Pengaruh Dukungan Organisasi dengan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta yang Kuliah Sambil Bekerja
DOI:
https://doi.org/10.71456/sur.v5i1.2269Abstract
Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja merupakan mahasiswa yang berusaha meringankan beban orangtuanya dan mendorong mahasiswa kuliah sambil bekerja. Mahasiswa seperti ini melakukan dua aktivitas sekaligus yaitu kuliah dan bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Masalah yang sering dihadapi mahasiswa berkuliah sambil bekerja merupakan tantangan, termasuk tekanan akademis dan perasaan kesepian, yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, mulai dari mengatur waktu, kedisplinan, dan memperhatikan kondisi kesehatan fisik mereka baik itu dalam urusan perkuliahan maupun dalam pekerjaan, mereka harus membagi peran antara mahasiswa dan karyawan, terlebih lagi permasalahan dalam pergaulan, serta kurangnya interaksi dengan sesama teman. Penelitian ini terhadap 111 mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Hipotesis penelitian ini bahwa dukungan organisasi yang baik atau tinggi akan berhubungan positif dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan skala dukungan organisasi dan skala kesejahteraan psikologis untuk mengukur hubungan antara dukungan organisasi dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Data dianalisis dengan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil yang diperoleh menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis. Artinya, semakin tinggi dukungan organisasi, semakin baik kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan organisasi memberikan kontribusi sebesar 27,3% terhadap kesejahteraan psikologis) mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja. Selebihnya 72,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Semakin tinggi dukungan organisasi, semakin baik kesejahteraan psikologis mahasiswa perguruan tinggi swasta yang kuliah sambil bekerja.
References
De Paul, N. F., & Bikos, L. H. (2015). Perceived organizational support: A meaningful contributor to expatriate development professionals’ psychological well-being. International Journal of Intercultural Relations, 49, 25–32. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2015.06.004
Dodge, R., Daly, A., Huyton, J., & Sanders, L. (2012). The challenge of defining wellbeing. International Journal of Wellbeing, 2(3), 222–235.
Eisenberger, R., Stinglhamber, F., Vandenberghe, C., Sucharski, I. L., & Rhoades, L. (2002). Perceived supervisor support: Contributions to perceived organizational support and employee retention. Journal of Applied Psychology, 87(3), 565–573. https://doi.org/10.1037/0021-9010.87.3.565
Kurtessis, J. N., Eisenberger, R., Ford, M. T., Buffardi, L. C., Stewart, K. A., & Adis, C. S. (2017). Perceived organizational support: A meta-analytic evaluation of organizational support theory. Journal of Management, 43(6), 1854–1884. https://doi.org/10.1177/0149206315575554
Margono. (2004). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ni, C., & Wang, Y. (2015). The impact of perceived organizational support and core self-evaluation on employee’s psychological well-being. Journal of Human Resource and Sustainability Studies, 3(2), 73–81. https://doi.org/10.4236/jhrss.2015.32011
Pratama, R., Aisyah, S. A., Putra, A. M., Sirodj, R., & Afgan, M. W. (2023). Correlational research. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(3), 1754–1759. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i3.1420
Ryff, C. D. (2013). Psychological well-being revisited: Advances in the science and practice of eudaimonia. Psychotherapy and Psychosomatics, 83(1), 10–28. https://doi.org/10.1159/000353263
Ryff, C. D., & Singer, B. (1996). Psychological well-being: Meaning, measurement, and implications for psychotherapy research. Psychotherapy and Psychosomatics, 65(1), 14–23.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulistiawanti, A., & Fitriyana, R. (2022). Persepsi dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis perawat yang menangani pasien COVID-19 di Kota Bekasi. Jurnal Social Philantropic, 1(1), 23–28.
Sumakul, Y., & Ruata, S. (2020). Kesejahteraan psikologis dalam masa pandemi COVID-19. Journal of Psychology “Humanlight,” 1(1), 1–7. https://doi.org/10.51667/jph.v1i1.302
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hasrita, Diny Atrizka, & Neni Sri Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








