Cara Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Islam
Telaah Epistemologis atas Wahyu, Akal, Pengalaman, dan Metode Ilmiah
DOI:
https://doi.org/10.71456/ecu.v4i3.2107Keywords:
Epistemologi Pendidikan Islam, Perolehan Ilmu, Wahyu, Akal, PengalamanAbstract
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara epistemologis bagaimana cara memperoleh ilmu dalam perspektif Islam dengan mengedepankan pada peran wahyu, akal, pengalaman, dan metode ilmiah sebagai sumber serta instrumen pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer dalam bidang filsafat pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam Islam, wahyu ditempatkan sebagai sumber kebenaran utama yang memberikan kerangka normatif dan orientasi nilai bagi aktivitas keilmuan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an tentang pentingnya membaca dan mencari ilmu. Akal berperan sebagai alat untuk memahami tanda-tanda Tuhan dan melakukan penalaran rasional, sedangkan pengalaman empiris menjadi perantara verifikasi terhadap fenomena alam dan sosial. Selain itu, metode ilmiah dalam perspektif Islam dipandang selaras dengan prinsip tadabbur dan tafakkur sebagai proses sistematis dalam menemukan kebenaran. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka epistemologis yang holistik dan seimbang antara dimensi spiritual dan rasional-empiris. Dengan demikian, pemahaman terhadap epistemologi Islam penting dalam merumuskan paradigma pendidikan yang integratif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan transendensi.
References
Abdullah, M. A. (2006). Islamic studies di perguruan tinggi: Pendekatan integratif-interkonektif. Pustaka Pelajar.
Al-Bustomi, A. G., Rusliana, I., Hannah, N., & Hakim, M. L. (2020). Metode irfani dalam epistemologi Islam. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Al-Ghazali. (2018). Ihya ulumiddin 1: Ilmu dan keyakinan. Republika Penerbit.
Al-Hajjaji. (1988). Al-fikr al-tarbawy ‘inda Ibn al-Qayyim. Dar Hafid Li An-Nasr wa Al-Tauzi’.
Angraeni, Y., Bila, S., Khairunnisa, P., Rasyid, M., & Sari, H. P. (2024). Relevansi wahyu dan akal sebagai sumber kebenaran dalam pendidikan Islam, 3(2).
Arifin, Z. (2019). Perspektif psikologi Islam tentang konsep critical thinking dalam Al-Quran. Jurnal Warta, 62.
Baqi, M. F. A. (2021). Hadis Shahih Bukhari–Muslim (Jilid 3). Elex Media Komputindo.
Dan, A., Pengertian, W., & Kedudukannya. (n.d.). Akal dan wahyu (Pengertian dan kedudukannya).
Ghofur, A. (2016). Konstruksi epistemologi pendidikan Islam (Studi atas pemikiran kependidikan Prof. H. M. Arifin, M.Ed.). Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, 2(2), 241.
Herawati, A., Ningrum, U. D., & Sari, H. P. (2024). Wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam: Kajian kritis terhadap implementasinya di era modern.
Ibn Rushd. (n.d.). Fasl al-maqal. Dar al-Afaq al-Jadidah.
Imam Al-Ghazali. (n.d.). Ihya’ ulum al-din (Jilid 1). Dar As-Sha’b.
Kurniasih, I. (2022). Urgensi literasi dalam Al-Qur’an perspektif tafsir maqashidi. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 5(1), 17–34.
Misbahuddin, I. (2015). Epistemologi Al-Quran dalam membangun sains Islam.
Mubarokah, N., Khobir, A., El Zaldie, Z., Lestari, R. E., & Wati, R. (2025). Epistimologi dalam pendidikan Islam: Dari wahyu menuju pemahaman ilmiah.
Muda, K. G. (2026). Metode eksperimen dalam pendidikan Islam, 12, 131–145.
Munawwir, A. W. (1984). Kamus al-Munawwir Arab–Indonesia terlengkap. Pustaka Progresif.
Munawwir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawwir. Pustaka Progresif.
Naim, N. (2009). Pengantar studi Islam. TERAS.
Napitupulu, D. S. (2017). Esensi alam semesta perspektif filsafat pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1).
Nasr, S. H. (1989). Knowledge and the sacred. SUNY Press.
Nasution, K. (2009). Pengantar studi Islam. Academia & Tazzafa.
Pai, P., & Pascasarjana IAIT. (2019). Urgensi akal menurut Al-Qur’an dan implikasinya dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. 9.
Qaradawi, Y. A. (1999). Kaifa nata‘āmal ma‘a al-Qur’an al-‘Azhim. Dar al-Syuruq.
Qomar, M. (2005). Epistemologi pendidikan Islam: Dari metode rasional hingga metode kritik. Erlangga.
Rohmah, R. M. (2024). Pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dan implementasinya dalam dunia kontemporer, 2(6), 565–576.
Saputra, H. Y. (n.d.). Metode pembelajaran berbasis proyek dalam pendidikan agama Islam.
Saputri, M. T. (2025). Tadabbur semesta sebagai landasan saintifik, 3(4).
Setiawan, M. A., & Asyiqien, M. Z. (2019). Urgensi akal menurut Al-Qur’an dan implikasinya dalam mencapai tujuan pendidikan Islam.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 5). Lentera Hati.
Syaifudin, R. (2013). Epistemologi pendidikan Islam dalam kacamata Al-Ghazali dan Fazlur Rahman. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 8(2), 324.
Tolchah, M. (2015). Filsafat pendidikan Islam: Konstruksi tipologis dalam pengembangan kurikulum. Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, 11(2), 384.
Bakar, A. Y. M., (2014). Filsafat pendidikan Islam [PDF]. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arifah Nur Ainiyah, Safira Aulia Putri, Zidny Isyah Alkamil & M Yunus Abu Bakar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









