Pelatihan Baca Tulis Latin Dan Hijaiyah Pada Suku Dayak Di Desa Patikalain Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Authors

  • Rabiatul Adawiah Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Indonesia
  • Wahyu Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Indonesia
  • Mariatul Kiptiah Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Indonesia
  • Herdianor Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Indonesia
  • Yanti Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/adc.v1i1.55

Keywords:

baca, tulis, latin, hijaiyah

Abstract

Indikator dari indeks pengembangan sumber daya manusia (Human Development Index) diantaranya adalah masyarakat minimal memiliki kemampuan  terbebas dari tributa (buta aksara, hitung dan berbahasa Indonesia).  Salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan yang cukup tinggi buta aksaranya adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang   menempati posisi keempat buta aksara di Kalimantan Selatan.  Untuk mengatasi  buta aksara di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini tentu memerlukan peran serta semua pihak, termasuk dari unsur Perguruan Tinggi. Melalui program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Program studi PPKn FKIP Universitas Lambung Mangkurat diharapkan dapat meminimalisir angka buta aksara, khususnya di desa Patikalain Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan  ini dilaksanakan  dengan metode  ceramah, latihan, tanya jawab dan diskusi. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 24 dan 25 Mei 2021,  dan dihadiri oleh 20 orang warga. Dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan : (1) Peserta mempunyai  motivasi yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran baca tulis baik huruf Latin maupun Hijaiyah; (2) Sebagian besar peserta sudah dapat mengenal huruf  Latin dengan baik, dan sebagian sudah mampu untuk  membaca walaupun belum lancar; (3) Sebagian peserta sudah mampu mengenal huruf  Hijaiyah dengan baik, namun belum mampu untuk merangkainya. Mengingat tingginya minat warga desa Patikalain untuk belajar baca tulis, khususnya untuk  huruf  Hijaiyah, maka kepada pihak terkait hendaknya bisa melanjutkan kegiatan ini secara terprogram.

References

Adawiah, R., Danaryanti, A., Kiptiah, M., & Rochliyadi, D.A. (2013). Kajian Pola Pendidikan Suku Dayak di Kabupaten Balangan. Laporan Penelitian. Kabupaten Balangan: Bappeda.

Banjarmasinpost. (2019). HST Tempati Posisi Keempat Buta Aksara di Kalsel, Ini Cara Disdik Mengentaskannya. Artikel Online (https://banjarmasin tribunnews.com/2019/11/14/hst-tempati-posisi-keempat-buta-aksara-di-kalsel-ini-cara-disdik-mengentaskannya, diakses 13 Maret 2021

Bhardwaj, A. (2016). Importance of education in human life: A holistic approach. International Journal of Science and Consciousness, 2(2), 23-28

Brennan, B. (1997). Reconceptualizing non‐formal education. International Journal of Lifelong Education, 16(3), 185-200.

Bulajic, R. V. K. B. A., Klatte, M., Huettig, T. F. M. G. F., & Rüsseler, J. (2021). Functional illiteracy and developmental dyslexia: looking for common roots. A systematic review.

Diaty, R., Arisa, A. ., Ari Lestari, N. C., & Ngalimun, N. (2022). IMPLEMENTASI ASPEK MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Pandohop, 2(2), 38–46. https://doi.org/10.37304/pandohop.v2i2.5244

Elmurod, K. (2021). The importance of education and education in renewal of Uzbekistan. ACADEMICIA: An International Multidisciplinary Research Journal, 11(6), 135-140.

Jessica, V., Halis, A., Ningsi, D. W., & Virginia, G. F. (2017). Pemberantasan Buta Aksara untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Masyarakat Sekitar Hutan Desa Manipi, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 136-142.

Jónsdóttir, Í. T.(2021). The Importance of Education in Refugee Camps: Sharing the Responsibility (Doctoral dissertation).

Kaur, S. (2018). IMPORTANCE OF EDUCATION IN SOCIAL CHANGE: AN ANALYSIS. INNOVATIVE RESEARCH THOUGHTS, UGC Approved Journal, 04(03), 307-311.

Mayombe, C. (2018). EXAMINATION OF THE CONSTRUCTIVIST THEORY IN TEACHING AND LEARNING IN ADULT NON-FORMAL EDUCATION CENTRES IN KWAZULU-NATAL. Rethinking Teaching and learning in the 21st Century.

Quayee, A. (2021). Women Socioeconomic Status: The Reprercussion of Illiteracy, Case Study: Charlotte, Sierra Leone. Young African Leaders Journal of Development, 3(1), 28.

Radcliffe, D. J., & Colletta, N. J. (1989). Nonformal education. In Lifelong Education for Adults (pp. 60-64).

Riinawati and Ngalimun, 2022. Implementation of Character Education in Islamic Perspective at School. Journal of Positive Psychology and

Wellbeing. Vol. 6 No. 1 (2022). ISSN: 2587-0130. https://journalppw.com/index.php/jppw/article/view/871

Utomo, Fajar Hendro. (2013). Penuntasan Buta Aksara Di Desa Sine Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung Menuju Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Pesisir. J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Volume 1, Nomor 1, Juli 2013:1 – 4

Wulandari, R., W., & Maryani, N. (2019). Mendorong Partisipasi Peserta Program Pemberantasan Buta Aksara (PBA) dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya. Jurnal Qardhul Hasan : Media Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 38-45.

Yunus, N. H., Andriani, A., & Nurhidayah, N. (2020). Upaya Pemberantasan Buta Aksara Melalui Pelatihan Membaca Menulis Berhitung (CALISTUNG) di Kampung Pendidikan. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 139-144.

Zuhdi, A., Firman, F., & Ahmad, R. (2021). The importance of education for humans. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 6(1), 22-34.

Downloads

Published

2022-11-01

How to Cite

Adawiah, R., Wahyu, Kiptiah, M., Herdianor, & Yanti. (2022). Pelatihan Baca Tulis Latin Dan Hijaiyah Pada Suku Dayak Di Desa Patikalain Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 47–52. https://doi.org/10.71456/adc.v1i1.55