METODE PEMAHAMAN HADITS PENDEKATAN MAQĀSHIDĪ BERBASIS TUJUAN SYARIAT

Penulis

  • Latifah* Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia
  • Abdul Helim Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia
  • Ahmad Supriadi Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1581

Kata Kunci:

Hadits, Maqāshid Al-Syarī‘ah, Pemahaman Hadits, Berbasis Tujuan Syariat

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep, landasan epistemologis, urgensi, serta implikasi pendekatan maqāshidī dalam memahami hadits, sekaligus menunjukkan relevansinya bagi pengembangan studi hadis modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa kitab-kitab hadits mu‘tabar serta sumber sekunder berupa kitab syarah hadits, karya ushul fikih, dan literatur maqāshid al-syarī‘ah klasik maupun kontemporer. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan mengombinasikan analisis tekstual, kontekstual, dan maqāshidī. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqāshidī merupakan metode pemahaman hadits yang tidak berhenti pada aspek lafaz teks, tetapi menekankan penggalian tujuan, hikmah, dan nilai kemaslahatan yang terkandung di dalamnya. Pendekatan ini memiliki landasan epistemologis yang kuat dalam tradisi keilmuan Islam dan berfungsi sebagai jembatan antara teks hadits dan realitas kontemporer. Selain itu, pendekatan maqāshidī terbukti memiliki urgensi tinggi dalam menghindari formalisme tekstual, memperkuat moderasi beragama, serta membuka ruang ijtihad kontekstual yang bertanggung jawab. Secara metodologis dan praktis, pendekatan ini berimplikasi pada rekontekstualisasi hadis, integrasi kajian hadis dan ushul fikih, serta penguatan relevansi hadis sebagai sumber etika, hukum, dan solusi bagi problem kemanusiaan modern.

Referensi

Abu Zahra, Muhammad. (1997). Uṣūl al-Fiqh. Beirut: Dar al-Fikr al-‘Arabi.

Al-Buti, Muhammad Sa‘id. (1990). Ḍawābiṭ al-Maṣlaḥah fī al-Syarī‘ah al-Islāmiyyah. Beirut: Mu’asasah al-Risālah.

Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid. (1993). Al-Mustaṣfā min ‘Ilm al-Uṣūl. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Juwaynī, ‘Abd al-Mālik. (1997). Al-Burhān fī Uṣūl al-Fiqh. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Qarḍāwī, Yūsuf. (2006). Fiqh al-Maqāṣid: Bayna al-Naẓariyyah wa al-Taṭbīq. Kairo: Dār al-Syurūq.

Al-Raysuni, Ahmad. (2005). Nazariyyat al-Maqasid ‘inda al-Imam al-Syatibi. Virginia: IIIT.

Al-Syāṭibī, Ibrāhīm. (1997). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī‘ah (Vol. 1-4). Beirut: Dār al-Ma‘rifah.

Al-Ṭāhir Ibn ‘Āshūr, Muḥammad. (2006). Maqāṣid al-Syarī‘ah al-Islāmiyyah. Kairo: Dār al-Salām.

An-Na‘im, Abdullahi Ahmed. (2008). Islam and the Secular State: Negotiating the Future of Shari‘ah. Cambridge: Harvard University Press.

Arifin, S. (2015). Metodologi Pemahaman Hadis. Yogyakarta: LKiS.

Arkoun, Mohammed. (1994). Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers. Boulder: Westview Press.

Auda, Jasser. (2010). Fiqh al-Maqasid: Inayatan bi al-Tathbiqat al-Mu‘asirah. London: IIIT.

Azami, M. M. (2002). Studies in Early Hadith Literature. Riyadh: International Islamic Publishing House.

Bin Bayyah, Abdullah. (2013). Sina’at al-Fatwā wa Fiqh al-Aqalliyyāt. Abu Dhabi: Tabah Foundation.

Duderija, Adis. (2014). Maqasid al-Shari‘ah and Contemporary Reformist Muslim Thought. New York: Palgrave Macmillan.

El Fadl, Khaled Abou. (2014). Reasoning with God: Reclaiming Shari‘ah in the Modern Age. New York: Rowman & Littlefield.

Esack, Farid. (1997). Qur’an, Liberation and Pluralism. Oxford: Oneworld.

Hallaq, W. B. (1997). A History of Islamic Legal Theories: An Introduction to Sunni Uṣūl al-Fiqh. Cambridge: Cambridge University Press.

Helim, A. (2019). Maqashid al-syari'ah versus usul al-Fiqh (Konsep dan posisinya dalam metodologi hukum islam). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kamali, M. H. (2008). Principles of Islamic Jurisprudence (3rd ed.). Cambridge: Islamic Texts Society.

Kamali, M. H. (2010). Maqasid al-Shari’ah and Ijtihad as Instruments of Civilisational Renewal. Kuala Lumpur: IAIS.

Khallāf, ‘Abd al-Wahhāb. (1994). ‘Ilm Uṣūl al-Fiqh. Kairo: Dār al-Qalam.

Latifah, L., & Ngalimun, N. (2023). Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi Melalui Transformasi Digital Dengan Pendekatan Manajemen Pendidikan Islam Di Era Society 5.0. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial, 5(1), 41-50.

Latifah. (2025). Program Doktor Studi Islam UIN Palangka Raya: Implementasi, Tantangan, dan Prospek. JIS: Journal Islamic Studies, 3(3), 211-220.

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.

Rahman, Fazlur. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Ramadan, Tariq. (2009). Radical Reform: Islamic Ethics and Liberation. Oxford: Oxford University Press.

Soroush, Abdolkarim. (2002). Reason, Freedom, and Democracy in Islam. Oxford: Oxford University Press.

Suprapti, S., Ilmiyah, N., Latifah, L., & Handayani, N. F. (2022). Islamic Aqidah Learning Management to Explore the Potential of Madrasah Students. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 5(1), 4664-4673.

Supriadi, A. (2017). Integrating Qur’an and Science: Epistemology of Tafsir Ilmi in Indonesia. Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat, 16(2), 149-186.

Syamsuddin, Sahiron. (2007). Hermeneutika al-Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: Penerbit eLSAQ Press.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

Latifah, Helim, A., & Supriadi, A. (2025). METODE PEMAHAMAN HADITS PENDEKATAN MAQĀSHIDĪ BERBASIS TUJUAN SYARIAT. SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial, 3(2), 251–259. https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1581