Analisis Konten Hoaks Dan Tabayyun Dalam Akun Media Sosial Tiktok @Basyasman00

Authors

  • Deby Amaliah* Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya
  • Siti Zainab Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya
  • Favi Aditia Ikhsan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Keywords:

Hoaks, tabayyun

Abstract

Pada era globalisasi dengan kemajuan teknologi yang signifikan pada zaman sekarang, platform media digital menjadi wadah terbesar penyebaran hoaks. Hoaks memiliki pengaruh yang signifikan dalam tataran kehidupan masyarakat dari usia anak-anak hingga dewasa tanpa terkecuali. Oleh karena itu perlu sikap tabayyun sebagai upaya mencegah penyebaran berita hoaks. Penelitian ini menganalisa pemaknaan hoaks dan tabayyun yang secara eksplisit dan implisit terkandung didalam produk digital milik Husain Basyaiban pada akun tiktok pribadinya @basyasman00 menggunakan fokus analisis isi yaitu mencatat lambang atau pesan pada 3 konten dakwahnya dengan judul “Satu Tetes Air Mata Wanita 1000 Dosa Bagi Laki-Laki”, “1 Helai Rambut Wanita, 70.000 tahun di neraka” dan yang terakhir “Katanya Udah Gede, Ditanya Niat Wudhu Sholat Kok Jawabannya Nawaitul wudhuu a liraf Il hadatsil ashghari fardhal ilaahi ta'aalad” yang di ambil menggunakan teknik sampel acak sederhana (simple random sampling) dengan pendekatan kualitatif semiotik pierce.

References

A Idnan, Idris. (2018).“Klarifikasi Al-Qur’an atas berita hoaks”, (Jakarata: PT.Alex Media Komputindo: 2018). hal.8

Alisyahbana, T. (2019). Hoax Dalam Perspektif Islam. El-Ghiroh: Jurnal Studi Keislaman, 17(02), 103-125.

Afriansyah, A. (2023). Peran Guru Dalam Pendidikan Taman Siswa Sebuah Kajian Filsafat Ki Hajar Dewantara Yang Humanisme Dan Religious. EduCurio: Education Curiosity, 1(2), 403-413.

Armiah, Najla Amal. (2021) “Peran Kompetensi Literasi Digital Terhadap Konten Hoaks Dalam Media Sosial”. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 20, No. 2,. Hal.43-52.

Asfar A.M.Irfan Taufan.(2019).” Analisis Naratif, Analisis Konten, Dan Analisis Semiotik”, researchgate.net.

Faridah, S., & Nugroho, A. G. (2023). Kepemimpinan Dalam Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Dan Kompetensi Kepala Sekolah Dan Kinerja Guru. JIS: Journal Islamic Studies, 1(2), 203-211.

Febriani, Ayu. (2021). “Pemanfaatan Tik-Tok Sebagai Media Dakwah: (Studi Kasus Ustad Syam, Di Akun @Syam_Elmarusy)”. Komunida: Media Komunikasi Dan Dakwah. Vol.11 No.02 (Hal.183.

Geyser, Werner. (2022). “Tiktok Money Calculator [Influencer Engagement&Earning Estimator], Influencermarketinghub.Com,

Hendra Tomi dan Saputri siti. (2022) “Tantangan Dakwah Dalam Arus Perkembangan Media Sosial”, Al-Hikmah Jurnal Dakwahb dan Ilmu Komunikasi. Vol. 7, No.1.

Harnedi Joni dan Rizha Fachru, (2022). “TEOLOGI DAN MEDIA SOSIAL (Studi analisis Konten Akidah di WhatsApp Ditinjau dari Perspektif Teologi Islam)”. At-Tanjir Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Vol.11, No. 2

Indra Pratama, M., & Setyabudi, D. (2020). Efek Menonton Tayangan Video Ciri – Ciri Berita Hoaks Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Berita Hoaks. Interaksi Online, 8(2), 113-123.

Latifah, L., & Ngalimun, N. (2023). Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi Melalui Transformasi Digital Dengan Pendekatan Manajemen Pendidikan Islam Di Era Society 5.0. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 5(1), 41-50.

Latifah, L., Ngalimun, N., Setiawan, M. A., & Harun, M. H. (2020). Kecakapan Behavioral Dalam Proses Pembelajaran PAI Melalui Komunikasi Interpersonal: Behavioral Proficiency In The PAI Learning Process Through Interpersonal Communication. Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 5(2), 36-42.

Latifah, L., & Awad, A. (2023). Metode Pendidikan Karakter Di Pesantren Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. JIS: Journal Islamic Studies, 1(3), 391–398. Retrieved from

Lestari, Naria. (2022) “Tabayyun Sebagai Etos Toleransi Dan Moderasi Ummatan Wasatho”, Jurnal studi Al-Qur’an, Falsafah dan Keislaman, 4(1),

Masyarakat Telematika Indonesia. (2019). “Hasil Survey Wabah Hoax Nasional Tahun 2019”, Mastel.Id.

Mazaya Vyki. (2019). “Cyberdakwah Sebagai Filter Penyebaran Hoax”, Islamic Communication Journal. Vol.4, No.1, (2019), Hal.14.

Masyarakat Telematika Indonesia. (2019). “Hasil Survey Wabah Hoax Nasional Tahun 2019”, Mastel.Id,

Marpuah, Siti. (2019). “Kesan Hadist Maudhu’ Dalam Amalan Umat Islam. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu”. Vol.2(1). Doi: 10.35961/Perada.V2i1.2

Noor, M. (2018). Penilaian kualitas informasi sebagai bentuk sikap tabayyun ketika menerima informasi di sosial media dan internet. BIBLIOTIK: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 2(1), 33-40.

Nuramaliya Mohamad Rosman, & Rosmawati Mohamad Rasit. (2021). Amalan Tabayyun Netizen dalam Menerima dan Menyampaikan Maklumat di Media Sosial: Tabayyun Netizens Practices in Receiving and Conveiying Information on Social Media. The Sultan Alauddin Sulaiman Shah Journal (JSASS), 8(1), 96-109.

Ni’mah Lutfi Ulfa dan Sukma Ari Ragil Putri. (2019). “Da’i dan Pemanfaatan Instagram: Tantangan Moderasi Dakwah di Era Digital”, Jurnal Komunikasi Islam. Vol. 9, No. 2.

Noor, Muhammad Usman Noor. (2018). “Penilaian Kualitas Informasi Sebagai Bentuk Sikap Tabayyun Ketika Menerima Informasi Di Sosial Media Dan Internet”, Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, Vol.2 No.1, 2.

Ngalimun, H., (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.

Ngalimun, N., Rahman, N. F., & Latifah, L. (2020). Dakwah KH. Zainuri HB dan Peran Kepemimpinannya di Pesantren. Sahafa Journal of Islamic Communication, 3(1), 13-24.

Ngalimun, I. K. (2017). Sebuah Pengantar Praktis. Yogyakarta: Pustaka Baru Pres

Palupi, Rismaka. (2021). “Analisis Penggunaan Aplikasi Tiktok Sebagai Media Dakwah Di Era Modern”, Journal Of Multidisciplinary Studies. Vol.5 No.1, (2021), hal.94.

Setiawan Beni. (2018). “Indonesia Darurat Hoaks”, Informasi: Kajian Ilmu Komunikasi, Vol. 48 No. 2.

Suprapti, S., Ilmiyah, N., Latifah, L., & Handayani, N. F. (2022). Islamic Aqidah Learning Management to Explore the Potential of Madrasah Students. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 5(1), 4664-4673.

Rosman Nuramaliya Mohamad dan Rasit Rosmawati Mohamad. (2021) “Amalan Tabayyun Netizen dalam Menerima dan Menyampaikan Maklumat di Media Sosial”, The Sultan Alauddin Sulaiman Shah Journal (JSASS), VOL. 8 NO. 1.

Rizkinaswara Leski. (2022). “Kominfo Blokir 565.449 Konten Hoaks Di Medsos Sepanjang 2021”, Aptika.Kominfo.Go.Id,

Silalahi, Rut Rismanta. (2017). “Karakteristik Strategi Crowdsourcing Untuk Membatasi Penyebaran Hoaks Di Indonesia Studi Kasus: Masyarakat Anti Fitnah Indonesia”, Journal Of Communication Studies, 2(2), 129.

Septanto. (2018) “Pengaruh HOAX dan Ujaran Kebencian Sebuah Cyber Crime Dengan Teknologi Sederhana di Kehidupan Sosial Masyarakat.”, Kalbi Scientia: Jurnal Sains.

Tenriawali. (2022). “Efek Hoax Covid-19 Bagi Igeneration Di Kabupaten Buru”, Potret Pemikiran, 24(2)

Taufan Asfar, A.M. Irfan. (2019).” Analisis Naratif, Analisis Konten, Dan Analisis Semiotik”, researchgate.net

Umaya, Ambarini. (2010). “Semiotika Teori Dan Aplikasi Pada Karya Sastra”, Eprints.Upgris. Ac.Id, Hal.18

Ulya. (2018). “Post-Truth, Hoax, dan Religius di Media Sosial” Fiqih: Jurnal Ilmu Aqidah dan Keagamaan. 6(2), 285.

Downloads

Published

2023-11-26

How to Cite

Amaliah, D., Zainab, S., & Ikhsan, F. A. (2023). Analisis Konten Hoaks Dan Tabayyun Dalam Akun Media Sosial Tiktok @Basyasman00. JIS: Journal Islamic Studies, 2(1), 63–73. Retrieved from https://yptb.org/index.php/jis/article/view/651