Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Penyuluhan Kesehatan Gigi pada Anak Stunting menggunakan Media Film Animasi di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan

Authors

  • Emilda Sari* Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Ida Rahmawati Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Meggy Wulandari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Decyana Hakim Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.71456/adc.v4i1.1464

Keywords:

Keterampilan, Kader Posyandu, Kesehatan Gigi, Stunting

Abstract

Kecamatan Anjir Pasar merupakan salah satu Kecamatan yang berada di Wilayah Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki luas wilayah 12,60 km2 atau luas total area 126,00 (km2/sq.km).  Kecamatan Anjir Pasar terdiri ada 15 Desa/Kelurahan dengan jumlah Posyandu sebanyak 22 buah dan total jumlah Kader Posyandu ada 110 orang. Permasalahan Kesehatan yang ada di Kecamatan Anjir Pasar antara lain: masih tingginya angka stunting dimana Kabupaten Barito Kuala di tahun 2021 pravelensi stunting balita 12,6. Berdasarkan data Puskesmas Anjir Pasar Tahun 2021 pravelensi stunting 14,5%. Karies Gigi anak stunting diketahui dengan def-t (pengalaman karies gigi) kategori tinggi 100%. Ada 110 orang Kader dari 22 Posyandu di Kecamatan Anjir Pasar dengan kompetensi Kader kesehatan/Posyandu masih kurang dalam pemanfaatan media penyuluhan dan adanya tren penyakit tidak menular yang meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dengan meningkatkan kualitas layanan kesehatan/promosi kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan kader Posyandu. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan gizi dan kesehatan gigi dari pengetahuan sasaran baik 15 orang (13.6%) menjadi 101 orang (91.8%). Sementara untuk keterampilan penyuluhan menggunakan media film animasi yang sebelumnya sasaran yang terampil hanya 30 orang (27.3%) menjadi 105 orang (95.5%). Selanjutnya monitoring dan evaluasi dilakukan bagi kader Posyandu agar aktif menggunakan media penyuluhan film animasi. Untuk Puskesmas Anjir Pasar agar terus meningkatkan pembinaan pengetahuan maupun keterampilan bagi kader posyandu balita agar semakin mengentaskan stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

References

Fentahun W, Wubshet M, Tariku A. (2016). Undernutrition and associated factors among children aged 6-59 months in East Belesa District, northwest Ethiopia: A community based cross-sectional study. BMC Public Health. 2016;16(1):1–10.

Gandhi SJ, Patel J, Parmar SB. (2015). Assessment of nutritional status of children attending paediatric outpatient department at a tertiary care hospital. 2015;4(4):1–6.

Hariyadi D. (2016). Asupan Suplemen Bukan Determinan Kejadian Stunting Anak Balita (1-3 Tahun). J Vokasi Kesehat. 2016;2(2):108–12.

Humaniora P, Sumber P. (2027). Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. 2017;233–40.

Izza N. (2019). Factors affecting the occurrence of stunting in indonesia. Indian J Public Heal Res Dev. 2019;10(10):1845–50.

Kim JH. (2020). Association between body mass index and cognition function and all-cause mortality in Korean elderly people. Obes Med. 2020;17:100174.

Mahmudiono T. (2017). Household dietary diversity and child stunting in East Java, Indonesia. Asia Pac J Clin Nutr. 2017;26(2):317–25.

Nurwarsito H. (2018). Development of Mobile Applications for Posyandu Administration Services Using Google Maps API Geolocation Tagging. 3rd Int Conf Sustain Inf Eng Technol SIET 2018 - Proc. 2018;168–73.

Rinawan FR. (2022). Posyandu Application for Monitoring Children Under-Five: A 3-Year Data Quality Map in Indonesia. ISPRS Int J Geo-Information. 2022;11(7).

Sinaga HT. (2018). The effectiveness of applying score system in growth chart to predict stunting and improve nutritional knowledge of pre-schoolers’ mother in Indonesia. Indian J Public Heal Res Dev. 2018;9(12).

Susilawati A, Suparni S. (2023). Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Pekerja Kantoran dengan Olahraga. J Sehat Masada. 2023;17(1).

Tejasari. (2025). Strengthening community food security through posyandu cadre and midwife empowerment action program. Int J Adv Sci Eng Inf Technol. 2015;5(3):234–7.

Usman S. (2021). Determinants of Stunting Incidence in Children Under Five Years of Age at the Rumbia Health Center, Indonesia. J Client-Centered Nurs Care. 2021;7(4):295–302.

Wardani Z. (2021). INTERVENTION STRATEGIES FOR STUNTING BASED ON ANALYTIC NETWORK PROCESS IN BANGKA BELITUNG PROVINCE OF INDONESIA. African J Food, Agric Nutr Dev. 2021;21(3):17656–68.

Downloads

Published

2025-09-16

How to Cite

Sari, E., Rahmawati, I., Wulandari, M., & Hakim, D. (2025). Peningkatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Penyuluhan Kesehatan Gigi pada Anak Stunting menggunakan Media Film Animasi di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 87–92. https://doi.org/10.71456/adc.v4i1.1464