Kajian Efisiensi Air Saluran Tersier D.I.R Sianggantung
DOI:
https://doi.org/10.71456/jimt.v2i2.1600Kata Kunci:
Efisiensi, Saluran Tersier, D.I.R SianggatungAbstrak
Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Sektor ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi sebagian besar penduduk di Indonesia. Salah satu faktor kunci dalam mendukung produktivitas pertanian adalah ketersediaan air yang mencukupi. Kebutuhan air untuk tanaman pertanian, khususnya padi, sebagian besar dipenuhi melalui sistem irigasi. Oleh karena itu, pengelolaan irigasi yang efektif dan efisien menjadi hal yang sangat penting agar produksi pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan. Efisiensi saluran irigasi adalah suatu daya upaya pemakaian yang benar-benar sesuai bagi keperluan budidaya tanaman dengan jumlah debit air yang tersedia atau dialirkan sarnpai ke lahan-lahan pertanian, sehingga perturnbuhan tanaman dapat terjarnin dengan baik, dengan mencukupkan air pengairan yang tersedia. Kajian Efisiensi Air saluran Tersier D.I.R Sianggatung pada saluran tersier 81, 68 %.
Referensi
Andi kartika Sari. (2019). Analisis Kebutuhan Air Irigasi Untuk Lahan Persawahan Dusun To’Pongo Desa Awo Gading Kecamatan Lamasi. Pena Teknik: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik Volume 4, Nomor 1, Maret 2019: 47 – 51
Anggrahini. (2004). Hidrolika Saluran Terbuka. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Institut Teknologi 10 November, Surabaya.
Chow, V. T. (1998). Hidraulika Saluran Terbuka. Erlangga, Jakarta.
Direktorat Jenderal Pengairan. (1986). Standar Bangunan Irigasi, Jakarta.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air (2009). Pedoman teknis Pengembangan Usahatani Konservasi Lahan Terpadu (PUKLT) Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air.
Direktorat Jendral Departemen Pekerjaan Umum. (1986). Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan 01. Badan Penerbit Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.
Direktorat Jendral Departemen Pekerjaan Umum. (1986). Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan 02. Badan Penerbit Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta
Hadisusanto. (2015). Aplikasi Hidrologi. Malang: Jogja Mediautama.
Heryani, N. et al. (2017) Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi pada Lahan Sawah: Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan Analysis of Availability and Requirement of Irrigation Water on Rice Field: Case Study in South Sulawesi, Jurnal Tanah dan Iklim.
Hidayat, AK dan Empung E. (2016). Analisis Curah Hujan Efektif dan Curah Hujan dengan Berbagai Periode Ulang untuk Wilayah Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Jurnal Siliwangi Seri Sains dan Teknologi. Vo. 2 No. 2 Tahun 2016
Soewarno. (1991). Hidrologi Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran sungai. Erlangga, Jakarta
Sosrodarsono, S., dan Takeda, K. (1993). Hidrologi Untuk Pengairan. PT Pradnya Paramita, Jakarta.
Triatmodjo, B. (2008). Hidrolika Terapan. Penerbit Betaoffset, Yogyakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fitriansyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





