Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Permainan Interaktif

Authors

  • Adetya Nor Rizkyka Universitas Achmad Yani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Keywords:

Permainan Interaktif, Kemampuan Berbicara Kata

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah permainan interaktif berdampak pada peningkatan keterampilan berbicara dan mendeskripsikan bagaimana permainan interaktif mempengaruhi keterampilan berbicara siswa di sekolah dasar di Banjarbaru, Indonesia. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan berdasarkan Kurt. Model L. Prosedur yang digunakan adalah perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil dari siklus pertama menunjukkan bahwa keterampilan berbicara dan keterlibatan siswa meningkat seiring dengan banyaknya praktik berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan interaktif meningkatkan keterampilan berbicara siswa, terutama ketepatan dan minat mereka dengan menyediakan berbagai topik, permainan, dan aktivitas. Ditemukan juga bahwa menggunakan bahasa lebih sering dapat meningkatkan kefasihan mereka. Indikator keberhasilan pelaksanaan adalah: (1) Siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Inggris dan terlibat dalam kegiatan berbicara; (2) Siswa aktif menjawab pertanyaan dan memberikan komentar; (3) Siswa lebih aktif dalam kegiatan berbicara selama proses belajar mengajar, dan (4) Ada banyak jenis kegiatan di setiap pertemuan, dan juga gambar-gambar yang membuat siswa tertarik untuk melakukan kegiatan tersebut. Selain itu, temuan ini juga didukung oleh rata-rata nilai berbicara siswa yang meningkat dari 53,6 pada pre-test dan menjadi 82,9 pada post-test.

References

Bagarić, V. (2007). Defining Communicative Competence. Metodika Journal, 8(1).

Brown, H. D. (2000). Teaching by Principle: An Interactive Approach to Language Pedagogy. New Jersey: Pearson Education.

Davinson, J., & Dowson, J. (2005). Learning to Teach English in the Secondary School (2nd ed.). New York: Routledgefalmer.

Eun-Byung, Cho. (2004). Issues Concerning Korean Learners of English: English Education in Korea and Some Common Difficulties of Korean Student. The East Asian Learner, 1(2).

Florez, M. A. C. (1991). Communication language Teaching: The State of Art. TESOL, Quarterly. Gardner, H. (2006). The Development and Education of the Mind. New York: Routledge.

Garg, S., & Gautam, A. (2015). Learning English can change your life for the better. International Journal of English Language, Literature and Humanities, III(II).

Gate, M. (2003). Language Teaching: A Scheme for Teacher Education; Speaking. Oxford: Oxford University Press

Gunton, A. (2004). A Comparison of English Language Learning and Use by Balinese People Involved in the Tourist Industry and Refugee Student. Australia-Asia Research and Education Foundation, 14.

Hadfield, J. (1996). Intermediate Communicative Games. Edinburg: Addison Wesley Longman Ltd. Harmer, J. (2001). The Practice of English Language Teaching (3rd ed.). Edinburgh: Longman.

Heaton, B. (1990). Classroom Testing: Longman Keys to Language Teaching. New York: Longman. Jones, Rhodri. (1989). Speaking and Listening. London: John Murray Publishers Ltd.

Kayi, H. (2006). Teaching Speaking: Activities to Promote Speaking in a Second Language, 12(11) (http://iteslj.org/Techniques/Kayi-TeachingSpeaking.html).

Kushartanti. (2005). Pesona Bahasa; Langkah Awal Memahami Linguistics. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Levelt, W. J. M. (1989). Speaking: From Intention to Articulation. MA: MIT Press.

Mahmoud, A. A. A., & Tanni, Z. A. (2014). Using Games to Promote Student. Motivation towards Learning English, Al-Quds. Open University Journal for Educational & Psychological Research & Studies, 2(5).

McDonough, J. (2013). Materials and Methods in ELT. Chichester: John Wiley and Sons, Inc.

Meltzer, D. E. (2008). The Relationship between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gains in Physics: A Possible Hidden Variable in Diagnostic Pretest Scores. Lowa: Department of Physic and and Astronomy.

Mills, G. E. (2003). Action Research: A Guide for the Teacher Researcher. New Jersey: Merril Prentice Hall. Mogashoa, T. (2014). A Critical Review of the Concepts Associated with Women Entrepreneurs in Rural Areas.

Mediterranean Journal of Social Sciences, 5(23), 2263. https://doi.org/10.5901/mjss.2014.v5n23p2263 Murcia, M. C. (ed.). (1991). Teaching English as a Second Language. Boston Massachussetts: Heinle Publishers. Richard, J. C. (2008). Teaching Listening and Speaking From Theory to Practice. Cambridge University.

Sagor,R. (2000). Guiding School Improvement with Action Reasearch. USA: Association for Supervision and Curriculum Development Retrieved from http://www.ascd.org/publications/books/100047/chapters/What-Is-Action-Research%C2%A2.aspx

Sigurðardóttir, S. D. (2010). The Use of Games in the Language Classroom. Reykjavík: University of Iceland. Sudijono, Anas. (2012). Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Susetyo, B. (2010). Statistika untuk Analisis Data Penelitian. Bandung: Replika Aditama.

Tampubolon, S. (2014). Penelitian Tindakan Kelas: Sebagai Pengembangan Profesi Pendidikan dan Keilmuan.Jakarta: Erlangga.

Wallace, M. J. (1987). Teaching Vocabulary. London: Heineman Education Books. Ltd.

Downloads

Published

2023-08-08

How to Cite

Rizkyka, A. N. (2023). Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Permainan Interaktif. EduCurio: Education Curiosity, 1(3), 954–961. Retrieved from https://yptb.org/index.php/educurio/article/view/543