Perbandingan Epistemologi Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd: Antara Intuisi, Rasio, dan Empiris
DOI:
https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1538Keywords:
Perbandaingan Estimologi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Intuisi, Rasio, EmpirisAbstract
Kajian terhadap epistemologi Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Rusyd menunjukkan bahwa tradisi pemikiran Islam klasik memiliki kekayaan konseptual yang luas dalam memahami proses, sumber, dan tujuan pengetahuan. Perbedaan pendekatan ketiga tokoh tersebut tidak menunjukkan pertentangan mutlak, melainkan menegaskan keberagaman cara memahami realitas dan kebenaran. Al-Ghazali menawarkan epistemologi integratif yang menempatkan indera, akal, dan hati sebagai instrumen pengetahuan, dengan puncaknya berupa intuisi spiritual (ilmu laduni), sehingga pencarian kebenaran melibatkan dimensi rasional sekaligus batiniah. Ibnu Sina mengembangkan epistemologi rasional-intuisionistik dengan teori hierarki akal, menekankan peran akal dalam memahami realitas sekaligus mengakui intuisi intelektual sebagai pencapaian kognitif tertinggi, menjembatani filsafat Aristoteles dan neoplatonisme dalam konteks Islam. Sementara Ibnu Rusyd menghadirkan pendekatan rasional-empiris yang sistematis, menegaskan bahwa seluruh pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi dan diolah melalui mekanisme abstraksi akal, serta menolak klaim pengetahuan intuitif mistis. Sintesis ketiga pandangan ini menegaskan bahwa epistemologi Islam klasik bersifat multidimensional, memadukan indera, akal, intuisi, wahyu, dan pengalaman spiritual. Pendekatan ini menjadi dasar bagi pengembangan epistemologi Islam kontemporer yang holistik, yang tidak hanya mengandalkan rasionalitas, tetapi juga menghargai dimensi spiritual dan etis dalam pencarian kebenaran.
References
Al-Ahwani, Ahmad Fuad. (1997). Filsafat Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Arifin, H. M. (1993). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Bahri, G.M. Epistemologi Al-Ghazali. AL-Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Vol. XVIII, No. 90-91.
Elhady, Aminullah. (2018). Averroisme: Dimensi-Dimensi Pemikiran Ibn Rusyd. Jember: UIN Jember.
Ibad, M., & Khalim, A. D. N. (2022). Epistemologi Ibnu Rusyd (Telaah relasi wahyu dan rasio). An-Nur: Jurnal Studi Islam, 14(1).
Latifah, L. (2020). Makna Isi Kandungan Surah Al-A’raf Ayat 179 dalam Konsep dan Karakteristik Pendidikan Islam. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1).
Latifah, L., & Ngalimun, N. (2023). Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi Melalui Transformasi Digital Dengan Pendekatan Manajemen Pendidikan Islam Di Era Society 5.0. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 5(1), 41-50.
Nasr, Seyyed Hossein. (2003). Ensiklopedi Tematis Filsafat Islam. Bandung: Mizan.
Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.
Ngalimun, N., & Rohmadi, Y. (2021). Harun nasution: sebuah pemikiran pendidikan dan relevansinya dengan dunia pendidikan kontemporer. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 55-66.
Ngalimun, N., Rahman, N. F., & Latifah, L. (2020). Dakwah KH. Zainuri HB dan Peran Kepemimpinannya di Pesantren. Sahafa Journal of Islamic Communication, 3(1), 13-24.
Normuslim, N. (2003). Pemikiran pendidikan Ibnu Miskawaih dan Al-Qabisi, relevansinya dengan sistem pendidikan kontemporer. Himmah, 4(9), 21-30.
Normuslim, N. (2013). Pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Abduh dan Muhammad Iqbal. Anterior Jurnal, 12(2), 365047.
Rohmah, L. (2013). Pemikiran Ibnu Sina tentang epistemologi: Landasan filosofis keilmuan dalam Islam. An-Nûr: Jurnal Kajian Islam, 5(2).
Sapitri, Ernia. (2021). Epistemologi Al-Ghazali tentang ilmu laduni dalam Kitab Risalah al-Laduniyyah. Manthiq, 5(2).
Sholeh, A. Khudori. (2012). Epistemologi Ibnu Rusyd: Upaya Mempertemukan Agama & Filsafat. Malang: UIN-Maliki Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Cahyo Muliawan, & Normuslim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






