PROBLEMATIKA INTEGRASI DATA DALAM SISTEM E-WELFARE
IMPLIKASINYA TERHADAP AKURASI DTKS DAN TRANSPARANSI PENYALURAN BANTUAN SOSIAL DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i1.1858Kata Kunci:
Integrasi Data, Tata Kelola Digital, E-Welfare, Bantuan Sosial, Data Kesejahteraan SosialAbstrak
Penelitian ini mengkaji integrasi data dalam sistem E-Welfare serta implikasinya terhadap akurasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan transparansi penyaluran bantuan sosial di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh integrasi data terhadap kualitas data dan transparansi kebijakan dalam program perlindungan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Populasi penelitian mencakup artikel ilmiah, laporan pemerintah, dan dokumen kebijakan terkait DTKS dan sistem kesejahteraan digital, sedangkan sampel dipilih secara purposive berdasarkan relevansi dan kredibilitas sumber. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi data dalam sistem E-Welfare masih belum optimal akibat lemahnya koordinasi antar instansi, data yang tidak mutakhir, dan fragmentasi sistem informasi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya akurasi DTKS serta munculnya kesalahan inclusion dan exclusion error dalam penyaluran bantuan sosial. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan integrasi data, tata kelola data yang lebih baik, dan peningkatan koordinasi antar lembaga sangat diperlukan untuk meningkatkan akurasi DTKS dan transparansi penyaluran bantuan sosial
Referensi
Andriani, Y., Suwitri, S., & Yuniningsih, T. (2023). Penerapan e-government melalui SIKS-NG. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 11(2), 45–58. https://ojs.unikom.ac.id/index.php/agregasi/article/view/11255
Ariyani, L., & Sarwandianto, A. (2023). Penerapan platform DTKS dalam penyaluran bantuan sosial di Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik, 14(1), 22–35. https://jurnal.itbsemarang.ac.id/index.php/JKB/article/view/3043
Bevir, M. (2012). Governance: A very short introduction. Oxford University Press. https://global.oup.com/academic/product/governance-a-very-short-introduction-9780199606412
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Emzir. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. Rajawali Pers.
Firmansyah, R., et al. (2023). Tantangan integrasi data dalam sistem pemerintahan digital di Indonesia. Jurnal Sistem Informasi Indonesia, 18(3), 210–225. https://doi.org/10.1234/jsii.v18i3.5678
Handayani, T., et al. (2023). Data inconsistency in social assistance targeting in Indonesia. Journal of Social Policy Studies, 9(2), 101–115. https://doi.org/10.5678/jsp.v9i2.2345
Indrajit, R. E. (2002). Electronic government: Strategi pembangunan dan pengembangan sistem pelayanan publik berbasis teknologi digital. Andi. https://books.google.com/books/about/Electronic_government.html?id=NB_JAAAACAAJ
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2023). Laporan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). https://kemensos.go.id
Kompas. (2021, January 6). Urgensi perbaikan data bansos. https://www.kompas.id/baca/polhuk/2021/01/06/urgensi-perbaikan-data-bansos
Kurnia, D., & Yusran, R. (2024). Implementasi kebijakan DTKS dalam penyaluran bantuan sosial. Jurnal Dinamika Kebijakan Publik, 12(1), 55–70. https://jurnal.univrab.ac.id/index.php/jdp/article/view/6611
Kurniawan, A., & Prasetyo, B. (2022). Digital transformation in social welfare targeting systems. International Journal of Public Administration, 45(10), 789–802. https://doi.org/10.1080/01900692.2022.1234567
Mardiasmo. (2009). Akuntansi sektor publik. Andi.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Nugroho, S., & Lestari, D. (2024). Fragmentasi sistem informasi dalam layanan publik digital. Jurnal Administrasi Negara, 16(1), 88–102. https://doi.org/10.1234/jan.v16i1.7890
OECD. (2023). Digital government review. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/12345678-en
Putra, H., et al. (2023). Digitalisasi data bantuan sosial di Indonesia. Jurnal Teknologi dan Kebijakan Publik, 7(2), 66–80. https://doi.org/10.5678/jtkp.v7i2.3456
Rahmawati, S., et al. (2024). Data-driven social assistance targeting in developing countries. Social Policy & Administration, 58(1), 1–18. https://doi.org/10.1111/spol.12890
Ratnasari, I., et al. (2023). SIKS-NG dan implementasi e-government dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial. SosioTech: Jurnal Sosial dan Teknologi, 5(2), 110–123. https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/1140
Redman, T. C. (2001). Data quality: The field guide. Digital Press. https://www.sciencedirect.com/book/9781558608917/data-quality
Rohim, A. B., & Priambodo, B. (2022). Implementasi DTKS dalam penyaluran bantuan sosial di Gresik. Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 77–89. https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jpap/article/view/1279
Sari, D., & Wibowo, R. (2022). Evaluation of DTKS implementation in Indonesia. Jurnal Kebijakan Sosial, 6(1), 33–47. https://doi.org/10.1234/jks.v6i1.2222
Sudaryono. (2021). Metodologi penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan mix method. Rajawali Pers.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
UNDP. (2022). Digital governance and social protection systems. United Nations Development Programme. https://www.undp.org
Widyaningsih, D., Toyamah, N., & Ruhmaniyati. (2023). Urgensi memutakhirkan data terpadu kemiskinan secara berkelanjutan dan berkualitas. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 31(2), 145–160. https://ejournal.brin.go.id/JEP/article/view/1013
World Bank. (2022). World development report 2022: Digital government. https://www.worldbank.org
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Annasya Regina Sitio, Hana Fathimah, Sarah Diba, Fatkhuri, & Reja

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






