COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENEGAKAN HUKUM MARITIM
STUDI KUALITATIF TENTANG KOORDINASI ANTARINSTANSI DI WILAYAH PERAIRAN MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2856Kata Kunci:
Tata Kelola Kolaboratif, Koordinasi Antarlembaga, Penegakan Hukum Maritim, Keamanan Maritim, Tata Kelola PublikAbstrak
Fragmentasi kewenangan dan sumber daya antarinstansi menjadi tantangan dalam penegakan hukum maritim di wilayah perairan Makassar. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses collaborative governance, mekanisme koordinasi antarinstansi, serta faktor pendukung dan penghambat tindakan kolektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Sebanyak 21 informan dari Bakamla RI, TNI AL, Ditpolairud, KSOP/KPLP, PSDKP, Bea dan Cukai, serta unsur pendukung dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis secara deduktif dan induktif, perbandingan lintas aktor, serta analisis kesenjangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah berlangsung melalui patroli terkoordinasi, pertukaran informasi, pembagian peran, penggunaan sumber daya secara komplementer, dan koordinasi penanganan perkara. Namun, ditemukan collaborative governance gap antara arsitektur koordinasi formal dan kapasitas operasional aktual, terutama pada interoperabilitas informasi, mobilisasi sumber daya, standardisasi komunikasi, kewenangan yang beririsan, dan pengukuran hasil bersama. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas penegakan hukum maritim memerlukan institusionalisasi kolaborasi yang mampu menghubungkan regulasi, informasi, sumber daya, dan pengambilan keputusan menjadi kapasitas bertindak kolektif.
Referensi
Agbodzakey, J. (2024). Collaborative governance primer: An antidote to solving complex public problems. Springer. doi:10.1007/978-3-031-57373-6
Ansell, C., & Torfing, J. (2021). Public governance as co-creation: A strategy for revitalizing the public sector and rejuvenating democracy. Cambridge University Press. doi:10.1017/9781108765381
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2025a, February 3). Ekspor Desember 2024 mencapai US$170,47 juta, naik 0,95 persen. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. (2025b, March 3). Jumlah penumpang domestik angkutan udara turun 10,88 persen, sedangkan penumpang penerbangan internasional pada bulan Januari 2025 naik 11,45 persen. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Byrne, D. (2022). A worked example of Braun and Clarke’s approach to reflexive thematic analysis. Quality & Quantity, 56(3), 1391–1412. doi:10.1007/s11135-021-01182-y
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dirhamsyah, D., Umam, S., & Arifin, Z. (2022). Maritime law enforcement: Indonesia’s experience against illegal fishing. Ocean & Coastal Management, 229, 106304. doi:10.1016/j.ocecoaman.2022.106304
Eger, S. L., de Loë, R. C., Pittman, J., Epstein, G., & Courtenay, S. C. (2021). A systematic review of integrated coastal and marine management progress reveals core governance characteristics for successful implementation. Marine Policy, 132, 104688. doi:10.1016/j.marpol.2021.104688
Emzir. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. Rajawali Pers.
Harjanto, A. R. (2025). Analisis sinergitas unsur patroli guna penegakan hukum dalam rangka mendukung operasi keamanan laut di ALKI II. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 7(5), 1509–1519. doi:10.47467/reslaj.v7i5.7419
Hasan, Y., Nurbaiti, S., & Hamid, A. H. (2024). The urgency of handling illegal, unreported and unregulated fishing in the Indonesian border region perspective: Marine security in the Makassar Strait. Padjadjaran Journal of International Law, 8(1), 63–74. doi:10.23920/pjil.v8i1.1622
Hennink, M., & Kaiser, B. N. (2022). Sample sizes for saturation in qualitative research: A systematic review of empirical tests. Social Science & Medicine, 292, 114523. doi:10.1016/j.socscimed.2021.114523
Liebetrau, T., & Bueger, C. (2024). Advancing coordination in critical maritime infrastructure protection: Lessons from maritime piracy and cybersecurity. International Journal of Critical Infrastructure Protection, 46, 100683. doi:10.1016/j.ijcip.2024.100683
Ma, X., Zhang, J., Du, Q., & Qiao, W. (2024). Multilateral collaborative governance of Arctic shipping safety: Examining the impact of the Arctic Council via collaborative network analysis. Ocean & Coastal Management, 258, 107363. doi:10.1016/j.ocecoaman.2024.107363
Misbach, A., Suwarno, P., & Yulianto, B. A. (2022). Peningkatan kualitas pengawasan laut melalui sinergi antar instansi perspektif Bea dan Cukai. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai, 6(1), 76–97. doi:10.31092/jpbc.v6i1.1561
Rahayu, L., Busscher, T., Tillema, T., & Woltjer, J. (2024). Maritime transport governance challenges in the Global South. Marine Policy, 163, 106147. doi:10.1016/j.marpol.2024.106147
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 62.
Republik Indonesia. (2023). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2023 tentang kebijakan nasional keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 122.
Sitorus, H. F., Said, B. D., Suwarno, P., Widodo, P., & Saragih, H. J. R. (2023). Maritime patrol collaboration with Indonesian maritime law enforcement agencies. International Journal of Humanities Education and Social Sciences, 2(5), 1575–1580. doi:10.55227/ijhess.v2i5.437
Sudaryono. (2021). Metodologi penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan mix method (2nd ed.). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif (5th ed.). Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Amrin, Darwis, & Alfian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






