Storytelling dan Literature-Based Learning Melalui Diskusi Film Inspiratif dalam Meningkatkan Sikap Nasionalisme dan Kepedulian Sosial pada Siswa Kelas V SD Negeri 39 Pontianak Utara

Authors

  • Whilis Putri Pitaloka Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v3i3.1287

Keywords:

Storytelling, Literature-Based Learning , Diskusi, Film Inspiratif , Sikap Nasionalisme, Kepedulian Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang implementasi pendekatan pembelajaran Storytelling dan Literature-Based Learning yang memberikan dampak dalam meningkatkan sikap nasionalisme dan kepedulian sosial melalui diskusi film inspiratif pada siswa kelas V di SD Negeri 39 Pontianak Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tiga Teknik ini digunakan untuk mendukung penggalian aspek afektif secara lebih mendalam seperti observasi partisipatif untuk melihat langsung keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, wawancara mendalam guna mengeksplorasi pandangan dan perubahan sikap siswa serta guru, dan dokumentasi sebagai pelengkap untuk menguatkan data visual dan tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi naratif dan audiovisual mampu menyentuh aspek afektif siswa dalam memperkuat pandangan tentang nasionalisme, serta meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep nasionalisme secara kognitif, tetapi juga menghayatinya secara emosional. Oleh karena itu, strategi pengumpulan data yang holistik ini dianggap paling relevan dalam mengkaji pembentukan karakter melalui pembelajaran bermuatan nilai. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang berbasis Storytelling dan Literature-Based Learning berbantuan Film Inspiratif yang efektif dan memiliki nilai tepat guna untuk memperkaya pengalaman belajar dan mendukung penguatan pendidikan karakter di jenjang sekolah dasar khususnya sikap nasionalisme dan kepedulian sosial.

References

Bruner, J. (1990). Acts of Meaning. Harvard University Press.

Buckingham, D. (2003). Media education: Literacy, learning and contemporary culture. Polity Press.

Damayanti, I., & Yulianingsih, W. (2021). Penerapan Pembelajaran Literasi Multimodal untuk Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 145-160.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Ellis, G., & Brewster, J. (2014). Tell it Again! The Storytelling Handbook for Primary English Language Teachers. British Council.

Gunawan, H., & Rahmawati, L. (2022). Film sebagai Media Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 32-40.

Haven, K. (2007). Story proof: The science behind the startling power of story. Libraries Unlimited.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kohlberg, L. (1984). Essays on moral development: Vol. II. The psychology of moral development. San Francisco: Harper & Row.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mutiah, D. (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.

Nasution. (2003). Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Nurgiyantoro, B. (2013). Sastra dan Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nurgiyantoro, B. (2018). Sastra Anak dan Pembentukan Karakter. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research and Evaluation Methods. SAGE Publications.

Piaget, J. (1965). The moral judgment of the child. New York: Free Press.

Rani, D. A., & Rahman, R. (2024). Pelaksanaan Metode Storytelling dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik. ALSYS, 4(3), 284–294.

Samrin. (2016). Pendidikan Karakter (Sebuah Pendekatan Nilai). Jurnal Al-Ta’dib. 9(1):120-143.

Sari, D. A., & Iskandar, S. (2020). Efektivitas Media Film dalam Pendidikan Nilai di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 26(1), 75-85.

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suyanto, S. (2010). Masalah anak dan remaja serta upaya pemecahannya. Jakarta: PT Prenada Media Group.

Suyatmini, S., Nugroho, S. E., & Mulyani, S. (2021). Internalisasi nilai karakter melalui cerita pada pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 45–56. https://doi.org/10.xxxx/jpd.v12i1.suyatmini

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Yusri, M., Musyarrafah, L., & Damayanti, R. (2020). Pemanfaatan film sebagai media pembelajaran pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 123–135. https://doi.org/10.xxxx/jpk.v10i2.yusri

Yusri, Y., Juhri, A. M., & Anggraini, Y. (2020). Film Edukasi sebagai Media Penguatan Pendidikan Karakter. Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran, 3(2), 123–131.

Zaidar, M. (2023). Pembelajaran Bahasa Arab dalam Pengembangan Karakter Anak di Era Modern: Kajian Konseptual. Islamic Insights Journal, 5(1), 42–55.

Downloads

Published

2025-06-10

How to Cite

Pitaloka, W. P. (2025). Storytelling dan Literature-Based Learning Melalui Diskusi Film Inspiratif dalam Meningkatkan Sikap Nasionalisme dan Kepedulian Sosial pada Siswa Kelas V SD Negeri 39 Pontianak Utara. EduCurio: Education Curiosity, 3(3), 610–616. https://doi.org/10.71456/ecu.v3i3.1287