PENERAPAN MODEL RAIS MR3 TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI DESA BULO WATTANG
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2259Kata Kunci:
Model Rais MR3, Akuntabilitas, Transparansi, Partisipasi, Pelayanan PublikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh Model Rais MR3 terhadap Pelayanan Publik di Desa Bulo Wattang Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Model Rais MR3 merupakan model tata kelola pemerintahan yang berlandaskan pada tiga pilar utama yaitu akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat. Tiga pilar tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan pemerintah desa kepada masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Bulo Wattang yang berjumlah 1.781 jiwa. Penentuan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan rumus slovin sehingga didapati sampel sebanyak 95 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner dengan skala likert, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Rais MR3 terdiri dari tiga pilar utama yaitu akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi berpengaruh positif terhadap peningkatan pelayanan publik di Desa Bulo Wattang. Semakin baik penerapan prinsip-prinsip Model Rais MR3, maka semakin baik pelayana publik di Desa Bulo Wattang.
Referensi
Erlianti, D. (2019). Kualitas pelayanan publik. Administrasi Publik, 1(1), 9–18. https://doi.org/10.36917/japabis.v1i1.3
H. Jumroh, & Pratama, M. Y. J. (2021). Implementasi pelayanan publik: Teori dan praktik.
Iza, I. N., Habibi, M. M., & Sukriono, D. (2022). Penerapan prinsip good governance dalam pelayanan publik di Desa Tempursari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang. Jurnal Civic Hukum, 7(4), 88–99.
Kurniawan, A. W., & Puspitaningtyas, Z. (2016). Metode penelitian kuantitatif (1st ed.). Pandiva Buku.
Meilyta, V., & Suryani, L. (2021). Kualitas pelayanan publik pada Kantor Desa Puain Kanan Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Administrasi Publik, 4(1), 1861–1869.
Muhammadiah. (2013). Partisipasi publik sebagai strategi mewujudkan good governance otonomi daerah: Government's role to increasing revenue village (Padesa) in Pannyangkalang Village, Bajeng District, Gowa Regency. Administrasi Negara, 3(1), 57–66.
Rais, M., Razak, R., Sofyan, B., Sofyan, W., Lubis, S., & Rais, T. R. (2024). Development of integrated village fund governance model with Siberas public service application. 8(5), 2184–2198. https://doi.org/10.55214/25768484.v8i5.1969
Razak, M. R., Niwadi, R., Putra, P. A. L., Sellang, K., & Ibrahim, M. (2025). The integration of Siberas in village fund governance model for environmental and socioeconomic sustainability. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1475(1), Article 012022. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1475/1/012022
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wuri, R. R., Kaunang, M., & Pioh, N. R. (2017). Kinerja aparatur pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan publik (Studi di Desa Sinsingon Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow). Jurnal Eksekutif, 1(1), 107–115.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mutiara Julianti, Muhammad Rais Rahmat Razak, & Yayuk Astuti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






