EPISTEMOLOGI HUKUM ISLAM

WAHYU, AKAL, DAN METODE ISTIMBATH SERTA CONTOH KONGKRIT PENERAPANNYA DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM MODERN DALAM BAHASA INDONESIA

Penulis

  • Muhammad Imran* Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia
  • Doni Azhari Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2477

Abstrak

Epistemologi hukum Islam mengkaji hakikat, asal usul, dan metodologi fiqh serta ushul fiqh. Sebagai sistem hukum yang berorientasi ketuhanan dan kemanusiaan, hukum Islam menggabungkan teks teologis, rasionalitas manusia, serta metodologi sistematis. Penelitian ini memetakan interaksi konstruktif antara wahyu, akal, dan metode istimbath dalam membangun kerangka epistemologis yang responsif terhadap perkembangan zaman. Menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan filosofis dan hermeneutik, hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi hukum Islam berdiri atas tiga pilar utama yang saling melengkapi. Pertama, wahyu sebagai sumber otentik dan otoritatif yang menetapkan nilai universal dan norma dasar. Kedua, akal sebagai instrumen pemahaman untuk menangkap kehendak syariat dan mengartikulasikan maqasid asy syariah. Ketiga, metode istimbath, baik melalui pendekatan kebahasaan (lughawiyyah) maupun penalaran rasional kausatif (ta'liliyyah/qiyasiyyah) adalah sebagai prosedur operasional yang menjembatani wahyu dan akal dalam menghasilkan ketetapan hukum bagi peradaban yang terus berkembang.

Referensi

Al-Amidi, S. al-Din, (2003), Al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, Jilid 1, Riyadh: Dar al-Sumai'i, 180-183

Al-A'zami, M. M., (1978), Studies in Early Hadith Literature, Indianapolis: American Trust Publications, 45-48.

Al-Ghazali, A. H., (1993), Al-Mustashfa min 'Ilm al-Ushul, Jilid 1, Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 55.

Al-Qaradawi, Y., (1989), Al-Khasha'ish al-'Ammah li al-Islam, Kairo: Maktabah Wahbah, 210-213.

Al-Shatibi, A. I., (1997), Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'ah, Jilid 2, Khartoum: Dar 'Affan, 8-12.

Al-Zuhaili, W., (1986), Ushul al-Fiqh al-Islami, Jilid 1, Damaskus: Dar al-Fikr, 420.

Ar-Raysuni, A., (1992), Nazhariyyat al-Maqashid 'inda al-Syatibi, Riyadh: Dar al-'Alamiyyah, 88-90.

Bakar, A. A., & Sahman, S. (2024). The renewing of Uṣūl al-fiqh: Challenges, limitations and future directions. Indonesian Journal of Islamic Economic Law, 1(2), 105–122. https://doi.org/10.23917/ijoel.v1i2.5334

Fouz Mohamed Zacky, M., & Moniruzzaman, M. (2024). 'Islamic epistemology' in a modern context: Anatomy of an evolving debate. Social Epistemology, 38(4), 511–525. https://doi.org/10.1080/02691728.2023.2227945

Kamali, M. H., (2003), Principles of Islamic Jurisprudence, Cambridge: Islamic Texts Society, 264-267.

Khallaf, A. W., (2003), 'Ilm Ushul al-Fiqh, Kairo: Dar al-Hadith, 33-35.

Mokhtari, O. (2024). The epistemological reading of religious knowledge in the thought of ʿAbd al-Karīm Soroush. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 62(2), 409–437. https://doi.org/10.14421/ajis.2024.622.409-437

Mudzhar, M. A., (2014), Membaca Gelombang Perubahan Hukum Islam di Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 130-134.

Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i, (1940), Al-Risalah, ed. Ahmad Muhammad Syakir, Kairo: Maktabah al-Halabi, 91-93.

Praja, J. S., (2011), Filsafat Hukum Islam, Bandung: LPPM UNISBA, 62-65.

Setyawan, R., Asmuki, Holil, & Djuwairiyah. (2024). Reframing Islamic epistemology: Reconciling traditional Ilm al-Usūl with contemporary epistemic challenges in Muslim societies. Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia, 1(2). https://doi.org/10.70062/harmonyphilosophy.v1i2.275

Shihab, M. Q., (2007), Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: Mizan, 115.

Syafaq, H., Hilmy, M., Musyafa'ah, N. L., & Alshaykh Ali, M. R. A. (2024). Reconstructing Islamic epistemology: Bridging metaphysics, reason, and revelation. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 14(2), 240–269. https://doi.org/10.15642/teosofi.2024.14.2.240-269

Syarifuddin, A., (2009), Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan, Jakarta: Kencana, 48-52.

Syarifuddin, A., (2011), Ushul Fiqh, Jilid 2, Jakarta: Kencana, 112-118.

Zahrah, M. A., (1958), Ushul al-Fiqh, Kairo: Dar al-Fikr al-'Arabi, 72-75.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-18

Cara Mengutip

Imran, M., & Azhari, D. (2026). EPISTEMOLOGI HUKUM ISLAM: WAHYU, AKAL, DAN METODE ISTIMBATH SERTA CONTOH KONGKRIT PENERAPANNYA DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM MODERN DALAM BAHASA INDONESIA. SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial, 4(2), 1885–1893. https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2477