LEGALITAS PENANGKAPAN PRESIDEN VENEZUELA OLEH TENTARA AMERIKA SERIKAT DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2260Kata Kunci:
Extraterritorial Jurisdiction, Head Of State Immunity, International Law, Non-Intervention, State SovereigntyAbstrak
Perkembangan kejahatan transnasional mendorong negara memperluas penerapan yurisdiksi ekstrateritorial, namun praktik tersebut harus tetap menghormati prinsip-prinsip fundamental hukum internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis legalitas penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat berdasarkan prinsip kedaulatan negara, non intervensi, yurisdiksi ekstrateritorial, dan imunitas kepala negara. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan doktrinal. Penelitian tidak menggunakan populasi dan sampel karena objek kajiannya berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Instrumen penelitian berupa dokumen hukum, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui inventarisasi, identifikasi, klasifikasi, dan sistematisasi bahan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim yurisdiksi ekstrateritorial Amerika Serikat berdasarkan protective principle dan effects doctrine tidak memberikan kewenangan melakukan penangkapan secara sepihak di wilayah Venezuela. Tidak adanya persetujuan Venezuela, mekanisme ekstradisi yang dapat diterapkan, otorisasi Dewan Keamanan PBB, serta masih berlakunya immunity ratione personae bagi Nicolás Maduro menjadikan tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penegakan hukum lintas batas harus dilaksanakan melalui mekanisme hukum internasional yang sah dengan tetap menghormati prinsip kedaulatan negara, non intervensi, dan imunitas kepala negara.
Referensi
Abdussalam, T. (2024). Surat penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin oleh Mahkamah Pidana Internasional dan implementasinya (Master's thesis, Universitas Gadjah Mada). https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/243705
Adolf, H. (2018). Aspek-aspek negara dalam hukum internasional. RajaGrafindo Persada.
Adolf, H. (2020). Hukum internasional kontemporer: Teori dan praktik. Keni Media.
Akande, D., & Shah, S. (2020). Immunities of state officials, international crimes, and foreign domestic courts. European Journal of International Law, 21(4), 821–852.
Amiruddin, & Asikin, Z. (2020). Pengantar metode penelitian hukum. Rajawali Pers.
Anisyaniawati, Fauzan N. K., Zanati, H., & Chandra, H. A. (2025). Konsep hukum dan keadilan dalam pemikiran Gustav Radbruch. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 3(1). https://ejournal.iaimbima.ac.id/index.php/sangaji/article/download/34631179/
Asshiddiqie, J. (2010). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Sinar Grafika.
Atmasasmita, R. (2004). Yurisdiksi universal dalam hukum pidana internasional. Jurnal Hukum Internasional, 2(1).
Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2017). Doktrin responsibility to protect (R2P) dalam hukum internasional. Jurnal RechtsVinding, 6(1).
Bankas, E. K. (2023). Head of state immunity and international law: Contemporary developments. Chinese Journal of International Law, 22(3).
Besson, S. (2021). The extraterritoriality of state jurisdiction and the challenge of globalization. Leiden Journal of International Law, 34(4).
Diantha, I. M. P. (2018). Hukum internasional. Kencana.
European Commission. (n.d.). Mutual legal assistance and extradition. https://commission.europa.eu/law/cross-border-cases/judicial-cooperation/types-judicial-cooperation/mutual-legal-assistance-and-extradition_en
Fox, H., & Webb, P. (2015). The law of state immunity (3rd ed.). Oxford University Press.
International Court of Justice. (1986). Case concerning military and paramilitary activities in and against Nicaragua (Nicaragua v. United States of America), Judgment, ICJ Reports 1986. https://www.icj-cij.org/node/100900
International Court of Justice. (2002). Arrest warrant of 11 April 2000 (Democratic Republic of the Congo v. Belgium), Judgment, ICJ Reports 2002. https://www.icj-cij.org/case/121
Juwana, H. (2020). Imunitas kepala negara dalam hukum internasional dan perkembangannya. Jurnal Hukum Internasional, 17(2).
Juwana, H. (2023). Extraterritorial jurisdiction and state sovereignty in contemporary international law. Jurnal Hukum Internasional Indonesia, 20(2).
Kusumaatmadja, M., & Agoes, E. R. (2021). Pengantar hukum internasional. Alumni.
Marzuki, P. M. (2019). Pengantar ilmu hukum (Rev. ed.). Kencana.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (Rev. ed.). Kencana.
Mauna, B. (2020). Hukum internasional: Pengertian, peranan, dan fungsi dalam era dinamika global. Alumni.
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Nasution, F. A. P. (2019). Implikasi yuridis pengakuan Amerika Serikat terhadap Juan Guaidó sebagai Presiden sementara Venezuela menurut hukum internasional (Bachelor's thesis, Universitas Brawijaya). https://repository.ub.ac.id/id/eprint/174429/
Nono, J. D. B. S. (2026). Opini: Penangkapan Nicolas Maduro. Tribun Kupang. https://kupang.tribunnews.com/editorial/945790/opini-penangkapan-nicolas-maduro
O'Keefe, R. (2021). State immunity and international crimes. Journal of International Criminal Justice, 19(5).
Parthiana, I. W. (2021). Hukum pidana internasional dan ekstradisi. Yrama Widya.
Paust, J. J. (2021). Extraterritorial jurisdiction and international law. Harvard International Law Journal Online, 62.
Pritasari, S. (2019). Kedaulatan negara dalam kerangka hukum internasional kontemporer. Yustisia Jurnal Hukum, 28(3).
Reuters. (2026, January 5). Assange's lawyer Barry Pollack to fight Maduro's U.S. narcotics charges. https://www.reuters.com/legal/government/assanges-lawyer-barry-pollack-fight-maduros-us-narcotics-charges-2026-01-05/
Rulandika, P. F. (2014). Penerapan immunity rights kepala negara di hadapan International Criminal Court (ICC) ditinjau dari segi hukum internasional (Bachelor's thesis, Universitas Brawijaya). https://www.neliti.com/publications/35239
Rusadi, A., & Lestarika, D. P. (2022). Imunitas kepala negara dan akuntabilitas kejahatan internasional. Jurnal Kajian Hukum dan HAM, 4(1).
Rusadi, A., Lestarika, D. P., & Sary, W. E. (2025). Pengaruh kedaulatan negara dan yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional terhadap efektivitas penegakan hukum atas kejahatan internasional. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 1(3).
Ryngaert, C. (2020). Jurisdiction in international law: Contemporary developments and challenges. Netherlands Yearbook of International Law, 51, 45–63.
Ryngaert, C. (2023). Research handbook on extraterritoriality in international law. Edward Elgar Publishing.
Santoso, M. I. (2025). Kedaulatan dan yurisdiksi negara dalam sudut pandang keimigrasian. Jurnal Binamulia Hukum, 7(1).
Sefriani. (2023). Hukum internasional: Suatu pengantar (3rd ed.). Rajawali Pers.
Shaw, M. N. (2021). International law (9th ed.). Cambridge University Press.
Situngkir, D. A. (2023). Yurisdiksi universal dan keutamaan negara locus delicti untuk mengadili pelaku kejahatan internasional. Journal of Global Legal Review, 1(2).
Sudiro, A. (2018). Prinsip non-intervensi dalam hukum internasional modern. Indonesian Journal of International Law, 8(1).
The New York Times. (2022, March 5). U.S. delegation visits Venezuela amid energy and diplomatic talks. https://www.nytimes.com/2022/03/05/world/americas/venezuela-russia-usa.html
Tladi, D. (2021). The immunity of heads of state and international crimes. Netherlands International Law Review, 68(2).
Tuliakov, V. (2025). Transnational criminal law, sovereignty and international justice: Harmonization challenges and policy evolution. International Annals of Criminology, 63(2).
United Nations General Assembly. (1970). Declaration on principles of international law concerning friendly relations and co-operation among states in accordance with the Charter of the United Nations (Resolution 2625 (XXV)).
United Nations General Assembly. (1981). Declaration on the inadmissibility of intervention and interference in the internal affairs of states (Resolution A/RES/36/103). https://digitallibrary.un.org/record/27066
United Nations. (1945). Charter of the United Nations. https://www.un.org
United States Department of Justice. (2020). Second superseding indictment: United States v. Nicolás Maduro Moros. https://www.justice.gov/opa/page/file/1261806/dl?inline=
United States Department of Justice. (2020, March 26). Nicolás Maduro Moros and 14 current and former Venezuelan officials charged with narco-terrorism, corruption, drug trafficking and other criminal charges. https://www.justice.gov/archives/opa/pr/nicol-s-maduro-moros-and-14-current-and-former-venezuelan-officials-charged-narco-terrorism
United States v. Noriega, 117 F.3d 1206 (11th Cir. 1997). https://caselaw.findlaw.com/court/us-11th-circuit/1089768.html
University of Chicago News. (2026). What's next for Venezuela after U.S. arrest of Maduro? https://news.uchicago.edu/story/whats-next-venezuela-after-us-arrest-maduro
VOA Indonesia. (2019). Dilantik lagi sebagai Presiden Venezuela, AS tolak akui pemerintahan Maduro. https://www.voaindonesia.com/a/dilantik-lagi-sebagai-presiden-venezuela-as-tolak-akui-pemerintahan-maduro/4738442.html
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Cecilia Verena Nau, Dhesy A. Kase, & Elisabeth N. S. B. Tukan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






