Asuhan Keperawatan pada Bayi Ny. M.U dan Bayi Ny. Y.A.Y yang Mengalami Ikterus Neonatorum dengan Masalah Ikterik Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD MGR. Gabriel Manek, SVD Atambua

Authors

  • Djulianus Tes Mau Prodi Keperawatan, Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan, Universitas Timor
  • Handrianus Akoit Prodi Keperawatan, Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan, Universitas Timor
  • Rufina Nenitriana Bete* Prodi Keperawatan, Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan, Universitas Timor
  • Jonivasius Nurak Prodi Keperawatan, Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v3i1.1116

Keywords:

: Asuhan Keperawatan Bayi Ikterus Neonatorum, Ikterik Neonatus

Abstract

 Ikterus neonatorum merupakan fenomena biologis yang timbul akibat tingginya produksi dan rendahnya ekskresi bilirubin selama masa transisi pada neonatus. pada neonatus pruduksi bilirubin dua sampe tiga kali lebih tinggi dibandingkan orang dewasa normal. Banyak faktor yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya ikterik, seperti faktor maternal, perinatal dan neonatal. Tujuan dalam penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada bayi ikterus neonatorum dengan masalah ikterik neonatus dengan cara melakukan pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, rencana tindakan keperawatan, melakukan  tindakan asuhan keperawatan dan evaluasi. Metode Penelitian yang digunakan yaitu  pendekatan asuhan keperawatan pada bayi ikterus neonatorum dengan masalah ikterik neonatus di ruang perinatologi. Hasil dari penelitian didapatkan selama 3x24 jam, masalah ikterik neonatus teratasi dengan kriteria, membran mukosa kuning menurun, kulit kuning menurun, sklera kuning menurun. Kesimpulannya bahwa asuhan keperawatan telah dilakukan sesuai dengan tahap pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, evaluasi keperawatan pada bayi sehingga ikterus neonatorum dapat teratasi.

References

Anggie, N., Etika, R., Krisnana, I., Pudji Lestari, D., Studi Kebidanan, P., & Kedokteran, F. (2019). Faktor Risiko Kejadian Ikterus Neonatorum. Pediomaternal Nursing Journal, 5(2), 183– 188.

Anggraini, H. (2016). Faktor yang berhubungan dengan terjadinya penyakit kuning neonatal. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1 (1), 47-55.

Auliasari, N. A., Etika, R., Krisnana, I., & Lestari, P. (2019). Faktor risiko kejadian ikterus neonatorum. Pediomaternal Nursing Journal, 5(2), 175-182.

Badan Pusat Statistik. (2020). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia.

Kemenkes RI. 2019. Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta Selatan. Diakses dari http://www.depkes.go.id.pdf/ pada 02 Juni 202

Luluk Fajria. (2020). Ikterus Neonatorum: PROFESI Vol.`12, No.5 juli 2020

Luluk Fajria. Ikterus Neonatorum: Profesi Vol.10, No.3 September 2013-Februari 2014.

Mansjoer, Arif. (2020). Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid II. Jakarta: Media Aesculapius

Maternity, D., Anjani, A.D., & Evrianasari, N. (2023). Asuahan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita, Dan Anak Sekolah.Yogyakarta: CV. Andi Offset

Medri & prayogi (2017) Asuhan keperawatan pada anak sakit dan bahaya resiko tinggi. Yogyakarta: pustaka baru press (2017) Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak. Jakarta: EGC.

Potter, Perry. 2009. Fundamental Keperawatan. Edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.

PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

Puspitasari, F. A. (2022). Studi Kasus: Perawatan Bayi Hiperbilirubinemia dalam Mencegah Komplikasi Kern ikterus. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 5(2), 32–46. https://doi.org/https:doi.org/1032584/jika.v5i1

Ridha, N. H. (2014). Buku Ajar Keperawatan Anak. (S. Riyadi, Ed.). Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Riset Kesehatan Dasar. (2019). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta:

Rohani, S., Wahyuni, R. 2019. Ikterus pada Neonatus Ed with the Occurrence Neonatus Jaundice. Jurnal Ilmu Kesehatan. [Internet]. 2(1) 75-80. [diakses pada 2017 Feb 23]. From https://aisyah.journalpress.id/index.ph p/jika/article/view/SR-RW

Saifuddin A. (2007). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Suprajitno (2004), asuhan keperawatan keluarga aplikasi dalam bentuk praktik, jakarta: EGC

Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016), Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi 1, jakarta, persatuan perawat nasional indonesia

Yulia, Safitry., Haflah, N. (2022). Penyuluhan Tentang Faktor Yang Menyebabkan Kejadian Bayi Kuning Pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Abdimas Flora, 1(1), 38-44.

Yuliawati, D., & Astutik, R. Y. (2020). Hubungan faktor perinatal dan neonatal terhadap kejadian ikterus neonatorum. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(2), 083–089. https://doi.org/10.26699/jnk.v5i2.art.p 083-089

Downloads

Published

2024-12-27

How to Cite

Mau, D. T., Akoit, H., Bete, R. N., & Nurak, J. (2024). Asuhan Keperawatan pada Bayi Ny. M.U dan Bayi Ny. Y.A.Y yang Mengalami Ikterus Neonatorum dengan Masalah Ikterik Neonatus di Ruang Perinatologi RSUD MGR. Gabriel Manek, SVD Atambua. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 185–205. https://doi.org/10.71456/jik.v3i1.1116