PENDALAMAN DAN PENGEMBANGAN MATERI PAI BIDANG SKI DI MADRASAH TSANAWIYAH
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i1.2070Kata Kunci:
Pengembangan Materi, Pendalaman Materi, Sejarah Kebudayaan Islam, Madrasah Tsanawiyah.Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan dan pendalaman materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan fakta sejarah, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, serta penguatan identitas keislaman peserta didik. Materi SKI yang selama ini cenderung disajikan secara kronologis dan berorientasi hafalan memerlukan pengembangan agar lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran umum materi SKI di MTs, bentuk pengembangan dan pendalaman materi, faktor pendukung dan penghambat, serta implikasinya terhadap pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dokumen kurikulum, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi SKI dapat dilakukan melalui pendekatan berbasis kompetensi, berbasis nilai, dan berbasis konteks kekinian. Pendalaman materi dilakukan pada sejarah Nabi Muhammad Saw., masa Khulafaur Rasyidin, dinasti-dinasti Islam, dan peradaban Islam Nusantara. Keberhasilan pengembangan dan pendalaman materi dipengaruhi oleh kompetensi guru, dukungan kurikulum, ketersediaan sumber belajar, serta lingkungan madrasah, sementara keterbatasan waktu, sarana, dan inovasi pembelajaran menjadi faktor penghambat. Pengembangan dan pendalaman materi SKI berimplikasi positif terhadap peningkatan pemahaman sejarah Islam, pembentukan karakter, pengembangan kemampuan berpikir kritis, serta penguatan identitas keislaman dan kebangsaan peserta didik.
Referensi
Azra, A. (2019). Islam Nusantara. Mizan.
Djamarah, S. B. (2010). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.
Djamarah, S. B. (2011). Psikologi belajar. Rineka Cipta.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Balitbang Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Buku SKI MTs kelas IX. Direktorat KSKK Madrasah.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Capaian pembelajaran PAI dan bahasa Arab Kurikulum Merdeka. Direktorat KSKK Madrasah.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah. Kementerian Agama RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.
Majid, A. (2013). Perencanaan pembelajaran. Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2012). Paradigma pendidikan Islam. Remaja Rosdakarya.
Nurjanah, S. (2023). Implementasi HOTS dalam pembelajaran SKI di Madrasah Tsanawiyah. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1).
Sanjaya, W. (2014). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Kencana.
Sudjana, N. (2010). Media pengajaran. Sinar Baru Algensindo.
Sudjana, N. (2012). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
Sudjana, N. (2014). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Sinar Baru Algensindo.
Sukmadinata, N. S. (2011). Pengembangan kurikulum. Remaja Rosdakarya.
Suriadi, A. (2021). Problematika pembelajaran SKI di Madrasah Tsanawiyah. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2).
Trianto. (2011). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.
Uno, H. B. (2011). Teknologi komunikasi dan informasi pembelajaran. Bumi Aksara.
Wena, M. (2012). Strategi pembelajaran inovatif kontemporer. Bumi Aksara.
Zuhairini. (2015). Sejarah pendidikan Islam. Bumi Aksara.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Eddy Hartono, Jumrani, Fakhrurazi, & Mahyuddin Barni

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






