HAKIKAT MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM

Penulis

  • Agustina Effendi* STIKES Abdi Persada Banjarmasin
  • Latifah STIKES Abdi Persada Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1512

Kata Kunci:

Hakikat manusia, Penghambaan, Khalifah

Abstrak

Kajian mengenai hakikat manusia merupakan inti dari filsafat dan teologi Islam. Pemahaman yang komprehensif tentang eksistensi, kedudukan, dan tujuan penciptaan manusia sangat krusial untuk membentuk perilaku, moral, dan sistem kehidupan Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis pandangan Islam mengenai hakikat manusia, meliputi aspek penciptaan (khalq), kedudukan (khalifah dan 'abd), dimensi spiritual dan material, serta potensi dan tanggung jawabnya di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi literatur (library research). Sumber data utama adalah Al-Qur'an dan Hadis, serta literatur-literatur keislaman, tafsir, dan karya ilmiah terkait yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015-2025).  Pembahasan mengenai bahwa manusia dalam Islam bersifat dwi-dimensi, terdiri dari jasad (materi) dan ruh (spiritual). Manusia diciptakan dengan kedudukan ganda sebagai 'Abdullah (hamba Allah) dan Khalifatullah (pemimpin di bumi), yang dibekali akal ('aql), hati (qalb), dan fitrah. Eksistensi manusia adalah sebuah amanah yang mengikatnya pada tanggung jawab moral dan ibadah. Kesimpulan artikel ini bahwa hakikat manusia dalam Islam adalah makhluk teosentris yang bertujuan untuk beribadah kepada Allah SWT (QS. Adz-Dzariyat: 56) dan memakmurkan bumi. Pemahaman atas hakikat ini menuntut adanya keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan material dan spiritual untuk mencapai falah (kebahagiaan dunia dan akhirat).

Referensi

Abubakar, A., Ngalimun, N., Liadi, F., & Latifah, L. (2020). Bahasa Sebagai Nilai Perekat Dalam Simbol Budaya Lokal Tokoh Agama. Jurnal Transformatif (Islamic Studies), 4(2), 159-172.

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. (2015). Islam and Secularism. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Azra, Azyumardi. (2018). Jati Diri dan Kemanusiaan: Perspektif Islam Kontemporer. Penerbit Mizan.

Hasan, K. A. (2020). Konsep Insan Kamil dalam Perspektif Tafsir Sufistik. Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 15(1), 45-60.

Latifah, L. (2020). Makna Isi Kandungan Surah Al-A’raf Ayat 179 dalam Konsep dan Karakteristik Pendidikan Islam. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1).

Lubis, H. F. (2019). Manusia dan Tanggung Jawab Kekhalifahan: Kajian Tafsir Tematik Al-Qur'an. Tafhim: Jurnal Studi Al-Qur'an, Vol. 7(2), 178-195.

Mahmud, S. (2021). Spiritualitas dan Etika Profesi dalam Islam. Gema Insani Press.

Nasr, Seyyed Hossein. (2017). Man and Nature: The Spiritual Crisis of Modern Man. ABC International Group.

Ngalimun, N., Rahman, N. F., & Latifah, L. (2020). Dakwah KH. Zainuri HB dan Peran Kepemimpinannya di Pesantren. Sahafa Journal of Islamic Communication, 3(1), 13-24.

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.

Prasetyo, Y. B. (2016). Integrasi Jasmani dan Rohani dalam Konsep Kesehatan Holistik Islam. Jurnal Kedokteran Islam, Vol. 5(1), 1-15.

Rahman, Z. (2022). Hakikat Fitrah Manusia dalam Pendidikan Islam Kontemporer. Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 11(3), 320-335.

Riinawati, N. (2022). Implementation of Character Education in Islamic Perspective at School. Journal of Positive Psychology and Wellbeing, 6(1), 561-566.

Shidiq, N. H. (2015). Paradigma Kosmologi dan Antropologi Islam. Pustaka Pelajar.

Syarifuddin, A. (2023). Konsep Al-Nafs dan Al-Ruh dalam Perspektif Filsafat Islam dan Relevansinya dengan Psikologi Modern. Jurnal Ilmu Agama, Vol. 19(1), 90-105.

Wahid, A. (2018). Dimensi Etik dan Moralitas dalam Peran Kekhalifahan Manusia. Airlangga University Press.

Zarkasyi, H. (2019). Trilogi Epistemologi Islam. Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS).

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-12

Cara Mengutip

Effendi, A., & Latifah. (2025). HAKIKAT MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM. SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial, 3(2), 194–197. https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1512