Profil Rumah Betang Manggatang Utus di Desa Sei Pasah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah

Authors

  • Jamilah Bulgariah Hanafi Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2716

Keywords:

Profil, Rumah Betang Manggatang Utus, Dayak Ngaju, Rumah Adat, Warisan Budaya

Abstract

Rumah Betang Manggatang Utus merupakan salah satu rumah adat masyarakat Dayak Ngaju yang berada di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Keberadaan Rumah Betang tidak hanya menunjukkan karakteristik arsitektur tradisional masyarakat Dayak Ngaju, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil Rumah Betang Manggatang Utus yang meliputi lokasi, kondisi fisik, karakteristik bangunan, ornamen, sejarah, perubahan pemanfaatan, dan pengelolaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah tiga orang, yaitu Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kapuas serta dua orang pegawai pada instansi tersebut. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Betang Manggatang Utus terletak di Desa Sei Pasah dan masih berada dalam kondisi cukup baik serta terawat. Bangunan mempertahankan karakteristik rumah panggung dengan bentuk memanjang dan penggunaan material kayu pada struktur bangunan. Beberapa ornamen dan ukiran khas Dayak masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya. Rumah Betang yang pada masa lalu digunakan sebagai tempat tinggal bersama beberapa keluarga kini tidak lagi berfungsi sebagai hunian komunal. Pemanfaatannya telah mengalami perubahan menjadi ruang untuk kegiatan sosial, adat, budaya, penyambutan tamu, dan pengenalan budaya Dayak Ngaju. Pengelolaan Rumah Betang berada di bawah Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kapuas sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya. Dengan demikian, Rumah Betang Manggatang Utus tetap memiliki nilai penting sebagai representasi sejarah dan identitas budaya masyarakat Dayak Ngaju di Kabupaten Kapuas.

References

Hamidah, N., & Garib, T. W. (2014). Studi arsitektur Rumah Betang Kalimantan Tengah. Jurnal Arsitektur: Arsitektur Melayu dan Lingkungan, 1(2), 19–35.

Hasan, R. (2013). Penyelenggaraan program SD-SMP satu atap dalam latar budaya Rumah Betang Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(2), 202–207.

Jhonnata, D., Ifadianto, N., & Hardilla, D. (2021). Rumah Betang sebagai destinasi wisata edukasi budaya Dayak. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 8(3), 120–131.

Johansen, P. (2014). Arsitektur Rumah Betang (Radakng) Kampung Sahapm. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 6(3), 461–474.

Lily, F. L., Bahari, Y., & Rustiyarso, R. (2020). Analisis penerapan nilai kearifan lokal Rumah Betang Dayak Iban di Sungai Utik Kecamatan Embaloh Hulu. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 9(9).

Novalena, K., & Listiani, M. (2022). Kajian etnomatematika pada Rumah Adat Betang Ensaid Panjang Kalimantan Barat. PRISMA: Prosiding Seminar Nasional Matematika, 5, 244–253.

Oktaviani, D., & Kurnia, H. (2023). Suku Dayak: Mengenal tradisi adat dan kehidupan masyarakatnya. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 1(1), 10–19.

Pelu, I. E. A., & Tarantang, J. (2018). Interkoneksi nilai-nilai Huma Betang Kalimantan Tengah dengan Pancasila. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 14(2), 119–126.

Downloads

Published

2026-09-15

How to Cite

Hanafi, J. B. (2026). Profil Rumah Betang Manggatang Utus di Desa Sei Pasah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. EduCurio: Education Curiosity, 5(1), 78–83. https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2716