Analisis Proses Belajar Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Kelas IV di SLB Kamal

Authors

  • Achmad Habibur Rohman* Unive$rsitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Jawa Timur, Indone$sia
  • Nova Estu Harsiwi Unive$rsitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Jawa Timur, Indone$sia

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v3i3.1274

Keywords:

Anak Berkebutuhan Khusus , Siswa Tunagrahita, Proses Belajar

Abstract

Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, seperti siswa penyandang tunagrahita. Anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak-anak lainnya. Akibatnya, pemerintah mendirikan sekolah luar biasa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, yang sulit dicapai di sekolah umum. Akibatnya, peneliti ingin mempelajari cara anak berkebutuhan khusus belajar, terutama anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Penelitian dilakukan di SLB kamal pada hari Jum'at tanggal 2 Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLB Kamal menggunakan kurikulum mandiri dan pembelajaran berdiferensiasi. Karena anak tunagrahita seringkali mengalami kesulitan dalam memahami konsep teoritis dan membutuhkan pendekatan yang lebih langsung dan tepat sasaran, pendekatan pengajaran yang diterapkan guru kelas ketika mengajar anak tunagrahita lebih menitikberatkan pada hubungan praktis antara siswa dan mata pelajaran.

Author Biography

Nova Estu Harsiwi, Unive$rsitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Jawa Timur, Indone$sia

Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Trunojoyo Madura

References

Abdurrachman, Muljono, & Sudjati. (1996). Pendidikan luar biasa umum. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti.

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.

Agapa, B. M. (2024). Pembelajaran Berbasis Internet Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law, 1-6.

Fadli, M. R. (2021). Memahami Desai Metode Penelitian Kualitatif. HUMANIKA: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 33-54.

Faisah, N, S, et all, (2023). Kesulitan Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita dalam Belajar Mengenal Angka di SLB Bhakti Pertiwi Samarinda. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Mulawarman. Vol 3

Majid, A. (2016). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Maranata, G., Sitanggang, D. R., & Pakpahan, S. H. (2024). Penanganan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunagrahita). Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 11210-11217.

Mumpuniarti. (2002). Penanganan Anak Tunagrahita (Kajian dari Segi Pendidikan, Sosial-Psikologis dan Tindak Lanjut Usia Dewasa). Yogyakarta: PLB FIP UNY.

Pramartha, I. N. (2015). Sejarah dan Sistem Pendidikan Sekolah Luar Biasa Bagian A Negeri Denpasar Bali. Jurnal Historia, 67-74.

Sudrajat, H. (2005). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah: Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Implementasi KBK. Bandung: Cipta Lekas Grafika.

Downloads

Published

2025-06-05

How to Cite

Rohman, A. H., & Harsiwi, N. E. (2025). Analisis Proses Belajar Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Kelas IV di SLB Kamal . EduCurio: Education Curiosity, 3(3), 597–601. https://doi.org/10.71456/ecu.v3i3.1274