Ekoteologi, Deforestasi, dan Religiusitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Alam

Authors

  • Aulia Siddiq Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fitriani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jis.v4i3.2975

Keywords:

Ekoteologi, Deforestasi, Bencana Alam, Religiusitas, Masyarakat, Pelestarian Lingkungan

Abstract

Deforestasi merupakan permasalahan lingkungan yang dapat meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, serta mengganggu keseimbangan ekosistem dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan dimensi spiritual dan religiusitas masyarakat dalam memaknai bencana dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara ekoteologi, deforestasi, bencana alam, dan religiusitas masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan buku, artikel jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, dan publikasi yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengidentifikasi hubungan antara kerusakan lingkungan, respons religius masyarakat, dan tanggung jawab ekologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa deforestasi dapat mengganggu fungsi ekologis dan meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana tertentu, meskipun bencana tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal. Pengalaman bencana dapat mendorong penguatan spiritualitas, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan pergulatan spiritual, negative religious coping, serta pemaknaan bencana sebagai hukuman Tuhan yang berpotensi menghambat pemulihan. Kajian ini juga menunjukkan bahwa ekoteologi dapat menjadi landasan etis untuk menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tindakan ekologis melalui pelestarian hutan, perlindungan sumber air, pendidikan lingkungan, serta mitigasi dan pemulihan pascabencana. Dengan demikian, religiusitas dalam menghadapi bencana perlu dipahami tidak hanya melalui praktik ritual, tetapi juga melalui tanggung jawab sosial dan ekologis dalam menjaga kelestarian alam.

References

Auriga Nusantara. (2026, March 31). Status deforestasi Indonesia 2025. https://auriga.or.id/press_release/detail/65/status-deforestasi-indonesia-2025?lang=id

Caggiano, H., & Weber, E. U. (2023). Advances in qualitative methods in environmental research. Annual Review of Environment and Resources, 48, 793–811. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-112321-080106

Chan, C. S., & Rhodes, J. E. (2013). Religious coping, posttraumatic stress, psychological distress, and posttraumatic growth among female survivors four years after Hurricane Katrina. Journal of Traumatic Stress, 26(2), 257–265. https://doi.org/10.1002/jts.21801

Feder, A., Ahmad, S., Lee, E. J., Morgan, J. E., Singh, R., Smith, B. W., Southwick, S. M., & Charney, D. S. (2013). Coping and PTSD symptoms in Pakistani earthquake survivors: Purpose in life, religious coping and social support. Journal of Affective Disorders, 147(1–3), 156–163. https://doi.org/10.1016/j.jad.2012.10.027

Fitriani, F., Harahap, S., Harahap, E. W., Lubis, D., & Siregar, H. S. (2026). Deforestasi sebagai dampak modernisasi di Tamiang: Studi ekoteologis. Studia Sosia Religia, 9(1), 58–67. https://doi.org/10.51900/ssr.v9i1.28449⁠

Hossini, H., Rezaee, A., Asadi, F., & Kahrizi, M. (2023). The environment from the perspective of the Qur’an and divine teachings. Journal of Health Reports and Technology, 9(2), e133381. https://doi.org/10.5812/jhrt-133381

Hussain, A., Weisaeth, L., & Heir, T. (2011). Changes in religious beliefs and the relation of religiosity to posttraumatic stress and life satisfaction after a natural disaster. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 46(10), 1027–1032. https://doi.org/10.1007/s00127-010-0270-7

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2025, March 21). Hutan dan deforestasi Indonesia tahun 2024. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. https://www.kehutanan.go.id/pers/article-10

Lim, J. R., Liu, B. F., Egnoto, M., & Roberts, H. A. (2019). Individuals’ religiosity and emotional coping in response to disasters. Journal of Contingencies and Crisis Management, 27(4), 331–345. https://doi.org/10.1111/1468-5973.12263

Nikmah, D. D., & Maulana, A. M. R. (2024). Disasters and religious resilience in Indonesia: A review. Jurnal Studi Agama, 8(1), 21–35. https://doi.org/10.19109/jsa.v8i1.21900

Nur, A., Husin, H. B., Alwizar, & Yasir, M. (2025). Qur’anic ecotheology and the ethics of forest protection in Indonesia. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 26(2), 351–382. https://doi.org/10.14421/qh.v26i2.6312

Pargament, K. I., Tarakeshwar, N., Ellison, C. G., & Wulff, K. M. (2001). Religious coping among the religious: The relationships between religious coping and well-being in a national sample of Presbyterian clergy, elders, and members. Journal for the Scientific Study of Religion, 40(3), 497–513. https://doi.org/10.1111/0021-8294.00073

Rani, R., Rahmawati, S., & Surawan, S. (2025). The role of religion as environmental ethics: An ecotheological perspective on the ecological crisis among Muslim communities in Central Kalimantan. Jurnal Studi Agama, 9(2), 234–255. https://doi.org/10.19109/jsa.v9i2.31422

Rozi, S., Ritonga, A. R., & Januar, J. (2021). “Local community-based disaster management”: The transformation of religious and local wisdom values in preparation to deal with natural hazards in West Sumatra, Indonesia. Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies, 13(1), a1020. https://doi.org/10.4102/jamba.v13i1.1020

Rusmiati, E. T., Maryasih, N. L. K., Hutasoit, B. M., & Widoyo, H. (2023). Ecotheology in religious texts: Islamic, Christian, Hindu, and Buddhist perspectives on responding to the environmental crisis. Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences, 3(2), 127–135. https://doi.org/10.32509/mirshus.v3i2.126

Ruswanda, A. S. (2026). Ecotheology and the spirit of ecology: A comparative study of world religions and the Baduy indigenous tradition. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 6(1), 97–113. https://doi.org/10.22373/arj.v6i1.33933

Stanko, K. E., Cherry, K. E., Marks, L. D., Sampson, L., Ryker, K. S., Barrios, B., Anderson, R., Sanchez, S., & Allen, K. (2018). When reliance on religion falters: Religious coping and post-traumatic stress symptoms in older adults after multiple disasters. Journal of Religion, Spirituality & Aging, 30(4), 292–313. https://doi.org/10.1080/15528030.2018.1434853

Wahyuni, H., & Suranto, S. (2021). Dampak deforestasi hutan skala besar terhadap pemanasan global di Indonesia. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 148–162. https://doi.org/10.14710/jiip.v6i1.10083

Downloads

Published

2026-10-27

How to Cite

Siregar, A. S., & Fitriani. (2026). Ekoteologi, Deforestasi, dan Religiusitas Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Alam. JIS: Journal Islamic Studies, 4(3), 998–1009. https://doi.org/10.71456/jis.v4i3.2975