Pemanfaatan Limbah Plastik Pascakonsumsi sebagai Media Seni Kolase untuk Menumbuhkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan pada Anak Usia Dini di Ra Eka Nurza Desa Jembatan Dua Kabupaten Kaur

Authors

  • Miriam Mahalia Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Adilla Ayu Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Anisa Ramadani Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Eka Khori Febriyani Universitas Bengkulu, Indonesia
  • Yesi Angraeni Universitas Bengkulu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/adc.v5i1.3100

Keywords:

Pendidikan Lingkungan, Anak Usia Dini, Limbah Plastik, Seni Kolase, Kreativitas

Abstract

Permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang belum sepenuhnya dapat diatasi, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan sarana pengelolaan sampah. Di sisi lain, pendidikan lingkungan pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang menarik agar konsep menjaga lingkungan dapat dipahami melalui pengalaman langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memanfaatkan limbah plastik pascakonsumsi sebagai media seni kolase untuk meningkatkan kreativitas sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan pada anak usia dini di RA Eka Nurza, Desa Jembatan Dua, Kabupaten Kaur. Program dilaksanakan pada 15 Juli 2026 dengan melibatkan 20 anak, 3 guru pendamping, dan 9 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui observasi partisipatif. Limbah plastik yang diperoleh dari tempat pembuangan akhir (TPA) dan tong sampah terlebih dahulu dipilah, dicuci, dikeringkan, kemudian dicacah menjadi potongan kecil sebelum digunakan sebagai bahan utama kolase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai, mampu menyelesaikan karya kolase sesuai pola yang disediakan, serta menunjukkan antusiasme dalam memilih kombinasi warna sesuai imajinasi masing-masing. Guru juga memperoleh alternatif media pembelajaran kreatif berbasis bahan bekas yang mudah diterapkan kembali di sekolah. Program ini menunjukkan bahwa limbah plastik pascakonsumsi dapat diolah menjadi media pembelajaran yang bernilai edukatif sekaligus mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

References

Abidin, R., Sumriyeh, & Asy’ari. (2022). Metode pembelajaran berbasis 3R (reuse, reduce, recycle) dalam upaya memperdayakan kreativitas anak usia dini. Jurnal Pelita PAUD, 6(2), 222–231.

Anwar, C. R., Jayadi, K., & Manggau, A. (2018). Kolase barang bekas untuk kreativitas anak (Taman Kanak-kanak Nurul Taqwa Makassar). Jurnal Pembelajar: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 2(1), 53–63.

Darmawan, D., Alamsyah, T. P., & Rosmilawati, I. (2020). Participatory learning and action untuk menumbuhkan quality of life pada kelompok Keluarga Harapan di Kota Serang. Journal of Nonformal Education and Community Empowerment, 4(2), 160–169.

Hakim, M. Z. (2019). Pengelolaan dan pengendalian sampah plastik berwawasan lingkungan. Amanna Gappa, 27(2), 111–121.

Hanafi, S. H., & Sujarwo. (2015). Upaya meningkatkan kreativitas anak dengan memanfaatkan media barang bekas di TK Kota Bima. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 215–225.

Kementerian PPN/Bappenas. (2024). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.

Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. International Universities Press.

Downloads

Published

2026-11-04

How to Cite

Mahalia, M., Ayu, A., Ramadani, A., Febriyani, E. K., & Angraeni, Y. (2026). Pemanfaatan Limbah Plastik Pascakonsumsi sebagai Media Seni Kolase untuk Menumbuhkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan pada Anak Usia Dini di Ra Eka Nurza Desa Jembatan Dua Kabupaten Kaur. JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 98–109. https://doi.org/10.71456/adc.v5i1.3100