Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an, Tradisi Literasi, dan Relevansinya terhadap Pengembangan Pendidikan Islam

Authors

  • Ngalimun* Universitas Islam Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Amirul Bakhri Universitas Islam Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2759

Keywords:

Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an, Tradisi Literasi, Relevansi Pendidikan Islam

Abstract

Sejarah kodifikasi Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam perkembangan tradisi keilmuan Islam sekaligus memiliki relevansi kuat terhadap pendidikan. Proses pemeliharaan Al-Qur’an sejak masa Nabi Muhammad saw., penghimpunan pada masa Abu Bakar al-Shiddiq, hingga standardisasi mushaf pada masa Utsman bin Affan menunjukkan adanya hubungan erat antara tradisi lisan, tradisi tulis, dan pengembangan literasi umat Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis sejarah kodifikasi Al-Qur’an, perkembangan tradisi literasi yang menyertainya, serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis historis-deskriptif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab ulum Al-Qur’an, buku sejarah, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kodifikasi Al-Qur’an berlangsung secara bertahap melalui proses hafalan, penulisan, verifikasi, penghimpunan, dan standardisasi. Proses tersebut menunjukkan bahwa tradisi literasi Islam sejak awal dibangun melalui integrasi kemampuan membaca, menulis, menghafal, memahami, dan mentransmisikan pengetahuan. Dalam konteks pendidikan Islam, sejarah kodifikasi memberikan prinsip penting berupa ketelitian sumber, verifikasi pengetahuan, penghargaan terhadap tradisi keilmuan, budaya membaca-menulis, dan integrasi literasi lisan dengan literasi tertulis. Dengan demikian, kodifikasi Al-Qur’an tidak hanya memiliki makna historis-teologis, tetapi juga menjadi inspirasi epistemologis dan pedagogis bagi pengembangan pendidikan Islam.

References

Al-Azami, Muhammad Mustafa. (2003). The History of the Qur’anic Text: From Revelation to Compilation: A Comparative Study with the Old and New Testaments. Leicester: UK Islamic Academy.

Al-Qattan, Manna’ Khalil. (2000). Mabahith fi ‘Ulum al-Qur’an. Cairo: Maktabah Wahbah.

Al-Salih, Subhi. (2000). Mabahith fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-‘Ilm li al-Malayin.

Al-Suyuthi, Jalal al-Din. (2004). Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Zarqani, Muhammad ‘Abd al-‘Azim. (1995). Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr.

Amal, Taufik Adnan. (2001). Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an. Yogyakarta: Forum Kajian Budaya dan Agama.

Anwar, K., & Masuwd, M. A. (2026). Artificial Intelligence, Social Media, and Post-Truth: An Islamic Education Perspective. Al-Mudarris (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 9(2), 245-264.

Azra, Azyumardi. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Bakhri, A. (2015). Tantangan pendidikan agama Islam di madrasah pada era globalisasi. Madaniyah, 5(1), 63-86.

Bakhri, A. (2026). Religion–state relations in the perspective of Islamic political theology: Implications for democracy and Indonesian civilization. Mishkat: Journal of Theology and Civilization, 1(1), 189-201.

Hamid, Abu Zayd, Nasr. (2005). Tekstualitas Al-Qur’an: Kritik terhadap Ulumul Qur’an. Yogyakarta: LKiS.

Izzan, Ahmad. (2011). Ulumul Qur’an: Telaah Tekstualitas dan Kontekstualitas Al-Qur’an. Bandung: Tafakur.

Latifah, L., & Ngalimun, N. (2025). Teknologi Digital Sebagai Ruang Pertemuan Agama Dan Budaya Masyarakat Multikultural. SINTESA: Jurnal Sains & Teknologi, 1(02), 51-64.

Latifah, L., Ngalimun, N., Setiawan, M. A., & Harun, M. H. (2020). Kecakapan behavioral dalam proses pembelajaran PAI Melalui Komunikasi Interpersonal. Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 5(2), 36-42.

Madjid, Nurcholish. (1992). Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.

Muhaimin. (2004). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nata, Abuddin. (2010). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Neuwirth, Angelika. (2019). The Qur’an and Late Antiquity: A Shared Heritage. Oxford: Oxford University Press.

Ngalimun, H. (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.

Ngalimun, N. (2023). Pemulihan pendidikan pasca pandemi melalui transformasi digital dengan pendekatan manajemen pendidikan Islam di era society 5.0. Jurnal Terapung: Ilmu-Ilmu Sosial.

Qardhawi, Yusuf. (1999). Berinteraksi dengan Al-Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press.

Riinawati, N. (2022). Implementation of Character Education in Islamic Perspective at School. Journal of Positive Psychology and Wellbeing, 6(1), 561-566.

Shihab, M. Quraish. (1992). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Quraish. (2008). Sejarah ‘Ulum Al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Supriyadi, Dedi. (2008). Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Thaib, Razali M. (2013). Pendidikan Islam dan Tradisi Keilmuan. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.

Yunus, Mahmud. (1990). Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Hidakarya Agung.

Zuhairini, et al. (2010). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2026-09-18

How to Cite

Ngalimun, & Bakhri, A. (2026). Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an, Tradisi Literasi, dan Relevansinya terhadap Pengembangan Pendidikan Islam. EduCurio: Education Curiosity, 5(1), 134–144. https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2759