi (p &lt; 0,001) dengan pemanfaatan aplikasi <em>Mobile</em> JKN. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi berhubungan signifikan dengan pemanfaatan aplikasi <em>Mobile</em> JKN pada pasien rawat jalan peserta JKN di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026.</p> Hilda Septia Lyliana Endang Setianingsih Ichsan Trisutrisno Anom Dwi Prakoso Copyright (c) 2026 Hilda Septia, Lyliana Endang Setianingsih, Ichsan Trisutrisno, & Anom Dwi Prakoso https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 919 929 10.71456/jik.v5i1.2771 Gambaran Kadar Kolesterol Total Berdasarkan Pola Makan, Usia, dan Indeks Massa Tubuh pada Karyawan Universitas Swadaya Gunung Jati https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2685 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Peningkatan kadar kolesterol di dalam tubuh merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit tidak menular seperti penyakit jantung yang saat ini menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Hiperkolesterolemia memiliki beberapa faktor risiko seperti dari pola makan, usia, dan indeks massa tubuh. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui gambaran kadar kolesterol total berdasarkan pola makan, usia dan indeks massa tubuh pada karyawan Universitas Swadaya Gunung Jati. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Variabel penelitian adalah kadar kolesterol total, pola makan, usia dan indeks massa tubuh. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> sebanyak 69 responden. Data yang diambil berupa data primer yaitu dengan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol, mengukur tinggi badan,menimbang berat badan dan mengisi kuisoner <em>food recal </em>1x24 jam pada karyawan tenaga kependidikan Universitas Swadaya Gunung Jati. <strong>Hasil:</strong> Kadar kolesterol total karyawan terbanyak adalah pada rentang 200-239 mg/dL sebanyak 32 orang (46,6%) jenis kelamin terbanyak pada laki laki 36 orang (52,2%) Pola makan terbanyak kategori cukup 31 orang (44,9%) usia terbanyak pada kategori 36-45 tahun sebanyak 28 orang (40,6%) indeks massa tubuh terbanyak pada kategori <em>obese </em>I sebanyak 21 orang (30,4%). <strong>Simpulan: </strong>Pada karyawan kadar kolesterol total sebagian besar terdapat peningkatan , pada usia terbanyak di usia dewasa, pola makan terbanyak di kategori cukup dan indeks massa tubuh terbanyak sebagian besar pada <em>obese I</em>.</p> Panji Adi Samudra Kati Sriwiyati Sedayu Copyright (c) 2026 Panji Adi Samudra, Kati Sriwiyati, & Sedayu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 930 939 10.71456/jik.v5i1.2685 Pengaruh Nomophobia terhadap Doomscrolling Media Sosial Tiktok pada Mahasiswa Psikologi Angkatan 2025 di Universitas Negeri Manado https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2735 <p>Penggunaan media sosial TikTok yang intensif dapat berkaitan dengan munculnya perilaku <em>doomscrolling</em>, sedangkan ketergantungan terhadap <em>smartphone</em> dapat ditandai dengan <em>nomophobia</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>nomophobia</em> terhadap <em>doomscrolling</em> media sosial TikTok pada mahasiswa Psikologi Angkatan 2025 di Universitas Negeri Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimen dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 186 mahasiswa dengan sampel sebanyak 123 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Instrumen penelitian berupa skala <em>nomophobia</em> sebanyak 20 item dan skala <em>doomscrolling</em> sebanyak 15 item dengan skala Likert empat poin. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan <em>SPSS version 25 for Windows</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat <em>nomophobia</em> berada pada kategori tinggi, sedangkan <em>doomscrolling</em> berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,653 &gt; 0,05 dan nilai <em>R Square</em> sebesar 0,002. Kesimpulannya, <em>nomophobia</em> tidak berpengaruh signifikan terhadap <em>doomscrolling</em> media sosial TikTok pada mahasiswa Psikologi Angkatan 2025 Universitas Negeri Manado dan hanya memberikan kontribusi sebesar 0,2% terhadap <em>doomscrolling</em>.</p> Enceng Paputungan Tellma Mona Tiwa Meike Endang Hartati Copyright (c) 2026 Enceng Paputungan, Tellma Mona Tiwa, & Meike Endang Hartati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-24 2026-09-24 5 1 940 950 10.71456/jik.v5i1.2735 Hubungan Partikulat PM10 dan PM2,5 di Udara dengan Keluhan Subjektif ISPA pada Pekerja Industri PT X https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2777 <p>Paparan partikulat di lingkungan kerja merupakan salah satu faktor risiko keluhan subjektif Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsentrasi PM10 dan PM2,5 serta karakteristik pekerja (usia, masa kerja, lama paparan, penggunaan APD/masker, dan kebiasaan merokok) dengan keluhan subjektif ISPA pada pekerja PT X tahun 2026. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel sebanyak 65 pekerja dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Konsentrasi PM₂.₅ dan PM₁₀ diukur menggunakan <em>Particle Counter</em> DAZ-400, sedangkan data karakteristik dan keluhan subjektif ISPA diperoleh melalui kuesioner. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa PM₂.₅ (p=0,040; PR=1,494; 95%CI=1,039–2,149), masa kerja (p=0,032; PR=1,645; 95%CI=1,015–2,664), dan kebiasaan merokok (p&lt;0,01; PR=4,303; 95%CI=1,204–15,374) berhubungan signifikan dengan keluhan subjektif ISPA, Sebaliknya, PM₁₀, usia, lama paparan, dan penggunaan APD/masker tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa PM<sub>2,5</sub>, masa kerja, dan kebiasaan merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif ISPA. Perusahaan disarankan meningkatkan pengendalian debu, pemantauan kualitas udara, dan kepatuhan penggunaan APD.</p> Suhada Ramadhanu Yulia Khairina Ashar Susilawati Putra Apriadi Siregar Muhammad Zali Copyright (c) 2026 Suhada Ramadhanu, Yulia Khairina Ashar, Susilawati, Putra Apriadi Siregar, & Muhammad Zali https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-25 2026-09-25 5 1 951 966 10.71456/jik.v5i1.2777 Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Maja (Aegle Marmelos (l.) corr.) terhadap Laju Penyembuhan Luka Insisi pada Kelinci Jantan New Zealand (Oryctolagus Cuniculus) Model Diabetes https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2785 <p>Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik yang ditandai tingginya kadar glukosa darah akibat kegagalan pankreas memproduksi insulin atau terjadinya resistensi insulin. International Diabetes Federation (IDF) mencatat prevalensi DM global mencapai 537 juta jiwa pada rentang usia 20-79 tahun (10,5%), dengan Indonesia menempati peringkat kelima dunia, yaitu 19,5 juta kasus pada 2021 dan diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045. Salah satu komplikasi utama DM adalah ulkus diabetikum, yang timbul akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat hiperglikemia kronis yang tidak terkendali. Daun maja diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka diabetes. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas ekstrak etanol daun maja (<em>Aegle marmelos</em> (L.) Corr.) terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci yang diinduksi aloksan, menggunakan desain eksperimental <em>Post-test Only Control Group Design</em>. Sebanyak empat ekor kelinci diinduksi aloksan intravena untuk menciptakan kondisi hiperglikemia melalui kerusakan sel beta pankreas, kemudian dibagi menjadi enam kelompok perlakuan: netral, kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta ekstrak konsentrasi 15%, 25%, dan 35%. Hasil menunjukkan ketiga konsentrasi ekstrak memberikan efek penyembuhan luka bermakna (p&lt;0,05), dengan konsentrasi 35% terbukti paling efektif dan hasilnya paling mendekati kontrol positif.</p> Anita Dwi Septiarini Rahma Fitri Lestari Bagas Ardiyantoro Copyright (c) 2026 Anita Dwi Septiarini, Rahma Fitri Lestari, & Bagas Ardiyantoro https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 1 967 980 10.71456/jik.v5i1.2785 Peran Pinhole dan Stenopic Slit dalam Skrining Kelainan Refraksi pada Siswa Usia Sekolah SDI Assaadah Bidaracina https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2786 <p>Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama penurunan tajam penglihatan pada anak usia sekolah yang dapat memengaruhi proses belajar dan kualitas hidup. Deteksi dini kelainan refraksi di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam mencegah gangguan penglihatan yang lebih lanjut. Pemeriksaan skrining yang sederhana, cepat, dan mudah diterapkan sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan mata berbasis sekolah. Pinhole dan stenopic slit merupakan alat sederhana yang dapat digunakan untuk membantu membedakan penurunan tajam penglihatan yang disebabkan oleh kelainan refraksi dan penyebab nonrefraktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat penggunaan pinhole dan stenopic slit dalam mendeteksi kelainan refraksi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> yang melibatkan siswa yang mengalami penurunan tajam penglihatan berdasarkan hasil pemeriksaan tajam penglihatan awal. Setiap subjek menjalani pemeriksaan tajam penglihatan tanpa koreksi, dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan pinhole dan stenopic slit, kemudian hasilnya dibandingkan dengan pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif sebagai standar acuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tajam penglihatan yang signifikan pada siswa dengan kelainan refraksi setelah penggunaan pinhole dan stenopic slit. Pinhole efektif dalam mengidentifikasi kelainan refraksi secara umum, sedangkan stenopic slit memberikan manfaat tambahan dalam mendeteksi dan mengarahkan evaluasi astigmatisme. Dengan demikian, penggunaan kedua alat tersebut bermanfaat sebagai metode skrining awal dalam program pemeriksaan kesehatan mata berbasis sekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pinhole dan stenopic slit merupakan metode skrining yang efektif, praktis, dan ekonomis untuk mendeteksi kelainan refraksi pada anak usia sekolah. Penerapan pemeriksaan tersebut dapat meningkatkan deteksi dini kelainan refraksi dan mendukung program kesehatan mata berbasis masyarakat.</p> Bunyamin Rizki Abdillah Guntur Wijaya Zidni Rahma Aulia Murni Marlina Simarmata Copyright (c) 2026 Bunyamin Rizki Abdillah, Guntur Wijaya, Zidni Rahma Aulia, & Murni Marlina Simarmata https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 1 981 991 10.71456/jik.v5i1.2786 The Influence of the Level of Knowledge of Students' Parents at Muhammadiyah 20 Medan Private Elementary School About Antibiotics on The Perception of Chronic Cough Symptoms https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2658 <p><em> Introduction: Lack of parental knowledge regarding the proper use of antibiotics can contribute to the emergence of antibiotic resistance and worsen health conditions. Objective: This study aims to determine the effect of the level of knowledge of parents of students of Muhammadiyah 20 Medan Private Elementary School about antibiotics on chronic cough symptoms. Method: This study is a descriptive analytical study with a cross-sectional design. The number of samples is 84 people. The sampling technique is purposive sampling. Data processing uses the SPSS statistical application using Chi-Square (p &lt;0.05). Results: Based on the results of the Chi-Square statistical test, the p value is obtained = 0.008 (p &lt;0.05). Conclusion: There is an Influence of the Level of Knowledge of Parents of Students of Muhammadiyah 20 Medan Private Elementary School About Antibiotics on the Perception of Chronic Cough Symptoms.</em></p> Nurul Anjely Pinta Pudiyanti Siregar Copyright (c) 2026 Nurul Anjely, & Pinta Pudiyanti Siregar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 1 992 999 10.71456/jik.v5i1.2658 The Relationship Between Upper Arm Circumference and the Incidence of Anemia in Pregnant Women and the Weight of Birthed Baby at Muhammadiyah Hospital, Medan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2659 <p><em>Introduction: Pregnancy is a period in which the fetus develops in the mother's womb. During pregnancy, the mother's body undergoes many physiological changes to allow for fetal growth and to prepare the mother for childbirth and lactation. Therefore, the nutritional needs of pregnant women are greater than the nutritional needs of women in general. Nutrition plays an important role during pregnancy for the health of the mother and fetus. Lack of adequate nutritional intake can put someone at risk of anemia during pregnancy and the risk of giving birth to a baby with low birth weight (LBW). Upper Arm Circumference (LILa) is one of the anthropometric methods that is useful for assessing nutritional status in pregnant women. Objective: To determine the relationship between upper arm circumference and the incidence of anemia in pregnant women and birth weight of babies at Muhammadiyah Medan Hospital. Method: This study is an observational analytical study, applying a cross-sectional research method. Results: Pregnant women with anemia were 37 people (74%), and pregnant women who were not anemic were only 13 people (26%). Babies born with normal weight were 45 people (90%), while babies with low birth weight were only 5 people (10%). Pregnant women with normal upper arm circumference were the most, namely 40 people (80%), while pregnant women with upper arm circumference at risk of chronic energy deficiency were only 10 people (20%). Conclusion: There is a significant relationship between upper arm circumference (LiLa) and anemia (p = 0.046) and there is a significant relationship between upper arm circumference (LiLa) and birth weight (p = 0.048) in pregnant women at RSU Muhammadiyah Medan.</em></p> Dinda Assyura Alkhair Amelia Eka Damayanti Copyright (c) 2026 Nurul Anjely, & Pinta Pudiyanti Siregar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 1 1000 1006 10.71456/jik.v5i1.2659 The Effect of Tofu Extract Consumption on Weight Loss in Male White Mice (Mus Musculus) Given a High-Fat Diet https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2660 <p><em>Introduction: Obesity is a complex metabolic disorder caused by an imbalance in energy intake and energy expenditure that causes excess fat accumulation in various adipose tissues and organs. Consuming foods with high protein content is known to suppress appetite, one of which is tofu. Tofu contains isoflavin protein which has a weight loss effect. Objective: To determine the effect of administering tofu extract on weight loss in male white mice (Mus musculus) given a high-fat diet Method: This study used an Experimental method with a research design in the form of Randomized Pre and Posttest with Control Group Design, using male white mice (Mus musculus), with a sample size of 32 mice. Increased body weight by administering egg yolk and administering Tofu Extract at doses of 0.8 and 1.2 mg/day for 14 days. Results: The results of statistical analysis with Paired T-Test showed a significant decrease in Tofu Extract levels at doses of 0.8 and 1.2 mg/day (p&lt;0.05). Conclusion: There is an effect of administering tofu extract on weight loss in male white mice (Mus musculus).</em></p> Zakia Himmiliyani Shahrul Rahman Copyright (c) 2026 Zakia Himmiliyani, & Shahrul Rahman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 1 1007 1015 10.71456/jik.v5i1.2660 Efektivitas Terapi Relaksasi Benson terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Primipara Post Operasi Sectio Caesarea https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2437 <p>Nyeri pasca operasi <em>sectio caesarea</em> merupakan masalah yang sering dialami ibu primipara dan dapat menghambat proses pemulihan apabila tidak ditangani secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi Relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri pada pasien primipara post operasi <em>sectio caesarea</em>. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>pre-experimental</em> melalui desain <em>one group pretest-posttest</em>. Populasi penelitian berjumlah 39 pasien primipara post operasi <em>sectio caesarea</em> di RSUD Dr. Soedirman Kebumen, dengan sampel sebanyak 36 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS), <em>Standard Operating Procedure</em> terapi Relaksasi Benson, media audio, serta lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. <strong>Hasil penelitian</strong> menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri menurun dari 5,97 sebelum intervensi menjadi 2,17 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Z = -5,324 dengan <em>p-value</em> 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Kesimpulan</strong> penelitian ini adalah terapi Relaksasi Benson efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien primipara post operasi <em>sectio caesarea</em> dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping dalam praktik keperawatan.</p> Natasya Oktavia Wahyu Riyaningrum Copyright (c) 2026 Natasya Oktavia, & Wahyu Riyaningrum https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-26 2026-09-26 5 1 1016 1032 10.71456/jik.v5i1.2437 Gambaran Rasionalitas Penggunaan Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Kriteria Beers di RSUD Kabupaten Bekasi https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2595 <p>Diabetes melitus tipe 2 pada pasien geriatri memerlukan kehati-hatian karena perubahan fisiologis terkait usia dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang berpotensi tidak tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis rasionalitas penggunaan obat antidiabetik oral pada pasien geriatri diabetes melitus tipe 2 berdasarkan Kriteria Beers 2023 di RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif dilakukan menggunakan rekam medis pasien Poliklinik Penyakit Dalam periode Januari–Mei 2026. Seluruh 62 pasien yang memenuhi kriteria diikutkan melalui <em>total sampling</em>. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase. Mayoritas pasien berusia 65–69 tahun (66,1%), berjenis kelamin perempuan (71,0%), dan memiliki median usia 68 tahun (rentang 65–81 tahun). Dari 92 item obat antidiabetik oral, Metformin paling banyak digunakan (43,5%), diikuti Glimepiride (25,0%), Gliclazide (17,4%), Acarbose (12,0%), dan Gliquidone (2,2%). Berdasarkan pemetaan penelitian terhadap Kriteria Beers 2023, 81 dari 92 item obat (88,04%) teridentifikasi sebagai <em>potentially inappropriate medication</em>, terdiri atas Metformin yang memerlukan pertimbangan fungsi ginjal dan sulfonilurea yang memerlukan kehati-hatian terhadap hipoglikemia. Temuan ini menegaskan perlunya telaah obat terstruktur, pemantauan fungsi ginjal, dan pemantauan hipoglikemia pada pasien geriatri.</p> Naela Intan Fitriyani Ulyati Ulfah Nuzul Gyanata Adiwisastra Salma Hilmi Rusydi Hashim Copyright (c) 2026 Naela Intan Fitriyani, Ulyati Ulfah, Nuzul Gyanata Adiwisastra, & Salma Hilmi Rusydi Hashim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-28 2026-09-28 5 1 1033 1038 10.71456/jik.v5i1.2595 Uji Efektivitas Ekstrak Jintan Hitam (Nigella Sativa) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2532 <p>Latar Belakang: Luka bakar adalah masalah kesehatan yang signifikan dan serius. Mayoritas pasien yang mengalami luka bakar memerlukan waktu penyembuhan yang lama serta biaya yang besar untuk perawatan, pengobatan, dan pemulihan fungsi tubuh, baik dari segi rekonstruksi maupun estetika. Proses penyembuhan luka bakar meliputi fase hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan <em>remodeling </em>jaringan. Secara umum, terapi perawatan luka dibagi menjadi pengobatan modern dan tradisional. Kombinasi kedua pendekatan ini dapat memberikan hasil yang lebih baik<em>. Nigella sativa </em>telah dikenal sebagai tanaman obat sejak lama. Dalam pengobatan Islam, <em>Nigella sativa </em>disebut oleh Nabi Muhammad SAW sebagai obat untuk segala penyakit kecuali kematian. Hal ini juga disebutkan buku-buku agama lainnya terkait efek terapeutiknya. Tujuan : Mengatahui efektivitas minyak jintan hitam (<em>nigella sativa</em>) terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus dan membandingkan kecepatan dan kualitas penyembuhan luka bakar yang diobati dengan mintak jintan hitam dengan povidone iodine 10%. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post test controlled group design. Hasil : menunjukkan bahwa minyak jintan hitam lebih cepat dalam penyembuhan luka bakar dibandingkan povidone iodine 10% meskipun perbedaan waktu hampir tidak signifikan. Kesimpulan: Minyak jintan hitam dan Povidone Iodine 10% memiliki efektivitas yang hampir sama dalam mempercepat penyembuhan luka bakar pada tikus Jantan. Minyak jintan hitam dapat mempertimbangkan sebagai salah satu alternatif penyembuhan luka bakar</p> Nahda Sabitah Husni Ery Suhaymi Taufik Akbar Faried Lubis Arridha Hutami Putri Copyright (c) 2026 Nahda Sabitah Husni, Ery Suhaymi, Taufik Akbar Faried Lubis, & Arridha Hutami Putri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-28 2026-09-28 5 1 1039 1046 10.71456/jik.v5i1.2532 Hubungan Rasio Neutrofil, Limfosit dengan Skor Gensini pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSU Haji Medan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2789 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyakit jantung koroner merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya penumpukan plak atau polutan yang dapat menyebabkan obstruksi secara perlahan dan akan mempersempit satu atau lebih arteri koroner epikardial yang dibagi jadi 4, yaitu STEMI, NSTEMI, SAP dan UAP. Inflamasi berperan penting terhadap terjadinya aterosklerosis yang menyebabkan penyakit jantung koroner. Penanda inflamasi sistemik yang baik digunakan adalah <em>rasio neutrofil limfosit</em> (RNL). Stratifikasi digunakan untuk menilai tingkat keparahan. Demikian pula, pada Gensini skor, penilaian dilakukan dengan memberikan skor berdasarkan tingkat penyumbatan arteri koroner dan lokasi spesifik dari penyumbatan tersebut, yang kemudian digunakan untuk menentukan tingkat keparahan penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan rasio neutrofil limfosit dengan gensini skor pada pasien penyakit jantung koroner di RSU Haji Medan melibatkan 47 responden yang dirawat inap. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode observasional analitik dengan <em>desain cross sectional</em> menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien yaitu hasil laboratorium darah rutin dan gensini skor. <strong>Hasil</strong>: Dari penelitian ini didapatkan Gambaran nilai median rasio neutrofil limfosit pada pasien pjk kelompok derajat stenosis ringan-sedang sebesar 3,33 (1,47-4,93) dan median rasio neutrofil limfosit pada derajat keparahan berat sebesar 7,40 (6,08-12,57). Berdasarkan uji Koefisien Korelasi <em>Spearman Test</em>, didapatkan nilai <em>p value</em> = 0.000 (p value &lt;0.05) dan kekuatan korelasi 0.850 (hubungan sangat kuat). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara rasio neutrofil limfosit dengan Gensini skor pada pasien penyakit jantung koroner.</p> Muhammad Akbar Manurung Dedi Ansyari Copyright (c) 2026 Muhammad Akbar Manurung, & Dedi Ansyari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-28 2026-09-28 5 1 1047 1057 10.71456/jik.v5i1.2789 Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Guru di SD Swasta Al-Ulum Medan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2797 <p>Kinerja guru yang belum optimal masih menjadi salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan karena dapat mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran di sekolah. Stres kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru. Tingginya tuntutan pekerjaan, seperti kegiatan mengajar, penyusunan perangkat pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan tugas administratif dapat menyebabkan guru mengalami stres kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja guru di SD Swasta Al-Ulum Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 36 guru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner <em>Teacher Stress Inventory</em> (TSI) dan <em>Individual Work Performance Questionnaire</em> (IWPQ). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres kerja kategori sedang sebanyak 22 responden (61,1%) dan tingkat kinerja kategori rendah sebanyak 17 responden (47,2%). Hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,880 dengan p-value sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja guru di SD Swasta Al-Ulum Medan.</p> Meutia Hafni Indah Triana Wasiyem Ismail Salianto Tri Niswati Utami Copyright (c) 2026 Meutia Hafni Indah Triana, Wasiyem, Ismail, Salianto, & Tri Niswati Utami https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-28 2026-09-28 5 1 1058 1064 10.71456/jik.v5i1.2797 Pemanfaatan Media Edukasi Sosial Tiktok (Medsotik) dalam Meningkatkan Breastfeeding Self-Efficacy https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2799 <p><em>Breastfeeding self-efficacy</em> (BSE) adalah keyakinan ibu terhadap kemampuan dalam memulai, mempertahankan dan menghadapi hambatan dalam menyusui. Tujuan penelitian menganalisis pemanfaatan Media Edukasi Sosial TikTok (MEDSOTIK) dalam meningkatkan BSE ibu nifas di Klinik Pratama Azizah Bunten Barat, Kabupaten Sampang – Jawa Timur. Desain penelitian menggunakan<em> one-group pretest–posttest pre-experimental design</em> dengan 32 ibu nifas yang dipilih melalui <em>consecutive sampling</em>. Pengukuran tingkat BSE dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan <em>Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form</em> (BSE-SF). Analisis menggunakan <em>Wilcoxon Signed-Rank Test</em> dengan α=0.05. Hasil menunjukkan 84,4% responden mengalami peningkatan skor BSE, penurunan kategori rendah dari 25,0% menjadi 6,3% dan peningkatan kategori tinggi dari 25,0% menjadi 65,6%. Terdapat perbedaan signifikan skor BSE sebelum dan sesudah intervensi (p&lt;0,001). Pemanfaatan Media Edukasi Sosial TikTok berpotensi mendukung peningkatan BSE pada ibu nifas melalui edukasi audiovisual yang mudah diakses dan dipelajari kembali.</p> Nur Azizeh Zakkiyatus Zainiyah Eny Susanti M. Suhron Copyright (c) 2026 Nur Azizeh, Zakkiyatus Zainiyah, Eny Susanti, & M. Suhron https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-30 2026-09-30 5 1 1065 1077 10.71456/jik.v5i1.2799 Dampak Sikatrik pada Kornea https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2694 <p>Sikatrik kornea merupakan jaringan parut pada kornea yang menyebabkan berkurangnya kejernihan kornea dan dapat mengganggu fungsi penglihatan hingga menyebabkan kebutaan. Kondisi ini dapat terjadi akibat trauma pada mata, infeksi yang tidak tertangani dengan baik, penggunaan lensa kontak yang tidak tepat, serta penggunaan obat tetes mata tertentu secara tidak terkontrol. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sikatrik kornea berdasarkan berbagai literatur dengan menelaah penyebab, dampaknya terhadap fungsi penglihatan, upaya pencegahan, serta penatalaksanaannya. Kajian dilakukan menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis deskriptif melalui pengumpulan dan penelaahan informasi yang bersumber dari buku, jurnal, catatan ilmiah, dan laporan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat gangguan penglihatan akibat sikatrik kornea dipengaruhi oleh lokasi, luas, dan tingkat kekeruhan jaringan parut pada kornea. Sikatrik yang melibatkan area pusat kornea dapat menyebabkan penurunan tajam penglihatan yang lebih berat, sedangkan sikatrik di bagian perifer cenderung memberikan dampak yang lebih ringan. Pencegahan dapat dilakukan melalui penanganan infeksi secara tepat, penggunaan lensa kontak dan obat tetes mata sesuai aturan, serta perlindungan mata dari risiko trauma. Pada sikatrik kornea berat yang telah mengganggu penglihatan, keratoplasti atau pencangkokan kornea menjadi pilihan penatalaksanaan untuk mengembalikan fungsi kornea, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan ketersediaan donor kornea.</p> Mohamad Wahyu Budiana Opep Cahya Nugraha Copyright (c) 2026 Mohamad Wahyu Budiana, & Opep Cahya Nurgaha https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-30 2026-09-30 5 1 1078 1094 10.71456/jik.v5i1.2694 Kejadian Potentially Inappropriate Medications (PIMs) Berdasarkan Beers Criteria 2023 dan Efek Samping Obat pada Pasien Lansia di RSU Pku Muhammadiyah Delanggu https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2800 <p>Peningkatan populasi lanjut usia disertai meningkatnya prevalensi penyakit kronis yang mendorong terjadinya polifarmasi serta meningkatkan risiko penggunaan <em>Potentially Inappropriate Medications</em> (PIMs) dan efek samping obat (ESO). Identifikasi PIMs berdasarkan <em>Beers Criteria</em> 2023 dan evaluasi kausalitas ESO penting untuk meningkatkan keamanan terapi pada pasien lansia. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui gambaran penggunaan PIMs berdasarkan <em>Beers Criteria</em> 2023 serta menganalisis kejadian dan kausalitas ESO pada pasien lansia rawat jalan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu. <strong>Metode</strong>: Penelitian kuantitatif observasional non-eksperimental dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> pada 98 pasien lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan <em>accidental sampling</em> selama Maret–Juli 2026. PIMs diidentifikasi dari rekam medis menggunakan <em>Beers Criteria</em> 2023, sedangkan ESO dinilai melalui wawancara dan dianalisis menggunakan Algoritma Naranjo. <strong>Hasil</strong>: Sebanyak&nbsp; pasien (90%) menggunakan ≥5 jenis obat dan 34 pasien (35%) menerima sedikitnya satu PIM. Mayoritas pasien menerima 2 PIMs, yaitu 20 pasien 20%), 3 PIMs, yaitu 7 pasien (7%), dan 4 PIMs yaitu 3 pasien (3%). ESO ditemukan pada 8 pasien (8,16%); sebanyak 7 pasien (87,5%) di antaranya menerima PIMs. Manifestasi ESO meliputi pusing, jantung berdebar, mulut kering, nyeri perut, dan batuk kering. Berdasarkan Algoritma Naranjo, seluruh kasus tergolong <em>possible</em> dengan skor 2-4. <strong>Kesimpulan</strong>: Kejadian PIMs pada pasien lansia tergolong tinggi, sedangkan ESO ditemukan pada sebagian kecil pasien dan mayoritas terjadi pada pasien yang menerima PIMs. Penerapan <em>Beers Criteria</em> 2023, reviu regimen obat, serta pemantauan terapi secara berkala diperlukan untuk meningkatkan keamanan penggunaan obat pada pasien lansia.</p> Meisya Rushayna Azzahra Putri Vivin Marwiyati Rahmat Hidayat Copyright (c) 2026 Meisya Rushayna Azzahra Putri, Vivin Marwiyati, & Rahmat Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-30 2026-09-30 5 1 1095 1106 10.71456/jik.v5i1.2800 Efektivitas Media Kartu Flashcard, Leaflet, Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Isi Piringku pada Anak SD https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2510 <p>Pemenuhan kebutuhan gizi anak usia sekolah merupakan faktor penting dalam menunjang kesehatan dan prestasi akademik mereka, terlebih untuk anak sekolah yang hampir menghabiskan waktu seluruh kesehariannya disekolah. Salah satu bentuk edukasi tentang gizi seimbang yang diperkenalkan pemerintah Indonesia adalah program Isi Piringku. Program ini berfungsi sebagai panduan makan yang menekankan konsumsi makanan secara seimbang dalam setiap porsi. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami seberapa besar pengaruh media edukasi Leaflet, Video Audiovisual, dan <em>Game</em> mengingat posisi kartu menggunakan kartu flashcard dalam menyampaikan konsep gizi seimbang dan mendorong perubahan perilaku makan sehat pada anak. Melalui pendekatan ini, penelitian ingin mengidentifikasi media yang paling efektif sehingga dapat dijadikan model edukasi gizi di sekolah-sekolah dasar. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan antara <em>pretest </em>dan<em> postest</em> yang dilakukan pada ke-3 media (p &lt; 0,05), sedangkan perubahan sikap secara signifikan hanya terjadi pada pemberian media Leaflet dan Video (p &lt; 0,05), Uji Kruskal-Wallis yang dilakukan juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara ke-3 media edukasi (p &gt; 0,05).</p> Indrawiananda Nur Sandrina Ratih Kurniasari Eka Andriani Copyright (c) 2026 Indrawiananda Nur Sandrina, Ratih Kurniasari, & Eka Andriani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-30 2026-09-30 5 1 1107 1114 10.71456/jik.v5i1.2510 Sistem Rujukan Spesimen dan Pelaksanaan Pemeriksaan Viral Load HIV di Kota Padang https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2607 <p>Pemeriksaan <em>viral load</em> merupakan bagian penting dalam pemantauan terapi antiretroviral pada orang dengan HIV. Kelancaran pemeriksaan berkaitan dengan ketersediaan fasilitas laboratorium, tetapi juga oleh sistem rujukan spesimen, kualitas spesimen, transportasi, dan kesiapan laboratorium rujukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem rujukan spesimen dan pelaksanaan pemeriksaan laboratorium <em>viral load</em> pada orang dengan HIV yang menjalani terapi antiretroviral di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada Puskesmas Seberang Padang, Puskesmas Pauh, dan laboratorium rujukan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengiriman rutin spesimen dilakukan oleh tim puskesmas, sedangkan kurir digunakan pada kondisi tertentu. Ditemukan spesimen dengan volume kurang, lisis, atau lipemik yang memerlukan pengambilan ulang. Spesimen juga tidak selalu langsung diperiksa karena menunggu jumlah yang diperlukan untuk pemeriksaan. Keterbatasan reagen dan kerusakan alat pernah menyebabkan pemeriksaan tertunda, sedangkan pemeriksaan dapat dialihkan ke laboratorium lain ketika alat mengalami gangguan. <em>Quality control</em> tetap dilakukan dan hasil divalidasi sebelum dikeluarkan. Sistem rujukan dan pemeriksaan telah berjalan, tetapi kelancaran pemeriksaan masih dipengaruhi oleh kualitas spesimen, waktu tunggu, ketersediaan reagen, dan kondisi alat. Penguatan pengelolaan spesimen, koordinasi rujukan, ketersediaan reagen, pemeliharaan alat, dan mekanisme pemeriksaan alternatif diperlukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan.</p> Bella Putri Erwina Ade Suzana Eka Putri Yessy Markolinda Copyright (c) 2026 Bella Putri Erwina, Ade Suzana Eka Putri,Yessy Markolinda https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-09-30 2026-09-30 5 1 1115 1123 10.71456/jik.v5i1.2607 Peran Regulasi Emosi terhadap Toxic Online Disinhibition pada Remaja Pengguna Media Sosial https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2621 <p>Penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja dapat mendorong munculnya <em>toxic online disinhibition</em>, yaitu kecenderungan individu menunjukkan perilaku negatif, agresif, impulsif, dan kurang terkontrol ketika berinteraksi di ruang media sosial. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan terhadap perilaku tersebut adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran regulasi emosi yang terdiri atas <em>cognitive reappraisal</em> dan <em>expressive suppression</em> terhadap <em>toxic online disinhibition</em> pada remaja pengguna media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 389 remaja berusia 13–18 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Regulasi emosi diukur menggunakan <em>Emotion Regulation Questionnaire</em> (ERQ), sedangkan <em>toxic online disinhibition</em> diukur menggunakan skala <em>Toxic Online Disinhibition.</em> Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cognitive reappraisal dan expressive suppression secara simultan berperan signifikan terhadap <em>toxic online disinhibition</em>, dengan nilai F(2,386) = 33,752; p &lt; 0,001 dan R² = 0,149. Hal ini menunjukkan bahwa kedua strategi regulasi emosi secara bersama-sama mampu menjelaskan 14,9% variasi toxic online disinhibition. Secara parsial<em>, cognitive reappraisal</em> tidak berperan signifikan terhadap <em>toxic online disinhibition</em> (β = −0,089; p = 0,133), sedangkan <em>expressive suppression</em> berperan positif dan signifikan (β = 0,433; p &lt; 0,001). Dengan demikian, semakin tinggi kecenderungan remaja menggunakan <em>expressive suppression</em>, semakin tinggi pula kecenderungan munculnya <em>toxic online disinhibition</em>.</p> Tsara Nafisah Azzahra Kamalia Copyright (c) 2026 Tsara Nafisah Azzahra, & Kamalia https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-01 2026-10-01 5 1 1124 1132 10.71456/jik.v5i1.2621 The Effect of Wet Cupping Therapy on Changes in Motor Quality in Post-Stroke Patients at the Medan City Cupping Clinic https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2663 <p><em><strong>Introduction</strong>: Stroke can cause motor disorders that impact the patient's quality of life. Wet cupping therapy is believed to improve blood circulation and accelerate motor recovery. <strong>Objective:</strong> To determine the effect of cupping therapy on changes in motor quality in post-stroke patients at the Medan City Cupping Clinic. <strong>Method:</strong> This study is a descriptive analytical study conducted by observation. The number of samples was 16 people. The sampling technique was purposive sampling. Data processing used the SPSS statistical application using the T-test (p &lt;0.05). <strong>Results: </strong>Based on the results of the T-test statistical test, the p value was obtained = &gt; 0.05 (p &lt;0.05). Conclusion: There was a reaction to changes in motor strength in post-stroke patients after cupping but it was not statistically significant.</em></p> Arina Husna Harahap Hendra Sutysna Copyright (c) 2026 Arina Husna Harahap, & Hendra Sutysna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-01 2026-10-01 5 1 1133 1141 10.71456/jik.v5i1.2663 Risk Factors for Surgical Site Infection in Post-Laparatomy Surgery Patients at Panyabungan Regional Hospital https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2681 <p><em>Introduction: Surgical Site Infection (SSI) is an infection that occurs when microorganisms from the skin, other body parts, or the environment enter the incision that occurs within 30 days after surgery, and if there is an implant, infection can occur up to one year after surgery. This infection is characterized by the presence of pus, inflammation, swelling, pain, and a burning sensation. In a fairly wide abdominal wall, the risk of infection, especially post-surgical wound infection, increases. Objective: To identify risk factors that contribute to the incidence of surgical site infection in patients undergoing laparotomy surgery at Panyabungan Regional Hospital. Method: This study is an observational analytical study with a cross-sectional design by identifying risk factors associated with the incidence of surgical site infection (SSI) in surgical patients undergoing laparotomy surgery. Results: There is no relationship between age, gender, and medical conditions of post-laparotomy patients at Panyabungan Regional Hospital with the incidence of surgical site infection experienced by patients. This is evidenced by the results of statistical test numbers that are greater than the p value of each test performed. The incidence of surgical site infections at Panyabungan Regional Hospital is quite small.</em></p> Siti Nurhaliza Nasution Heri Gunanti Surbakti Copyright (c) 2026 Siti Nurhaliza Nasution, & Heri Gunanti Surbakti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-01 2026-10-01 5 1 1142 1147 10.71456/jik.v5i1.2681 Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Keputihan (Fluor albus) pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Nuruddin Tahun 2026 https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2783 <p>Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat berkaitan dengan kebersihan organ reproduksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun kemangi (<em>Ocimum basilicum</em>) terhadap keputihan pada remaja putri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>quasi-experiment</em> dan rancangan <em>one-group pretest-posttest</em>. Populasi dan sampel berjumlah 40 remaja putri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Nuruddin yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, SOP intervensi, dan kuesioner keputihan yang valid dan reliabel. Intervensi diberikan selama 7 hari dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi terdapat 35 responden (87,5%) dengan keputihan abnormal, sedangkan setelah intervensi menjadi 12 responden (30%). Uji Wilcoxon menunjukkan Z = -5,558 dan p = 0,001. Kesimpulannya, terdapat perbedaan kondisi keputihan sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun kemangi pada remaja putri.</p> Agriyaningsih Oktaviana Hadi Leni Halimatusyadiah Filda Fairuza Hera Puspita Sari Copyright (c) 2026 Agriyaningsih Oktaviana Hadi, Leni Halimatusyadiah, Filda Fairuza, & Hera Puspita Sari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-01 2026-10-01 5 1 1148 1157 10.71456/jik.v5i1.2783 Hubungan Perilaku Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Nelayan di Desa Pasar Terandam Kecamatan Barus Tapanuli Tengah https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2814 <p>Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang sering dihadapi oleh nelayan. Kondisi lingkungan kerja yang berisiko, penggunaan peralatan kerja, cuaca yang berubah-ubah, serta perilaku kerja yang tidak aman dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada nelayan di Desa Pasar Terandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 100 nelayan yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerapkan perilaku kerja aman, yaitu sebanyak 54 responden (54,0%), sedangkan 46 responden (46,0%) menerapkan perilaku kerja tidak aman. Sebanyak 69 responden (69,0%) pernah mengalami kecelakaan kerja dan 31 responden (31,0%) tidak pernah mengalami kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai p-<em>value</em> = 0,022. Nilai <em>Prevalence Ratio</em> sebesar 1,357 dengan 95% CI 1,043–1,766 menunjukkan bahwa nelayan dengan perilaku kerja tidak aman memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan kerja dibandingkan nelayan dengan perilaku kerja aman. Oleh karena itu, penerapan perilaku kerja aman perlu ditingkatkan melalui edukasi keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pengawasan terhadap praktik kerja nelayan.</p> Rahel Navilia Sihite Tri Niswati Utami Meutia Nanda Syafran Arrazy Ismail Copyright (c) 2026 Rahel Navilia Sihite, Tri Niswati Utami, Meutia Nanda, Syafran Arrazy, & Ismail https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-02 2026-10-02 5 1 1158 1163 10.71456/jik.v5i1.2814 Hubungan Ketidakhadiran Ayah (Fatherless) dengan Perilaku Merokok di SMK Terpadu Al-Farabi Kecamatan Sunggal https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2815 <p>Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat karena dapat berkembang menjadi kebiasaan yang menetap dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Ketidakhadiran ayah (<em>fatherless</em>) dipandang sebagai kondisi rendahnya kehadiran atau keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang berpotensi memengaruhi pembentukan perilaku kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan ketidakhadiran ayah (<em>fatherless</em>) dengan perilaku merokok pada siswa SMK Terpadu Al-Farabi Kecamatan Sunggal. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 87 remaja putra kelas X dan XI dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Sebagian besar responden memiliki tingkat <em>fatherless</em> rendah, yaitu 50 orang (57,5%), sedangkan 37 orang (42,5%) berada pada kategori tinggi. Perilaku merokok sebagian besar berada pada kategori rendah, yaitu 60 orang (69,0%), sedangkan 27 orang (31,0%) berada pada kategori tinggi. Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara <em>fatherless</em> dan perilaku merokok dengan <em>p-value</em> 0,005. Responden dengan <em>fatherless</em> tinggi memiliki peluang 4,316 kali lebih besar untuk menunjukkan perilaku merokok tinggi dibandingkan responden dengan <em>fatherless</em> rendah (95% CI 1,640–11,357). Temuan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan ayah, pengawasan keluarga, dan penguatan promosi kesehatan remaja dalam pencegahan perilaku merokok.</p> Rizki Yani Purba Salianto Kasron Nasution Eliska Wasiyem Copyright (c) 2026 Rizki Yani Purba, Salianto, Kasron Nasution, Eliska, & Wasiyem https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-02 2026-10-02 5 1 1164 1170 10.71456/jik.v5i1.2815 Hubungan Perilaku Personal Hygiene dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Keluhan Penyakit Kulit pada Petugas Pengangkut Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Bola Kota Padangsidimpuan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2817 <p>Penyakit kulit adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dialami petugas pengangkut sampah, terutama karena paparan langsung terhadap sampah dan lingkungan kerja yang berisiko. Praktik <em>personal hygiene</em> dan kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) diduga berkaitan dengan timbulnya keluhan penyakit kulit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku <em>personal hygiene</em> dan penggunaan APD dengan keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Bola Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 98 petugas pengangkut sampah di TPA Batu Bola, Kota Padangsidimpuan dengan sampel sebanyak 80 responden ditentukan dengan rumus <em>Lemeshow</em> dan dipilih melalui teknik <em>sampling insidental</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis dengan uji <em>Chi-Square</em> dan perhitungan <em>Prevalence Ratio</em> (PR) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara <em>personal hygiene</em> dan keluhan penyakit kulit (p=0,039; PR=1,239; 95% CI: 1,030–1,490), serta hubungan antara penggunaan APD dan keluhan penyakit kulit (p=0,000; PR=3,007; 95% CI: 1,327–6,816). Disimpulkan bahwa <em>personal hygiene</em> dan penggunaan APD berhubungan dengan keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah di TPA Batu Bola Kota Padangsidimpuan. Disarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup agar meningkatkan pengawasan penggunaan APD serta memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan <em>personal hygiene</em> secara rutin untuk mengurangi risiko keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah.</p> Septiani Rizka Fadilla Yulia Khairina Ashar Delfriana Ayu Astuty Copyright (c) 2026 Septiani Rizka Fadilla, Yulia Khairina Ashar, & Delfriana Ayu Astuty https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-02 2026-10-02 5 1 1171 1180 10.71456/jik.v5i1.2817 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Dysmenorrhea Primer pada Siswi SMA Negeri 1 Barusjahe Kabupaten Karo https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2820 <p><em>Dysmenorrhea</em> merupakan masalah yang sering terjadi selama menstruasi pada remaja perempuan dan dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka, termasuk kehadiran di sekolah. Di Indonesia, angka kejadian dismenore mencapai 64,25%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan <em>Dysmenorrhea primer</em> pada siswi SMA Negeri 1 Barusjahe. Penelitian menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan 106 siswi. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji <em>Chi-square</em>, dan multivariat dengan regresi logistik. Sebanyak 98 siswi (92,5%) mengalami <em>Dysmenorrhea primer</em>. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang berarti antara <em>Dysmenorrhea primer</em> dan lama menstruasi (p=0,011), status gizi (p=0,021), serta kualitas tidur (p=0,018). Namun, tingkat stres tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan <em>dismenore primer</em> (p=0,238). Analisis multivariat menunjukkan kualitas tidur, dengan nilai Exp(B) sebesar 8,507 merupakan faktor yang paling berhubungan dengan <em>Dysmenorrhea primer</em>. Lama menstruasi, status gizi, dan kualitas tidur merupakan faktor yang berhubungan dengan <em>Dysmenorrhea primer</em> pada siswi SMA Negeri 1 Barusjahe, di mana kualitas tidur menjadi faktor yang paling dominan.</p> Nency Utami Br Barus Delfriana Ayu Astuty Irwansyah Nurhayati Dewi Agustina Copyright (c) 2026 Nency Utami Br Barus, Delfriana Ayu Astuty, Irwansyah, Nurhayati, & Dewi Agustina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-02 2026-10-02 5 1 1181 1191 10.71456/jik.v5i1.2820 Hubungan Postur Kerja dan Durasi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja bagian Penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Laundry di Kota Binjai https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2821 <p>Pekerjaan pada bagian penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah <em>laundry</em> memiliki aktivitas berulang, durasi kerja relatif lama, dan postur kerja tidak ergonomis yang berisiko menimbulkan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) pada pekerja bagian penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah <em>laundry</em> di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Postur kerja dinilai menggunakan <em>Rapid Entire Body Assessment</em> (REBA), sedangkan keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) diukur menggunakan <em>Nordic Body Map</em> (NBM). Sampel berjumlah 121 pekerja yang dipilih menggunakan teknik <em>proportionate stratified</em> random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki postur kerja berisiko, durasi kerja tidak normal, dan mengalami keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs). <em>Uji Chi-Square</em> menunjukkan hubungan signifikan antara postur kerja dengan keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) (p = 0,007) dan durasi kerja dengan keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) (p = 0,015). Pekerja dengan postur kerja berisiko memiliki prevalensi keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs) 1,615 kali lebih tinggi (PR = 1,615; 95% CI = 1,113–2,344), sedangkan pekerja dengan durasi kerja tidak normal memiliki prevalensi 1,510 kali lebih tinggi (PR = 1,510; 95% CI = 1,068–2,135). Penerapan ergonomi melalui perbaikan postur, pengaturan durasi kerja, dan pemberian waktu istirahat diperlukan untuk mengurangi keluhan <em>Musculoskeletal Disorders</em> (MSDs). Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian dari amanah dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.</p> M. Hadin Zakwan Nadya Ulfa Tanjung Eliska Wahyudi Nurhanifah Copyright (c) 2026 M. Hadin Zakwan, Nadya Ulfa Tanjung, Eliska, Wahyudi, & Nurhanifah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-02 2026-10-02 5 1 1192 1202 10.71456/jik.v5i1.2821 Diet Dash (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dan Skrining Kesehatan pada Lansia dalam Mengontrol Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kenangan https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2819 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita oleh kelompok lanjut usia (lansia) dan sering disebut sebagai <em>silent killer</em> karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal apabila tidak dikontrol dengan baik. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang terbukti efektif dalam mengontrol tekanan darah adalah penerapan pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (Diet DASH). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia dalam mengontrol hipertensi melalui edukasi diet DASH, serta melakukan skrining kesehatan berupa pengukuran tekanan darah pada lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Kenangan, Kota Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 20 responden lansia dan pra lansia yang diberikan skrining tekanan darah, pre-test, edukasi interaktif tentang diet DASH dan pengontrolan hipertensi, serta post-test. Hasil skrining menunjukkan hanya 15% responden memiliki tekanan darah normal, sedangkan 65% berada pada kategori hipertensi derajat 1 dan derajat 2. Hasil kegiatan juga menunjukkan peningkatan pengetahuan responden tentang diet DASH dan pengontrolan hipertensi, dengan proporsi kategori baik meningkat dari 20% menjadi 70% setelah diberikan edukasi. Kesimpulannya, edukasi diet DASH yang disertai skrining kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan lansia dalam mengontrol hipertensi, sehingga perlu terus dilaksanakan secara rutin melalui posyandu lansia dan puskesmas sebagai upaya promotif dan preventif dalam menekan angka kejadian hipertensi tidak terkontrol pada kelompok lanjut usia.</p> <p>&nbsp;</p> Aditya Sofyansyah Hermaya Muhammad Zihni Baihaqi Berkah Tania Sawitri Pasaribu Salsabila Lukman Rahmah Filzah Pinta Pudiyanti Siregar Nurhayati Copyright (c) 2026 Aditya Sofyansyah Hermaya, Muhammad Zihni Baihaqi, Berkah Tania Sawitri Pasaribu, Salsabila Lukman, Rahmah Filzah, Pinta Pudiyanti Siregar, & Nurhayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 5 1 1203 1211 10.71456/jik.v5i1.2819 Pengaruh Terapi Bekam terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2811 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Hipertensi pada lansia merupakan kondisi yang berpotensi menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan beban biaya kesehatan akibat tingginya biaya pengobatan tahunan. Upaya penurunan tekanan darah di masyarakat masih berfokus pada terapi farmakologis, sedangkan pendekatan non-farmakologis seperti terapi bekam basah belum diterapkan secara rutin, padahal terapi ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat dalam pengelolaan hipertensi. Terapi bekam basah dinilai aman, nyaman, dan dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer di masyarakat. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia penderita hipertensi di Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental <em>one-group pre-posttest</em>. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang berjumlah 30 orang. Sampel yang diperoleh melalui teknik <em>non-probability purposive sampling</em> adalah 18 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan <em>sphygmomanometer</em> untuk mengukur tekanan darah. Data yang diperoleh diolah, dianalisis, dan disajikan dalam bentuk nilai rata-rata tekanan darah. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Ranks</em>. <strong>Hasil</strong>: Penelitian menunjukkan nilai α &lt;0,001 (&lt;0,05) baik untuk tekanan sistolik maupun diastolik, yang mengindikasikan bahwa terapi bekam berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi. Nilai Z-score sistolik sebesar -5,252 dan Z-score diastolik sebesar -5,258 menunjukkan bahwa semakin sering dan lama terapi bekam dilakukan, semakin rendah tekanan darah yang dihasilkan. <strong>Kesimpulan</strong>: Mengingat adanya pengaruh tersebut, terapi bekam sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Perawat perlu terus memberikan edukasi dan motivasi terkait pelaksanaan terapi bekam di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.</p> Nindawi Prastomo Suhendro Arif Rahman Hakim Ira Wulandari Copyright (c) 2026 Nindawi, Prastomo Suhendro, Arif Rahman Hakim, & Ira Wulandari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 5 1 1212 1226 10.71456/jik.v5i1.2811 Pengaruh Terapi Bekam (Wet Cupping) terhadap Perbaikan Kualitas Sensorik pada Pasien Pasca Stroke https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2827 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien, termasuk gangguan kualitas sensorik. Ada&nbsp; beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit stroke yaitu hipertensi, diabetes dan gangguan irama jantung. Setelah serangan stroke berakhir maka pasien berada pada fase pasca stroke. Pada umumnya penderita stroke mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang yang dapat menimbulkan efek samping seperti mual-muntah dan perdarahan internal. Untuk menghindari efek tersebut maka upaya tatalaksana non farmakologi ialah terapi bekam. Bekam ialah memantik (mengeluarkan) darah dari badan orang (dengan menelungkupkan mangkuk panas pada kulit menjadi bengkak kemudian digores dengan benda tajam supaya darahnya keluar). Terapi bekam dapat membantu meredakan nyeri, kaku dan melancarkan sirkulasi darah. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui hubungan perbaikan pada kualitas sensorik raba, nyeri superficial, dan sensasi nyeri atau nyeri dalam atau nyeri tekan. <strong>Metode: </strong>Penelitian yang digunakan ialah analitik komparatif yang dilakukan secara observasional, dengan menggunakan desain penelitian pendekatan studi cohort prospektif dan diamati efek yang terjadi pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding dengan membandingkan pre-post test. <strong>Hasil:</strong> pada penelitian ini terdapat 10 responden laki-laki dan 6 responden perempuan kemudian dijumpai bahwa bekam basah memiliki pengaruh perbaikan kualitas sensorik raba dan nyeri dalam atau nyeri tekan. <strong>Kesimpulan:</strong> bahwa bekam basah memiliki pengaruh dalam perbaikan kualitas sensorik raba, nyeri superfisial dan nyeri dalam atau nyeri tekan.</p> <p>&nbsp;</p> Rafly Divarsyah Dicky Putra Hendra Sutysna Copyright (c) 2026 Rafly Divarsyah Dicky Putra, & Hendra Sutysna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 5 1 1227 1233 10.71456/jik.v5i1.2827 Hubungan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Melitus pada Remaja Kelas VIII di SMP Negeri 5 Pasar Kemis https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2647 <p>Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga menjadi perhatian pada kelompok remaja. Pola makan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dengan risiko diabetes melitus pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 5 Pasar Kemis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian berjumlah 317 siswa kelas VIII. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% sehingga diperoleh 177 responden, kemudian ditambahkan cadangan 10% sebanyak 18 responden sehingga jumlah sampel menjadi 195 responden. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik <em>quota sampling</em> dengan berkoordinasi dengan ketua kelas untuk menentukan responden sesuai kuota yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian menggunakan <em>Food Frequency Questionnaire</em> (FFQ) untuk mengukur pola makan dan <em>Finnish Diabetes Risk Score</em> (FINDRISC) untuk mengukur risiko diabetes melitus. Analisis bivariat menggunakan uji <em>Spearman Rank</em> dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pola makan buruk sebanyak 100 responden (51,3%) dan risiko diabetes melitus rendah sebanyak 99 responden (50,8%). Hasil uji <em>Spearman Rank</em> menunjukkan p=0,030 (&lt;0,05) dengan koefisien korelasi r=-0,155 yang menunjukkan hubungan sangat rendah dengan arah negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola makan dengan risiko diabetes melitus pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 5 Pasar Kemis Tahun 2026</p> Nur Latifah Rangga Saputra M. Martono Diel Copyright (c) 2026 Nur Latifah, Rangga Saputra, & M. Martono Diel https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 5 1 1234 1240 10.71456/jik.v5i1.2647 Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Sanitasi Lingkungan untuk Pencegahan Stunting pada Masyarakat https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2796 <p>Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga dengan air, sanitasi, higiene, dan perilaku kesehatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap sanitasi lingkungan untuk pencegahan stunting serta menggambarkan keterkaitannya dengan praktik pada masyarakat. Penelitian menggunakan desain observasional analitik potong lintang melalui analisis data kuesioner satu kali pada 32 responden di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah, Kota Padang. Skor pengetahuan dan sikap yang berdistribusi normal dianalisis dengan korelasi Pearson, sedangkan hubungan yang melibatkan skor praktik dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hubungan pengetahuan dengan sikap diuji lebih lanjut menggunakan regresi linear dengan bootstrap 5.000 replikasi. Pengetahuan berkorelasi positif sedang dengan sikap (r=0,512; p=0,003), sedangkan pengetahuan tidak berkorelasi dengan praktik (ρ=0,151; p=0,409) dan sikap tidak berkorelasi dengan praktik (ρ=-0,025; p=0,894). Setiap peningkatan satu poin skor pengetahuan berhubungan dengan peningkatan 1,05 poin skor sikap (B=1,047; β=0,512; 95% CI: 0,421-1,674; p=0,001), dengan R²=0,262. Pengetahuan yang lebih tinggi berhubungan dengan sikap sanitasi lingkungan yang lebih positif, tetapi hubungan tersebut tidak terlihat pada praktik yang dilaporkan.</p> Vebby Amellia Edwin Riyana Husna Welly Deri Andika Putra Nurlelasari Harahap Copyright (c) 2026 Vebby Amellia Edwin, Riyana Husna, Welly, Deri Andika Putra, & Nurlelasari Harahap https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-05 2026-10-05 5 1 1241 1247 10.71456/jik.v5i1.2796 Skrining Antibodi Toxoplasma gondii pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Trauma Center Kota Samarinda https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2810 <p>Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh <em>Toxoplasma gondii</em> (<em>T. gondii</em>) dan perlu mendapat perhatian selama kehamilan karena dapat berdampak terhadap kesehatan janin. Pemeriksaan antibodi Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM) digunakan untuk menggambarkan status serologis dan riwayat paparan <em>T. gondii</em>. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik, riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan antibodi <em>T. gondii</em>, serta distribusi IgG berdasarkan kategori risiko paparan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 30 ibu hamil yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Pemeriksaan antibodi dilakukan menggunakan metode imunokromatografi dengan <em>Rapid Diagnostic Test</em> (RDT) Dalf Toxo IgG/IgM. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif dengan distribusi frekuensi, persentase, dan tabulasi silang. Hasil menunjukkan seluruh responden (100%) memiliki IgM negatif, sedangkan 8 responden (27%) memiliki IgG positif dan 22 responden (73%) IgG negatif. Mayoritas responden berusia 20–35 tahun, berpendidikan tinggi, tidak bekerja, tidak memiliki riwayat keguguran, dan berada pada trimester II. Berdasarkan kategori risiko paparan, konsumsi makanan dan minuman didominasi kategori tidak berisiko (63%), faktor lingkungan didominasi kategori berisiko (53%), seluruh responden berada dalam kategori tidak berisiko pada <em>personal hygiene</em> (100%), sedangkan kepemilikan atau kontak dengan hewan peliharaan didominasi kategori berisiko (93%). Hasil IgG positif menunjukkan adanya antibodi terhadap <em>T. gondii</em> yang konsisten dengan kemungkinan paparan sebelumnya, tetapi tidak dapat menentukan waktu maupun sumber paparan. Penelitian ini memberikan gambaran status antibodi <em>T. gondii</em> sebagai data dasar untuk mendukung edukasi dan pencegahan toksoplasmosis.</p> Alya Fanisa Safitri Tiara Dini Harlita Sresta Azahra Dini Indo Virawati Copyright (c) 2026 Alya Fanisa Safitri, Tiara Dini Harlita, Sresta Azahra, & Dini Indo Virawati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-06 2026-10-06 5 1 1248 1261 10.71456/jik.v5i1.2810 Hubungan Emotional Intelligence dengan Academic Anxiety dalam Menghadapi Ujian Osce Mahasiswa Angkatan 2024 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang https://yptb.org/index.php/jik/article/view/2822 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Mahasiswa kedokteran menghadapi beban akademik dan tuntutan praktik klinis yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan kecemasan ketika menghadapi ujian <em>Objective Structured Clinical Examination</em> (OSCE). Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi dan performa akademik. <em>Emotional intelligence</em> diduga berperan dalam membantu pengelolaan emosi secara adaptif sehingga mampu menurunkan kecemasan akademik. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif observasional analitik pendekatan <em>cross-sectional</em> dilakukan pada mahasiswa angkatan 2024 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Instrumen yang dipergunakan yakni <em>Wong and Law Emotional Intelligence Scale</em> (WLEIS) dan <em>Test Anxiety Inventory–German</em> (TAI-G). Analisis data memanfaatkan uji korelasi <em>Spearman Rank</em>. <strong>Hasil:</strong> Terdapat 67,6% mahasiswa memiliki tingkat <em>emotional intelligence</em> sangat tinggi dan 81,4% memiliki <em>academic anxiety</em> rendah. Hasil uji menunjukkan adanya hubungan signifikan antara <em>emotional intelligence</em> dan <em>academic anxiety</em> dalam menghadapi ujian OSCE (p &lt; 0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Semakin tinggi <em>emotional intelligence</em>, semakin rendah <em>academic anxiety</em> mahasiswa dalam menghadapi ujian OSCE.</p> Aditya Wardana Suprihartini Ika Dyah Kurniati Copyright (c) 2026 Aditya Wardana, Suprihartini, & Ika Dyah Kurniati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-10-06 2026-10-06 5 1 1262 1268 10.71456/jik.v5i1.2822