Penafsiran Maqasidi terhadap Ayat Menikah dengan Ahlul Kitab dan Poligami

Authors

  • Riska Okti Shakilla* Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Khairil Anwar Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Taufik Warman Mahfuz Universitas Islam Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1536

Keywords:

Tafsīr Maqāṣidī, Perkawinan Islam, Ahlul Kitab; Poligami, Maqāṣid Al-Syarī‘Ah

Abstract

Perkawinan dalam Islam merupakan institusi fundamental yang bertujuan menjaga martabat manusia, membangun keluarga yang harmonis, serta mewujudkan tatanan sosial yang berkeadilan dan bermoral. Namun demikian, penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang pernikahan dengan Ahlul Kitab (QS. al-Maidah: 5) dan poligami (QS. an-Nisa’: 3) kerap menimbulkan perdebatan, terutama ketika dihadapkan pada dinamika sosial dan tantangan masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua ayat tersebut melalui pendekatan tafsīr maqāṣidī dengan menitikberatkan pada tujuan etik dan kemaslahatan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ushul fikih dan maqāṣid al-syarī‘ah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelusuri konteks historis ayat, pandangan para ulama, serta tujuan-tujuan syariat yang melandasi ketentuan hukum perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran maqāṣidī menegaskan bahwa kebolehan menikahi Ahlul Kitab dan praktik poligami bersifat kontekstual dan sangat terkait dengan prinsip keadilan, perlindungan keluarga, serta kemaslahatan keturunan. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman Al-Qur’an yang lebih kontekstual, moderat, dan relevan dengan realitas sosial modern tanpa mengabaikan otoritas teks wahyu.

References

Abu Zahrah, M. (1997). Uṣūl al-fiqh. Cairo: Dār al-Fikr.

Al-Qaradawi, Y. (1996). Fiqh al-awlawiyyāt. Cairo: Dār al-Shurūq.

Al-Qaradawi, Y. (2000). Fiqh al-mar’ah al-muslimah. Cairo: Dār al-Shurūq.

Al-Shāṭibī, A. I. (2003). Al-muwāfaqāt fī uṣūl al-sharī‘ah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Ṭabarī, M. ibn J. (2001). Jāmi‘ al-bayān fī tafsīr al-Qur’ān. Beirut: Mu’assasah al-Risālah.

Auda, J. (2008). Maqasid al-shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. London: IIIT.

Arkoun, M. (2003). Rethinking Islam: Common questions, uncommon answers. Boulder: Westview Press.

Esack, F. (1997). Qur’an, liberation and pluralism. Oxford: Oneworld.

Ibn ‘Āsyūr, T. (2006). Maqāṣid al-sharī‘ah al-islāmiyyah. Tunisia: Dār al-Suḥayl.

Ibn Kathīr, I. (1994). Tafsīr al-Qur’ān al-‘aẓīm. Beirut: Dār al-Fikr.

Kamali, M. H. (2003). Principles of Islamic jurisprudence. Cambridge: Islamic Text Society.

Latifah, L., Ngalimun, N., Setiawan, M. A., & Harun, M. H. (2020). Kecakapan behavioral dalam proses pembelajaran PAI Melalui Komunikasi Interpersonal. Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 5(2), 36-42.

Maududi, A. A. (1999). Tafhīm al-Qur’ān. Lahore: Islamic Publications.

Nasr, S. H. (1994). Ideals and realities of Islam. Chicago: ABC International Group.

Ngalimun, N., & Rohmadi, Y. (2021). Harun nasution: sebuah pemikiran pendidikan dan relevansinya dengan dunia pendidikan kontemporer. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 55-66.

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia untuk penulisan karya ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265–278.

Rahman, F. (1980). Major themes of the Qur’an. Chicago: University of Chicago Press.

Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Rida, R. (1947). Tafsīr al-Manār. Cairo: Dār al-Manār.

Shihab, M. Q. (2005). Tafsir al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 1–15). Jakarta: Lentera Hati.

Zaid, N. H. A. (2001). Naqd al-khiṭāb al-dīnī. Beirut: al-Markaz al-Thaqāfī al-‘Arabī.

Zuhaili, W. (2009). Tafsīr al-munīr. Beirut: Dār al-Fikr.

Downloads

Published

2025-11-22

How to Cite

Shakilla, R. O., Anwar, K., & Mahfuz, T. W. (2025). Penafsiran Maqasidi terhadap Ayat Menikah dengan Ahlul Kitab dan Poligami. JIS: Journal Islamic Studies, 3(3), 397–403. https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1536