Hubungan antara Kesesakan dan Stres Lingkungan pada Para Penumpang KRL Area Jabodetabek

Authors

  • Aulia Elma Rabbika Universitas Achmad Yani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v3i2.1195

Keywords:

Kesesakan, Stres Lingkungan, Penumpang KRL

Abstract

Pengguna KRL di area Jabodetabek kian meningkat dari waktu ke waktu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang Kereta Api secara nasional mencapai 35,19 juta orang selama bulan Agustus 2022. Angka ini naik dibandingkan Agustus 2021 (33,79 juta penumpang) dan Agustus 2020 (29,58 juta penumpang). Hal itu terjadi seiring meningkatnya rasa nyaman dan keamanan yang dirasakan oleh penumpang. Bahkan pada rush hour (jam sibuk), KRL menjadi sarana transportasi yang banyak digunakan oleh warga area Jabodetabek untuk commuting ke tempat kerja. Meningkatnya jumlah penumpang dapat menyebabkan penumpukan penumpang yang memicu terjadinya stress lingkungan akibat kesesakan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kesesakan dengan stress lingkungan pada para penumpang KRL area Jabodetabek. Hasil dari penelitian didapatkan nilai korelasi sebesar r = 0,768 (kategori kuat) dengan p = 0,000 (p < 0,05) maka diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan yang kuat antara kesesakan dengan stress lingkungan pada para penumpang KRL di area Jabodetabek.  Nilai r positif menunjukkan terdapat hubungan searah antara kesesakan dengan stres lingkungan pada para penumpang KRL di area Jabodetabek, artinya semakin tinggi persepsi terhadap kesesakan maka semakin tinggi pula stress lingkungan yang dirasakan.

References

Azwar, S. (2021). Penyusunan Skala Psikologi (Edisi 3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cohen, S. (1983). A Global Measure of Perceived Stress. American Sociological Association. 24(4), 1-11.

Cohen, S., & Williamson, G. (1988). Perceived Stress in a Probability Sample of the United States. In S. Spacapan, & S. Oskamp (Eds.), The Social Psychology of Health: Claremont Symposium on Applied Social Psychology (pp. 31-67). Newbury Park, CA: Sage.

Crawford, R. J & Henry, D. J. (2003). The Depression Anxiety Stress Scale (DASS): Normative data and latent structure in a large non-clinical sample. A British Journal of Clinical Psychology. 42, 111-131.

Data BPS: 35,19 Juta Orang Naik Kereta Sepanjang Agustus. Dipublish pada 16 Oktober 2022. https://kumparan.com/@kumparanbisnis/data-bps-35-19-juta-orang-naik-kereta-sepanjang-agustus-1539653014162182147

Hanurawan, Fattah. (2022). Psikologi Lingkungan. Malang: Edulitera.

Iskandar, Zulrizka. (2014). Psikologi Lingkungan. Yogyakarta : PT. Refika Aditama.

Lazarus. (2006). Stress and Emotion. New York: Springer.

Pekerja sudah mulai aktif, penumpang KRL commuterline harus waspadai jam sibuk. Dipublish pada 21 Juni 2022. https://www.kompasiana.com/widikurniawan/5b2bae03ab12ae0a1b51b6f2/pekerja-sudah-mulai-aktif-penumpang-krl-commuterline-harus-waspadai-jam-sibuk

Periantalo, J. (2016). Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Priyatno, D. (2018). Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Yogyakarta: MediaKom.

Sarafino, P. E. & Smith, W. T. (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (7th Ed.). United States of America: Wiley.

Sari, K. Dhita & Karyono (2016). Kesesakan dan Agresivitas pada Remaja di Kawasan Tambak Lorok Semarang. Jurnal Empati. 5 (1), 10-13.

Sarwono, W.Sarlito. (2017). Psikologi Lingkungan & Pembangunan Edisi 2. Jakarta : PT. Grasindo.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (Mixed Method). Bandung: Alfabeta.

Zheng, Li. & David A. Hensher. (2013). Crowding in Public Transport: A review of objective and subjective measures. Journal of Public Transportation. 16 (2), 107-134.

Downloads

Published

2025-02-12

How to Cite

Rabbika, A. E. (2025). Hubungan antara Kesesakan dan Stres Lingkungan pada Para Penumpang KRL Area Jabodetabek. EduCurio: Education Curiosity, 3(2), 356–360. https://doi.org/10.71456/ecu.v3i2.1195