DIGITAL DIVIDE DALAM IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT

STUDI KASUS PENGGUNAAN PEDULILINDUNGI OLEH MASYARAKAT RENTAN DI INDONESIA

Penulis

  • Adelyne Chandra Fayra* Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Aulia Husnafa Navila Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Tsania Syawalia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Fatkhuri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Reja Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.71456/sultan.v4i1.2035

Kata Kunci:

Digital Divide, E-Government, PeduliLindungi, Social Exclusion, Technology Adoption

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis digital divide dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai bentuk implementasi e-government di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Populasi penelitian adalah masyarakat rentan pengguna aplikasi PeduliLindungi, dengan sampel yang dikumpulkan melalui kuesioner semi-terstruktur secara online. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan terbuka, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital divide terjadi pada aspek akses, kemampuan, dan penggunaan teknologi. Faktor utama yang mempengaruhi adalah pendidikan, ekonomi, usia, serta kurangnya sosialisasi pemerintah. Kesimpulannya, implementasi e-government melalui PeduliLindungi belum sepenuhnya inklusif karena masih terdapat kesenjangan digital yang menyebabkan eksklusi sosial bagi masyarakat rentan.

Referensi

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Heeks, R. (2002). Information systems and developing countries: Failure, success, and local improvisations. The Information Society, 18(2), 101–112. https://doi.org/10.1080/01972240290075039

Helsper, E. J. (2012). A corresponding fields model for the links between social and digital exclusion. Communication Theory, 22(4), 403–426. https://doi.org/10.1111/j.1468-2885.2012.01416.x

Kompas.com. (2021, January 4). Dituding rawan phishing, Kominfo tegaskan aplikasi PeduliLindungi aman. https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/04/182100565/dituding-rawan-phising-kominfo-tegaskan-aplikasi-pedulilindungi-aman?page=all

OECD. (2020). Digital government review of Indonesia: Towards a data-driven public sector. OECD Publishing.

Reddick, C. G. (2005). Citizen interaction with e-government: From the streets to servers? Government Information Quarterly, 22(1), 38–57. https://doi.org/10.1016/j.giq.2004.10.003 Sage Publications.

Van Dijk, J. (2020). The digital divide. Polity Press.

World Bank. (2021). World development report 2021: Data for better lives. World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1600-0

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.).

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-20

Cara Mengutip

Fayra, A. C., Navila, A. H., Syawalia, T., Fatkhuri, & Reja. (2026). DIGITAL DIVIDE DALAM IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT: STUDI KASUS PENGGUNAAN PEDULILINDUNGI OLEH MASYARAKAT RENTAN DI INDONESIA. SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial, 4(1), 1027–1036. https://doi.org/10.71456/sultan.v4i1.2035