Hubungan Konsep Diyat dalam Hukum Pidana Islam terhadap Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Kecelakaan Lalu Lintas yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia

Authors

  • Adiniya Wirasti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Imam Yazid Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.71456/jis.v4i3.2901

Keywords:

Diyat, Kecelakaan Lalu Lintas, Pertanggungjawaban Pidana, Hukum Pidana Islam, Keadilan Restoratif, Perlindungan Korban

Abstract

Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia menuntut konstruksi pertanggungjawaban pidana yang adil, proporsional, dan berorientasi pada pemulihan korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana pelaku kecelakaan lalu lintas dalam hukum positif Indonesia pasca-berlakunya KUHP Nasional (UU No. 1 Tahun 2023) serta mengonstruksikan hubungan konseptual antara doktrin diyat dalam hukum pidana Islam dengan pertanggungjawaban pidana tersebut. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus (Putusan PN Medan No. 1552/Pid.Sus/2022/PN Mdn), bahan hukum dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dalam hukum positif Indonesia dibedakan secara yuridis berdasarkan bentuk kesalahan (culpa pada Pasal 310 UU LLAJ dan dolus/kesengajaan membahayakan pada Pasal 311 UU LLAJ) serta hubungan kausalitasnya. Dalam perspektif hukum pidana Islam, perbuatan mengemudi yang secara sadar membahayakan memiliki persinggungan konseptual dengan kategori syibh al-‘amd (semi-sengaja) dan qatl al-khatha’ (kealpaan). Doktrin diyat tidak dirancang sebagai pengganti sanksi pidana formal dalam sistem hukum nasional, melainkan berfungsi sebagai sumber nilai substantif (substantive value) yang mengintegrasikan diferensiasi gradasi kesalahan dengan kewajiban kompensasi material dan pemulihan bagi ahli waris korban (hifzh al-nafs). Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan instrumen restitusi dan keadilan restoratif dalam pembaruan hukum pidana nasional.

References

Al Aulia Alpaten, U. A., & Harahap, R. D. K. A. (2025). Integrasi teori diyat perspektif hukum pidana Islam dengan pendekatan restorative justice dalam sistem hukum pidana Indonesia. Khatulistiwa Law Review, 6(2). https://doi.org/10.24260/klr.v6i2.5079

Al Farahidy, K. (2022). Konsep maqāṣid syariah: The concept of maqāṣid syariah as-Syāthiby dalam kitab Al-Muwāfaqāt as-Syāthiby. Dusturiyah: Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial, 12(2). https://doi.org/10.22373/dusturiyah.v12i2.13028

Al-Qur'an. (n.d.). Al-Qur'an al-Karim.

Abu Dawud, S. A. (n.d.). Sunan Abi Dawud. Maktabah Dahlan.

Al-Syāthibi, I. (1997). Al-Muwāfaqāt fi uṣūl al-syari‘ah (A. Ubaidah, Ed.). Dār Ibn ‘Affān.

Audah, A. Q. (1992). Al-Tashri' al-Jina'i al-Islami Muqaranan bi al-Qanun al-Wad'i [Hukum pidana Islam: Perbandingan dengan hukum positif] (Jilid I). Beirut: Mu'assasat al-Risalah.

Audah, A. Q. (2011). Al-Tashri' al-Jina'i al-Islami Muqaranan bi al-Qanun al-Wad'i (Jilid II). Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Az-Zuhayli, W. (2011). Fiqh Islam wa adillatuhu (Jilid 3). Gema Insani Press.

Ihksan, M., Kurniati, & Ilyas, M. (2025). Implementasi qisas dan diyat dalam sistem hukum pidana Indonesia: Analisis normatif terhadap kompatibilitas syariat Islam dengan hukum positif. Media Hukum Indonesia. https://www.ojs.daarulhuda.or.id/index.php/MHI/article/view/2988

Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025.

Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6842.

Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6856.

Ismail, S. Z. (2024). Proposing diyat as an alternative to death penalty for the crime of murder in Malaysia. Jurnal Syariah, 32(3). https://doi.org/10.22452/syariah.vol32no3.6m

Maerani, I. A., & Nuridin. (2021). Rekonstruksi kebijakan hukum pelaksanaan pidana denda berbasis nilai-nilai Islam. Pandecta Research Law Journal, 16(1). https://doi.org/10.15294/pandecta.v16i1.29658

Marzuki, P. M. (2011). Penelitian hukum. Kencana.

Maulana, I., Reynaldi, F., Afriansyah, D., Fernanda, M. R., & Marpaung, Z. A. (2025). Application of criminal sanctions to murder cases according to Islamic criminal law. Jurnal Cendikia ISNU SU, 2(2). https://doi.org/10.70826/jcisnu.v2i2.833

Matondang, M. M., Yazid, I., Tanjung, D., & Khoir, N. (2026). Hukum pidana Islam yang hidup dalam masyarakat: Pendekatan sosiologi dan antropologi hukum dalam konstruksi jinayah kontemporer. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 10264–10272. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.10315

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Muslich, A. W. (2005). Hukum pidana Islam. Sinar Grafika.

Munthe. (2018). The criminal acts of qisas and diyat from the perspective of Islamic law. AT-TAFAHUM: Journal of Law, 3(1). https://doi.org/10.47006/attafahum.v3i1.29104

Pengadilan Negeri Medan. (2022). Putusan Nomor 1552/Pid.Sus/2022/PN Mdn. Pengadilan Negeri Medan.

Rafid, N. (2022). The value of justice and utility in qisas and diyat crimes in Islamic criminal law. Milkiyah: Jurnal Hukum Islam.

Robo, B. D., Tongat, Setiawan, M. A., & Rada, A. M. (2026). Integrating the concepts of diyat and ‘afwu into death penalty commutation in the contemporary era. MILRev: Metro Islamic Law Review, 5(2). https://doi.org/10.32332/milrev.v5i2.12183

Sabiq, S. (2009). Fiqh al-sunnah (M. N. Al-Albani, Ed.; Jilid 3). Cakrawala Publishing.

Samudra, S. A., Khoerotul, S., & Aeni, R. (2023). Review of qishash-diyat crimes against criminal acts in positive law. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah.

Sinaga, D. S. A., & Marpaung, Z. A. (2026). Offenders’ inability to pay restitution to victims: An Islamic criminal law perspective. Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam, 11(2). https://doi.org/10.30863/ajmpi.v11i2.11813

Sudarti. (2021). Hukum qishash diyat: Sebuah alternatif hukuman bagi pelaku kejahatan pembunuhan berencana di Indonesia. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 12(1). https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Yudisia/article/view/8991

Zainuddin, A. (2023). The relevance of Islamic criminal law (jinayah) in the modern era. Indonesian Journal of Islamic Law.

Downloads

Published

2026-10-16

How to Cite

Wirasti, A., & Yazid, I. (2026). Hubungan Konsep Diyat dalam Hukum Pidana Islam terhadap Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Kecelakaan Lalu Lintas yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia. JIS: Journal Islamic Studies, 4(3), 961–981. https://doi.org/10.71456/jis.v4i3.2901