Tradisi Montunu Hulu sebagai Media Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal di Desa Lasampi Kabupaten Morowali
DOI:
https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2913Keywords:
Montunu Hulu, Pendidikan Agama Islam, Kearifan LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi Montunu Hulu, mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis fungsinya sebagai media pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal di Desa Lasampi Kabupaten Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis data Miles, Huberman, dan Saldaña, yang mencakup kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Montunu Hulu dilaksanakan secara kolektif pada penghujung Ramadan melalui kegiatan penyalaan obor dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat serta interaksi antargenerasi. Nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terdapat dalam tradisi Montunu Hulu meliputi nilai religius, kebersamaan dan gotong royong, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap orang tua dan generasi terdahulu. Tradisi Montunu Hulu juga dapat berfungsi sebagai media pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal karena proses pendidikan berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, pengalaman langsung, dan komunikasi antargenerasi. Dengan demikian, tradisi Montunu Hulu tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi media pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk menanamkan nilai keagamaan dan akhlak sosial melalui pengalaman kehidupan sehari-hari.
References
Agusti, A., & Faisal, E. E. (2026). Persepsi generasi muda terhadap pelestarian tradisi Kumpul Sanak di Desa Beringin Lubai. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(1), 168–177. https://doi.org/10.23969/jp.v11i01.40323
Aulia, Z. (2026). Integrasi kearifan lokal dalam praktik Pendidikan Agama Islam. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(3), 784–795. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i3.23288
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Efendy, R., Istiqamal, I., & Karim, A. R. (2024). Integrasi nilai local wisdom Bugis dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 9(1), 1–15. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2024.vol9(1).11173
Harahap, R. H., Harahap, M., & Siregar, L. M. (2020). Tarbiyah Ukhwah Islamiyah dalam tradisi kearifan lokal Marsialap Ari. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 5(2), 33–42. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2020.vol5(2).5980
Putra, K. S. (2017). Implementasi Pendidikan Agama Islam melalui budaya religius (religious culture) di sekolah. Jurnal Kependidikan, 3(2), 14–32. https://doi.org/10.24090/jk.v3i2.897
Romah, C. A. J., Khiyarotuzzaho, N., Rahayu, R. S., Mawardi, M. A., Layyinatuzsyifa’zakia, L., & Nur, D. M. M. (2025). Nilai-nilai kearifan lokal tradisi Lamporan dalam penguatan pendidikan sosial dan keagamaan masyarakat Desa Soneyan Kabupaten Pati. JIMU: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, 3(4), 1011–1022.
Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif. Pustaka Ramadhan.
Satori, S., & Dja'man, Q. A. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sholeh, M. I., Sokip, S., Syafi'i, A., Habibulloh, M., Sahri, S., Nur'azah, N., & Al Farisy, F. (2025). Integrasi nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum pendidikan berbasis karakter. ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 1(2), 59–72.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susandi, H., Ghozali, M., Anan, C., Jupriannur, M., Efendi, M., & Arif, A. (2025). Integrasi tradisi keagamaan berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah atas. Jurnal Penelitian dan Inovasi Pendidikan, 1(1), 1–14.
Sutarno, S. (2021). Eksplorasi kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam Madrasah Diniyah Takmiliyah. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 6(2), 412–423. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2021.vol6(2).8132
Umam, R., & Husain, A. M. (2024). Pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Kritikalitas dan alternatif solusi berdasarkan literatur. ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab, 5(2), 1–12. https://doi.org/10.20885/abhats.vol5.iss2.art1
Walad, M., Nasri, U., Hakim, M. I., & Zulkifli, M. (2025). Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan agama: Transformasi karakter agama. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 12(1), 265–277. https://doi.org/10.38048/jipcb.v12i1.4676
Yusuf, M., & Hadi, A. (2026). Integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam Pendidikan Agama Islam. Madrasa: Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 2(1), 47–58.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mitro Prasetyo, & Muhamad Marzuki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
License and Copyright Agreement
- Authors retain copyright and other proprietary rights related to the article.
- Authors retain the right and are permitted to use the substance of the article in their own future works, including lectures and books.
- Authors grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post or self-archive their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.









