PERAN GURU AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL JANNAH BANJARMASIN SELATAN

Penulis

  • Hidayaturrahmah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Jami Banjarmasin 1, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Rahmad Hidayat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Jami Banjarmasin 2, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2865

Kata Kunci:

Pembentukan Akhlak, Pendidikan Islam, Pesantren

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru akhlak dalam pembentukan akhlak santri di lingkungan pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin Selatan. Meskipun guru akhlak telah menjalankan berbagai kegiatan pembinaan, masih ditemukan sebagian santri yang menunjukkan perilaku kurang disiplin dan belum konsisten dalam menerapkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru akhlak dalam pembentukan akhlak santri serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru akhlak, santri, dan pihak terkait di Pondok Pesantren Nurul Jannah Banjarmasin Selatan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru akhlak memiliki peran penting sebagai pendidik, teladan, pembimbing, motivator, evaluator, dan pengawas dalam pembentukan akhlak santri. Faktor pendukung pembentukan akhlak meliputi keteladanan guru, lingkungan pesantren yang religius, pembiasaan ibadah berjamaah, serta kerja sama antara guru dan pengurus pesantren. Adapun faktor penghambatnya antara lain perbedaan karakter santri, pengaruh lingkungan luar, pengaruh media sosial, dan keterbatasan waktu pembinaan. Dengan demikian, keberhasilan pembentukan akhlak santri sangat dipengaruhi oleh konsistensi peran guru akhlak dan dukungan lingkungan pesantren yang kondusif.

Referensi

Arifin, M. (2018). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Daulay, H. P. (2019). Pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. New York, NY: Plenum Press.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahnya. Bandung: Diponegoro.

Fathurrohman, M. (2017). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Fauzi, A. (2022). Keteladanan guru dalam pembentukan karakter santri. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 101–115.

Hanbal, A. ibn. (2001). Musnad Ahmad (Juz II). Beirut: Muassasah al-Risalah.

Hasibuan, A., Rahman, A., & Siregar, M. (2024). Konsep dasar strategi pembelajaran (Direct Instruction). Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(2), 45–58.

Kohlberg, L. (1981). The philosophy of moral development: Moral stages and the idea of justice. San Francisco, CA: Harper & Row.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York, NY: Bantam Books.

Malik, A. A. (2017). Al-Muwatta’. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Mujib, A., & Mudzakir, J. (2020). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Mulyasa, E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Nata, A. (2016). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Prenadamedia Group.

Nata, A. (2017). Akhlak tasawuf dan karakter mulia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Nizar, S. (2019). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Noddings, N. (2002). Educating moral people: A caring alternative to character education. New York, NY: Teachers College Press.

Nurhayati, S. (2023). Efektivitas pembelajaran akhlak dalam pembentukan karakter santri. Tarbiyah Islamiyah, 12(1), 30–42.

Qomar, M. (2018). Pesantren dari transformasi metodologi menuju demokratisasi institusi. Jakarta: Erlangga.

Ramayulis. (2020). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Rizki, M. (2021). Budaya pesantren dan pendidikan akhlak santri. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(3), 88–99.

Rogers, C. R. (1983). Freedom to learn for the 80's. Columbus, OH: Merrill Publishing Company.

Sardiman. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Skinner, B. F. (1938). The behavior of organisms: An experimental analysis. New York, NY: Appleton-Century-Crofts.

Taufiq, M., Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, & Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. (2005). Aplikasi “Qur’an in Microsoft Word”. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ulwan, A. N. (2019). Pendidikan anak dalam Islam. Jakarta: Pustaka Amani.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-04

Cara Mengutip

Hidayaturrahmah, & Hidayat, R. (2026). PERAN GURU AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL JANNAH BANJARMASIN SELATAN. SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial, 4(2), 2259–2268. https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2865