Cara Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Islam

Telaah Epistemologis atas Wahyu, Akal, Pengalaman, dan Metode Ilmiah

Authors

  • Arifah Nur Ainiyah* Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • Safira Aulia Putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • Zidny Isyah Alkamil Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • M Yunus Abu Bakar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v4i3.2107

Keywords:

Epistemologi Pendidikan Islam, Perolehan Ilmu, Wahyu, Akal, Pengalaman

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara epistemologis bagaimana cara memperoleh ilmu dalam perspektif Islam dengan mengedepankan pada peran wahyu, akal, pengalaman, dan metode ilmiah sebagai sumber serta instrumen pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer dalam bidang filsafat pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam Islam, wahyu ditempatkan sebagai sumber kebenaran utama yang memberikan kerangka normatif dan orientasi nilai bagi aktivitas keilmuan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an tentang pentingnya membaca dan mencari ilmu. Akal berperan sebagai alat untuk memahami tanda-tanda Tuhan dan melakukan penalaran rasional, sedangkan pengalaman empiris menjadi perantara verifikasi terhadap fenomena alam dan sosial. Selain itu, metode ilmiah dalam perspektif Islam dipandang selaras dengan prinsip tadabbur dan tafakkur sebagai proses sistematis dalam menemukan kebenaran. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk kerangka epistemologis yang holistik dan seimbang antara dimensi spiritual dan rasional-empiris. Dengan demikian, pemahaman terhadap epistemologi Islam penting dalam merumuskan paradigma pendidikan yang integratif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan transendensi.

References

Abdullah, M. A. (2006). Islamic studies di perguruan tinggi: Pendekatan integratif-interkonektif. Pustaka Pelajar.

Al-Bustomi, A. G., Rusliana, I., Hannah, N., & Hakim, M. L. (2020). Metode irfani dalam epistemologi Islam. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Al-Ghazali. (2018). Ihya ulumiddin 1: Ilmu dan keyakinan. Republika Penerbit.

Al-Hajjaji. (1988). Al-fikr al-tarbawy ‘inda Ibn al-Qayyim. Dar Hafid Li An-Nasr wa Al-Tauzi’.

Angraeni, Y., Bila, S., Khairunnisa, P., Rasyid, M., & Sari, H. P. (2024). Relevansi wahyu dan akal sebagai sumber kebenaran dalam pendidikan Islam, 3(2).

Arifin, Z. (2019). Perspektif psikologi Islam tentang konsep critical thinking dalam Al-Quran. Jurnal Warta, 62.

Baqi, M. F. A. (2021). Hadis Shahih Bukhari–Muslim (Jilid 3). Elex Media Komputindo.

Dan, A., Pengertian, W., & Kedudukannya. (n.d.). Akal dan wahyu (Pengertian dan kedudukannya).

Ghofur, A. (2016). Konstruksi epistemologi pendidikan Islam (Studi atas pemikiran kependidikan Prof. H. M. Arifin, M.Ed.). Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, 2(2), 241.

Herawati, A., Ningrum, U. D., & Sari, H. P. (2024). Wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam: Kajian kritis terhadap implementasinya di era modern.

Ibn Rushd. (n.d.). Fasl al-maqal. Dar al-Afaq al-Jadidah.

Imam Al-Ghazali. (n.d.). Ihya’ ulum al-din (Jilid 1). Dar As-Sha’b.

Kurniasih, I. (2022). Urgensi literasi dalam Al-Qur’an perspektif tafsir maqashidi. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 5(1), 17–34.

Misbahuddin, I. (2015). Epistemologi Al-Quran dalam membangun sains Islam.

Mubarokah, N., Khobir, A., El Zaldie, Z., Lestari, R. E., & Wati, R. (2025). Epistimologi dalam pendidikan Islam: Dari wahyu menuju pemahaman ilmiah.

Muda, K. G. (2026). Metode eksperimen dalam pendidikan Islam, 12, 131–145.

Munawwir, A. W. (1984). Kamus al-Munawwir Arab–Indonesia terlengkap. Pustaka Progresif.

Munawwir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawwir. Pustaka Progresif.

Naim, N. (2009). Pengantar studi Islam. TERAS.

Napitupulu, D. S. (2017). Esensi alam semesta perspektif filsafat pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1).

Nasr, S. H. (1989). Knowledge and the sacred. SUNY Press.

Nasution, K. (2009). Pengantar studi Islam. Academia & Tazzafa.

Pai, P., & Pascasarjana IAIT. (2019). Urgensi akal menurut Al-Qur’an dan implikasinya dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. 9.

Qaradawi, Y. A. (1999). Kaifa nata‘āmal ma‘a al-Qur’an al-‘Azhim. Dar al-Syuruq.

Qomar, M. (2005). Epistemologi pendidikan Islam: Dari metode rasional hingga metode kritik. Erlangga.

Rohmah, R. M. (2024). Pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun dan implementasinya dalam dunia kontemporer, 2(6), 565–576.

Saputra, H. Y. (n.d.). Metode pembelajaran berbasis proyek dalam pendidikan agama Islam.

Saputri, M. T. (2025). Tadabbur semesta sebagai landasan saintifik, 3(4).

Setiawan, M. A., & Asyiqien, M. Z. (2019). Urgensi akal menurut Al-Qur’an dan implikasinya dalam mencapai tujuan pendidikan Islam.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 5). Lentera Hati.

Syaifudin, R. (2013). Epistemologi pendidikan Islam dalam kacamata Al-Ghazali dan Fazlur Rahman. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 8(2), 324.

Tolchah, M. (2015). Filsafat pendidikan Islam: Konstruksi tipologis dalam pengembangan kurikulum. Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, 11(2), 384.

Bakar, A. Y. M., (2014). Filsafat pendidikan Islam [PDF]. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Ainiyah, A. N., Putri, S. A., Alkamil, Z. I., & Bakar, M. Y. A. (2026). Cara Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Islam: Telaah Epistemologis atas Wahyu, Akal, Pengalaman, dan Metode Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 4(3), 367–383. https://doi.org/10.71456/ecu.v4i3.2107