Relasi Agama dan Budaya dalam Praktik Pendidikan Keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah

Authors

  • Ni Made Ratini* Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
  • Mariatie Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
  • Suwito Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2760

Keywords:

Relasi Agama dan Budaya, Pendidikan Keagamaan Hindu

Abstract

Relasi agama dan budaya merupakan aspek penting dalam memahami praktik pendidikan keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah. Pendidikan agama tidak berlangsung dalam ruang sosial yang terpisah, tetapi berinteraksi dengan nilai, tradisi, bahasa, simbol, ritual, dan identitas budaya masyarakat. Dalam konteks Kalimantan Tengah, Hindu Kaharingan memperlihatkan hubungan erat antara ajaran keagamaan dan budaya Dayak, khususnya Dayak Ngaju. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk relasi agama dan budaya dalam praktik pendidikan keagamaan Hindu serta kontribusinya terhadap pembentukan identitas, karakter, dan keberlanjutan budaya lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data bersumber dari buku, artikel jurnal, dokumen akademik, dan hasil penelitian mengenai Hindu Kaharingan, pendidikan agama Hindu, budaya Dayak, serta kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa relasi agama dan budaya terwujud melalui empat bentuk utama, yaitu integrasi ajaran Hindu dengan kearifan lokal Kaharingan, pemanfaatan ritual dan tradisi sebagai sumber belajar, penggunaan bahasa dan simbol budaya dalam pembelajaran, serta pendidikan agama sebagai sarana pelestarian identitas dan pembentukan karakter. Pendidikan keagamaan Hindu tidak hanya mentransmisikan pengetahuan agama, tetapi juga memperkuat nilai budaya dan identitas masyarakat. Karena itu, pendidikan Hindu perlu menyeimbangkan universalitas ajaran dengan kekhasan budaya lokal.

References

Abubakar, A., Ngalimun, N., Liadi, F., & Latifah, L. (2020). Bahasa sebagai nilai perekat dalam simbol budaya lokal tokoh agama. Jurnal Transformatif (Islamic Studies), 4(2), 159-172.

Anam, A. K. (2016). Jejak Clifford Geertz di Indonesia: Mengoreksi trikotomi santri, abangan dan priyayi. Mozaic: Islam Nusantara, 2(2), 1–14.

Banks, J. A. (2008). An Introduction to Multicultural Education. Boston: Pearson.

Diaty, R., Arisa, A., Lestari, N. C. A., & Ngalimun, N. (2022). Implementation of school-based management aspects in guidance and counseling services. Pandohop Guidance and Counseling Journal, 2(2), 38-46.

Erawati, D. (2026). Ethnopedagogy in Social and Cultural Sciences: A Bridge between Cultural Identity, Local Values, and Contextual Learning. Maneser: Journal of Religion, Spirituality, and Culture, 1(1), 37-48.

Gateri, N. W., Eka, N., Gunawan, I. G. D., Subagiasta, I. K., & Trisnawan, B. (2026). Integrasi nilai-nilai ajaran lokal Kaharingan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 10(1).

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Gepu, W., & Edung, T. (2026). Rekonversi umat Kristen ke Agama Hindu Kaharingan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 10(1).

Girinata, I. M. (2020). Building Hinduism educational values-based school culture. Jurnal Penelitian Agama Hindu.

Hadikusuma, H. (1993). Antropologi Agama Bagian I. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Latifah, L., & Ngalimun, N. (2025). Teknologi Digital Sebagai Ruang Pertemuan Agama Dan Budaya Masyarakat Multikultural. SINTESA: Jurnal Sains & Teknologi, 1(02), 51-64.

Latifah, L., Zwagery, R. V., Safithry, E. A., & Ngalimun, N. (2023). Konsep dasar pengembangan kreativitas anak dan remaja serta pengukurannya dalam psikologi perkembangan. EduCurio: Education Curiosity, 1(2), 426-439.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Mardwiatmoko. (2024). Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu berbasis local genius Hindu Kaharingan. Widya Aksara: Jurnal Agama Hindu, 29(2).

Ngalimun, H. (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.

Ngalimun, N., Noortyani, R., & Hermawan, S. (2025). Nilai Religi dalam Tradisi Lisan Sansana Dayak Ngaju. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 19(1), 426-440.

Pranata, W. Dharmawan, & I. G. D. Gunawan. (2023). Kendala dan solusi implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Hindu berbasis kearifan lokal di SMA Negeri se-Kota Palangka Raya. Hapakat: Jurnal Hasil Penelitian, 2(2).

Pranata. (2018). Nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara perkawinan Hindu Kaharingan Dayak Ngaju. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 1(2), 164–182.

Putri, H. L. L., Nasrudin, & Efendi, M. (2021). Nilai kearifan lokal budaya Tiwah masyarakat Dayak Ngaju dalam perspektif pendekatan ekologi. Padaringan: Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi.

Sudarsana, I. K. (2014). Peningkatan Peran Pendidikan Agama Hindu dalam Membangun Remaja Humanis dan Pluralis. Denpasar: IHDN Denpasar.

Sudarsana, I. K. (2015). Inovasi Pembelajaran Agama Hindu di Sekolah Berbasis Multikulturalisme. Denpasar: IHDN Denpasar.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.

Wentas, R. (2025). Pendidikan karakter melalui ritual dalam tradisi Hindu Kaharingan. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya.

Wentas, R. (2025). Ritual Tantulak Ambun Rutas Matei sebagai media pendidikan karakter dalam perspektif Pendidikan Agama Hindu. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya, 9(2).

Widyana, I. K. (2018). Pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Kaharingan melalui mata kuliah Tawur di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan, 18(2), 101–113.

Widyana, I. K. (2018). Pendidikan agama Hindu berbasis kearifan lokal Kaharingan melalui mata kuliah Tawur di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Palangka Raya: Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang.

Wilson. (2017). Dayak Ngaju dalam pusaran kehadiran agama-agama. Jurnal Studi Kultural, 2(2), 117–121.

Downloads

Published

2026-09-18

How to Cite

Ratini, N. M., Mariatie, & Suwito. (2026). Relasi Agama dan Budaya dalam Praktik Pendidikan Keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah. EduCurio: Education Curiosity, 5(1), 145–154. https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2760