Analisis Kebijakan Pendidikan Inklusi : Studi Kasus Di SDN Alalak Utara 1 Banjarmasin

Authors

  • Dewy Nurchaifa Pebriany* Universitas Achmad Yani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Maria Ulfah Universitas Achmad Yani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • Nurul Huda Fitriani Universitas Achmad Yani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia
  • M. Ihsan Ramadhani Universitas Achmad Yani, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia

Keywords:

Kebijakan, Pendidikan Inklusi, Sekolah Dasar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pendidikan yang dibuat oleh pemerintah tentang kebijakan pendidikan inklusi terkait dengan kurikulum, rekrutmen guru pembimbing khusus (GPK), dan sarana prasana di sekolah dengan kebijakan pendidikan inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data wawancara dianalisis menggunakan within case and cross case analysis antar informan, data observasi dicatat dan disajikan sesuai dengan hasil wawancara, sedangkan data dokumen digunakan sebagai pembanding data wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan inklusi di sekolah belum terlaksana dengan baik, tidak ada persiapan penerimaan murid baru, sekolah tidak memiliki kurikulum khusus atau kurikulum yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan khusus murid inklusi, sekolah belum pernah melaksanakan proses perekrutan untuk GPK, dan kurangnya perhatian dari pemerintah atas dukungan sarana dan prasarana di sekolah.

References

Anderson, J. E. (2015).Public policymaking: an introduction (8th ed.). Wadsworth: Cengange Learning.

Chapman, D., & Sarvi, J. (2017). Widely recognized problems, controversial solutions: Issues and strategies for higher education development in East and Southeast Asia. Dalam K. Mok (Ed.), Managing internationalconnectivity, diversity of learning and changing labour markets. higher education in Asia: Quality, excellence and governance. Singapura: Springer.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five traditions (2nd ed.).Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Fowler, F. C. (2014). Policy studies for educational leaders: An introduction (4th ed.). New Jersey: Pearson Education.

Irenawati, T., & Aman. (2006). Evaluasi kebijakan pendidikan inklusif di SMA Muhammadiyah 4 Yogjakarta. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Kuyini, A. B., & Desai, I. (2007). Principals’ and teachers’ attitudes and knowledge of inclusive education as predictors of effective teaching practices inGhana.Journal of Research in Special Educational Needs, 7(2), 104-113.

Permendiknas (2009). Peraturan pemerintah RI Nomor 70 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi.

Sofwan, M., & Habibi. A. (2016). Pro blematika dunia pendidikan Islam abad 21 dan tantangan pondok pesantren di Jambi. Jurnal Kependidikan, 46(2), 271-280.

UNICEF. (2013). The state of the world’s children 2013: Children with disabilities. New York: United Nations Children’s Fund.

Winter, E. C. (2006) Preparing new teachers for inclusive schools and classrooms. Support for Learning, 21(2), 85-91.

Wu-Tien, W., Ashman, A., & Yong-Wook, K. (2008). Education reforms in special education. Dalam C. Forlin & M.-G. J. Lian (Eds),Reform, inclusion & teacher education: Towards a new era of special education in The Asia-Pacific Region. Abingdon: Routledge.

Downloads

Published

2024-06-05

How to Cite

Pebriany, D. N., Ulfah, M., Fitriani, N. H., & Ramadhani, M. I. (2024). Analisis Kebijakan Pendidikan Inklusi : Studi Kasus Di SDN Alalak Utara 1 Banjarmasin. EduCurio: Education Curiosity, 2(3), 306–312. Retrieved from https://yptb.org/index.php/educurio/article/view/816