Pengaruh Edukasi Gizi Kepada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian BBLR

Authors

  • Vio Nita Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.71456/adc.v3i2.1178

Keywords:

Edukasi, Ibu Hamil, BBLR

Abstract

Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor yang dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan kesehatan, sehingga tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional (Herwati et al., 2021). Kondisi kesehatan yang disebut status gizi dipengaruhi oleh cara zat gizi dikonsumsi dan digunakan. Gizi yang baik penting bagi setiap orang, bahkan ibu hamil. Salah satu kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi adalah ibu hamil. Pertumbuhan janin dapat dipengaruhi oleh status gizi ibu hamil sebelum atau selama kehamilan. Janin sangat tergantung kepada ibunya untuk pernafasan, pertumbuhan, dan untuk melindunginya dari penyakit. Masa pra-kehamilan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan masa kehamilan. Peningkatan kebutuhan nutrisi selama kehamilan sebesar 15%, karena diperlukan untuk perkembangan rahim, payudara, volume darah, plasenta, dan pertumbuhan janin. Jika ibu hamil dalam keadaan sehat dan mendapat makanan yang cukup, ia akan melahirkan bayi yang sehat. Bayi yang sehat, cukup bulan, dan berat badan normal akan lahir dari ibu yang mempertahankan status gizi yang tepat sebelum dan selama kehamilan. Dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal, bayi yang lahir dengan gizi buruk dan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko kematian 35 kali lipat lebih tinggi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan non-Equivalent control group, untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi kepada ibu hamil sebagai upaya pencegahan kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 51 ibu hamil. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan media edukasi. Analisa data secara univariat dan bivariat. Terdapat perubahan pada edukasi gizi kepada ibu hamil sebagai upaya pencegahan kejadian BBLR yaitu terdapat peningkatan skor perilaku pre-test 4,47 meningkat menjadi 5,10 pada saat post test.

References

Alfahmi, F. (2023). Hubungan Pola Makan Dan Asupan Protein Ibu Hamil Dengan Kejadian Bblr Di Puskesmas Kadugede. Jurnal Fakultas Ilmu Kesehatan Kuningan, 2(2), 13–26.

Alhamid, S. A., Carolin, B. T., & Lubis, R. (2021). Studi Mengenai Status Gizi Balita. Jurnal Kebidanan, 7(1), 131–138. https://doi.org/10.33024/jkm.v7i1.3068

dr. Tirtonegoro, S. (2022). Pengaruh Masalah Gizi pada Ibu Hamil. Yankes.Kemkes.Go.Id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1464/pengaruh-masalah-gizi-pada-ibu-hamil

Elsabila, H. S. (2022). Hubungan Anemia Dan Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Temanggung Tahun 2021. Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Hasanah, N. F. (2021). Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Di Indonesia : (Analisis Data Sdki 2017). 3(2), 6. https://doi.org/10.51544/jrh.v7i1.2981

Herwati, M., Prastika, D. A., & Martanti, L. E. (2021). Hubungan Antara Status Gizi Ibu Hamil Dengan Berat Badan Bayi Lahir. Jurnal Sains Kebidanan, 3(2), 67–73. https://doi.org/10.31983/jsk.v3i2.7841

Indra Pratiwi, T. (2020). Gambaran Pengetahuan Gizi dan Asupan Zat Gizi Makro pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Langsat Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. In Toward a Media History of Documents.

Kemenkes RI. (2021). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan 2021. In Kementrian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Penilaian Status Gizi. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). PROFIL KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2020. In kemkes.go.id (Vol. 48, Issue 1). https://doi.org/10.1524/itit.2006.48.1.6

Downloads

Published

2025-02-10

How to Cite

Nita, V. (2025). Pengaruh Edukasi Gizi Kepada Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Kejadian BBLR. JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 114–117. https://doi.org/10.71456/adc.v3i2.1178