LISENSI PERSONAL VERSUS HAK MEMAKSA
KEABSAHAN NON-TRANSFERABLE ATAS AKUN MEDIA SOSIAL TERMONETISASI DALAM HUKUM WARIS INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.71456/sultan.v4i2.2907Kata Kunci:
Akun Media Sosial, Asas Saisine, Hukum Waris, Non-transferable, Ketentuan LayananAbstrak
Akun media sosial termonetisasi telah menjadi sumber penghasilan bagi jutaan pekerja ekonomi kreatif Indonesia, tetapi ketentuan layanan platform digital umumnya membatasi pengalihan akun dan akses setelah pengguna meninggal. Ketentuan tersebut menimbulkan persoalan karena Pasal 833 ayat (1) KUH Perdata menetapkan bahwa hak dan piutang pewaris beralih kepada ahli waris demi hukum berdasarkan asas saisine. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberlakuan klausula pembatasan tersebut dan merumuskan konstruksi hukum yang dapat memberikan kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan Indonesia dan Jerman, ketentuan layanan TikTok, YouTube, dan Meta, serta literatur ilmiah, kemudian dianalisis secara kualitatif dan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klausula tersebut tidak dapat dinilai sah atau batal secara keseluruhan, tetapi harus dibedakan berdasarkan hak yang dibatasi. Pembatasan terhadap hak akses yang bersifat personal dapat berlaku, sedangkan untuk hak ekonomi yang menghilangkan hak ekonomi yang telah menjadi bagian dari harta warisan, klausula tersebut tidak dapat digunakan. Pengalihan akun secara utuh kepada ahli waris juga tidak tepat karena dapat membuka data pribadi pewaris dan pihak ketiga. Penelitian ini menawarkan pemisahan (unbundling), yaitu pemisahan hak akses dari hak ekonomi, sehingga ahli waris dapat merealisasikan hak ekonomi tanpe perlu memperoleh kendali atas akun. Penerapannya perlu didukung regulasi yang mengatur pembuktian ahli waris, klaim, dan pencairan hak ekonomi, perlindungan data, serta penegakan lintas negara
Referensi
Al Mashhour, O. F., Shamsul, A., & Noor, N. A. B. M. (2024). Estate Planning in the Digital Age: Rufadaa As a Lesson To Be Learnt To Improve the Syrian Personal Status Law. Brawijaya Law Journal, 11(1), 72–90. https://doi.org/10.21776/ub.blj.2024.011.01.04
Ali, M., & Hifni, M. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Pengesampingan Pasla 1266 KUH Perdata Dalam Kasus Pengakhiran Suatu Perjanjian Karena Terjadinya Wanprestasi. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4), 1–13. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.877
Ali, N., Salikin, A. D., & Kosim, K. (2025). The Urgency of Harmonizing Civil Inheritance Law with Digital Assets in the Indonesian Legal System. Jurnal Akta, 12(4), 1094–1105. https://doi.org/10.30659/akta.v12i4.47286
BPS RI. (2025). BPS: EKONOMI KREATIF SERAP TENAGA KERJA 27,4 JUTA TAHUN 2025. BPS. https://www.bps.go.id/id/news/2025/11/17/805/bps--ekonomi-kreatif-serap-tenaga-kerja-27-4-juta-tahun-2025.html
Direktorat Neraca Produksi, & BPS RI. (2025). Laporan PDB Ekonomi Kreatif 2022–2024.
Fairfield, J. (2022). Property as the law of virtual things. Frontiers in Research Metrics and Analytics, 7, 1–14. https://doi.org/10.3389/frma.2022.981964
Fuchs, A. (2021). What happens to your social media account when you die? The first German judgments on digital legacy. ERA Forum, 22(1), 1–7. https://doi.org/10.1007/s12027-021-00652-y
Funeral. (2026). YouTube Monetization After a Creator Dies: AdSense, Payouts, and Account Access Options. The Funeral.Com Journal. https://funeral.com/blogs/the-journal/youtube-monetization-after-a-creator-dies-adsense-payouts-and-account-access-options
Gesley, J. (2018). Germany: Federal Court of Justice Rules Digital Social Media Accounts Inheritable. Library of Congress. https://www.loc.gov/item/global-legal-monitor/2018-09-07/germany-federal-court-of-justice-rules-digital-social-media-accounts-inheritable/
Google, Temasek, & Bain & Company. (2025). e-Conomy SEA 2025: From Digital Decade to AI Reality – Accelerating the Future in ASEAN.
Harbinja, E. (2017). Post-mortem privacy 2.0: theory, law, and technology. International Review of Law, Computers and Technology, 31(1), 26–42. https://doi.org/10.1080/13600869.2017.1275116
Harianto, D. (2016). Asas Kebebasan Berkontrak: Problematika Penerapannya dalam Kontrak Baku antara Konsumen dengan Pelaku Usaha. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 11(2), 145–156.
Manullang, E. F. M. (2022). Misinterpretasi Ide Gustav Radbruch mengenai Doktrin Filosofis tentang Validitas dalam Pembentukan Undang-Undang. Undang: Jurnal Hukum, 5(2), 453–480. https://doi.org/10.22437/ujh.5.2.453-480
Meta. (2026). Memorilization. Meta Transparency Center.
Nekit, K. (2020). Social media account as an object of virtual property. Masaryk University Journal of Law and Technology, 14(2), 201–226. https://doi.org/10.5817/MUJLT2020-2-3
Nurima, N., & Mairul, M. (2025). Kedudukan Aset Digital Dalam Kewarisan Perspektif Hukum Perdata. Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law, 8(3), 811–826. https://doi.org/10.21111/jicl.v8i3.15003
Otabor-Olubor, I. (2025). Property Rights, Money and the Future of Cryptocurrency. International Journal of Digital Law and Governance, 2(2), 253–287. https://doi.org/10.1515/ijdlg-2025-0011
Puspita, S. D., & Fadhly, F. (2015). Legitieme Portie Dalam Hukum Waris Islam Indonesia. Veritas Es Justitia, 1(2), 356–374. https://doi.org/https://doi.org/10.25123/vej.v1i2.1692
Putri, N. R., Rahman, T. A., Mu’aziah, S. R., & Hikmatullah. (2026). Kepastian Hukum Waris Aset Digital dalam Perspektif Hukum Islam dan Nasional. Jurnal Al-Zayn: Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 5379–5389. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4032
Ramadhan, Z., Bachri, S., & Fidhayanti, D. (2025). The Law of Inheritance of Monetized YouTube Channels in Indonesia: Exploring Legal Theory and Crowdfunding Theory. Istinbath : Jurnal Hukum, 22(1), 137–164. https://doi.org/10.32332/istinbath.v22i01.9886
Ramadhanty, S., Amatullah, N., Setyadani, N. A., & Ramli, T. S. (2020). Doktrin Safe Harbor: Upaya Perlindungan Hak Cipta Konten Dalam Platform User Generated Content. Legalitas: Jurnal Hukum, 12(2), 267–274. https://doi.org/10.33087/legalitas.v12i2.226
Renngur, R. H. (2026). Dekonstruksi Ide Dasar Hukum Gustav Radbruch Tentang Zweckmäßigkeit. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 10(1), 23–44. https://doi.org/10.24246/jrh.2025.v10.i1.p23-44
SEANTERONews. (2026). Potret Dinamika Usaha Digital: BPS Berikan Fokus Khusus pada Sektor Ekonomi Kreatif dalam SE2026. SEANTERONews. https://www.seanteronews.com/2026/06/29/potret-dinamika-usaha-digital-bps-berikan-fokus-khusus-pada-sektor-ekonomi-kreatif-dalam-se2026/
Setiawan, B. T., Puspitasari, D., & Basid, A. (2026). Kedudukan Hukum Aset Digital (Cryptocurrency Dan Nft) Sebagai Objek Waris Dalam Hukum Perdata Indonesia. Yustisi: Jurnal Hukum & Hukum Islam, 13(2), 391–400. https://doi.org/10.36841/fenomena.v20i01.8327
Sianturi, J. E., Hadiningrum, S., Purba, I. F., Manullang, R. M., Desseloy, L., Priscilia, Lubis, P. R., Simanullang, S., & Malau, G. E. (2026). Daluwarsa Gugatan Waris Dalam Hukum Perdata: Studi Normatif Terhadap Batas Waktu Penuntutan Hak Ahli Waris di Indonesia. Journal of Innovative and Creativity, 6(2), 30630–30648. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.11243
Slaughter, M. (2015). The barriers of facebook’s terms of service agreement: Hardships placed on fiduciaries access to digital assets. In Information and Communications Technology Law (Vol. 24, Number 2). https://doi.org/10.1080/13600834.2015.1042569
Szwajdler, P. (2023). Digital assets and inheritance law: How to create fundamental principles of digital succession system? International Journal of Law and Information Technology, 31(2), 144–168. https://doi.org/10.1093/ijlit/eaad014
Tiktok. (2025). Term of Service. Tiktok. https://www.tiktok.com/legal/page/eea/terms-of-service/en
YouTube. (2023). Term of Service. YouTube. https://www.youtube.com/t/terms
Yulida, D., Sahadewa, A. A. G. A. W., & Nugraha, X. (2024). Kedudukan Akun Media Sosial Sebagai Warisan Digital Dalam Perspektif Hukum Perdata di Indonesia. Kertha Wicaksana, 18(2), 52–61. https://doi.org/10.22225/kw.18.2.2024.52-61
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yoel Edward Hasugian, Ester Christine Panjaitan, Qoidatul Rizky Tambak, Tia Reifalina Nasution, Farida Kurnia Yulistio Situmorang, Syarifah Lisa Andriati, & Maria Kaban

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






