JIS: Journal Islamic Studies
https://yptb.org/index.php/jis
<div style="text-align: justify;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">JIS: Journal ISLAMIC STUDIES</span><span style="font-weight: bolder;"> [e-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221215321181706" target="_blank" rel="noopener">2963-2072</a>] </span>adalah jurnal <em>peer-review</em> yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian Kalimantan Selatan, sesuai SK. KEMENKUMHAM : AHU-0025509.AH.01.04. TAHUN 2022 TANGGAL 14 DESEMBER 2022, dengan <span style="box-sizing: border-box;">terbitan Tiga kali setahun</span> (Januari, Mei dan Septermber) Sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam. <strong>Terakreditasi SINTA 4 SK. terlampir [<a href="https://drive.google.com/file/d/1rdCegbYkqB7lf-rhqLbrWdQzT42-sPeB/view" target="_blank" rel="noopener">Klik Di Sini</a>].</strong></div> <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <div align="left"> <div align="left"> <div style="text-align: justify;"> <div style="text-align: justify;"> <div align="left"> <div align="justify"> <table style="width: 100%; background-color: #e2f1f0; height: 225px;"> <tbody> <tr> <td style="width: 20%;"> Nama Jurnal</td> <td style="width: 80%;">: Journal ISLAMIC STUDIES</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Inisial</td> <td style="width: 80%;">: JIS</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Frekuensi</td> <td style="width: 40%;">: 3 Terbitan per tahun (Januari, Mei dan September)</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Prefix DOI</td> <td style="width: 80%;">: <a href="https://doi.org/10.71456/jis">https://doi.org/10.71456/jis</a></td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Online ISSN </td> <td style="width: 80%;">: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2963-2072" target="_blank" rel="noopener">2963-2072</a></td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> OAI Jurnal</td> <td style="width: 80%;">: <a href="https://yptb.org/index.php/jis/oai" target="_blank" rel="noopener">https://yptb.org/index.php/jis/oai</a></td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Editor-in-chief</td> <td style="width: 80%;">: Latifah, S.Pd, M.Pd (UIN Palangka Raya) </td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Publisher</td> <td style="width: 80%;">: Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian</td> </tr> <tr> <td style="width: 20%;"> Indeksasi</td> <td style="width: 80%;">: <a href="https://scholar.google.com/citations?user=7POCHoQAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> | <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&order=relevance&and_facet_source_title=jour.1489547" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a> | <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/39847" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>| <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/journal/issue?issueId=all&journalId=133095" target="_blank" rel="noopener">Copernicus</a> | <a href="https://search.crossref.org/search/works?q=2963-2072&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossreff</a> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/17637" target="_blank" rel="noopener">Sinta 4 </a></td> </tr> </tbody> </table> <strong>Form Pendaftaran <em>Reviewer</em> Jurnal:</strong> Formulir ini digunakan bagi yang ingin mendaftarkan diri menjadi seorang <em><strong>REVIEWER </strong></em>pada Jurnal ini. Silakan <strong><a href="https://forms.gle/wjM16aCcfUTQqUys7" target="_blank" rel="noopener">KLIK LINK INI</a> </strong><strong>untuk mengisi Formulir</strong><hr /></div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div>Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaianen-USJIS: Journal Islamic Studies2963-2072Rekonstruksi Tata Kelola Pesantren
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2857
<p>Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam indigenous yang sejak lama mengintegrasikan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dalam tata kehidupan kelembagaan yang khas. Tuntutan terhadap akuntabilitas, penjaminan mutu, dan standardisasi kelembagaan, terutama setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, mendorong pesantren untuk memperkuat sistem tata kelolanya. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi tata kelola pesantren melalui integrasi nilai-nilai tradisional kepesantrenan dengan sistem manajemen mutu modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan sintesis konseptual. Literatur ilmiah nasional dan internasional, dokumen regulasi, serta rujukan teoretis yang relevan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi hubungan antara nilai kepesantrenan, <em>Total Quality Management</em> (TQM), dan sistem manajemen mutu berbasis <em>International Organization for Standardization</em> (ISO). Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu modern tanpa mediasi nilai berpotensi melahirkan formalisme administratif dan resistensi kultural, sedangkan pemertahanan tata kelola tradisional tanpa pembaruan struktural dapat membatasi akuntabilitas dan pengembangan mutu kelembagaan. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini mengajukan model Tata Kelola Hibrida Berbasis Nilai yang terdiri atas lima dimensi, yaitu kepemimpinan kyai transformatif-partisipatif, struktur kelembagaan dwi-jalur, sistem penjaminan mutu internal bermediasi nilai, akuntabilitas berjenjang, dan indikator mutu hibrida kualitatif-kuantitatif. Model ini menjadi kerangka konseptual bagi pengembangan tata kelola pesantren yang adaptif terhadap tuntutan mutu modern tanpa meninggalkan identitas keilmuan, nilai keagamaan, dan tradisi kelembagaannya.</p>Abdul WasidSauqi FutaqiImam Safe’i
Copyright (c) 2026 Abdul Wasid, Sauqi Futaqi, & Imam Safe’i
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-10-062026-10-064389791110.71456/jis.v4i3.2857Problems in the Development of Relagious Character Among Orphaned Students at Baitul Qur’an Islamic Boarding School
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2604
<p>This study aims to examine the process of developing religious character among orphaned students, identify the problems encountered in the process, and analyze the efforts undertaken to address these problems at Baitul Qur’an Islamic Boarding School. This study employed a qualitative approach using a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was established through source and technique triangulation. The findings indicate that the development of students’ religious character is implemented through structured religious activities, including congregational prayers, Qur’an recitation and memorization, muraja’ah, voluntary fasting, tahajjud prayers, as well as advice and guidance provided by ustadz and ustadzah. However, several problems remain, including differences in students’ family backgrounds, the psychological conditions of orphaned students, differences in levels of religious understanding and habits, and limited educational personnel to provide optimal guidance. To address these problems, the pesantren implements various strategies, including habituation of religious activities, continuous guidance and advice, and the enforcement of discipline in daily life. These efforts are expected to strengthen students’ religious character and encourage them to apply religious values in their daily lives.</p>Gheijsa Zahira SophaAfrahul Fadhilah Daulay
Copyright (c) 2026 Gheijsa Zahira Sopha, & Afrahul Fadhilah Daulay
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-074377178110.71456/jis.v4i3.2604Pengaruh Manajemen Kesiswaan dan Budaya Organisasi Madrasah terhadap Motivasi Belajar Siswa untuk Mewujudkan Mutu Lulusan
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2619
<p>Mutu lulusan di MTs Negeri 2 Garut menghadapi tantangan suboptimal yang ditandai oleh penurunan rata-rata nilai ujian sains dan defisit serapan alumni ke sekolah unggulan sebesar 15%. Permasalahan ini dipicu oleh melonjaknya kasus keletihan mental (<em>academic burnout</em>) akibat tata kelola kesiswaan yang berfokus pada kontrol koersif serta budaya sekolah yang minim dukungan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Manajemen Kesiswaan (X<sub>1</sub>) dan Budaya Organisasi Madrasah (X<sub>2</sub>) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y) serta dampaknya terhadap Mutu Lulusan (Z) secara parsial, simultan, dan melalui efek mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif <em>ex post facto</em>, penelitian ini menyensus seluruh populasi guru yang berjumlah 56 orang sebagai responden. Data angket berskala ordinal ditransformasikan menjadi interval menggunakan <em>Method of Successive Interval</em> (MSI) dan dianalisis melalui Analisis Jalur via SPSS 27. Hasil pengujian membuktikan bahwa X<sub>1</sub> dan X<sub>2</sub> secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Y (F<sub>hit.</sub> = 11,574, p < 0.001, R<sup>2</sup> = 30,4%) dan Z (F<sub>hit.</sub> = 11,877, p < 0.001, R<sup>2</sup> = 40,7%). Secara parsial pada model simultan, X<sub>1</sub> tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap Y (<em>p = 0,382</em>) maupun Z (<em>p = 0,694</em>) karena kontribusinya terserap oleh X<sub>2</sub> (<em>p = 0,005</em>). Motivasi Belajar Siswa (Y) terbukti bertindak sebagai prediktor paling dominan (<em>beta = 0,407, p = 0,003</em>) sekaligus variabel mediasi mutlak bagi pengaruh X<sub>1</sub> dan X<sub>2</sub> terhadap Z. Disimpulkan bahwa peningkatan mutu lulusan madrasah mensyaratkan reorientasi manajemen kesiswaan dari pendekatan punitif menuju restoratif-humanis serta penguatan budaya sekolah yang apresiatif demi menumbuhkan motivasi otonom peserta didik</p>Mochamad Irfan FachruroziEndang SoetariAtep Jalaludin
Copyright (c) 2026 Mochamad Irfan Fachrurozi, Endang Soetari, & Atep Jalaludin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-082026-09-084378279910.71456/jis.v4i3.2619Tradisi Tepung Tawar dalam Adat Melayu Desa Tanjung Lenggang
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2628
<p>Penelitian ini membahas tradisi tepung tawar dalam adat Melayu di Desa Tanjung Lenggang dengan perspektif syariat Islam berdasarkan Q.S. Al-Hujurat ayat 13, khususnya terkait tauhid dan adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna, pelaksanaan, serta kesesuaian tradisi tepung tawar dengan prinsip tauhid dalam Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tepung tawar merupakan bentuk pelestarian adat, ungkapan syukur, doa, dan sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Tradisi ini dapat diterima dalam Islam selama pelaksanaannya tidak mengandung keyakinan yang bertentangan dengan tauhid, seperti meyakini adanya kekuatan selain Allah SWT. Q.S. Al-Hujurat ayat 13 menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan bagian dari ketetapan Allah, sehingga adat dapat dipertahankan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.</p>Zahratul HayatSulaiman Muhammad Amir
Copyright (c) 2026 Zahratul Hayat, & Sulaiman Muhammad Amir
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-112026-09-114380081110.71456/jis.v4i3.2628Implementing the Multicultural Education Curriculum
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2582
<p><em>Social diversity requires prospective Islamic Religious Education (PAI) teachers not only to possess strong religious knowledge but also to develop the pedagogical competence needed to manage differences in an inclusive and equitable manner. However, religious moderation education often remains limited to the transmission of normative concepts and has not fully explained how moderation values are internalized through learning experiences. This study aims to analyze the implementation of the Multicultural Education curriculum in developing religious moderation values among prospective PAI teachers at STIT Al-Washliyah Binjai. The study employed a qualitative method, with lecturers and students serving as the primary data sources. Data were collected through interviews, observations, and documentation and were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the internalization of religious moderation emerges through the interconnection between value integration within the curriculum and contextual learning experiences conducted both inside and outside the classroom. From the students’ perspectives, the Multicultural Education course fostered four prominent values: pro-existence tolerance, tawassuth, tasamuh, and i'tidal. These findings demonstrate that religious moderation becomes more substantive when students move beyond a cognitive understanding of diversity and begin to experience, reflect on, and translate it into social attitudes and practices. The study implies that Multicultural Education contributes to the development of pedagogical competence grounded in religious moderation values, thereby supporting the formation of moderate professional identities among prospective PAI teachers.</em></p>Abdul RahimMazni Binti MuhammadAgung Prayogo
Copyright (c) 2026 Abdul Rahim, Mazni Binti Muhammad, & Agung Prayogo
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-222026-09-224381282310.71456/jis.v4i3.2582Dekriminalisasi Aborsi bagi Korban Pemerkosaan Perspektif Maqashid Syariah
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2727
<p>Pengaturan aborsi di Indonesia mengalami perubahan melalui Pasal 463 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang memberikan pengecualian terbatas bagi korban perkosaan dan kondisi kedaruratan medis. Ketentuan ini perlu dikaji dalam perspektif <em>maqāṣid al-syarī'ah</em>, khususnya prinsip <em>ḥifẓ al-nafs</em> dan <em>ḥifẓ al-nasl</em>. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan dekriminalisasi aborsi bagi korban perkosaan berdasarkan Pasal 463 KUHP serta kesesuaiannya dengan prinsip maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan perbandingan hukum. Data diperoleh melalui <em>library research</em> terhadap KUHP, Undang-Undang Kesehatan, peraturan terkait, Al-Qur'an, hadis, kitab fikih, dan literatur ilmiah, kemudian dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Pasal 463 memberikan pengecualian pidana terhadap aborsi akibat perkosaan dengan batas usia kehamilan 14 minggu, tetapi implementasinya masih menghadapi kendala prosedural, pembuktian, keterbatasan waktu, dan harmonisasi regulasi. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī'ah, ketentuan tersebut memiliki kesesuaian dengan ḥifẓ al-nafs melalui perlindungan terhadap korban, sekaligus mempertahankan ḥifẓ al-nasl melalui pembatasan ketat. Dekriminalisasi tersebut merupakan pengecualian terbatas yang berorientasi pada kemaslahatan dan pencegahan kemudaratan, bukan legalisasi aborsi secara bebas.</p> <p> </p>Nur Hafizah HusnaZulpahmi Lubis
Copyright (c) 2026 Nur Hafizah Husna, & Zulpahmi Lubis
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-222026-09-224382483710.71456/jis.v4i3.2727Dimensi Ajaran Islam
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2765
<p>Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual dan empiris antara akidah, syariah, dan akhlak serta relevansinya terhadap kehidupan sosial masyarakat Muslim kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan Al-Qur’an, hadis, karya pemikir Islam klasik dan kontemporer, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan integratif dengan menghubungkan dimensi normatif ajaran Islam dengan realitas perilaku manusia. Hasil kajian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, akidah berfungsi sebagai fondasi teologis yang memberikan orientasi makna terhadap tindakan manusia. Kedua, syariah menjadi kerangka normatif yang menerjemahkan nilai keimanan ke dalam aturan ibadah dan muamalah. Ketiga, akhlak merupakan manifestasi konkret dari internalisasi akidah dan pelaksanaan syariah dalam kehidupan individual maupun sosial. Keempat, integrasi ketiganya menjadi penting dalam menghadapi realitas empiris kontemporer, terutama krisis moral, perubahan sosial, pluralitas, dan transformasi digital. Dengan demikian, keberagamaan Islam yang utuh harus mempertemukan keyakinan, kepatuhan normatif, dan kematangan moral dalam kehidupan nyata</p>NgalimunMuammar
Copyright (c) 2026 Ngalimun, & Mu’ammar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-242026-09-244383885210.71456/jis.v4i3.2765Asas Praduga Tidak Bersalah dalam Tinjauan Hukum Pidana Islam
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2731
<p>Asas praduga tidak bersalah merupakan prinsip penting dalam sistem hukum pidana modern yang berkaitan dengan perlindungan terhadap seseorang yang dituduh melakukan tindak pidana sebelum kesalahannya dibuktikan melalui proses hukum yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep asas praduga tidak bersalah dalam perspektif hukum pidana Islam serta mengkaji relevansinya dalam penegakan hukum pidana modern di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap sumber hukum Islam dan peraturan perundang-undangan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun istilah asas praduga tidak bersalah tidak ditemukan secara eksplisit dalam literatur fikih klasik, terdapat prinsip-prinsip yang memiliki keterkaitan dengan substansinya, terutama kewajiban pembuktian terhadap suatu tuduhan, kehati-hatian dalam menetapkan kesalahan, dan perlindungan terhadap pihak yang dituduh. Prinsip tersebut tercermin antara lain dalam <em>kaidah al-bayyinah ‘ala al-mudda’i wa al-yamin ‘ala man ankara, al-ashlu bara’atu al-dzimma</em>h, dan <em>al-yaqin la yazulu bi al-syakk</em>. Dalam penegakan hukum pidana modern di Indonesia, asas praduga tidak bersalah tetap relevan sebagai prinsip perlindungan hak dan pembatasan terhadap tindakan yang sewenang-wenang, meskipun penerapannya masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan antara norma dan praktik serta tekanan media dan opini publik. Penguatan pemahaman, proses peradilan yang objektif, dan penerapan prinsip kehati-hatian diperlukan untuk mendukung penerapan asas tersebut secara konsisten</p>Dilla PratiwiZaid Alfauza Marpaung
Copyright (c) 2026 Dilla Pratiwi, & Zaid Alfauza Marpaung
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-282026-09-284385386510.71456/jis.v4i3.2731Maqashidpreneurship: Model Inovasi Kewirausahaan Lembaga Dakwah Berbasis Maqashid Syariah untuk Keberlanjutan Sosial
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2754
<p>Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi menuntut lembaga dakwah untuk tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan dakwah, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi dan keberlanjutan sosial. Kewirausahaan menjadi salah satu strategi untuk menciptakan sumber daya secara mandiri, namun pengembangannya perlu diarahkan agar tidak bergeser dari tujuan dan nilai dakwah. Penelitian ini bertujuan menganalisis inovasi kewirausahaan lembaga dakwah berbasis Maqashid Syariah serta merumuskan model Maqashidpreneurship sebagai pendekatan untuk mendukung keberlanjutan sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan melalui penelaahan buku, artikel ilmiah, penelitian terdahulu, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maqashid Syariah dapat berfungsi sebagai orientasi nilai, pedoman inovasi, serta instrumen evaluasi dalam pengembangan kewirausahaan lembaga dakwah. Integrasi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dengan inovasi kewirausahaan menghasilkan model yang menghubungkan orientasi nilai, inovasi, transformasi kelembagaan, penciptaan nilai ekonomi dan sosial, serta keberlanjutan misi dakwah. Maqashidpreneurship menawarkan kontribusi konseptual dan praktis dalam mengarahkan lembaga dakwah menuju kemandirian ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan sosial tanpa kehilangan orientasi dakwah.</p>Imam FatkhullahCecep Castrawijaya
Copyright (c) 2026 Imam Fatkhullah, & Cecep Castrawijaya
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-282026-09-284386688210.71456/jis.v4i3.2754Mobilisasi Modal Sosial dalam Manajemen Pesantren
https://yptb.org/index.php/jis/article/view/2844
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis mobilisasi modal sosial dalam manajemen pesantren untuk mengakselerasi mutu pendidikan dan memperkuat karakter mahasantri. Modal sosial dibahas melalui tiga unsur utama, yaitu jaringan, norma, dan kepercayaan yang berkembang dalam relasi antara kiai, ustadz, santri, alumni, dan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>integrative literature review</em> terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada 2021–2026, disertai literatur klasik yang menjadi landasan konseptual modal sosial. Literatur dipilih berdasarkan keterkaitannya dengan fokus penelitian, kemudian diidentifikasi, dikelompokkan, dibandingkan, dan disintesis berdasarkan tiga dimensi modal sosial. Analisis memadukan pemikiran James Coleman tentang fungsi struktur sosial dalam memfasilitasi tindakan kolektif dan Pierre Bourdieu tentang modal sosial sebagai sumber daya yang terbentuk melalui jaringan hubungan yang terlembagakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan internal dan eksternal memperluas akses pesantren terhadap informasi, sumber daya, dan kemitraan. Norma dan sistem <em>ta'zir</em> membentuk kepatuhan sekaligus mendukung pengendalian mutu, sedangkan kepercayaan yang berawal dari relasi personal dengan kiai dapat berkembang menjadi kepercayaan institusional yang menopang keberlanjutan lembaga. Pada tingkat mahasantri, relasi dalam kehidupan asrama dan tradisi keilmuan berkontribusi terhadap pembentukan kepemimpinan, kemandirian, dan tanggung jawab sosial. Temuan ini menghasilkan model konseptual mobilisasi modal sosial yang menghubungkan pengelolaan jaringan, norma, dan kepercayaan dengan mutu pendidikan dan penguatan karakter mahasantri.</p>Abdus SalamSauqi FutaqiImam Safe’i
Copyright (c) 2026 Abdus Salam, Sauqi Futaqi, & Imam Safe’i
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
2026-10-062026-10-064388389610.71456/jis.v4i3.2844