Pergeseran Paradigma Ketuhanan dan Kemanusiaan dalam Pemikiran Islam
Relasi Tuhan, Akal, dan Tanggung Jawab Manusia
DOI:
https://doi.org/10.71456/jis.v4i3.3048Keywords:
Teosentrisme, Antroposentrisme, Pemikiran Islam, Rasionalitas, Tanggung Jawab ManusiaAbstract
Pergeseran paradigma ketuhanan dan kemanusiaan dalam pemikiran Islam menghadirkan persoalan mendasar mengenai kedudukan Tuhan, fungsi akal, dan tanggung jawab manusia dalam menentukan arah kehidupan. Persoalan ini tidak sekadar menyangkut perubahan orientasi pemikiran dari teosentrisme menuju antroposentrisme, tetapi juga berkaitan dengan upaya memahami hubungan nilai-nilai ketuhanan dan kebutuhan manusia dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Artikel ini bertujuan menganalisis secara kritis hubungan kedua paradigma tersebut serta implikasinya terhadap rasionalitas, pertimbangan moral, dan tanggung jawab sosial manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis filosofis dan komparatif terhadap konsep-konsep utama dalam pemikiran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa teosentrisme memberikan landasan transendental bagi orientasi moral manusia, sedangkan antroposentrisme menekankan peran manusia sebagai subjek yang berpikir, bertindak, dan bertanggung jawab atas konsekuensi tindakannya. Keduanya perlu dipahami secara kritis agar orientasi ketuhanan tidak mengabaikan persoalan kemanusiaan dan penghargaan terhadap peran akal tidak melepaskan tindakan manusia dari dimensi moral dan spiritual. Dalam perspektif Islam, hubungan Tuhan dan manusia dapat dipahami melalui keselarasan nilai wahyu, penggunaan akal, dan tanggung jawab etis dalam kehidupan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa pembaruan pemikiran Islam memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan kesadaran ketuhanan, rasionalitas, dan kemanusiaan tanpa mempertentangkan ketiganya secara mutlak.
References
Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. International Institute of Islamic Thought and Civilization.
Alfian, G. Latifah. 2025. Dialektika Akal dan Wahyu: Pemikiran Filosofis Tentang Keimanan dan Ketuhanan dalam Islam. JIS: Journal Islamic Studies, 3(3), 337-45.
Al-Ghazali. (1980). Freedom and fulfillment: An annotated translation of al-Ghazali’s al-Munqidh min al-Dalal and other relevant works (R. J. McCarthy, Trans.). Twayne Publishers.
Anwar, K., & Masuwd, M. A. (2026). Artificial Intelligence, Social Media, and Post-Truth: An Islamic Education Perspective. Al-Mudarris (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 9(2), 245-264.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.
Berlin, I. (1969). Four essays on liberty. Oxford University Press.
Brooke, J. H. (1991). Science and religion: Some historical perspectives. Cambridge University Press.
Del Soldato, E. (2023). Natural philosophy in the Renaissance. In E. N. Zalta & U. Nodelman (Eds.), The Stanford encyclopedia of philosophy (Fall 2023 ed.).
Erawati, D. (2026). Ethnopedagogy in Social and Cultural Sciences: A Bridge between Cultural Identity, Local Values, and Contextual Learning. Maneser: Journal of Religion, Spirituality, and Culture, 1(1), 37-48.
Griffel, F. (2026). Al-Ghazali. In E. N. Zalta & U. Nodelman (Eds.), The Stanford encyclopedia of philosophy (Spring 2026 ed.).
Haryadi, R., & Burhanuddin, N. (2026). The transformation of ʿilm al-kalām methodology: An epistemological shift from theocentrism to anthropocentrism in the context of modernity. Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 6(1), 41–50.
Ibn Rushd. (2001). Decisive treatise and epistle dedicatory (C. E. Butterworth, Trans.). Brigham Young University Press.
Junaedi, M. (2018). Konstruksi pemikiran fikih Indonesia: Pergeseran dari teosentrisme ke antroposentrisme. Manarul Qur’an: Jurnal Ilmiah Studi Islam, 18(1), 4–30.
Kamali, M. H. (2008). Shari'ah law: An introduction. Oneworld Publications.
Kant, I. (1998). Groundwork of the metaphysics of morals (M. Gregor, Trans.). Cambridge University Press. (Original work published 1785)
Latifah, L., & Ngalimun, N. (2025). Teknologi Digital Sebagai Ruang Pertemuan Agama Dan Budaya Masyarakat Multikultural. SINTESA: Jurnal Sains & Teknologi, 1(02), 51-64.
Latifah, L., & Normuslim, N. (2026). Ibn Rushd's Epistemology and Its Relevance to the Contemporary Islamic Education Curriculum. Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah, 3(1), 29-40.
Latifah, L., Zwagery, R. V., Safithry, E. A., & Ngalimun, N. (2023). Konsep dasar pengembangan kreativitas anak dan remaja serta pengukurannya dalam psikologi perkembangan. EduCurio: Education Curiosity, 1(2), 426-439.
MacIntyre, A. (1981). After virtue: A study in moral theory. University of Notre Dame Press.
Mahtir, S., Fathorrahman, Hidayat, A., Azka, I., & Haramain, F. B. (2025). From theocentric to anthropocentric: Reconfiguring tawḥīd in contemporary Islamic thought. Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society, 10(1), 107–126.
Marwiyah, S., & Syam, N. (2026). INTEGRASI ILMU KEISLAMAN DI ERA KONTEMPORER GLOBAL: PENDEKATAN INTERDISIPLINER MELALUI KOMUNIKASI DAN SOSIOLINGUISTIK. Jurnal Sosial Humaniora, 2(2), 70-81.
Nasr, S. H. (1989). Knowledge and the sacred. State University of New York Press.
Ngalimun, H. (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.
Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.
Ngalimun, N., Noortyani, R., & Hermawan, S. (2025). Nilai Religi dalam Tradisi Lisan Sansana Dayak Ngaju. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 19(1), 426-440.
Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. University of Chicago Press.
Sachedina, A. (2009). Islam and the challenge of human rights. Oxford University Press.
Safitri, N. A. R., & Ramadani, S. (2025). Perkembangan Sains Dan Teknologi Dalam Perspektif Agama. Cangkal: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(2), 33-39.
Taylor, C. (1989). Sources of the self: The making of the modern identity. Harvard University Press.
Taylor, C. (2007). A secular age. Harvard University Press.
Wijaya, A. (2020). An argument for Islamic anthropocentrism (from taklifi reasoning to humanright reasoning). PalArch’s Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology, 17(3), 487–500.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyudi Warsito, & Arisy Abror Dzurqoni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








