Studi Kasus Penafsiran Ayat Sosial: Analisis Qs An-Nisa’ 34, Al-Hujurat 13, dan Qs Al-Maidah 48

Authors

  • Haisusyi* Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Khairil Anwar Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Taufik Warman Mahfuzh Universitas Islam Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1541

Keywords:

Tafsir, Ayat Sosial, QS An-Nisa’ 34, QS Al Hujarat 13, QS Al Maidah 48

Abstract

Penelitian ini menganalisis penafsiran ayat-ayat sosial dalam al-Qur’an dengan fokus pada QS An-Nisa’ 34, QS Al-Hujurat 13, dan QS Al-Maidah 48. Ketiga ayat tersebut sering menjadi dasar diskursus tentang relasi gender, kesetaraan manusia, dan pluralitas sosial dalam masyarakat Islam. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis tafsir, dengan menelaah teori dan metodologi penafsiran Ibnu ‘Asyur serta membandingkannya dengan konteks sosial-keagamaan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran terhadap ayat-ayat sosial tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh faktor historis, budaya, epistemologis, dan metodologis dari mufasir. QS An-Nisa’ 34 menekankan tanggung jawab sosial laki-laki berdasarkan struktur sosial dan ekonomi pada masa turunnya ayat; QS Al-Hujurat 13 menguatkan prinsip kesetaraan dan kemuliaan berdasarkan takwa; sedangkan QS Al-Maidah 48 menekankan pluralitas hukum dan keberagaman manusia sebagai sunnatullah. Perbedaan penafsiran antarmufasir menyebabkan munculnya dinamika sosial-keagamaan yang beragam dalam masyarakat Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual dan maqashidi dalam memahami ayat-ayat sosial sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip dasar ajaran Islam.

References

A, Syarifah Zakiah. (2015). Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial. Makalah, 01–19.

Abd. Muin Salim. (2005). Metodologi Ilmu Tafsir. Yogyakarta: TERAS.

Abdul Malik Abdul Karim Amrullah (HAMKA). (1983). Tafsir al-Azhar. Jakarta: PT Panjimas.

Abdul Mustaqim. (2012). Dinamika Sejarah Tafsir Al-Qur’an: Studi Aliran-Aliran Tafsir dari Periode Klasik, Pertengahan, Hingga Modern-Kontemporer. Yogyakarta: Pondok Pesantren LSQ Ar-Rahmah.

Abdurrahman. (2011). Kepemimpinan Wanita dalam Islam dalam al-Qur’an dan Isu Kontemporer. Yogyakarta: eISAQ Press.

Agus Hermawan, M. (2020). Tafsir Ayat-Ayat Kesejahteraan Sosial. In S. N. A. Ahmad Naufal Ayasi (Ed.), Journal GEEJ (Cetakan I, Vol. 7, No. 2). Yogyakarta.

Ahmad Azhari Basyir. (2002). Beragama Secara Dewasa (Akhlak Islam). Yogyakarta: UII Press.

Ali Hasan Al-Aridl. (1992). Sejarah dan Perkembangan Metodologi Tafsir. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Al-Shabuni. (1970). al-Tibyan fi ‘Ulum al-Qur’an. Bairut: Dar al-Irsyad.

Al-Suyuthi, Jalaluddin. (2008). Asbabun Nuzul. Depok: Gema Insani.

Arif, Muhammad Fardiansyah. “Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum Ayat 22 Dan Surat Al-Hujurat Ayat 13 Menurut Pandangan Para Musaffir.” In Skripsi, 1–125. Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim, 2020.

Ash-Shabuni. (1983). Tafsir Ayat Ahkam. Surabaya: Bina Ilmu.

Badr al-Din al-Zarkasyi. (1990). al-Burhan fi Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Ma’rifah li al-Tiba’ah wa al-Nasyir.

Daulay, P. (2024). Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Al-Quran Surah Al-Isra’ayat 23-25 Tentang Berbuat Baik Terhadap Orang Tua (Doctoral dissertation, Fakultas Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Sumatera Utara).

Departemen Agama RI. (1994). Al-Qur’an dan Terjemah. Semarang: Kumudasmoro Grafindo.

Departemen Agama. (1991). Al-Qur’an dan Tafsirnya. Yogyakarta: PT Dana Bhakti Waqaf.

Departemen Agama. (2006). Al-Qur’an dan Terjemahan Bahasa Indonesia. Kudus: Menara Kudus.

Djazimah Muqaddas. (2011). Kontroversi Hakim Perempuan pada Peradilan Islam di Negara-Negara Muslim. Jakarta: LKiS.

Firmansyah, Achmad Abu Bakar, M. Y. (2023). Membangun Kehidupan Beragam: Tafsir Tahlili terhadap Surah Al-Mubarak. Al-Mubarak Jurnal Kajian Al-Quran & Tafsir, 8(2), 47–60.

Hasbi Ash-Shiddiqy. (1965). Sejarah dan Pengantar Ilmu Tafsir. Jakarta: Bulan Bintang.

Hesti Agusti Saputri, Siti Nur Kholifah, Farzila Wati, & Rajif Adi Sahroni. (2024). Peran Sosial Umat dalam Membangun Solidaritas Menurut Tafsir Surah At-Taubah Ayat 71. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam, 2(5), 01–19.

Husein Muhammad. (2002). Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta: LKiS.

Jalaludinn As-Suyuthi. TT. Lubab an-Nuqul fi Asbab al-Nuzul. Dar at-Tahrir.

Latifah, L. (2020). Makna Isi Kandungan Surah Al-A’raf Ayat 179 dalam Konsep dan Karakteristik Pendidikan Islam. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1).

Malia Hayati, S. (2024). Interpretasi QS. Al-Nisā’ [4]: 34 dalam Wacana Tafsir Feminis: Analisis Pemikiran Husein Muhammad. Nun: Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara, 10(2), 167–185.

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.

Ngalimun, N., & Rohmadi, Y. (2021). Harun nasution: sebuah pemikiran pendidikan dan relevansinya dengan dunia pendidikan kontemporer. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 3(2), 55-66.

Nopalia, S., Elis, S., & Sari, W. S. (2024). Integrasi ilmu dan pendidikan dalam Islam surah Al-Mujadillah ayat 11. Mutiara: Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Учредители: Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Islam Kaimuddin Baubau, 2(4), 01-09.

Downloads

Published

2025-11-24

How to Cite

Haisusyi, Anwar, K., & Mahfuzh, T. W. (2025). Studi Kasus Penafsiran Ayat Sosial: Analisis Qs An-Nisa’ 34, Al-Hujurat 13, dan Qs Al-Maidah 48. JIS: Journal Islamic Studies, 3(3), 411–419. https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1541