Pluralisme: Pandangan Dan Perspektif Seminar Regional Lintas Agama Dalam Membangun Kesamaan Visi Kemajemukan Agama-Agama Di Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.71456/jis.v1i1.118Keywords:
Pluralisme, Perspektif membangun kesamaan visi kemajemukan agama-agamaAbstract
Perspektif yang dikembangkan oleh para tokoh agama dalam tulisan ini merupakan bagian dari pemaknaan kembali, betapa pentingnya kesamaan pemahaman tentang agama yang dianut oleh masing-masing umatnya, menjadi sarana pemersatu bagi terwujudnya harmonisasi yang hakiki, sehingga perbedaan agama justru melahirkan kebersamaan visi yang diwarnai oleh nilai-nilai agama masing-masing, karena itu perlu ditumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan, sebagaimana pandangan mengatakan bahwa: terdapat 2 hal penting yang harus dibangun dalam konteks keberagaman dan multikultural: pertama, Islam secara terbuka dan jujur mengakui keberadaan agama-agama terdahulu atau agama-agama lain yang hidup sezaman. Islam juga siap untuk menerima kehadiran agama-agama lain untuk hidup berdampingan (koeksostensi) secara layak. Kedua, lebih dari sekedar koeksistensi, Islam mengarahkan penganutnya untuk menunjukkan secara demonstratif kesiapan hidup dalam kolaborasi, kerjasama, saling memberi dan menerima dengan siapapun yang menjadi tetangga iman, tetangga etnik dan tetangga kultur mereka.
References
Abubakar, Ngalimun, Fimier Liadi, Latifah (2020). BAHASA SEBAGAI NILAI PEREKAT DALAM SIMBOL BUDAYA LOKAL TOKOH AGAMA. Jurnal
Transformatif (Islamic Studies). Vol. 4 No. 1. eISSN: 2580-7064. https://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/TF/article/view/2174.
Ahmadi Isa (2001). “Karakteristik Rumah Betang dalam Perspektif Sosial,” Himmah, Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, Vol. II Nomor 3.
Ahmad Syar’I (1999). “Pola Kepemimpinan dalam Pembinaan Keluarga Suku Dayak di Rumah Betang Tambau, Lahei Barito Utara,” Himmah, Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, Vol. I Jan-April.
A.M. Sutrisnaatmaka (2014). “Membangun Indonesia dalam Konteks Kemajemukan Agama-Agama (dalam ajaran Katolik)” makalah di Presentasikan dalam acara Seminar Regional Kalimantan Selatan dan Tengah, Tanggal 28 Juni 2014 Di Palangka Raya.
Franz Magnes-Suseno (1997). Membangun Kualitas Bangsa: Bunga Rampai Sekitar Perbukuan di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius
Marko Mahin, MA, (2001). Filosofi Rumah Betang, Makalah Seminar Kerukunan. Palangka Raya: Tidak diterbitkan.
Mujiburrahman (2014). “Membangun Indonesia dalam Konteks Kemajemukan Agama-Agama (dalam ajaran Islam)” makalah di Presentasikan dalam acara Seminar Regional Kalimantan Selatan dan Tengah, Tanggal 28 Juni 2014 Di Palangka Raya.
Nyoman Sudiyana (2014). “Membangun Indonesia dalam konteks kemajemukan agama-agama (Pandangan Agama Hindu)”, makalah di Presentasikan dalam acara Seminar Regional Kalimantan Selatan dan Tengah, Tanggal 28 Juni 2014 Di Palangka Raya.
Ngalimun (2021). Isi Pesan Dalam Seminar Regional Kalimantan di Gereja Protestan (Gpib) Palangka Raya: Membangun Indonesia Dalam Konteks Kemajemukan Agama-Agama. Religi: Jurnal Studi Agama-agama. Vol. 17 No. 1. eISSN: 2548-4753. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Religi/article/view/1701-08
Onen M Usop (2001). “Sistem Religi Masyarakat Dayak,” Himmah, Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, Vol. II Nomor 23.
Wahidin Usop (2001). “Hubungan Kekerabatan Pada Masyarakat Kalimantan Tengah”, Himmah Jurnal Ilmiah Agama dan Kemasyarakatan, Vol. II Nomor. 23.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Latifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






