BIAS GENDER HUKUM WARIS DAN KESAKSIAN ISLAM
ANTARA TAFSIR KLASIK DAN REFORMASI HUKUM
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i1.1744Kata Kunci:
Gender, Hukum Waris, Kesaksian IslamAbstrak
Penelitian ini mengkaji potensi bias gender dalam hukum waris dan kesaksian Islam dalam perspektif tafsir klasik dan reformasi hukum kontemporer. Fokus penelitian adalah pada ketentuan pembagian waris 2:1 dan kesaksian perempuan yang dalam kondisi tertentu dinilai setara setengah dari laki-laki. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dianalisis secara deskriptif-kritis menggunakan teori gender, keadilan, tafsir, dan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan klasik dipengaruhi konteks sosial patriarkal dan dianggap adil secara distributif pada masanya, namun dalam masyarakat modern berpotensi menimbulkan bias gender karena perubahan peran perempuan. Oleh karena itu, diperlukan reinterpretasi melalui pendekatan tafsir kontekstual dan maqashid syariah guna mewujudkan keadilan substantif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembaruan pemahaman hukum Islam secara kontekstual penting untuk menjaga relevansi dan mewujudkan keadilan gender tanpa mengabaikan nilai-nilai normatif Islam.
Referensi
Anshori, D. S. (2016). Gender cognition in religious discourse: A study of framing in thematic Holy Koran interpretation. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 6(1), 88–98. https://doi.org/10.17509/ijal.v6i1.2741
Asiyah, S., & Hamdanah, H. (2024). Pendekatan model pemahaman keagamaan: Tekstual dan kontekstual inklusif dan eksklusif. Journal on Education, 6(4), 18226–18237. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.5767
Bachri, S. (2022). The differences of men’s and women’s shares in Islamic inheritance law: Defense to criticism and blasphemy. Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakat, 22(1), 17–30. https://doi.org/10.19109/nurani.v22i1.11251
Effendi, A., & Latifah. (2025). HAKIKAT MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM. SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial, 3(2), 194–197. https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1512
Firdawaty, L., Munji, A., Sukandi, A., Bukhari, N., & Apriani, I. (2023). Husein Muhammad’s thoughts on gender equality in Islamic inheritance law. Al-’Adalah, 19(2), 223–244. https://doi.org/10.24042/adalah.v19i2.13123
Halimatussa’diyah, H., Kusnadi, K., Yuliyanti, A. Y., Ilyas, D., & Zulfikar, E. (2024). Minangkabaunese matrilineal: The correlation between the Qur’an and gender. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 80(1). https://doi.org/10.4102/hts.v80i1.8643
Jones, J. (2019). “Where only women may judge”: Developing gender-just Islamic laws in India’s all-female Sharī‘ah courts. Islamic Law and Society, 26(4), 437–466. https://doi.org/10.1163/15685195-00264P04
Komaruddin, K. (2020). Fairness in the distribution of land ownership in Indonesia based on Islamic law perspective. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 20(2), 211–234. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v20i2.211-234
Latifah, L., Zwagery, R. V., Safithry, E. A., & Ngalimun, N. (2023). Konsep Dasar Pengembangan Kreativitas Anak Dan Remaja Serta Pengukurannya Dalam Psikologi Perkembangan. EduCurio: Education Curiosity, 1(2), 426–439. https://yptb.org/index.php/educurio/article/view/275
Miswar, A., Mamdouh, H. M., Fakhrurrazi, F., & Mukhtar, M. (2023). Qur’anic narratives of women’s competencies and the consequences of Islamic law on their involvement in society. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam. https://www.semanticscholar.org/paper/Qur%27anic-Narratives-of-Women%27s-Competencies-and-The-Miswar-A./1826cddac89d2cd202416f898f245bb75e6a103f
Ngalimun, H. (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.
Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265–278. https://doi.org/10.71456/ecu.v1i1.216
Normuslim, & Latifah. (2025). Epistemologi Ibnu Rusyd, Al-Ghazali, dan Ibnu Sina: Perspektif Filsafat Islam: (The Epistemology of Ibn Rushd, Al-Ghazali, and Ibn Sina: An Islamic Philosophical Perspective). JIS: Journal Islamic Studies, 3(3), 249–260. https://doi.org/10.71456/jis.v3i3.1492
Rohman, M. M., & Muafatun, S. (2021). Hacking Muhammad Syahrûr’s hudûd theory and its relevance to the inheritance of Sangkolan Madurese people. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 19(2), 182–195. https://doi.org/10.30984/jis.v19i2.1625
Rokhmad, A., & Susilo, S. (2017). Conceptualizing authority of the legalization of Indonesian women’s rights in Islamic family law. Journal of Indonesian Islam, 11(2), 489–508. https://doi.org/10.15642/JIIS.2017.11.2.489-508
Safitri, H. H., & Khumaedy, A. (2024). Gender equality in the distribution of inheritance property from Al-Qur’an and Mawaris fiqh’s perspective. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 7(1), 54–63. https://doi.org/10.47971/mjhi.v7i1.765
Setyawan, R., & Kustiawan, M. T. (2021). Najmuddīn al-Tūfī’s thoughts on the dynamics of inheritance law 2:1 perspective of maṣlaḥah. Al-Hukama’, 11(2), 85–114. https://doi.org/10.15642/alhukama.2021.11.2.85-114
Wahyudi, M. I. (2018). Women dealing with the law in religious courts. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 18(2). https://doi.org/10.15408/ajis.v18i2.7491
Wulansari, E. P., Supriyatni, R., & Kusmayanti, H. (2023). Case study Surabaya religious court judgement about grandchildren as substitute heirs who control inheritance judging from Islamic law. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 5(1), 20–34. https://doi.org/10.23920/jphp.v5i1.1356
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hardani, Normuslim, & Hamdanah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






