Telaah Kritis Perbandingan Metode Penafsiran Al-Qur’an antara Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman (Pakistan) dan Tafsir Al-Mishbah M. Quraish Shihab (Indonesia)

Authors

  • Agus Salim* Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Khairil Anwar Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Taufik Warman Mahfuzh Universitas Islam Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1535

Keywords:

Kritis Perbandingan, Fazlur Rahman, Quraish Shihab, Metode Penafsiran, Hermeneutika Al-Qur’an

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis dan komparatif metode penafsiran Al-Qur’an yang dikembangkan oleh dua tokoh tafsir kontemporer berpengaruh, yakni Fazlur Rahman dengan hermeneutika double movement dan M. Quraish Shihab melalui Tafsir al-Mishbah. Fazlur Rahman menawarkan kerangka metodologis yang menekankan rekonstruksi konteks historis pewahyuan untuk mengekstraksi prinsip moral universal, kemudian menerapkannya kembali dalam konteks modern. Sementara itu, Quraish Shihab mengembangkan pendekatan tafsir tahlili dan maudhu‘i yang integratif, berakar pada tradisi tafsir klasik, namun diperkaya dengan analisis kebahasaan, konteks sosial-keindonesiaan, dan visi moderasi Islam. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan, artikel ini membandingkan fondasi epistemologis, langkah metodologis, orientasi etis, serta implikasi sosial dari kedua pendekatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode Fazlur Rahman unggul dalam merespons problem modernitas secara normatif-etis dan universal, sedangkan metode Quraish Shihab lebih aplikatif dan komunikatif dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia. Keduanya memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan tafsir kontemporer yang relevan, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan.

References

Ahmad, S. (2005). Metodologi tafsir Al-Qur’an kontemporer dalam pemikiran Fazlur Rahman. Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 53–78.

An. (1978). Metodologi penafsiran Al-Qur’an menurut Fazlur Rahman. IAIN Purwokerto, 243–257.

Barokah, M., Alamsah, J., Ningrum, A. P., & Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Lampung. (2023). Larangan menimbun harta dalam Al-Qur’an (Analisis metode tafsir maudhu’i Fazlur Rahman). Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits, 17(2), 313–324. https://doi.org/10.24042/002023177018000

Hamzawi, M. A. (2016). Elastisitas hukum Islam: Kajian teori double movement Fazlur Rahman. Inovatif: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan, 2(2), 1–25. http://jurnal.staih.ac.id/index.php/inovatif/article/view/54

Ibrohim, M. Y. A., & Muhammad, N. (2022). Hermeneutika double movement Fazlur Rahman: Mewujudkan hukum Islam yang lebih eksistensialis. El-Banat: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 12(1), 104–120. https://doi.org/10.54180/elbanat.2022.12.1.104-120

Irawan, R. (2020). Metode kontekstual penafsiran Al-Qur’an perspektif Fazlur Rahman. Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Al-Hadits, 13(2), 171–194. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v13i2.4164

Islam, U., & International Islamic University Islamabad. (2025). Transformation of traditional to modern tafsir from the perspective of Fazlur Rahman’s hermeneutics. Al-Muhafidz, 5(1), 143–160. https://doi.org/10.57163/almuhafidz.v5i1.177

Latifah, L., & Ngalimun, N. (2023). Pemulihan pendidikan pasca pandemi melalui transformasi digital dengan pendekatan manajemen pendidikan Islam di era Society 5.0. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 5(1), 41–50.

Nasrulloh, N., & Muhammad, M. (2022). Studi analitik hermeneutika Fazlur Rahman. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(3), 800–807. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i3.487

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia untuk penulisan karya ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265–278.

Nidhom, K. (2020). At-Taisir: Journal of Indonesian tafsir studies. Journal of Indonesian Tafsir Studies, 1(1), 30–34.

Putra, F. O. (2024). Analisis pemikiran Fazlur Rahman tentang rekonstruksi metode tafsir kontemporer. Pappasang, 6(2), 367–384.

Setiawan, R. A., & Universitas Islam Indonesia. (2023). Corak penafsiran Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah. Jurnal Studi Al-Qur’an, 3(1), 129–150.

Suharyat, Y., & Asiah, S. (2022). Metodologi tafsir Al-Mishbah. Jurnal Pendidikan Islam, 2(5). https://doi.org/10.59818/jpi.v2i5.289

Sumantri, R. A. (2013). Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman: Metode tafsir double movement. Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 7(1). https://doi.org/10.24090/komunika.v7i1.364

Syauqi, M. L. (2022). Hermeneutika double movement Fazlur Rahman dan signifikansinya terhadap penafsiran kontekstual Al-Qur’an. Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ushuluddin dan Filsafat, 18(2), 12–26.

Umair, M., & Said, H. A. (2023). Fazlur Rahman dan teori double movement: Definisi dan aplikasi. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2(1), 71–81. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i1.26

Vera, S., Hilmi, H., & UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (2021). Aktualisasi nilai ideal moral dalam kehidupan kontemporer perspektif Al-Qur’an: Studi interpretasi Surah Al-‘Alaq dengan metode double movement Fazlur Rahman. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 385–408. https://doi.org/10.30868/at.v6i02.2069

Van Wichelen, S. (2021). Double movements. In Legitimating life (Vol. 4, No. 2, pp. 50–78). https://doi.org/10.36019/9781978800557-004

Downloads

Published

2025-11-22

How to Cite

Salim, A., Anwar, K., & Mahfuzh, T. W. (2025). Telaah Kritis Perbandingan Metode Penafsiran Al-Qur’an antara Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman (Pakistan) dan Tafsir Al-Mishbah M. Quraish Shihab (Indonesia). JIS: Journal Islamic Studies, 3(3), 385–396. https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1535