Self Directed Learning Pada Modul Ajar Didesain Oleh Guru Penggerak

Authors

  • Anatasya Mahardika English study program of University PGRI Sumatera Barat, University PGRI Sumatera Barat
  • Rika Afriyanti English study program of University PGRI Sumatera Barat, University PGRI Sumatera Barat
  • Siska English study program of University PGRI Sumatera Barat, University PGRI Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v1i2.248

Keywords:

Pemahaman Membaca, Pembelajaran Penemuan

Abstract

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Menteri Pendidikan (Mendiknas) telah meluncurkan "Kurikulum Merdeka Belajar". Program Merdeka Belajar ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran dalam rangka mewujudkan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mendukung Kurikulum Merdeka Belajar, bahan ajar yang dirancang oleh guru harus mencakup kegiatan Self Directed Learning. Dalam setiap pelaksanaan Kurikulum Merdeka, menuntut siswa untuk mandiri dalam belajar (Self Directed Learning), dimana siswa diberi tanggung jawab untuk mengatur dan mengendalikan proses pembelajaran dan pencapaian dalam pembelajaran. Siswa juga dituntut untuk memiliki pola pikir mandiri dalam belajar, dalam arti siswa memegang kendali penuh dan bertanggung jawab atas pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Self Directed Learning di modul ajar kelas X yang disusun oleh Guru Penggerak di SMA N 15 Padang. Data dikumpulkan secara kualitatif dengan dokumen ceklis, hasil data menunjukan bahwa modul ajar yang didesain oleh Guru Penggerak belum sepenuhnya menerapkan aktivitas Self Directed Learning. Guru masih menjadi fasilitator dalam pembelajaran, dan tetap menjadi penentu keputusan.

References

Hmelo-Silver, C.E. (2004) ‘Problem-based learning: What and how do students learn?’, Educational Psychology Review, 16(3), pp. 235–266. Available at: https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3.

Nasution, W.N. (2017) ‘Perencanaan Pembelajaran Pengertian, Tujuan Dan Prosedur’, Ittihad, 1(2), pp. 185–195.

Prapbowati, D.S. (2022) ‘Pembelajaran Autonomous Lerning dengan Duolingo Memupuk Minat dan Kemandirian Belajar Siwa Kelas X SMA Nenegri 6 Malang’, Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 1(2), pp. 56–65. Available at: https://doi.org/10.21776/ub.jcerdik.2022.001.02.05.

Rachmawati, D.O. (2010) ‘Penerapan model self-directed learning untuk meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar mahasiswa’, Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 43(3), pp. 177–184.

Uswatun, H. (2013) ‘Autonomous Learning As Language Learning Strategy Based on Students Preferenced Learning Style’, IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, 1(2), pp. 1–22. Available at: http://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/ideas/article/view/163.

Ahmad, J. (2018). Desain penelitian analisis isi (Content analysis). Research Gate, 5(9), 1-20.

Anufia, B., & Alhamid, T. (2019). Instrumen Pengumpulan Data.

Downloads

Published

2023-03-10

How to Cite

Mahardika, A., Afriyanti, R., & Siska. (2023). Self Directed Learning Pada Modul Ajar Didesain Oleh Guru Penggerak . EduCurio: Education Curiosity, 1(2), 378–383. https://doi.org/10.71456/ecu.v1i2.248