Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Lebah Madu

(Studi Kasus Usaha Budidaya Lebah Madu Apis mellifera “Bapak Koyo” di Desa Tambakselo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan)

Authors

  • Ahmad Khalim Sadzali* Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • Endah Subekti Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • Dewi Hastuti Universitas Wahid Hasyim Semarang
  • Hilmi Arija Fachriyan Universitas Wahid Hasyim Semarang

DOI:

https://doi.org/10.71456/sur.v5i1.2296

Keywords:

Agribisnis, Apis mellifera, Budidaya Lebah Madu, Kelayakan Usaha, Rasio Penerimaan terhadap Biaya

Abstract

Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun produksi madu dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha Budidaya Lebah Madu Apis mellifera "Bapak Koyo" di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah satu usaha budidaya lebah madu Apis mellifera, dengan sampel sebanyak satu orang pemilik usaha yang ditentukan menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data meliputi analisis biaya, penerimaan, pendapatan, serta analisis kelayakan usaha menggunakan Revenue Cost Ratio (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi sebesar Rp70.196.677 per tahun, total penerimaan sebesar Rp208.500.000 per tahun, dan pendapatan sebesar Rp138.303.323 per tahun. Nilai Revenue Cost Ratio (R/C) sebesar 2,97 menunjukkan bahwa usaha layak untuk dijalankan dan memberikan keuntungan secara finansial. Disimpulkan bahwa usaha Budidaya Lebah Madu Apis mellifera "Bapak Koyo" memiliki kelayakan finansial yang baik dan berpotensi untuk terus dikembangkan.

References

Abdelrahman, H., Ahmad, R., & Yusuf, M. (2024). Analisis kelayakan mitra usaha lebah madu (Apis mellifera). BUMA, 5(2), 296–305.

Baihaqi, B., Navia, Z. I., Irawan, H., Sutrisno, I. H., & Suwardi, A. B. (2023). PKM Kelompok Tani Maju Jaya melalui budidaya lebah madu linot. Jurnal Masyarakat Mandiri, 7(2), 1469.

Evahelda, E., Pratama, F., Malahayati, N., & Santoso, B. (2017). Sifat fisik dan kimia madu dari nektar pohon karet di Kabupaten Bangka Tengah.

Insusanty, E. (2022). Analisis kelayakan usaha lebah madu CV. Madu Kuok Kabupaten Kampar. Jurnal Agribisnis, 24(2), 239–250. https://doi.org/10.31849/agr.v24i2.11090

Nasution, R. S., Ulfa, C. R., & Bhernama, B. G. (2023). Aktivitas antioksidan madu hutan Trumon dan madu. Journal of Biological Sciences and Applied Biology, 47–53.

Nuraisah, S. (2021). Uji antioksidan madu kombinasi ekstrak daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lam.) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) (Skripsi). Universitas Al-Ghifari.

Prasetyo, A., & Nugroho, B. (2020). Analisis pendapatan dan kelayakan usaha budidaya Apis mellifera di Kampung Madu Kabupaten Kediri. Financial Feasibility Analysis of Honey Bee Farming in Malang Regency. Proceedings of ICESAI 2024.

Ramdhan. (2021). Metode penelitian. Cipta Media Nusantara.

Suhada, R., et al. (2025). Analysis of business costs of western honey bee (Apis mellifera) in Teluk Rimba Village.

Syapitri, H., Amila, & Aritonang, J. (2021). Buku ajar metodologi penelitian kesehatan masyarakat.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Sadzali, A. K., Subekti, E., Hastuti, D., & Fachriyan, H. A. (2026). Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Lebah Madu: (Studi Kasus Usaha Budidaya Lebah Madu Apis mellifera “Bapak Koyo” di Desa Tambakselo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan). Surplus: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 5(1), 728–738. https://doi.org/10.71456/sur.v5i1.2296