Peranan Zakat dalam Perekonomian

Authors

  • Hadyan Fakhirin* Magister Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri Pontianak
  • Ichsan Iqbal Magister Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.71456/sur.v5i1.2169

Keywords:

Zakat, Pertumbuhan Ekonomi Makro, Kemiskinan, Ketimpangan Pendapatan, Ekonomi Islam

Abstract

Dalam kerangka ekonomi Islam, zakat berfungsi sebagai mekanisme redistribusi wajib yang secara teoretis memiliki kapasitas signifikan untuk memengaruhi pertumbuhan ekonomi makro. Studi ini secara sistematis mengkaji sejauh mana pengelolaan zakat yang dilembagakan secara nasional memengaruhi tiga variabel ekonomi makro di Indonesia: pertumbuhan PDB melalui konsumsi agregat, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan distribusi pendapatan, serta peningkatan kapasitas produktif UMKM beserta implikasinya terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan pendekatan interpretatif kualitatif melalui studi kasus berskala nasional, analisis berpusat pada ekosistem tata kelola zakat formal Indonesia — mencakup BAZNAS sebagai otoritas koordinasi puncak bersama jaringan lembaga LAZ. Bukti diperoleh dari sumber sekunder otoritatif: publikasi statistik zakat BAZNAS, data ekonomi makro BPS, laporan Bank Indonesia, serta literatur akademik dan instrumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis melalui analisis tematik dan dokumen dalam kerangka triangulasi lintas sumber. Temuan mengonfirmasi bahwa distribusi zakat memberikan dampak terverifikasi terhadap kapasitas konsumsi kelompok berpendapatan rendah dan penurunan angka kemiskinan — tercatat 463.154 mustahiq berhasil keluar dari garis kemiskinan pada 2022 — serta transformasi produktif, yang ditunjukkan oleh peningkatan kepemilikan usaha mustahiq dari 65,61% menjadi 84,84% pascaintervensi. Namun, jejak ekonomi makro zakat masih terhambat oleh tiga kendala struktural: kesenjangan antara potensi dan realisasi penghimpunan, dominasi penyaluran konsumtif atas produktif, serta lemahnya integrasi zakat dalam kebijakan fiskal nasional. Studi ini menyimpulkan bahwa aktualisasi penuh fungsi ekonomi makro zakat memerlukan tiga langkah transformatif secara bersamaan: reformasi tata kelola kelembagaan, pergeseran paradigma menuju pemberdayaan produktif yang berkelanjutan, dan formalisasi zakat sebagai komponen integral dalam kerangka fiskal dan perencanaan pembangunan nasional.

References

Ahmed, h. (2004). Role of zakah and awqaf in poverty alleviation (occasional paper no. 8). Islamic research and training institute, islamic development bank group.

Al-qaradawi, y. (1999). Fiqh az-zakat: A comparative study — the rules, regulations and philosophy of zakah in the light of the qur'an and sunna (m. Rahman, trans.). Dar al-taqwa.

Amalia, e., & kasyful, m. (2012). Pendayagunaan zakat produktif dalam meningkatkan pendapatan mustahiq. Jurnal ekonomi islam.

Badan amil zakat nasional (baznas). (2022). Laporan zakat dan pengentasan kemiskinan baznas ri 2022. Pusat kajian strategis baznas.

Badan amil zakat nasional (baznas). (2023). Laporan pengelolaan zakat nasional tahun 2023. Baznas.

Badan amil zakat nasional (baznas). (2023). Statistik zakat nasional 2022. Pusat kajian strategis baznas.

Badan amil zakat nasional (baznas). (2024). Laporan zakat dan pengentasan kemiskinan baznas ri 2024. Pusat kajian strategis baznas.

Badan amil zakat nasional (baznas). (2024). Outlook zakat indonesia 2024. Pusat kajian strategis baznas.

Badan pusat statistik (bps). (2023). Profil kemiskinan di indonesia maret 2023. Bps.

Badan pusat statistik (bps). (2024). Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk indonesia maret 2024. Bps.

Beik, i. S. (2009). Analisis peran zakat dalam mengurangi kemiskinan: Studi kasus dompet dhuafa republika. Zakat & empowering — jurnal pemikiran dan gagasan, 2, 47–55.

Beik, i. S., & arsyianti, l. D. (2016). Measuring zakat impact on poverty and welfare using cibest model. Journal of islamic monetary economics and finance, 1(2), 141–160. Https://doi.org/10.21098/jimf.v1i2.524

Canggih, c., fikriyah, k., & yasin, a. (2017). Potensi dan realisasi dana zakat indonesia. Al-uqud: Journal of islamic economics, 1(1), 14–26. Https://doi.org/10.26740/al-uqud.v1n1.p14-26

Chapra, m. U. (1992). Islam and the economic challenge (islamic economics series no. 17). The islamic foundation & international institute of islamic thought.

Creswell, j. W., & poth, c. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage publications.

Dogarawa, a. B. (2009). Poverty alleviation through zakah and waqf institutions: A case for the muslim ummah in ghana (mpra paper no. 23191). University library of munich. Https://mpra.ub.uni-muenchen.de/23191/

Firdaus, m., beik, i. S., irawan, t., & juanda, b. (2012). Economic estimation and determinations of zakat potential in indonesia (irti working paper series wp#1433-07). Islamic research and training institute, islamic development bank.

Kahf, m. (1989). Zakat: Unresolved issues in the contemporary fiqh. Iium journal of economics and management, 2(1), 1–22.

Siddiqi, m. N. (1996). Role of the state in the economy: An islamic perspective (islamic economics series no. 20). The islamic foundation.

Undang-undang republik indonesia nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.

Yin, r. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage publications.

Downloads

Published

2026-07-04

How to Cite

Fakhirin, H., & Iqbal, I. (2026). Peranan Zakat dalam Perekonomian. Surplus: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 5(1), 124–137. https://doi.org/10.71456/sur.v5i1.2169