GERAKAN FEMINISME ISLAM
PEMIKIRAN TOKOH-TOKOH GENDER ISLAM KONTEMPORER
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i1.1770Abstrak
Perkembangan wacana gender dalam dunia Islam telah melahirkan berbagai pemikiran kritis yang berupaya menafsirkan kembali ajaran Islam secara lebih adil terhadap perempuan. Salah satu bentuk perkembangan tersebut adalah munculnya gerakan feminisme Islam yang berusaha memperjuangkan kesetaraan gender dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran tokoh-tokoh feminisme Islam kontemporer, khususnya Qasim Amin dari Mesir dan Fatima Mernissi dari Maroko. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang mengkaji berbagai literatur akademik yang berkaitan dengan pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qasim Amin menekankan pentingnya pendidikan dan reformasi sosial sebagai sarana untuk meningkatkan posisi perempuan dalam masyarakat Muslim. Ia mengkritik berbagai praktik sosial yang dianggap membatasi peran perempuan, seperti pembatasan akses pendidikan dan praktik pemingitan perempuan. Sementara itu, Fatima Mernissi lebih menekankan pada kritik terhadap interpretasi patriarkal terhadap teks-teks keagamaan yang selama ini mendominasi pemikiran Islam. Mernissi menggunakan pendekatan historis dan sosiologis untuk menunjukkan bahwa banyak interpretasi yang membatasi perempuan sebenarnya merupakan konstruksi sosial yang berkembang dalam masyarakat patriarkal. Pemikiran kedua tokoh ini memberikan kontribusi penting dalam perkembangan feminisme Islam serta membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai kesetaraan gender dalam perspektif Islam.
Referensi
Ahmed, L. (1992). Women and Gender in Islam. Yale University Press.
Amin, Q. (1899). Tahrir al-Mar’ah. Cairo: Dar al-Ma’arif.
Arisa, A., & Latifah, L. (2023). Pencegahan Perilaku Seksual Pada Remaja Di Banjarmasin Melalui Self Efficaccy Media Audio Visual. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2), 279-287.
Arisa, A., Latifah, L., Supriadinata, S., Fawwaz, M. I. R., Junisa, N. E., & Salsabila, A. (2023). Analisis Pengembangan Self Efficaccy Melalui Sains Video Edukasi Dalam Upaya Pencegahan Perilaku Seksualitas Pada Remaja Di Kota Banjarmasin. JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 196-204.
Awad, & Latifah. (2026). PEMIKIRAN ISLAM DAN TANTANGAN MODERNITAS: PERSPEKTIF AKADEMISI STIT DARUL HIJRAH MARTAPURA. Jurnal Sosial Dan Humaniora, 2(1), 10–17.
Barlas, A. (2002). Believing Women in Islam. University of Texas Press.
Esposito, J. L. (2011). Women in Muslim Family Law. Syracuse University Press.
Haddad, Y. (2007). Islam, Gender and Social Change. Oxford University Press.
Hamdanah, H., Surawan, S., & Fahmi, N. (2023). Cartoon film as a medium of moral education for early children. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4421-4430.
Kandiyoti, D. (1991). Women, Islam and the State. Third World Quarterly.
Latifah, L., & Awad, A. (2023). Metode Pendidikan Karakter Di Pesantren Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. JIS: Journal Islamic Studies, 1(3).
Latifah. (2026). PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMA ISLAM TERPADU ASSALAM MARTAPURA. Masca: Journal of Islamic Studies, 2(1), 1–8.
Mernissi, F. (1991). The Veil and the Male Elite. Perseus Books.
Mir-Hosseini, Z. (2006). Muslim Women’s Quest for Equality. Journal of Islamic Studies.
Nasr, S. H. (2003). Islam: Religion, History and Civilization. Harper Collins.
Ngalimun, H. (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.
Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.
Ngalimun, N., Noortyani, R., & Hermawan, S. (2025). Nilai Religi dalam Tradisi Lisan Sansana Dayak Ngaju. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 19(1), 426-440.
Normuslim, N. (2023). Pendidikan Islam multikultural. Yogyakarta: K-Media
Nurlaelawati E. (2024). Muslim women's dress in Southeast Asia: Islamic law, fashion, and national identity Southeast Asian Islam: Integration and IndigenisationPages: 143 - 166
Purwanti, S., Utami, S. W., & Latifah, L. (2022). Konseling sebaya pada kesehatan reproduksi remaja dalam komunikasi interpersonal. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Pandohop, 2(2), 47-55.
Rahman, F. (1982). Islam and Modernity. University of Chicago Press.
Riandi, M. I., Maulidah, N., Safitri, T. M., & Suhartono, S. (2019). The effect of parenting program on knowledge and attitudes of parents in fulfillment the basic needs of children in Karangtanjung village. In Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Vol. 2, No. 1, pp. 294-299).
Roded, R. (2012). Women in Islamic Biographical Collections. Journal of Middle East Studies.
Shaikh, S. (2003). Knowledge, Women and Gender in the Hadith. Journal of Religion.
Wadud, A. (1999). Qur’an and Woman. Oxford University Press.
Zannah, R., & Rahmawati, N. (2025). MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MIS ASSALAM MARTAPURA DALAM MEWUJUDKAN MUTU PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI KEISLAMAN. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(1), 29-35.
Ziba Mir-Hosseini. (2013). Gender and Equality in Muslim Family Law. Islamic Law Journal.
Zuhdi, M. (2018). Feminism and Islamic Reform. Journal of Islamic Studies.
Zwagery, R. V., Safithri, E. A., & Latifah, N. (2020). Psikologi Perkembangan: Konsep Dasar Pengembangan Kreatifitas Anak. Yogyakarta: Parama Ilmu.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Haisusyi, Normuslim, & Hamdanah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






