Kontribusi Guru Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Kecerdasan Sosial Peserta Didik

Authors

  • Hilmadatul Mardiyah Institute Agama Islam Hamzanwadi Pancor
  • Abdul Latif Manan Institute Agama Islam Hamzanwadi Pancor

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2888

Keywords:

Guru Pendidikan Agama Islam, Kecerdasan Sosial, Peserta Didik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kecerdasan sosial peserta didik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan kecerdasan sosial melalui keteladanan, pembiasaan, pemberian tanggung jawab, serta pendampingan dalam kegiatan pembelajaran, IMTAK, dan Pramuka. Kontribusi tersebut tidak terbatas pada penyampaian materi keagamaan, tetapi diwujudkan melalui pengalaman sosial yang memungkinkan peserta didik mempraktikkan sikap saling menghargai, bekerja sama, berkomunikasi, membantu, bertanggung jawab, dan peduli terhadap orang lain. Proses pembentukan kecerdasan sosial didukung oleh lingkungan sekolah, keterlibatan peserta didik, dan konsistensi guru dalam memberikan arahan serta pembiasaan. Adapun hambatannya meliputi perbedaan karakter, kurangnya kepercayaan diri sebagian peserta didik, dan belum meratanya keterlibatan dalam kegiatan sosial. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI memiliki peran yang lebih luas dari sekadar penyampaian pengetahuan keagamaan karena dapat menjadi sarana pembentukan kecerdasan sosial melalui pengalaman dan interaksi yang dilakukan secara berkelanjutan.

References

Adha, N. (2025). Mutu pendidikan dalam perspektif Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 36–50.

Aini, F., & Ramadhan, Z. H. (2024). Peran guru dalam mengembangkan nilai etika dan moral peserta didik sekolah dasar. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 8(2), 331–339. https://doi.org/10.30651/else.v8i2.23220

Damayanti, U. F., & Solihin. (2019). Pengembangan kecerdasan spiritual anak melalui pembelajaran dengan penerapan nilai agama, kognitif, dan sosial-emosional: Studi deskriptif penelitian di Raudhatul Athfal Al-Ihsan Cibiru Hilir. Syifa Al-Qulub: Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik, 3(2), 65–71.

Hartono, P., Khojir, K., & Setiawan, A. (2024). Pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap kecerdasan sosial dan emosional siswa di SMP Muhammadiyah 1 Samarinda. Jurnal Cahaya Mandalika, 5(2), 682–687.

Hasanah, U., Hasanah, I. F., & Farasi, A. (2024). Development and actualization of students’ social intelligence in the Islamic religious education learning. Jurnal Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam, 16(1), 172–183. https://doi.org/10.37850/cendekia.v16i01.660

Irfan, I., Shaleh, S., & Velayati, M. A. (2023). Strategi pengembangan kecerdasan sosial dalam perspektif multikultural pada peserta didik di sekolah dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 32(1), 57–73. https://doi.org/10.17977/um009v32i12023p57-73

Iting, A. (2022). Meningkatkan kemampuan interpersonal pada anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan kerja kelompok. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(2), 24–39.

Laelah, N. A., & Ismatullah, N. H. (2025). Penanaman nilai religius dalam mengembangkan kecerdasan sosial pada siswa sekolah dasar. Journal Tarbiyatu Wa Ta’lim, 7(1), 37–44.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Muzaki, F. I. (2017). Kecerdasan sosial bagi peserta didik usia SD di zaman digital. Universitas Negeri Malang Press.

Nata, A. (2016). Manajemen pendidikan: Mengatasi kelemahan pendidikan Islam di Indonesia. Kencana.

Nuridayanti, N. (2022). Mengembangkan motivasi dan hasil belajar dengan pendekatan problem posing (Cetakan ke-1). PT Nasya Expanding Management.

Ritiauw, S. P., Mahananingtyas, E., & Ode, T. (2021). Penggunaan model inkuiri sosial untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa kelas V. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 30(1), 32–46. https://doi.org/10.17977/um009v30i12021p032

Siregar, R. S., Saputro, A. N. C., Saftari, M., Panggabean, N. H., Simarmata, J., Kholifah, N., Fahmi, A. I., Subakti, H., & Harianja, J. K. (2022). Konsep dasar ilmu pendidikan. Yayasan Kita Menulis.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-10-12

How to Cite

Mardiyah, H., & Manan, A. L. (2026). Kontribusi Guru Pendidikan Agama Islam terhadap Pembentukan Kecerdasan Sosial Peserta Didik. EduCurio: Education Curiosity, 5(1), 281–292. https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2888