Praktik Ekologis Masyarakat Sembalun dalam Pelestarian Kawasan Gunung Rinjani dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis

Authors

  • Alimudin Institute Agama Islam Hamzanwadi Pancor, Indonesia
  • Syahratul Mubarokah Institute Agama Islam Hamzanwadi Pancor, Indonesia
  • Hudatullah Institute Agama Islam Hamzanwadi Pancor, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2990

Keywords:

Praktik Ekologis, Masyarakat Sembalun, Pelestarian Gunung Rinjani, Al-Qur’an, Hadits

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik ekologis masyarakat Sembalun dalam pelestarian kawasan Gunung Rinjani serta mengidentifikasi nilai-nilai ekologisnya berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan Hadits. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis data Miles, Huberman, dan Saldaña, yang mencakup kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui kredibilitas, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ekologis masyarakat Sembalun dalam pelestarian kawasan Gunung Rinjani diwujudkan melalui upaya menjaga sumber mata air, gotong royong menjaga kebersihan lingkungan, penghijauan, dukungan terhadap kegiatan konservasi, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Praktik tersebut mengandung nilai tanggung jawab terhadap alam, kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya, kebersamaan, keseimbangan, dan amanah. Dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis, praktik ekologis tersebut memiliki kesesuaian dengan prinsip khalifah, amanah, mīzān, serta larangan melakukan fasād dan perilaku berlebihan dalam memanfaatkan alam. Dengan demikian, praktik ekologis masyarakat Sembalun memiliki landasan sosial, budaya, dan keagamaan yang dapat mendukung pelestarian Gunung Rinjani, tetapi perlu terus diperkuat untuk menghadapi tekanan akibat perkembangan pariwisata dan peningkatan pemanfaatan kawasan.

References

Andriyanto, Y. D. (2024). Handep Hapakat sebagai praxis ekologi integral: Analisis ekoteologis kearifan lokal Dayak dalam merespons krisis lingkungan. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 10(2), 69–84. https://doi.org/10.58374/sepakat.v10i2.465

Arifin, M. B., Rahmah, M. H., Wardaniyah, Q., & PK, M. N. A. N. (2025). Konsep khalifah dalam Al-Qur’an dan ekologi Mizan: Menafsirkan krisis lingkungan melalui tafsir klasik dan modern. Journal of Islamic Thought and Contemporary Studies, 1(1), 1–15.

Asmana, A., Mutaqin, H. Z., Ulhaq, L. L., & Nurhakim, R. (2026). Ecological sadaqah and sustainability: A comparative study of hadith commentaries on tree planting in Sharh Sahih Muslim and Fath al-Mun'im. Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis, 11(1), 107–133. https://doi.org/10.15575/diroyah.v11i1.12345

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. (2024). Statistik Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Tahun 2024. BTNGR.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Kosmaryandi, N., Soekmadi, R., & Putri, A. S. A. (2016). Peran situs keramat alami di Taman Nasional Gunung Rinjani untuk kepentingan pemanfaatan oleh masyarakat dan wisata alam [Skripsi/Laporan penelitian, Institut Pertanian Bogor]. IPB Scientific Repository.

Listantia, N., Rispawati, D., Khotmi, H., Rosika, H., Supriastuti, E., & Rahmawati, H. (2025). Kegiatan penanaman pohon sebagai upaya keberlanjutan lingkungan hidup di Desa Sembalun. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(2), 426–434. https://doi.org/10.36312/linov.v10i2.2944

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. revisi, Cet. 40). PT Remaja Rosdakarya.

Nihayah, H., Affandi, Y., Junaidi, A. A., & Nadif, B. (2025). Thematic Qur’anic interpretation and implementation of environmental conservation in Indonesia’s sustainable development. MUSHAF: Jurnal Tafsir Berwawasan Keindonesiaan, 6(1), 87–110. https://doi.org/10.33650/mushaf.v6i1.12603

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059.

Roziki, M. M. A., Diswandi, D., & Wijimulawiani, B. S. (2026). Kebijakan zero waste dan peran guide dalam pengelolaan sampah pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Jurnal Oportunitas: Ekonomi Pembangunan, 5(1), 85–97. https://doi.org/10.29303/oportunitas.v5i1.2835

Safitri, H. (2021). Kearifan lokal masyarakat Sembalun dalam konservasi sumber daya hutan di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani [Skripsi, Universitas Gadjah Mada]. UGM Repository.

Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif. Pustaka Ramadhan.

Satori, S., & Dja'man, Q. A. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sukardi, S., Dipokusumo, B., & Idris, M. H. (2019). Local community participation in protection area of water resources conservation in the Rinjani Forest Management Unit (FMU) of Rinjani Barat, Lombok Island. Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education, 3(2), 62–69. https://doi.org/10.24036/sjdgge.v3i2.244

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. United Nations.

Wahid, A., & Qomaruzzaman, Q. (2023). Tafsir Al-Qur’an dan ekoteologi Islam: Rekonstruksi teologi lingkungan berbasis konsep khalifah dan amanah. Indonesian Journal of Qur’an and Tafsir Studies, 1(2), 57–64.

Downloads

Published

2026-10-27

How to Cite

Alimudin, Mubarokah, S., & Hudatullah. (2026). Praktik Ekologis Masyarakat Sembalun dalam Pelestarian Kawasan Gunung Rinjani dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis. EduCurio: Education Curiosity, 5(1), 435–446. https://doi.org/10.71456/ecu.v5i1.2990