Pengaruh Penggunaan Fintech dan Literasi Keuangan terhadap Risiko Fraud pada Pengguna Layanan Keuangan Digital di DIY
DOI:
https://doi.org/10.71456/sur.v5i1.2331Keywords:
Digital Finance, Digital Transaction, Financial Literacy, Financial Technology, Fraud RiskAbstract
Perkembangan layanan keuangan digital melalui financial technology (fintech) meningkatkan kemudahan transaksi, namun juga memunculkan risiko fraud akibat meningkatnya peluang penyalahgunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan fintech dan literasi keuangan terhadap risiko fraud pada pengguna layanan keuangan digital di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pengguna layanan keuangan digital di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan sampel sebanyak 105 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1 sampai 4. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko fraud, sedangkan literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko fraud. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap risiko fraud dengan kontribusi sebesar 51,3 persen. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan fintech perlu diimbangi dengan penguatan literasi keuangan untuk mengurangi risiko fraud digital.
References
Anggono, A., Tarjo, & Riskiyadi, M. (2021). Cybercrime dan cybersecurity pada fintech: Sebuah tinjauan pustaka sistematis. Jurnal Manajemen dan Organisasi (JMO), 12(3), 239–251.
Arner, D. W., Barberis, J. N., & Buckley, R. P. (2015). The evolution of fintech: A new post-crisis paradigm? SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2676553
Chen, H., & Volpe, R. P. (1998). An analysis of personal financial literacy among college students. Financial Services Review, 7(2), 107–128.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Demirgüç-Kunt, A., Klapper, L., Singer, D., Ansar, S., & Hess, J. (2017). The Global Findex Database 2017: Measuring financial inclusion and the fintech revolution. World Bank.
Diana, M. I., & Wikartika, I. (2025). Literasi keuangan digital sebagai upaya pencegahan penipuan. Jurnal Ilmiah Manajemen, 5(1), 27–34.
Gomber, P., Koch, J. A., & Siering, M. (2017). Digital finance and fintech: Current research and future research directions. Journal of Business Economics, 87, 537–580.
Hikmah, A. R. (2025). Risiko konsumen fintech dan urgensi literasi keuangan. Simposium Manajemen dan Bisnis IV, 4, 36–48.
Jr, J. F. H., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2010). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson Prentice Hall.
Jünger, M. (2020). Banking goes digital: The adoption of FinTech services by German households. Journal of Financial Services Research, 1–13.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2013). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Morgan, P. J., & Trinh, L. Q. (2019). FinTech and financial literacy in the Lao PDR. Asian Development Bank Institute.
Nugraha, H., Putriani, S., Febriani, H., Kuncoro, T. G., Anas, M., & Puspitasari, I. F. (2024). Does financial technology lending and financial literacy affect crime? Evidence. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, 14(4), 852–863. https://doi.org/10.22219/jrak.v14i4.34734
OECD. (2016). OECD/INFE international survey of adult financial literacy competencies. OECD Publishing.
Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Siaran pers: Satgas Waspada Investasi gencarkan cyber patrol tindak fintech lending dan penawaran investasi ilegal. https://ojk.go.id
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Panduan strategi anti-fraud penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK). Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan. (2026). OJK dan Bareskrim Polri sepakati perkuat kolaborasi penanganan pengaduan pada Indonesia Anti-Scam Centre. Otoritas Jasa Keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan, & Badan Pusat Statistik. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024. Otoritas Jasa Keuangan.
Ozili, P. K. (2018). Impact of digital finance on financial inclusion and stability. Borsa Istanbul Review, 18(4), 329–340. https://doi.org/10.1016/j.bir.2017.12.003
Panos, G. A., & Wilson, J. O. S. (2020). Financial literacy and responsible finance in the FinTech era: Capabilities and challenges. The European Journal of Finance, 26(4–5), 297–301. https://doi.org/10.1080/1351847X.2020.1717569
Philippon, T. (2016). The fintech opportunity. National Bureau of Economic Research.
Polda DIY. (2025). Polda DIY ungkap tiga kasus pidana siber: Modus cinta, pemerasan, dan penipuan pinjol. https://jogja.polri.go.id
Polresta Yogyakarta. (2025). Waspada penipuan online: Modus, dampak, dan upaya pencegahan. https://jogja.polri.go.id
Prasetya, M. E., Mohamed, I. S., Shuhidan, S. M., & Wasistha, G. H. (2021). Mitigating fraud risk in cash-based payment system via e-payment implementation: Case of Indonesia. Proceedings of the Asia-Pacific Research in Social Sciences and Humanities Universitas Indonesia Conference (APRISH 2019), 558, 679–684. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210531.085
Rahayu, R., Ali, S., Aulia, A., & Hidayah, R. (2022). The current digital financial literacy and financial behavior in Indonesian millennial generation. Journal of Accounting and Investment, 23(1), 78–94. https://doi.org/10.18196/jai.v23i1.13205
Stiglitz, J. E., & Weiss, A. (2008). Credit rationing in markets with imperfect information. American Economic Review, 71(3), 393–410.
Supu, I. S., Karamoy, H., & Tangkuman, S. J. (2025). Pengaruh literasi keuangan, pemahaman SIA, dan lingkungan sosial terhadap mitigasi penipuan keuangan pada penggunaan transaksi digital mahasiswa akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat, 3(2), 554–567. https://doi.org/10.58784/mbkk.393
Suryono, R. R., Budi, I., & Purwandari, B. (2021). Detection of fintech P2P lending issues in Indonesia. Heliyon, 7(4), e06782. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06782
Thakor, A. V. (2019). FinTech and banking: What do we know? Journal of Financial Intermediation, 41, 100833.
Tickner, P., & Button, M. (2021). Deconstructing the origins of Cressey’s fraud triangle. Journal of Financial Crime, 28(3), 722–733.
Una, B. K., & Prabowo, H. Y. (2022). Fintech lending fraud prevention strategy: A case study. Journal of Contemporary Accounting, 4(1), 37–52. https://doi.org/10.20885/jca.vol4.iss1.art4
Una, B. K., Septianingsih, C. A., Ratnasari, P., & Awaliah, A. U. (2025). Penipuan pinjaman online di Indonesia: Modus pelaku dan strategi pencegahan. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 16667–16675. https://joecy.org/index.php/joecy
Wang, H. (2018). Detection of fraudulent users in P2P financial market. MATEC Web of Conferences, 189, 06004. https://doi.org/10.1051/matecconf/201818906004
West, J., & Bhattacharya, M. (2015). Mining financial statement fraud: An analysis of some experimental issues. Computers & Society, 461–466.
Wijayanti, H. T., & Sriyanto, S. (2024). Exploring the impact of fintech innovation on financial stability and regulation: A qualitative study. Golden Ratio of Finance Management, 5(1), 21–33. https://doi.org/10.52970/grfm.v5i1.423
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maghfira Ghina Pangesti, Baldric Siregar, Miswanto, & Frasto Biyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








