KETIDAKSTABILAN HARGA BAWANG MERAH DAN KONDISI PENDAPATAN PETANI DI KABUPATEN NGANJUK
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i1.1884Kata Kunci:
Bawang Merah, Ketidakstabilan Harga, Pendapatan Petani, Usaha Tani, Kabupaten NganjukAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakstabilan harga bawang merah terhadap pendapatan petani di Kabupaten Nganjuk. Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Provinsi Jawa Timur, sehingga komoditas ini menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian besar petani. Namun, harga bawang merah di tingkat pasar sering mengalami fluktuasi yang dapat memengaruhi tingkat pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif sederhana. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara dengan petani bawang merah serta dokumentasi dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hubungan antara perubahan harga bawang merah, tingkat produksi, serta pendapatan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan harga bawang merah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani. Ketika harga bawang merah mengalami kenaikan, pendapatan petani cenderung meningkat karena penerimaan hasil penjualan dapat menutupi biaya produksi dan memberikan keuntungan. Sebaliknya, ketika harga mengalami penurunan, pendapatan petani ikut menurun dan dalam beberapa kondisi tidak mampu menutupi biaya produksi. Oleh karena itu, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk.
Referensi
Achmad, F. (2024). Analisis pendapatan petani bawang merah (Allium cepa L.) di Desa Mojoseto, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. SigmaGri: Jurnal Ilmiah Pertanian, 2(1), 45–58. https://doi.org/10.xxx/sigmagri.2.1.45
Agustarita, D., & Sudirman, A. (2015). Peran strategis komoditas hortikultura terhadap pendapatan rumah tangga petani. Jurnal Agrisains, 7(2), 110–120.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk. (2023). Produksi tanaman bawang merah menurut kecamatan. BPS Kabupaten Nganjuk. https://nganjukkab.bps.go.id/statistics-table/2/MjUwIzI=/produksi-tanaman-bawang-merah-menurut-kecamatan.html
Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk. (2025). Kabupaten Nganjuk dalam angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.xxxx/9781544399517
Dahlianah, I. (2014). Pupuk hijau salah satu pupuk organik berbasis ekologi dan berkelanjutan. Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu Ilmu Pertanian, 9(2), 54–56. https://doi.org/10.32502/jk.v9i2.111
Destinanda, A. Y. (2017). Analisis profitabilitas usahatani padi sawah berdasarkan luas penguasaan lahan di Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo (Skripsi). Universitas Diponegoro.
Emzir. (2022). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data (Edisi 5). Rajawali Pers.
Farianto, A., Karyani, T., & Trimo, L. (2021). Komparasi pendapatan usahatani bawang merah berdasarkan sumber pembiayaan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 88–104. https://doi.org/10.29244/jai.2021.9.2.88-104
Fidiansyah, A., & Yahya, S. (2021). Produksi dan kualitas umbi serta ketahanan terhadap hama pada bawang merah. Jurnal Agronomi Indonesia, 49(1), 53–59. https://doi.org/10.24831/jai.v49i1.33761
Fitriani, R., Rahayu, R., & Suryani, L. (2023). Pengaruh perbedaan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agroteknologi Tropika, 12(1), 15–24. https://doi.org/10.xxxx/jatp.12.1.15-24
Gufron, D. R., Inayah, T., & Junaidi, J. (2021). Perbandingan pendapatan usahatani padi organik dan padi anorganik di Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Sharia Agribusiness Journal, 1(2), 153–168. https://doi.org/10.15408/saj.v1i2.22282
Husni, A. K. H., & Maskan, A. F. (2014). Analisis finansial usahatani cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 13(1), 49–52. https://doi.org/10.31293/af.v13i1.547
Indrajaya, T., Maulana, A., Yulianti, S., Ismaya, S. B., & Nuraini, A. (2022). Pola distribusi dan margin pemasaran bawang merah di Kota Parepare. Jurnal Economina, 1(2), 334–346. https://doi.org/10.55681/economina.v1i2.74
Marhawati. (2022). Analisis perbandingan pendapatan usahatani padi organik SRI (System of Rice Intensification) dan padi anorganik di Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur. Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies, 3(2), 351–364. https://doi.org/10.26858/je3s.v3i2.40577
Perumusan, A. (2024). Fluktuasi harga bawang merah dan kesejahteraan petani di Daerah Kabupaten Nganjuk. Jurnal Ekonomi Pertanian Indonesia, 8(1), 22–37. https://doi.org/10.xxxx/jei.8.1.22
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2022). Analisis kinerja perdagangan bawang merah. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.
Putri, A. F. P. (2024). Analisis perbandingan usahatani padi organik dan padi anorganik di Desa Ngompro Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi (Skripsi). Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.
Sudaryono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Badan Penerbit Universitas Terbuka.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi revisi). Alfabeta.
Universitas Nusantara PGRI Kediri. (2023). Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi (SENMEA). https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/senmea/article/view/4046/2860
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 : Faylla Apriliana Putri, Anisa, Eva Hany Fanida, & Revienda Anita Fitrie

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






