Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunted Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul

Authors

  • Claudia Morista Samapaty Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta
  • Vio Nita* Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta
  • Silvia Dewi Styaningrum Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v4i1.1434

Keywords:

Pengetahuan Gizi, Stunted, Ibu Balita

Abstract

Stunted merupakan salah satu kesehatan yang umum terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, dan stunted sebesar 24,4%. Stunted disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunted yaitu asupan makan, pemberian ASI eslusif, dan faktor infeksi. Tujuan penelitian ini untu mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 99 responden yaitu ibu yang mempunyai balita usia 25-59 bulan.Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu berusia < 35 tahun (69,7%), 50,5% berpendidikan SMP,100% ibu berstatus ibu rumah tangga,58,6% berpengetahuan kurang, 53,5% balita usia 37-48 bulan, 54,5% berjenis kelamin laki-laki dan 54,5% mengalami stunted. Mayoritas ibu berpendidikan SMP (51,5%), Ibu dengan pengetahuan kurang dan memiliki anak stunted sebanyak 53,4%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25- 59 bulan ( p= 0,057). Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul.

References

Aritonang, E. A., Margawati, A., & Dieny, F. F. (2020). Analisis Pengeluaran Pangan, Ketahanan Pangan Dan Asupan Zat Gizi Anak Bawah Dua Tahun (Baduta) Sebagai Faktor Risiko Stunting. Journal of Nutrition College, 9(1), 71–80. https://doi.org/10.14710/jnc.v9i1.26584

Adriany, F., Hayana., Nurhapipa., Septiani, W., & Sari, N.P. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Pengetahuan dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Wilayah Puskesmas Rambah. Jurnal Kesehatan Global, 4(1), 17- 25.

Erfiana., Rahayuningsih, S.I., & Fajri, N. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 5(1), 169-178.

Fauzia, N.R., Sukmandari, N.M.A., & Triana, K.Y. (2019). Hubungan Status Pekerjaan Ibu dengan Status Gizi Balita. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nurshing, 3(1), 28-32. Hasnawati., Latief, S., & Al, J.P. (2021). Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan. Jurnal Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan, 1(1), 7-12.

Kemenkes, RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia. Jakarta: Buletin Jendela Data dan Informasi. Kementerian Kesehatan RI. (2020). Indikator Program Kesehatan Masyarakat dalam RPJMN dan Rentra Kementerian Kesehatan 2020-2024. Katalog Dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI, 1–99

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Kemenkes RI, 1–14.Lindawati, Harahap, A., & Anto. (2023). Hubungan Pekerjaan Orang Tua dan Asi Eksklusif dengan Kejadian Stunting di Menawi Kabupaten Kepulauan Yapen. Journal of Pharmaceutical and Health Research, 4(1), 147–151. https://doi.org/10.47065/jharma.v4i1.3254

Maharani, S. D. S., Wulandari, S. R., & Melina, F. (2018). Hubungan Antara Kejadian Stunting Dengan Perkembangan Pada Balita Usia 3-5 Tahun Di Posyandu Kricak Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7(1), 37–46. https://doi.org/10.35952/jik.v7i1.118

Murti, L.M., Budiani, N.N., & Darmapatni M.W.G. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Balita dengan Kejadian Stunting Anak Umur 36-59 Bulan Di Desa Singakerta Kabupaten Gianyar. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(2), 62- 69. Margawati, A., & Astuti, A.M. (2018). Pengetahuan Ibu, Pola Makan dan Status Gizi Anak Stunting Usia 1-5 Tahun Di Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk, Semarang. Jurnal Gizi Indonesia, 6(2), 82-89.

Sagita, Y.D. & Wardani, P.K. (2022). Status Gizidan Usia Ibu Saat Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 1-5 Tahun. Jurnal Maternitas Aisyah, 3(2), 115- 122.

Widyanata, C.D., Arief, Y.S., & Kurnia, I.D. (2020). Gambaran Pengetahuan Ibu dengan Pola Asuh Dalam Pemberian Makan dengan Status Gizi Pada Balita Di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Jurnal Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indoneisa, 8(2), 64-74.

Wulandari, R.C., & Muniroh, L. (2020). Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi, Tingkat Pengetahuan Ibu, dan Tinggi Badan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambak Wedi Surabaya. Journal Amerta Nutrition, 4(2), 95-102.

Downloads

Published

2025-08-22

How to Cite

Samapaty, C. M., Nita, V., & Styaningrum, S. D. (2025). Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunted Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 21–28. https://doi.org/10.71456/jik.v4i1.1434